PKK
PKK
Raka adalah siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) yang mengikuti mata pelajaran
Projek Kreatif dan Kewirausahaan. Ia dan timnya merancang produk berupa merchandise
bertema budaya lokal berupa totebag dengan ilustrasi digital khas daerahnya. Dalam
proses pengembangan desain produk, Raka melakukan riset terhadap tren pasar, membuat
beberapa sketsa alternatif, lalu memilih desain yang paling sesuai dengan karakter target
pasar remaja. Setelah itu, timnya membuat prototipe dan mengujinya ke beberapa calon
konsumen untuk mendapatkan umpan balik.
Langkah-langkah yang dilakukan Raka merupakan bagian dari proses pengembangan desain
produk. Berdasarkan studi kasus di atas, manakah pernyataan yang paling tepat
menggambarkan prosedur pengembangan desain produk yang efektif?
A. Raka memulai proses dengan membuat desain final, lalu melakukan survei pasar
untuk menyesuaikannya.
B. Raka langsung memproduksi totebag dalam jumlah banyak tanpa melakukan riset
dan uji coba terlebih dahulu.
C. Raka melakukan riset pasar terlebih dahulu, lalu membuat beberapa alternatif desain
dan melakukan uji coba prototipe.
D. Raka hanya fokus pada visual desain tanpa mempertimbangkan target pasar dan
umpan balik konsumen.
E. Raka membuat prototipe lebih dahulu, lalu menentukan target pasar berdasarkan
hasil jadi produk.
✅ Kunci Jawaban: C
Penjelasan:
Opsi C menunjukkan urutan prosedur pengembangan desain produk yang ideal: riset pasar
→ pembuatan sketsa/desain alternatif → seleksi desain → pembuatan prototipe → uji coba
dan evaluasi. Langkah ini sesuai dengan prinsip desain yang berorientasi pada kebutuhan
pasar dan merupakan pendekatan yang tepat dalam kegiatan produksi kreatif.
Laras dan timnya mendapat tugas membuat produk kreatif untuk dipasarkan secara digital.
Mereka memutuskan untuk membuat planner digital dengan ilustrasi buatan sendiri. Untuk
merancang produk tersebut, mereka menggunakan data survei yang menunjukkan bahwa
banyak pengguna menyukai desain yang simpel dan interaktif. Setelah membuat tiga versi
desain, mereka membandingkan keunggulan masing-masing sebelum memilih desain
utama.
Langkah apa yang sebaiknya dilakukan tim Laras setelah memilih desain utama untuk
memastikan produk layak dipasarkan?
A. Mengunggah produk ke media sosial tanpa uji coba karena sudah yakin dengan
desainnya.
B. Menggandakan produk sebanyak mungkin untuk stok awal.
C. Membuat prototipe digital dan meminta masukan dari calon pengguna.
D. Mengubah kembali desain dasar agar berbeda dari survei.
E. Mencetak brosur dan langsung memasarkan planner ke toko buku.
✅ Kunci Jawaban: C
📝 Penjelasan: Uji coba desain (dalam bentuk prototipe) ke calon pengguna penting sebelum
produksi dan pemasaran lebih luas.
Soal:
Sebuah tim siswa membuat produk berupa kemasan ramah lingkungan untuk makanan
ringan. Dalam proses pengembangan desain, mereka membuat tiga versi desain kemasan.
Kemasan A memiliki desain estetis namun bahannya mahal. Kemasan B sederhana dan
ekonomis tetapi kurang menarik. Kemasan C memiliki tampilan cukup menarik dan
menggunakan bahan daur ulang dengan harga sedang.
Berdasarkan prinsip desain produk yang efisien dan berkelanjutan, versi desain manakah
yang paling sesuai dan mengapa?
✅ Kunci Jawaban: C
📝 Penjelasan: Desain produk harus mempertimbangkan keseimbangan antara estetika,
biaya, dan keberlanjutan untuk daya jual yang optimal.
