0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan24 halaman

RMPK 2021

Dokumen ini adalah Rencana Mutu Pekerjaan Konstruksi yang mencakup informasi pekerjaan, struktur organisasi, jadwal pelaksanaan, tahapan pekerjaan, gambar dan spesifikasi teknis, serta rencana pelaksanaan dan keselamatan kerja. Setiap bagian memberikan rincian tentang data umum, lingkup pekerjaan, dan metode kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek konstruksi dengan aman dan efisien. Selain itu, dokumen ini juga mencakup analisis keselamatan kerja dan pengendalian risiko yang harus diperhatikan selama pelaksanaan proyek.

Diunggah oleh

joszy
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan24 halaman

RMPK 2021

Dokumen ini adalah Rencana Mutu Pekerjaan Konstruksi yang mencakup informasi pekerjaan, struktur organisasi, jadwal pelaksanaan, tahapan pekerjaan, gambar dan spesifikasi teknis, serta rencana pelaksanaan dan keselamatan kerja. Setiap bagian memberikan rincian tentang data umum, lingkup pekerjaan, dan metode kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek konstruksi dengan aman dan efisien. Selain itu, dokumen ini juga mencakup analisis keselamatan kerja dan pengendalian risiko yang harus diperhatikan selama pelaksanaan proyek.

Diunggah oleh

joszy
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA MUTU PEKERJAAN

KONSTRUKSI

FORMAT RMPK

…. RENCANA MUTU PEKERJAAN


KONSTRUKSI

DAFTAR ISI
FORMAT RMPK 146

BAB I INFORMASI PEKERJAAN 1


1.1 DATA UMUM PEKERJAAN 1

Waktu Pelaksanan 1

Pengguna Jasa 1

Penyedia Jasa 1

Pengawas Pekerjaan 1
1.2 LINGKUP PEKERJAAN 2

BAB II 3

STRUKTUR ORGANISASI 3

SAPUJAGAD.
2.1 Pengguna Jasa 3

ORG
2.2 Penyedia Jasa 3
2.3 Pengawas Pekerjaan 4

BAB III 5

JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN 5

BAB IV 6

TAHAPAN PEKERJAAN 6

BAB V 8

GAMBAR DAN SPESIFIKASI TEKNIS 9


5.1 Gambar Detailed Engineering Design (DED) 9
5.2 SPESIFIKASI TEKNIS 9

BAB VI 10

RENCANA PELAKSANAAN PEKERJAAN 10


6.1 Metode Kerja 12

Uraian Pekerjaan 12

Tahapan Pekerjaan 14
6.2 Tenaga Kerja 15
6.3 Material/Bahan 15
6.4 Peralatan 15
6.5 Aspek Keselamatan Konstruksi (Kesehatan dan Keselamatan Kerja/K3) 16

BAB VII 18

RENCANA PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN/INSPECTION AND TEST PLAN (RPP/ITP) 18


7.1 Conton RPP/ITP: 19
BAB VIII 21

PENGENDALIAN SUB-PENYEDIA JASA DAN PEMASOK 21

SAPUJAGAD.
ORG

147
BAB I INFORMASI PEKERJAAN

1.1 DATA UMUM PEKERJAAN

Nama Pekerjaan : Diisi Nama Pekerjaan sesuai dengan Kontrak


Lokasi Pekerjaan : Diisi nama lokasi pekerjaan sesuai dengan
kontrak
Kontrak (No & Tanggal) : Diisi dengan No. Kontrak dan Tanggal
Kontrak SPMK (No & Tanggal) : Diisi dengan No. SPMK (No &
Tanggal)
Nilai Kontrak : Diisi dengan nilai rupiah sesuai
kontrak (Termasuk PPN)
Sistem Kontrak : Diisi dengan Sistem Kontrak yang digunakan
(misalnya lumpsum atau harga satuan)
Sumber Dana : Diisi dengan sumber dana-Tahun Anggaran yang
bersangkutan

