0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan27 halaman

Tubes SE Kel 3.

Dokumen ini membahas perancangan Enterprise Architecture (EA) di Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan layanan akademik. Dengan mengadopsi framework IdEA, EA diharapkan dapat menyelaraskan kebutuhan bisnis, proses, data, aplikasi, dan infrastruktur TI secara terpadu. Tujuan utama dari perancangan ini adalah untuk mendukung pencapaian visi dan misi fakultas serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional.

Diunggah oleh

alik
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan27 halaman

Tubes SE Kel 3.

Dokumen ini membahas perancangan Enterprise Architecture (EA) di Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan layanan akademik. Dengan mengadopsi framework IdEA, EA diharapkan dapat menyelaraskan kebutuhan bisnis, proses, data, aplikasi, dan infrastruktur TI secara terpadu. Tujuan utama dari perancangan ini adalah untuk mendukung pencapaian visi dan misi fakultas serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional.

Diunggah oleh

alik
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Sistem Enterprise 2025

TUGAS BESAR
PROYEK EA
Fakultas Sains dan Matematika Universitas
Diponegoro

Presented: Kelompok 3
Sistem Enterprise 2025

ANGGOTA KELOMPOK
Amara Putri Soniaji 24060123120004
Bramantyo Kunni Nurrisqi 24060123130091
Muthia Zhafira Sahnah 24060122130071

Presented: Kelompok 3
Sistem Enterprise 2025

TOPIK BAHASAN
Arsitektur Visi
Arsitektur Bisnis
Arsitektur Data
Arsitektur Aplikasi

Presented: Kelompok 3
Sistem Enterprise 2025

LATAR BELAKANG
Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro (FSM UNDIP) terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola, layanan
akademik, serta reputasi institusi di tingkat nasional maupun internasional. Seiring dengan berkembangnya kebutuhan
pengguna dan kompleksitas proses bisnis internal, diperlukan sistem informasi yang tidak hanya mendukung operasional, tetapi
juga mampu beradaptasi terhadap perubahan strategis. Namun, hingga saat ini, pengembangan sistem informasi di FSM
cenderung dilakukan secara terpisah tanpa panduan menyeluruh, yang berisiko menimbulkan tumpang tindih sistem, inefisiensi
sumber daya, serta rendahnya interoperabilitas antarunit. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, FSM membutuhkan
perancangan Enterprise Architecture (EA) sebagai kerangka strategis dalam mengelola dan mengarahkan pengembangan
teknologi informasi secara terpadu. Dengan mengadopsi framework IdEA, fakultas dapat menyelaraskan antara kebutuhan
bisnis, proses, data, aplikasi, dan infrastruktur TI dalam satu peta rencana jangka panjang. Perancangan EA ini diharapkan
menjadi landasan bagi pengambilan keputusan yang lebih terarah, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pencapaian
visi institusi secara menyeluruh.
Presented: Kelompok 3
Sistem Enterprise 2025

PROFIL INSTANSI
Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro memiliki sejarah panjang yang dimulai pada tahun 1969 dengan
berdirinya Departemen Matematika di bawah naungan Fakultas Teknik. Rencana pendirian Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam (FMIPA) mulai masuk dalam Rencana Induk Pengembangan Universitas pada tahun 1981, hingga akhirnya pada
tahun 1988 dibuka pendaftaran mahasiswa baru untuk Departemen Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika. Pengelolaan akademik saat
itu dilakukan oleh Badan Pengelola MIPA (BP MIPA) berdasarkan SK Rektor Nomor 63/PTO9/1988. FMIPA secara resmi didirikan pada
21 Oktober 1993 melalui SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0369/0/1993. Pada tahun 2012, melalui persetujuan Senat
Universitas dan Keputusan Rektor Nomor 08/SK/UN7/2012, FMIPA berubah nama menjadi FSM, menyesuaikan arah perkembangan
keilmuan yang lebih luas dan kontekstual. FSM Undip memiliki peran strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan
seni. Fakultas ini berkomitmen untuk mengembangkan kemampuan, membentuk karakter, dan membangun peradaban bangsa yang
bermartabat. UNDIP juga berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dengan menghasilkan intelektual, ilmuwan, dan
profesional yang inovatif, responsif, kreatif, terampil, berdaya saing, dan kooperatif.