🟦 Soal 4 – Tingkat: HOTS/Evaluasi (C5)
Soal:
Tim siswa jurusan DKV membuat prototipe produk berupa kartu ucapan digital animasi
bertema hari besar nasional. Dalam proses pengembangannya, mereka menerima kritik dari
guru bahwa animasi terlalu rumit dan pesan kurang jelas. Tim berdiskusi untuk memperbaiki
desain sebelum distribusi.
Apa keputusan terbaik yang seharusnya mereka ambil untuk mengembangkan desain
lebih baik?
✅ Kunci Jawaban: B
📝 Penjelasan: Umpan balik harus menjadi dasar evaluasi untuk menyederhanakan animasi
dan memperjelas pesan, bukan mengabaikannya atau merombak total.
Soal:
Tim siswa membuat produk kreatif berupa stiker karakter lokal untuk promosi pariwisata
daerah. Mereka merancang desain menggunakan gaya ilustrasi kartun yang sedang tren.
Setelah membuat prototipe, mereka berencana mendistribusikan melalui e-commerce dan
toko oleh-oleh lokal.
Namun, saat uji coba pasar, mereka mendapat masukan bahwa desain kurang mewakili ciri
khas budaya lokal.
Apa langkah terbaik yang bisa mereka lakukan sebelum memproduksi massal?
Alya dan timnya dari jurusan DKV mengikuti pameran kewirausahaan sekolah. Mereka
merancang produk camilan sehat berupa keripik singkong rasa rempah khas daerah. Produk
ini ditujukan untuk remaja usia 15–20 tahun yang aktif di media sosial dan peduli terhadap
gaya hidup sehat.
Untuk menunjang daya tarik produk, mereka merancang desain kemasan yang berwarna
cerah dengan ilustrasi kartun, serta menambahkan label dengan informasi gizi, logo halal,
dan QR code menuju akun Instagram produk.
Setelah uji coba ke beberapa calon pembeli, mereka menerima masukan bahwa kemasan
mereka kurang informatif tentang keunggulan produk, dan ilustrasi terlalu kekanak-
kanakan bagi target usia remaja.
Berdasarkan studi kasus tersebut, langkah evaluasi desain kemasan dan label yang paling
tepat adalah...
A. Mengganti kemasan menjadi polos agar terlihat lebih dewasa dan tidak terlalu mencolok.
B. Menambahkan elemen desain kekinian dan memperjelas informasi keunggulan produk di
label.
C. Menghapus ilustrasi dan mengganti semua informasi dengan gambar produk saja.
D. Mengurangi informasi pada label agar tampil lebih simpel dan tidak penuh.
E. Fokus pada pemasaran digital saja karena kemasan tidak terlalu penting untuk penjualan.
✅ Kunci Jawaban: B
📝 Penjelasan:
Langkah B menunjukkan pemahaman evaluatif terhadap fungsi desain kemasan dan label:
kemasan harus menarik sesuai target usia (remaja) dan memberikan informasi yang jelas
tentang keunggulan produk. Ilustrasi bisa disesuaikan agar tidak terlalu kekanak-kanakan,
sementara label bisa ditambahkan klaim manfaat atau keunikan produk untuk mendukung
pemasaran.
Soal:
Faris merancang desain kemasan untuk produk minuman herbal botol yang diberi nama
“Segar Sehat.” Target pasarnya adalah pekerja muda usia 25–35 tahun yang aktif dan
mengutamakan kesehatan. Desain botol awal dibuat dengan warna hijau gelap dan font
klasik. Label berisi nama produk, daftar bahan, dan tanggal kedaluwarsa, tetapi tidak
mencantumkan manfaat atau cara konsumsi.
Setelah ditampilkan dalam presentasi kelas, beberapa siswa memberikan masukan bahwa
kemasan tampak kuno, dan informasi yang disampaikan belum cukup menjual manfaat
produk.
Apa langkah evaluasi paling tepat agar desain kemasan lebih sesuai dengan target pasar
dan fungsinya?