SAPUJAGAD.
Waktu Pelaksanan

ORG
Masa Kontrak : Diisi dengan Masa Kontrak
Tanggal Mulai Kerja : Diisi dengan Tanggal Mulai
Kerja Tanggal PHO : Diisi dengan Tanggal PHO
Tanggal FHO : Diisi dengan Tanggal FHO
Pengguna Jasa
Satuan Kerja : Diisi dengan nama satuan kerja
terkait PPK : Diisi dengan nama PPK terkait
Alamat : Diisi dengan Alamat Pengguna Jasa
Penyedia Jasa
Nama : Diisi dengan Nama Penyedia Jasa
Alamat : Diisi dengan Alamat Penyedia Jasa

Pengawas Pekerjaan
Nama : Diisi dengan Nama Pengawas Pekerjaan
Alamat : Diisi dengan Alamat Pengawas Pekerjaan

1
1.2 LINGKUP PEKERJAAN

Lingkup Kegiatan : Diisi dengan Lingkup Kegiatan Utama sesuai


dengan kontrak

SAPUJAGAD.
ORG

2
BAB II
STRUKTUR ORGANISASI

2.1 Pengguna Jasa


A. Struktur Organisasi

B. Tugas dan Tanggung Jawab

SAPUJAGAD.
Penjelasan tugas dan tanggung jawab setiap personil yang ada

ORG
didalam struktur organisasi tersebut.

2.2 Penyedia Jasa


A. Struktur Organisasi

B. Tugas dan Tanggung Jawab


Penjelasan tugas dan tanggung jawab setiap personil yang ada
didalam struktur organisasi tersebut.

3
2.3 Pengawas Pekerjaan
A. Struktur Organisasi

SAPUJAGAD.
ORG
B. Tugas dan Tanggung Jawab
Penjelasan tugas dan tanggung jawab setiap personil yang ada
didalam struktur organisasi tersebut.

4
BAB III
JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN

SAPUJAGAD.
ORG

5
BAB IV
TAHAPAN PEKERJAAN

M
ULAI

Mobili
sasi

Pengukur Daftar
an/ Kuantitas

Shop

SAPUJAGAD.
ORG
Pasangan
Batu &
Batu Mortan
Galian
Selokan
Dainase &
Saluran Air
Pekerjaan
Gorong2
dalam 25 Cm
Menentukan
E E E Titik

Pengada
an Tiang sesuai
ti
y
Pemanca
ngan Tiang
Pancang

H
as
ti
y
Pem
ancang
an

Galian Struktur
Untuk Pekerjaan
Abutment

6
A

Pemoton

SAPUJAGAD.
gan

ORG
Pasangan Batu Kosong
dan
Lantai Kerja Beton

Pembuatan &
Bekisting

Cek
Elevasi
tida
Pengadaan
Girdery Pra
Cetak
Pengecoran Gelagar
Abutmen
Type
dengan Beton Mutu I
Sedang Fc 20 Mpa
Pilecap Abutment
BadanPenyusunan
Abutmen
Girnder &
Stresing
Pemasangan
Elasto merik
Batu Alam
Pemasangan
Unit Girder
Type I Bentang

Pemberian dan
Pengecoran Diafragma
menggunakan Baja
Tulangan U- 39 Ulir dan
Beton Mutu Sedang fc 30
Mpa

7
B

Persiapan
Pekerjaan

Pembuatan & Pengecoran Lantai Jembatan dengan


Baja Tulangan U-39 Ulir dan Beton Mutu Sedang fc
30 Mpa

Pemasangan

SAPUJAGAD.
Expansion Jembatan Type

ORG
Asphaltic Plug

Pengecoran Palapet Jembatan


dengan Beton Mutu Sedang fc
30 Mpa

Pemasang
an Saluran
Jembatan

Peke
rjaan
Opint

E Pemasangan Plat
Injak

Pekerjaan
Pengaspalan

Sele
sai

8
BAB V
GAMBAR DAN SPESIFIKASI TEKNIS

5.1 Gambar Detailed Engineering Design (DED)

SAPUJAGAD.
ORG
5.2 SPESIFIKASI TEKNIS

Alat/Material/Tenaga
Spesifikasi Keterangan
Kerja/produk
Beton Ready Mix F’c : 37 MPa; 45MPa Tes Independen
Tower Crane Jib : 70 m ; Max Konvesional
Beban : 2,5 ton
…… …… ……

