DISTRIBUSI NORMAL
Dosen Pengampu
Defita Permata Sari, S.Pd.,M.Pd
Pengertian Distribusi Normal
Distribusi normal adalah distribusi yang Distribusi normal adalah suatu alat statistik
terpenting dalam bidang statistika, yang sangat penting untuk menaksir dan
penemunya adalah DeMoivre (1733) dan meramalkan peristiwa-peristiwa yang lebih
Gauss. Distribusi ini bergantung pada 2 luas bermodel matematik.
parameter yaitu µ (rataan populasi) dan
σ (simpangan baku populasi).
1
Distribusi normal merupakan satu-satunya distribusi
probabilitas dengan variabel random kontinu dan mempunyai
peran yang sangat penting dalam statistika
Distribusi normal memiliki beberapa sifat yang memungkinkan untuk
dipergunakan sebagai pedoman dalam menarik kesimpulan berdasarkan
hasil sampel.
Meskipun distribusi normal merupakan distribusi teoritis, tetapi sangat
sesuai dengan distribusi empiris sehingga dikatakan bahwa semua
peristiwa secara alami akan membentuk distribusi ini.
2
Ciri-ciri Distribusi Normal
Berbentuk lonceng simetris terhadap x = μ distribusi normal atau kurva normal disebut juga
dengan nama distribusi Gauss, karena persamaan matematisnya ditemukan oleh Gauss dengan
rumus: Keterangan:
π = 3,1416
e = 2,7183
µ = rata-rata
σ = simpangan baku
Rataan, median, modus dari distribusi berhimpitan
Grafiknya mendekati sumbu x dimulai dari x = μ + 3σ ke kanan dan x = μ - 3σ ke kiri
Distribusi normal tidak akan pernah menyentuh absisnya/ekor grafik dapat dikembangkan tanpa
menyentuh sumbu absis (sumbu mendatar).
3
Gambar 1. Ciri-ciri Distribusi Normal
5
Sifat-sifat Distribusi Normal
1. Grafik simetri terhadap garis tegak x = µ
2. Grafiknya selalu di atas sumbu absis (sumbu datar) x
3. Mempunyai satu nilai modus, yaitu pada x = μ sebesar 0,3989/σ
4. Luas daerah di bawah kurva f(x) dan di atas sumbu x = 1, yaitu P(-∞< x < +∞) = 1
6
Gambar 2. Kurva Normal Umum Gambar 3. Kurva Normal Baku
Kurva distribusi normal baku lebih sederhana dibanding kurva normal umum.
Pada kurva distribusi normal baku, nilai μ = 0 dan nilai Ϭ = 1, sehingga terlihat
lebih menyenangkan
7
Distribusi Normal Standar/Baku
Dengan transformasi tersebut, kita memperoleh distribusi normal Z yang mempunyai rata-rata µ = 0
dan simpangan baku δ = 1, atau ditulis N(0,1). Distribusi normal Z seperti ini disebut distribusi normal
standar. Dengan demikian, fungsi distribusi f(x) berubah menjadi fungsi distribusi f(z).
8
Perubahan bentuk dari normal umum menjadi normal
baku/standar dapat dilakukan dengan cara berikut:
Cari zhitung dengan rumus:
Gambarkan kurvanya
Tuliskan nilai zhitung pada sumbu x di kurva di atas dan tarik garis dari titik z hitung ke atas
sehinggga memotong garis kurva.
Luas yang terdapat dalam tabel merupakan luas daerah antara garis tegak ke titik 0 di tengah
kurva
Carilah tempat nilai z dalam tabel normal.
Luas kurva normal = 1, karena μ = 0, maka luas dari 0 ujung ke kiri = 0,5. luas dari 0 ke titik
kanan = 0,5. Jika z bukan bilangan bulat, maka luas daerahnya dicari dengan menggunakan
tabel kurva normal baku.
9
Pengertian Distribusi Normal Standar/Baku
Kurval normal standar/distribusi normal standar adalah kurva normal yang
sudah diubah menjadi distribusi nilai Z, dimana distribusi tersebut akan
mempunyai µ = 0 dan memiliki standar devisi (σ) = 1. dengan rumus berikut :
Dimana :
Z = harga Z score yang dapat dilihat pada tabel
Z= X = selisih dari harga pada posisi X dikurangi rata-rata
σ = Standar Deviasi
µ = Rata-rata variabel random
Untuk mengetahui berbagai luas di bawah kurva normal standar, maka
digunakan tabel luas kurva normal standar.
10
Contoh Soal 1
1. Berat badan mahasiswa di kelas L mempunyai distribusi normal dengan rata-rata =
55 dan standar deviasi= 15. Tentukan nilai variabel normal standar/baku bagi
mahasiswa yang memiliki berat badan 60 dan 70!
Penyelesaian:
Z= Z=
▰
Z= Z=
Z= 0,33 Z=1
Jadi, mahasiswa yang memiliki berat badan 60 = 0,33 dan mahasiswa yang memiliki
berat badan 70 = 1
11
Pada distribusi normal baku/standar harga x merupakan sumbu simetri yang membagi
daerah kurva normal menjadi 2 yang sama besar. Pada bagian kanan sumbu simetri
mempunyai harga positif yang besarnya sama dengan 0,5 atau 50% sedangkan pada
bagian kiri sumbu simetri mempunyai harga negatif yang besarnya sama dengan sebelah
kanan sumbu simetri yaitu 0,5 atau 50%.
Negatif Positif
12
Tabel Z Distribusi Normal Standar/Baku
13
Cara Menggunakan Tabel Kurva Normal Baku
• Pada tabel di slide 13, sebelah kiri ada 0 sampai dengan 3,9 dan pada baris
atas ada 0,00 sampai dengan 0,09.
• Misalnya, nilai Z = 1,07 maka pada kolom paling kiri kita cari 1,0 dan
bergerak ke kanan cari angka 0,07 pada baris paling atas sehingga kolom dan
baris bertemu pada angka 0,3557 yang berarti 35,57%.
• Jika nilai Z nya = 1,22. maka luas yang diperoleh 0,3888 bagian atau 38,88%
dari seluruh luas dibawah kurva
14
Contoh Soal 2
1. Untuk variable random normal standar Z, daerah penerimaannya adalah:
a. P (Z > 1,21) = 0,3869 yang berarti 38,69%
b. P (Z > 2,03) = 0,4788 yang berarti 47,88%
2. Bila X adalah variabel acak berdistribusi normal dengan rata-rata µ = 25 dan simpangan baku σ = 10.
Tentukanlah probabilitas P(20 < X < 38).
Penyelesaian:
Z1 = (20 – 25) / 10 = - 0.5 Z2 = (38 – 25)/10 = 1,3
Dengan demikian probabilitas P(20 < X < 38) = P(- 0.5 < Z < 1.3)
= P(- 0.5 < Z < 0) + P(0 < Z < 1.3)
= P(0 < Z < 0.5) + P(0 < Z < 1.3)
= 0.1915 + 0.4032
= 0.5947 15