✅ Kunci Jawaban: B
Soal:
Tim siswa membuat produk kreatif berupa pouch serbaguna dari kain perca sebagai upaya
daur ulang. Untuk kemasannya, mereka menggunakan plastik mika bening dan label kecil
yang hanya menampilkan nama produk. Setelah mengikuti bazar sekolah, banyak
pengunjung mengaku tidak tahu bahwa produk tersebut berbahan limbah tekstil dan
mendukung kampanye ramah lingkungan.
Apa evaluasi desain kemasan dan label yang paling sesuai agar pesan keberlanjutan
produk tersampaikan?
A. Mengganti plastik mika dengan kertas daur ulang serta menambahkan label yang
mencantumkan pesan ramah lingkungan.
B. Membuat label lebih kecil agar tidak mengganggu tampilan pouch.
C. Menghapus label karena produk sudah cukup menarik secara visual.
D. Menggunakan plastik lebih tebal agar kemasan lebih kokoh.
E. Menambahkan aksesoris gantungan untuk membuat produk lebih lucu.
✅ Kunci Jawaban: A
🟨 Soal 3 – Konteks: Produk Kue Kering Lebaran + Gambar
Soal:
Amira merancang kemasan kue kering lebaran untuk dijual secara online. Ia memilih toples
plastik transparan dengan label warna emas bertuliskan "Kue Premium Lebaran" dan font
kaligrafi. Namun, label tidak mencantumkan informasi bahan, berat, ataupun nama
produsen.
Berdasarkan prinsip desain kemasan yang baik, apa kekurangan utama dari kemasan
tersebut?
✅ Kunci Jawaban: B
📌 Penjelasan: Kemasan makanan wajib menyertakan informasi dasar (komposisi, berat,
produsen) agar konsumen merasa aman dan percaya terhadap produk.
Rino dan timnya merancang produk makanan ringan berupa popcorn karamel dengan
varian rasa lokal. Setelah menyusun resep dan memilih kemasan, mereka membuat tiga
sampel popcorn dengan varian rasa berbeda. Masing-masing prototipe diuji oleh 10
responden dari kalangan remaja.
Langkah selanjutnya yang paling tepat setelah membuat prototipe dan mengujinya
adalah...
✅ Kunci Jawaban: B
Soal:
Tim siswa membuat prototipe tempat pensil dari bahan anyaman bambu. Desain pertama
menarik secara visual, tetapi terlalu kecil untuk ukuran alat tulis standar. Desain kedua lebih
besar, tapi kurang stabil saat diletakkan. Desain ketiga stabil dan muat alat tulis, namun
tampilannya dinilai kurang estetis.
Dari ketiga prototipe tersebut, bagaimana cara terbaik untuk menyempurnakan desain
final?
A. Menggabungkan ukuran dan kestabilan dari desain kedua dan ketiga, serta menambahkan
elemen estetis.
B. Memilih desain pertama karena terlihat paling menarik meski tidak fungsional.
C. Menghapus semua desain dan memulai dari awal.
D. Menambahkan berat pada desain kedua agar lebih stabil tanpa mengubah ukuran.
E. Fokus pada desain ketiga saja karena paling stabil meskipun tampilannya biasa.
✅ Kunci Jawaban: A
Soal:
Sebuah tim DKV membuat prototipe awal aplikasi mobile yang memuat ilustrasi digital
edukatif untuk anak usia 6–9 tahun. Uji coba dilakukan terhadap orang tua dan guru.
Masukan yang diterima menyebutkan bahwa desain antarmuka sudah menarik, namun
navigasi antar halaman terlalu rumit untuk anak-anak.
✅ Kunci Jawaban: C
Soal:
Lina mendesain kemeja etnik modern untuk remaja dengan motif batik cetak digital. Ia
membuat tiga prototipe dengan kombinasi warna dan model berbeda. Setelah uji coba ke
siswa di sekolahnya, ia mencatat bahwa model A dianggap terlalu formal, model B pas
dengan tren anak muda, dan model C disukai karena warnanya cerah.