9
BAB VI
RENCANA PELAKSANAAN PEKERJAAN
Contoh Method Statement :
METODE NO DOKUMEN HAL :
PELAKSANAAN
PEKERJAAN : REVISI TGL : DARI :
Bekisting Knock KE :
Down
NAMA PROYEK : …..
DARI : ….

SAPUJAGAD.
ORG

Diajukan Oleh : Disetujui Oleh : Diverifikasi Oleh :


Penyedia PPK
KONSULTAN PENGAWAS

(………………………………….) (…………………………………)
(……………………………………………
Tanggal disetujui :

10
Data peralatan rutin yg dibutuhkan utk pemeliharaan
4. Jumlah Luasan RTH di Kab/ kota yg menjadi tanggung jawab Dinas Terkait
METODE PELAKSANAAN NO DOKUMEN HAL :
PEKERJAAN LIFTING REVISI TGL :
DENGAN CRANE KE :

NAMA PROYEK :
LOKASI :

DAFTAR ISI
E.1 METODE PELAKSANAAN
E.2 TENAGA KERJA YANG TERLIBAT

SAPUJAGAD.
E.3 MATERIAL YANG DIBUTUHKAN

ORG
E.4 PERALATAN YANG DIBUTUHKAN
E.5 ASPEK K3

11
6.1 Metode Kerja

a. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan ini dibuat untuk pekerjaan pengangkatan beban yang
berat dengan menggunakan bantuan alat berupa crane yang meliputi:
pekerjaan pengangkatan girder mulai dari mobilisasi alat, persiapan,
pelaksanaan pekerjaan, perapihan pekerjaan hingga demobilisasi alat
pada pekerjaan . . . . . . . . . . . .

SAPUJAGAD.
ORG CONTOH

b. Uraian Pekerjaan
1) Mobilisasi crane
a) Melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap alat
crane yang akan di mobilisasi ke lokasi pekerjaan untuk
menghindari tidak berfungsinya alat pada saat di pergunakan.
b) Melibatkan instansi setempat terkait Surat Izin Laik Operasi
(SILO).

2) Persiapan Crane dan Lifting Gear


a) Mengumpulkan beberapa data seperti kapasitas crane, kondisi
crane, load chart crane, lifting accesoris (chain block, shackle,
sling, dll), kondisi lokasi untuk crane, berat material yang
12
diangkat dan lain-lain sesuai dengan analisa dari engineer.
b) Memastikan operator crane dan petugas rigger kompeten, dan
mempunyai SIO (Surat izin Operator) yang masih berlaku.

c) Menyiapkan alat komunikasi (HT) dan Alat Pelindung Diri (APD)


yang akan digunakan.
d) Menyiapkan area kerja aman untuk bekerja, dan membuat
barikade agar tidak ada aktifitas pejalan kaki pada area kerja
serta rambu-rambu yang dibutuhkan berikut pengendalian lalu
lintas.

3) Melakukan pengangkatan dan penurunan material

SAPUJAGAD.
ORG
a) Menaati aturan dasar pengangkatan. Dalam hal ini biasanya
telah disebutkan dalam rigging plan atau JSA pekerjaan.
b) Dilakukan briefing sebelum memulai aktifitas.
c) Kapasitas crane sesuai dengan berat beban yang akan
diangkat.
d) Petugas Rigger berkompeten, dan petugas rigger tidak
merangkap sebagai petugas sinyal.
e) Komunikasi dengan baik antara operator dengan petugas
sinyal.