Presented: Kelompok 3
Sistem Enterprise 2025

ARSITEKTUR
VISI
Architecture Principles
Architecture Principle ditujukkan pada gambar 2.1 adalah panduan
dalam perancangan dan pengembangan arsitektur enterprise yang
bertujuan untuk memastikan bahwa istem informasi dan proses bisnis
yang dibangun mampu mendukung tujuan strategis organisasi secara
konsisten. Dalam konteks Fakultas Sains dan Matematika Universitas
Diponegoro, prinsip-prinsip utama yang diterapkan mencakup
fleksibilitas, modern, compliance, dan certainty.

Presented: Kelompok 3
Sistem Enterprise 2025

ARSITEKTUR
VISI
Architecture Goals
Architecture goals merupakan tujuan yang ingin dicapai melalui
implementasi Enterprise Architecture di lingkungan Fakultas Sains dan
Matematika Universitas Diponegoro. Tujuan tersebut mencakup
meningkatkan efisiensi organisasi dengan mengurangi proses yang
redundan dan mengurangi biaya operasional, meningkatkan stabilitas
operasional organisasi serta meminimalkan dampak dari tingginya
pergantian dan rotasi, menjadi pedoman, dan menyelaraskan proses
bisnis untuk meningkatkan kinerja.

Presented: Kelompok 3
Sistem Enterprise 2025

ARSITEKTUR VISI
Vision, Mission, and Strategic
Planning
Visi Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro selaras dengan visi
Universitas Diponegoro sebagai universitas riset yang unggul. Fakultas ini memiliki
tekad untuk menjadi institusi yang unggul dan bereputasi internasional dalam
bidang sains dan matematika serta pengembangan terapannya. Untuk mewujudkan
visi tersebut, dirumuskan misi yang mencakup empat aspek utama: menyiapkan
lulusan yang kompeten, bermoral, dan berwawasan kebangsaan; melaksanakan
penelitian inovatif di bidang sains dan matematika; melakukan pengabdian kepada
masyarakat berbasis hasil penelitian; serta memperkuat tata Kelola yang efisien,
transparan, dan terintegrasi. Visi dan misi ini menjadi dasar pengembangan
arsitektur enterprise yang mampu mendukung pencapaian tujuan strategis fakultas
secara menyeluruh.
Presented: Kelompok 3
Sistem Enterprise 2025

ARSITEKTUR VISI
Value Chain Diagram
Value Chain Diagram pada Fakultas Sains dan Matematika Universitas
Diponegoro menggambarkan aktivitas-aktivitas utama dan pendukung
yang saling berinteraksi dalam menciptakan nilai tambah bagi pemangku
kepentingan, khususnya dalam konteks perguruan tinggi. Aktivitas inti
terdiri dari pengelolaan akademik dan kemahasiswaan, pengelolaan
penelitian, pengelolaan pengabdian kepada masyarakat, serta
pengelolaan sumber daya, yang semuanya secara langsung berkaitan
dengan pencapaian visi dan misi fakultas. Sementara itu, aktivitas
pendukung meliputi pengelolaan departemen, pengelolaan sarana dan
prasarana, pengelolaan tata usaha, serta pengelolaan kerja sama.
Aktivitas-aktivitas pendukung ini berperan dalam memperkuat efektivitas
dan efisiensi aktivitas inti, sehingga keseluruhan proses dalam fakultas
dapat berjalan secara sinergis, terarah, dan berkelanjutan.

Presented: Kelompok 3
Sistem Enterprise 2025

ARSITEKTUR VISI
Business Model Canvas
Business Model Canvas merupakan sarana penggambaran inovasi model bisnis.
Model ini terdiri dari sembilan cakupan yang menjelaskan bagaimana Fakultas
Sains dan Matematika sebagai organisasi menciptakan, memberikan, dan
menangkap nilai. Berikut penjelasan mengenai setiap cakupan, di antaranya Key
Partners merupakan mitra utama dalam pengoperasiaan FSM, Key Activities
merupakan aktivitas utama yang dijalankan oleh FSM, Key Resources
merupakan sumber daya utama yang mendukung pengoperasiaan organisasi,
Value Propositions merupakan keunggulan yang dihasilkan oleh FSM, Customer
Relationships merupakan daftar jenis hubungan antara FSM dengan pihak lain,
Channels merupakan tempat publikasi informasi mengenai FSM, Customer
Segment merupakan segmen pelanggan, Cost Structure merupakan daftar
biaya pengeluaran oleh FSM, dan Revenue Streams merupakan arus sumber
pendapatan untuk FSM.
Presented: Kelompok 3
Sistem Enterprise 2025