Apa tindakan selanjutnya yang paling tepat dalam proses pengembangan prototipe?
A. Menggabungkan model B dengan warna cerah dari model C untuk membuat versi akhir.
B. Menggunakan model A karena tampak profesional.
C. Memilih model B apa adanya meskipun warnanya kurang disukai.
D. Membuat desain baru tanpa mempertimbangkan hasil uji coba.
E. Mengubah semua desain menjadi seragam agar tidak membingungkan pembeli.
✅ Kunci Jawaban: A
Soal:
Tim siswa membuat souvenir gantungan kunci berbentuk ikon budaya lokal (wayang, candi,
dan senjata tradisional). Mereka membuat tiga prototipe dengan teknik laser cut, cetak 3D,
dan handmade resin. Uji coba dilakukan di stan pameran sekolah. Hasilnya menunjukkan
bahwa produk resin paling disukai, tetapi proses produksinya memakan waktu lama.
Apa analisis yang paling tepat untuk pengambilan keputusan produksi selanjutnya?
A. Memilih teknik resin karena paling disukai, lalu mencari cara mempercepat proses
produksinya.
B. Memilih teknik laser cut karena lebih cepat meski kurang disukai.
C. Menghentikan produksi karena ketiga metode memiliki kekurangan.
D. Menggunakan semua teknik produksi agar produk lebih bervariasi.
E. Mengubah produk dari gantungan kunci menjadi stiker.
✅ Kunci Jawaban: A
Soal:
Nina merencanakan usaha kecil menjual puding buah dalam cup. Setiap cup membutuhkan
bahan sebagai berikut:
Jika Nina ingin membuat 50 cup puding, berapa total biaya produksi yang harus disiapkan?
A. Rp200.000
B. Rp250.000
C. Rp275.000
D. Rp300.000
E. Rp325.000
✅ Kunci Jawaban: C
📝 Penjelasan:
Biaya per cup = 1.500 + 2.000 + 500 + 1.000 = Rp5.000
Total = 50 × Rp5.000 = Rp250.000
Soal:
Fajar memproduksi kaos sablon tema budaya lokal. Biaya per kaos adalah sebagai berikut:
Ia membuat 30 kaos dan ingin menentukan harga jual dengan laba 40% dari total biaya
produksi.
A. Rp70.000
B. Rp71.400
C. Rp71.000
D. Rp68.000
E. Rp72.000
✅ Kunci Jawaban: B
📝 Penjelasan:
Total biaya per kaos: 30.000 + 15.000 + 2.000 + 3.000 = Rp50.000
Laba 40% = 40/100 × 50.000 = Rp20.000
Harga jual per kaos = 50.000 + 20.000 = Rp70.000
Tapi hati-hati: soal tanya harga per kaos saat buat 30 kaos. Jadi bisa juga:
Total produksi = 50.000 × 30 = 1.500.000
Laba 40% dari 1.500.000 = 600.000
Total pendapatan = 2.100.000
Harga jual per kaos = 2.100.000 / 30 = Rp70.000
Soal:
Tim siswa DKV ingin menjual poster edukasi digital seharga Rp15.000 per file. Dalam
prosesnya, mereka menghitung biaya sebagai berikut:
Manakah pernyataan yang paling tepat berdasarkan perhitungan perencanaan biaya dan
keuntungan?