4) Penyelesaian pekerjaan/house keeping


a) Saat selesai lakukan clean up dan pastikan segala sesuatunya
ditinggalkan dalam keadaan tidak membahayakan bagi orang
lain.
b) Merapikan area kerja seperti semula.

5) Demobilisasi Crane
a) Menyiapkan jalan yang aman untuk melintas crane,
memposisikan boom dalam keadaan standby, melintas dengan
kecepatan rendah.
b) Membuat barikade untuk demobilisasi crane, mengatur kondisi
lalu lintas yang akan dilewati crane, bila perlu menggunakan
pengawalan polisi.

13
c. Tahapan Pekerjaan
M
ula
i
MOBILISASI CRANE

PERSIAPAN CRANE DAN LIFTING GEAR

MELAKUKAN PENGANGKATAN DAN PENURUNAN MATERIAL

PENYELESAIAN PEKERJAAN/HOUSE KEEPING

SAPUJAGAD.
DEMOBILISASI CRANE

ORG SAI
SELE

14
6.2 Tenaga Kerja

Tenaga kerja yang terlibat dalam pekerjaan angker D32 dan D25
N PERSONIL JUMLA KETERANGA
O H N
1 Pelaksana 1 SKA
Orang
2 Petugas K3 1 Petugas
Orang K3/SKA
3 Operator Crane 2 SKA
Orang
4 Rigger 2 SKT

SAPUJAGAD.
Orang

ORG
5 Sinyalemen 1 SKT
Orang
6 Pekerja 8 SKT
Orang

6.3 Material/Bahan
N URAI VOL SATU KETERANG
O AN AN AN
1 Girder 120 Bh SNI/Spek Tek
2
3
4
5

6.4 Peralatan

N URAI V SATU KETERANG


O AN O AN AN
L
1 Crane 2 Unit SILO
2 Truk Trailer 2 Unit
3 Alat bantu 1 Ls
4
5

15
6.5 Aspek Keselamatan Konstruksi (Kesehatan dan Keselamatan Kerja/K3)

Uraian analisis K3 yang dijabarkan berdasarkan Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Penetapan Pengendalian Risiko K3

SAPUJAGAD.
yang ada di RKK untuk tiap-tiap pekerjaan.

UNIT KERJA :

........................

JENIS PEKERJAAN :
ORG ANALISA KESELAMATAN KERJA / JOB SFETY ANALYSIS (ISA)
NO. JSA :
......... HALAMAN . . . . . . DARI. . . . .

DIBUAT OLEH
BARU REV
DIVERIFIKASI OLEH :
HARI / TANGGAL :

PELAKSANA AHLI K3
DIKETAHUI OLEH :
PEKERJAAN ANGKAT/UFTING

KEBUTUHAN APD :
NO TAHAPA POTENSI BAHAYA / KERUSAKAN PENGENDALIAN RESIKO / REKOMENDASI TINDAKAN TANGGUNG JAWAB
N LINGKUNGAN
PEKERJ
AAN
1 Mobilis 1.1 Kondisi Crane Tidak Terawat 1.1. Memastikan operator kompeten dalam mengoperasikan crane dan melakukan pre start checklist Supervisor
asi (Kondisi tidk bagus) 1
Crane
1.1. Memeriksa secara visual pada crane Operator Crane
2
1.1.3 Melakukan Pre-start checklist pada crane Operator Crane
1.1. Me-record semua pemeriksaan di log book crane Operator Crane
4
1.1. Memastikan kabin aman dari hewan berbisa (ular, kalajengking, laba-laba dan sebagainya) Operator Crane
5
1.1. Melaporkan pada supervisor jika ada kondisi tidak aman pada crane Operator Crane
6
1.2 Ramai lalu lintas dan pejalan 1.2.1 Membuat ijin melintas ke instansi terkait, jika perlu dikawal polisi Supervisor
kaki
1.2. Melintas dengan kecepatan rendah atau sangat lambat Operator, Supervisor

16
2
1.2. Memastikan jarak penglihatan tidak terhalang Operator Crane
3
1.2. Memastikan jarak aman dengan kendaraan lain Operator Crane
4
1.2. Menyalakan lampu hazard Ketika sedang melintas Operator Crane

SAPUJAGAD.
5

ORG
1.3 Jaringan kabel listrik melintang 1.3. Memposisikan telescopic boom dalam kondisi turun dan memendek (stanby) Operator Crane
di udara pada ketinggian 4m 1
1.3. Memperhatikan jarak antara ujung boom dengan kabel listrik Operator Crane
2
1.3. Melintas dengan kecepatan rendah atau sangat lambat Operator Crane
3
1.3. Memastikan dan menghitung tinggi Mobile crane dengan kabel listrik Supervisor
4

Contoh JSA

2 Persiapan 2.1 Kondisi crane tidak terawat 2.1. Melakukan pre-start check list crane crane Operator Crane
. 1.
Crane & (kondisi tidak bagus) 2.1. Memastikan operator kompeten dalam mengoperasikan crane dan Supervisor
Lifting 2.
Gear melakukan pre-start check list
2.2 Kondisi lifting gear tidak terawat 2.2. Melakukan inspeksi sebelum menggunakan lifting gear Rigger
1.
(kondisi tidak bagus) 2.2. Tidak menggunakan lifting gear yang rusak Supervisor, Rigger
2.
2.3 Permukaan tajam dari lifting 2.3. Operator crane dan rigger menggunakan sarung tangan pada saat Supervisor
1.
gear melakukan pengecekan
2.4 Area kerja berlumpur dan licin 2.4. Perhatikan tiga titik tumpu pada saat naik turun tangga crane Supervisor
1.
2.4. Lakukan pengecekan di area kerja yang kering Supervisor
2.
2.4. Membersihkan lumpur pada jalan masuk ke kabin Operator Crane
3.
2.4. Membersihkan lumpur pada sepatu operator Operator Crane
4.
2.4. Memberikan plat/balok sebagai alas outrigger Rigger
5.

17
2.4. Memastikan outrigger keluar maksimal Operator Crane, Rigger
6.
2.5 Titik jepit 2.5. Perhatikan titik jepit Komunikasi aktif antar personil Operator crane, Rigger
1. Operator crane, Rigger
2.5.
2.

SAPUJAGAD.
2.5. Lakukan pengecekan di area kerja yang kering Supervisor

ORG
3.
2.5. Menggunakan PPE yang sesuai dengan baik dan benar Supervisor
4.
2.5. Tidak terburu-buru saat melakukan pekerjaan Supervisor
5.
2.6 Gangguan pejalan kaki atau lalu 2.6. Tidak memposisikan crane pada area walk way Supervisor
1.
lintas 2.6. Mengarahkan pejalan kaki melalui area yang aman Supervisor
2.
2.6. Memasang barikade dilarang masuk bagi orang yang tidak Supervisor
3.
berkepentingan
2.6. Mengatur kondisi lalu lintas Supervisor
4.
2.6. Membuat warning sign di lokasi kerja Supervisor
5.
3 Melakukan 3.1 SIO operator tidak sesuai 3.1. Memilih operator yang memiliki SIO sesuai dengan kapasitas alat Supervisor
. pengangkat 1. angkat yang digunakan
an dan 3.2 Lokasi kerja terbatas oleh 3.2. Operator memperhatikan arah gerak swing telescop Operator memperhatikan Operator
menurunka bangunan di sekeliling area 1. arah gerak swing telescop Memposisikan crane crane sesuai dengan lifting plan Supervisor
n material 3.2. Menghitung jarak radius aman untuk crane bekerja Operator
2. Supervisor, Operator
3.2.
3.
3.2.
4.
3.3 Kapasitas crane tidak sesuai 3.3. Memperkirakan atau menghitung berat material yang akan diangkat Pastikan lifting plan telah Supervisor
dengan material yang diangkat 1. dibuat, dipahami, dan dilakukan sesuai prosedur Supervisor
3.3. Pastikan indikator berat material di crane bekerja dengan baik
2. Operator Crane