A. Mereka akan rugi jika menjual 100 file karena biaya desain terlalu besar.
B. Mereka harus menaikkan harga jual karena biaya promosi melebihi pemasukan.
C. Mereka akan untung Rp5.500 per file dan total laba bersih sekitar Rp450.000.
D. Mereka hanya bisa menutupi biaya promosi tanpa mendapatkan laba.
E. Keuntungan mereka akan habis karena biaya desain dan platform melebihi harga jual.
✅ Kunci Jawaban: C
📝 Perhitungan:
Biaya total per file: 7.500 + 2.000 = 9.500
Laba per file = 15.000 – 9.500 = 5.500
Total laba dari 100 file = 100 × 5.500 = 550.000
Laba bersih setelah promosi: 550.000 – 100.000 = Rp450.000
Soal:
Tim produksi souvenir membuat gantungan kunci resin. Bahan baku dan alat dihitung
sebagai berikut:
Jika mereka membuat 200 unit, dan ingin menentukan harga jual agar mendapat
keuntungan 25%, berapakah harga jual per unit?
A. Rp7.500
B. Rp9.000
C. Rp9.375
D. Rp10.000
E. Rp8.750
✅ Kunci Jawaban: C
📝 Perhitungan:
Biaya total per unit = 5.000 + 1.500 + 500 + 500 = Rp7.500
Laba 25% = 25/100 × 7.500 = Rp1.875
Harga jual = 7.500 + 1.875 = Rp9.375
Andi merancang produk minuman teh dalam botol dengan rincian biaya sebagai berikut:
Total: Rp4.000/botol
Ia menjual minuman seharga Rp6.000/botol. Dalam 1 bulan, ia berhasil menjual 800 botol.
Namun, ia harus membayar biaya distribusi Rp400.000 dan promosi Rp200.000 per bulan.
A. Rp1.200.000
B. Rp1.000.000
C. Rp800.000
D. Rp600.000
E. Rp500.000
✅ Kunci Jawaban: C
📝 Perhitungan:
Keuntungan per botol = 6.000 – 4.000 = Rp2.000
Total laba kotor = 800 × 2.000 = Rp1.600.000
Laba bersih = 1.600.000 – (400.000 + 200.000) = Rp1.000.000
✅ Jawaban akhir: B
Soal:
Dita dan timnya merancang produk keripik tempe dalam kemasan modern. Mereka
menyusun rencana produksi dengan mempertimbangkan bahan baku, tenaga kerja, alat
produksi, dan kemasan. Namun, mereka belum menentukan berapa banyak produk yang
akan dibuat dalam satu kali produksi.
Apa yang sebaiknya mereka lakukan terlebih dahulu untuk melengkapi perencanaan
produksi mereka?
✅ Kunci Jawaban: B
Soal:
Tim siswa membuat produk kalender digital interaktif untuk anak-anak. Dalam menyusun
perencanaan produksi, mereka mencantumkan biaya desain, langganan software, dan
promosi. Namun, mereka tidak mencantumkan waktu pengerjaan dan jumlah sumber daya
manusia yang dibutuhkan.
Apa dampak yang mungkin terjadi jika perencanaan tidak mencakup aspek waktu dan
tenaga kerja?
✅ Kunci Jawaban: C
Soal:
Sebuah tim memproduksi souvenir gantungan kunci khas daerah. Dalam perencanaan biaya
produksi, mereka hanya mencatat bahan baku dan ongkos tenaga kerja, tanpa
mencantumkan biaya transportasi, kemasan, dan alat pendukung lainnya. Saat produk
dipasarkan, mereka mengalami kekurangan dana.
A. Perencanaan sudah cukup karena fokus pada bahan dan tenaga kerja
B. Mereka harus menghilangkan biaya promosi agar tetap hemat
C. Biaya produksi sebaiknya hanya dihitung setelah produk dijual
D. Mereka harus menyusun ulang perencanaan dengan mencantumkan semua komponen
biaya yang relevan
E. Semua biaya seharusnya ditanggung oleh konsumen, jadi tidak perlu dihitung sejak awal
✅ Kunci Jawaban: D
🟧 Soal 4 – Konteks: Produk Minuman Kemasan (Analisis – C4)
Soal:
Rafi dan tim membuat produk minuman teh herbal dalam botol. Mereka membuat
perencanaan produksi dengan detail bahan baku dan harga jual. Namun, mereka tidak
memasukkan biaya penyusutan alat produksi yang digunakan secara berulang.
Apa akibat dari mengabaikan biaya penyusutan alat dalam perencanaan produksi?
A. Tidak berdampak karena alat tidak termasuk dalam bahan habis pakai
B. Menguntungkan karena dapat menurunkan harga jual produk
C. Dapat menyebabkan kerugian jangka panjang karena tidak ada anggaran perawatan atau
penggantian alat
D. Tidak masalah selama alat masih berfungsi
E. Membuat produk tampak lebih murah di mata konsumen
✅ Kunci Jawaban: C
Soal:
Sekelompok siswa merancang produk gelang handmade dari tali dan manik-manik. Dalam
perencanaannya, mereka membuat daftar kebutuhan bahan, menentukan lokasi produksi di
rumah, dan memperkirakan waktu pengerjaan. Namun, setelah produksi berjalan, mereka
mengalami kendala keterlambatan pengiriman bahan dari pemasok dan biaya tak terduga
karena harus membeli alat baru.
✅ Kunci Jawaban: D
Tim “KREAVA” dari kelas XI DKV mengembangkan produk papan nama custom berbahan
akrilik untuk kebutuhan dekorasi rumah dan toko kecil. Mereka merancang desain dengan
karakter visual yang kekinian dan memanfaatkan mesin laser cutting milik sekolah.
Namun, selama proses produksi, mereka menghadapi beberapa kendala:
Beberapa papan hasil potong memiliki ukuran tidak konsisten karena pengaturan
mesin yang berbeda.
Salah satu anggota membuat desain baru tanpa koordinasi, sehingga menyulitkan
proses produksi massal.
Tim tidak mencatat jumlah bahan baku yang dipakai, sehingga mengalami
kekurangan material di tengah produksi.
Soal:
Nina membuat produk lilin aroma terapi handmade untuk hadiah. Agar pengemasan sesuai
fungsinya, ia sebaiknya memilih bahan dan bentuk kemasan yang...
Kunci Jawaban: B
Konteks:
Ari membuat produk kerajinan tangan berupa mug dengan sablon desain karakter lokal. Ia
ingin menjual produk tersebut melalui marketplace. Namun, beberapa pembeli kecewa
karena produk retak saat diterima.
Soal:
Langkah yang paling tepat dilakukan Ari untuk memperbaiki pengemasan produknya
adalah…
A. Mengganti desain mug dengan desain polos
B. Menambahkan pelindung tambahan seperti bubble wrap dan kotak kardus tebal
C. Mengurangi jumlah mug yang dijual
D. Menghindari menjual secara online
E. Memberikan diskon besar untuk mug yang retak
✅ Kunci Jawaban: B
Tim “EcoLite” membuat sabun organik padat berbentuk unik. Produk ini akan dibawa ke
pameran kewirausahaan. Mereka ingin mengemas sabun agar:
Soal:
Kemasan seperti apa yang paling tepat mereka gunakan?
✅ Kunci Jawaban: C
Seorang siswa memproduksi gantungan kunci berbahan resin yang rentan tergores. Ia
mengemas produknya dalam plastik tipis bening. Saat dikirim ke pembeli, produk tampak
buram dan terlihat bekas gesekan.
Dari kasus ini, masalah mutu terjadi karena...
✅ Kunci Jawaban: B
Produk sabun batang “Wanginya Natural” dikemas dalam kertas coklat tanpa lapisan
pelindung. Saat dijual di toko, sabun mudah lembek dan bentuknya rusak karena menyerap
kelembapan dari udara. Hal ini membuat konsumen ragu untuk membeli ulang.
Apa solusi pengemasan paling tepat yang menunjang pengendalian mutu?
A. Menyimpan sabun di tempat tertutup saja
B. Membungkus sabun dengan plastik kedap udara sebelum dimasukkan ke dalam kemasan
kertas
C. Menjual sabun hanya secara online
D. Menghilangkan desain kemasan dan fokus pada aroma
E. Menambahkan parfum kuat pada sabun
✅ Kunci Jawaban: B
Konteks:
Sekelompok siswa memproduksi tas dari limbah kain perca. Mereka hanya menjualnya di
koperasi sekolah. Padahal tas mereka banyak diminati oleh siswa sekolah lain dan komunitas
pegiat lingkungan.