3.3.
3.
3.4 Komunikasi tidak berjalan 3.4. Menggunakan radio atau sinyal tangan dalam berkomunikasi dengan operator Supervisor
dengan baik 1. Memastikan operator memahami dan mengerti arti signal tangan dari

18
rigger Supervisor
3.4.
1.
3.5 Pengikatan material yang tidak 3.5. Rigger berkompeten Supervisor
kuat/tidak bagus/tidak benar 1. Tidak ada orang yang berada di bawah material yang sedang diangkat Supervisor

SAPUJAGAD.
3.5.
2.

ORG BAB VII


RENCANA PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN/INSPECTION AND TEST PLAN (RPP/ITP)

7.1 Conton RPP/ITP:

19
Petunjuk Pengisian Form Rencana Inspeksi dan Tes / Inspection and
Test Plan (ITP)

Ko

SAPUJAGAD.
Petunjuk Ket
de

ORG
era
No
nga
.
n
Nama Proyek diisi sesuai dengan Nama proyek yang ada di dokumen kontrak proyek
Pekerjaan diisi dengan item pekerjaan yang akan di analisia aktivitasnya untuk inspeksi
1 dan tes mutunya
diisi dengan nama badan usaha SubPenyedia Jasa PK yang
SubPenyedia Jasa PK
mengerjakan item pekerjaan tersebut
Kolom Kegiatan diisi dengan penjabaran setiap kegiatan dari pekerjaan yang akan dianalisa
2
(Aktivitas) untuk inspeksi dan tes mutunya
Kolom Referensi dan diisi dengan item dokumen atau form yang berguna sebagai alat pengendali
3
Input Dokumen dan
pendukung inspeksi dan tes tersebut
Kolom Metode
diisi cara yang digunakan untuk inspeksi dan tes material yang akan dipakai
4 Pemeriksaaan dan
atau hasil pekerjaan yang telah selesai
Pengujian
Kolom waktu/Frekuensi
5 diisi skala frekuensi inspeksi dan tes yang dilakukan disetiap kegiatan
Kolom Penanggung Jawab
diisi dengan kode di tiap kolom kegiatan dan setiap pihak penanggung
(Subkont, Konstraktor,
6 jawab. Kode yang mengartikan tindakan (action) yang harus dilakukan
Pengguna
setiap pihak penanggung jawab
Jasa)
diisi dengan hasil dokumen atau form setelah inspeksi dan tes yang sudah
Kolom Output
7 terdata hasilnya (sesuai persyaratan atau tidak) untuk mengkonfirmasi
Dokumen
pekerjaan selanjutnya
dapat dilanjutkan atau perlu tindakan khusus dan diberhentikan (tidak
dilanjutkan).
dibagian bawah divalidasi terlebih dahulu oleh SubPenyedia Jasa PK
sebagai pihak yang membuat rencana inspeksi dan tes, dilanjutkan oleh

20
8 Kolom Pengesahan penyedia jasa PK bila
rencana inspeksi dan tes yang diusulkan oleh SubPenyedia jasa PK
disepakati dan sesuai dengan standar sistem mutu perusahaan penyedia
jasa PK tersebut

SAPUJAGAD.
ORG

21
BAB VIII
PENGENDALIAN SUB-PENYEDIA JASA DAN PEMASOK

Uraian pengendalian sub-penyedia jasa dan pemasok dalam


mendukung pelaksanaan kontrak sesuai dengan kontrak yang
telah disetujui. Jelaskan hubungan koordinasi antara sub-
penyedia jasa/pemasok dengan penyedia jasa dan pengguna
jasa.
Pengendalian Sub-penyedia Jasa :

Pengendalian Pemasok :

22

Anda mungkin juga menyukai