Soal:
Apa keputusan strategi pemasaran yang paling tepat untuk memperluas jangkauan pasar
mereka?
✅ Kunci Jawaban: C
Tim wirausaha siswa jurusan DKV membuat produk tumbler custom ramah lingkungan.
Mereka menggunakan desain yang minimalis dengan warna-warna pastel. Namun, dalam
praktiknya mereka menamai produk mereka "Tumbler Tanpa Plastik", menggunakan logo
sederhana, dan hanya memasarkan lewat WhatsApp ke grup keluarga dan tetangga.
Soal:
Setelah 2 bulan, penjualan sangat minim. Berdasarkan informasi di atas, apa masalah utama
yang membuat strategi pemasaran mereka kurang efektif?
Kelompok usaha siswa memproduksi kue kering menjelang lebaran. Mereka membuat
kemasan menarik dan menawarkan diskon besar. Penjualan meningkat tajam. Namun,
setelah lebaran, mereka tetap memproduksi dalam jumlah besar tanpa mengubah strategi
pemasaran. Akibatnya, banyak produk tidak terjual dan kadaluarsa di gudang.
Soal:
Apa evaluasi yang paling tepat terhadap strategi pemasaran yang dilakukan setelah momen
lebaran?
Konteks:
Kelompok wirausaha siswa memproduksi keripik pisang dengan kemasan menarik. Target
pasar mereka adalah anak muda usia 13–20 tahun di seluruh Indonesia. Mereka ingin
menjangkau pasar lebih luas dengan distribusi yang efisien dan biaya rendah.
Soal:
Saluran distribusi paling tepat yang dapat mereka gunakan adalah...
Kelompok siswa memproduksi gantungan kunci dan pin buatan tangan. Mereka sudah
bekerja sama dengan dua toko suvenir lokal dan ingin meningkatkan distribusi agar
penjualannya naik.
Soal:
Apa langkah penerapan distribusi berikutnya yang paling logis dilakukan?
Konteks:
Farhan ingin membuka usaha pembuatan tote bag custom dari kain bekas. Namun, bahan
baku terbatas dan proses produksi membutuhkan waktu lama. Ia mempertimbangkan ide
lain yaitu membuat konten edukasi DIY (do-it-yourself) berbasis produk ramah lingkungan.
Soal:
Dari dua pilihan tersebut, mana peluang usaha yang lebih layak dikembangkan dengan
sumber daya terbatas?
✅ Jawaban: B. Konten edukasi DIY karena modalnya lebih ringan dan bisa menjangkau lebih
banyak orang
Setiap wirausaha pasti menginginkan pencapaian prestasi usaha yang tinggi dan unggul
sebanding para pesaingnya. Misalnya dapat menghasilkan produk yang lebih cepat dan lebih
laku di pasaran dibandingkan lainnya. Hal tersebut merupakan salah satu prestasi yang
dicapai wirausaha. Agar wirausaha dapat mencapai tujuan sikap bekerja yang prestatatif,
wirausaha diharapkan …
Jawaban: A
Soal:
Berdasarkan ringkasan tersebut, bagian yang masih perlu dijelaskan lebih rinci dalam
proposal adalah...
Konteks:
Proposal usaha “FrameUs” menawarkan jasa foto dan editing untuk pelajar. Mereka
menyewa kamera dari studio, bekerja secara mobile, dan menargetkan pemotretan untuk
wisuda sekolah. Dalam proposal tidak disebutkan risiko usaha, padahal kompetitor sudah
cukup banyak di sekitar mereka.
Soal:
Apa analisis kekurangan dari proposal ini jika ingin menarik perhatian investor?
Konteks:
Kelompok Joko membuat proposal usaha minuman herbal “SegarWaras”. Dalam proposal
tersebut terdapat deskripsi produk, keunggulan bahan alami, dan strategi penjualan lewat
media sosial. Guru meminta mereka menambahkan informasi tentang modal, alat produksi,
dan perhitungan BEP (break even point).
Soal:
Komponen yang diminta oleh guru termasuk dalam bagian...
Konteks:
Usaha "EcoCraft" memproduksi tas dari limbah kain. Berikut laporan ringkas bulan Juli:
Penjualan 7.500.000
Soal:
Jika usaha mengalami penurunan laba dibanding bulan sebelumnya, analisis awal yang bisa
dilakukan berdasarkan laporan di atas adalah...
A. Mengurangi penjualan
B. Menambah biaya produksi
C. Mengevaluasi biaya transportasi dan promosi
D. Menghilangkan biaya promosi
E. Mengganti jenis produk
Konteks Kasus:
Usaha “RotiManis” adalah usaha siswa yang menjual roti rumahan. Berikut adalah cuplikan
laporan keuangan bulan Juli:
Tugas Siswa:
Tentukan apakah setiap pernyataan berikut BENAR atau SALAH berdasarkan informasi
dalam laporan keuangan di atas.
Pernyataan:
1. Usaha RotiManis mengeluarkan biaya promosi yang lebih besar dibandingkan biaya
tak terduga. (benar/salah)
2. Laba bersih usaha dihitung dengan cara menambahkan total biaya dan
pendapatan.(benar/salah)
3. Jika biaya bahan baku naik 50%, maka total biaya akan menjadi lebih dari
Rp4.000.000. (benar/salah)
1. BENAR → Biaya promosi Rp300.000 lebih besar dari biaya tak terduga Rp200.000
2. SALAH → Laba bersih dihitung dengan mengurangkan total biaya dari pendapatan,
bukan menambahkan
3. BENAR → Biaya bahan baku naik 50% jadi Rp3.000.000 → Total biaya: Rp4.000.000
Konteks Cerita:
Rafi dan timnya dari kelas XII DKV mengembangkan produk “Totebag Custom Karakter Lokal”
dengan desain ilustrasi yang mereka buat sendiri. Produk mereka mulai dikenal dan sempat
viral di media sosial. Namun, beberapa bulan kemudian, mereka menemukan desain mereka
digunakan oleh toko online lain tanpa izin.
Rafi mulai mencari tahu tentang HAKI dan menyadari bahwa desain mereka belum terdaftar
secara resmi.
Pernyataan:
Produk hasil karya desain grafis yang unik dan orisinal dapat dilindungi oleh hak atas
kekayaan intelektual (HAKI).
Gagasan:
Rafi seharusnya mendaftarkan desain produk totebag-nya ke Direktorat Jenderal Kekayaan
Intelektual (DJKI) untuk memperoleh perlindungan hukum.
Kesimpulan:
Rafi dapat menuntut secara hukum pihak yang menggunakan desainnya tanpa izin,
meskipun belum mendaftarkan HAKI.
Pertanyaan:
Manakah penilaian yang PALING TEPAT terhadap hubungan Pernyataan, Gagasan, dan
Kesimpulan di atas?
A. Pernyataan dan gagasan benar, kesimpulan benar dan merupakan simpulan yang tepat
B. Pernyataan dan gagasan benar, tetapi kesimpulan salah karena belum ada perlindungan
hukum tanpa pendaftaran
C. Pernyataan benar, gagasan salah, dan kesimpulan tidak relevan
D. Gagasan dan kesimpulan benar, tetapi pernyataan tidak mendukung
E. Semua pernyataan, gagasan, dan kesimpulan salah karena HAKI hanya berlaku untuk
usaha besar
✅ Kunci Jawaban: B
Alasan:
Kesimpulan salah → tanpa pendaftaran resmi, HAKI belum berlaku secara hukum.
Tidak bisa menuntut jika belum tercatat.