ARSITEKTUR VISI
Organization Deccomposition
Diagram
Organization Decomposition Diagram tersebut merupakan bagan
struktur kepemimpinan Fakultas Sains dan Matematika. Tingkatan
paling tinggi adalah Dekan, kemudian Ketua Departemen, Wakil
Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Wakil Dekan Bidang Sumber
Daya, dan Manajer Tata Usaha, tingkatan ketiga adalah Kaprodi,
Supervisor Akademik dan Kemahasisswaan, dan Supervisor Sumber
Daya, lalu tingkat terakhir adalah Staff Departmene dan Prodi, Staff
Akademik dan Kemahasiswaan, dan Staff Sumber Daya.

Presented: Kelompok 3
Sistem Enterprise 2025

ARSITEKTUR BISNIS
Bisnis Principles
Prinsip-prinsip operasional Fakultas Sains dan Matematika mencakup Akuntabilitas untuk
memastikan transparansi dan pertanggungjawaban dalam pengelolaan akademik,
penelitian, dan pengabdian Masyarakat; Kepatuhan terhadap regulasi nasional,
internasional, dan internal untuk menjaga standar Pendidikan tinggi, kode etik perubahan,
dan kebijakan universitas; Keselarasan semua kegiatan dan visi misi fakultas dan
universitas; Konvergensi yang mendorong integrasi dan kolaborasi lintas disiplin guna
meningkatkan inovasi dan efektivitas dan Pendidikan, penelitian, dan pengabdian
masyarakat, dengan tetap menjaga kesatuan dan independensi unit masing-masing.

Presented: Kelompok 3
Sistem Enterprise 2025

ARSITEKTUR BISNIS
Bisnis Proses Level 0

Berikut adalah proses bisnis level 0 di Fakultas


Sains dan Matematika Universitas Diponegoro
menggambarkan struktur utama aktivitas yang
mendukung pencapaian visi dan misi fakultas.

Presented: Kelompok 3
Sistem Enterprise 2025

ARSITEKTUR BISNIS
Bisnis Proses Level 1
Dalam penelitian ini, fokus utama diarahkan pada
aktivitas pengelolaan kerja sama sebagai salah satu
aktivitas pendukung dalam proses bisnis Fakultas
Sains dan Matematika Universitas Diponegoro.
Pada aktivitas pengelolaan kerja sama di Fakultas
Sains dan Matematika Universitas Diponegoro,
terdapat dua proses bisnis utama yang menjadi
fokus dalam penelitian ini, yaitu proses pengajuan
kerja sama dan proses pengajuan permohonan
PDLN (Perjalanan Dinas Luar Negeri).

Presented: Kelompok 3
Sistem Enterprise 2025

ARSITEKTUR BISNIS
Bisnis Proses Level 2
Proses bisnis pengajuan kerja sama di Fakultas Sains dan
Matematika Universitas Diponegoro dimulai dari pemohon yang
meminta surat pengantar kepada Kaprodi. Setelah mendapat surat
pengantar, dokumen tersebut diserahkan ke bagian kerja sama
untuk diproses. Bagian kerja sama kemudian membuat draft naskah
kerja sama dan menyerahkannya kepada pemohon untuk difinalisasi
bersama instansi terkait. Setelah instansi menyetujui, naskah
dikembalikan ke bagian kerja sama untuk finalisasi internal.
Selanjutnya, naskah diajukan ke dekan untuk ditandatangani.
Setelah ditandatangani, naskah kerja sama dikembalikan kepada
pemohon sebagai dokumen resmi yang telah disahkan.

Presented: Kelompok 3
Sistem Enterprise 2025

ARSITEKTUR BISNIS
Proses bisnis Pengajuan Permohonan PDLN dilaksanakan oleh tiga
pihak, yaitu pemohon, bagian kerjasama fakultas, dan aplikasi SIMPEL
FSM. Alur pengajuan diawali oleh pemohon submit permohonan ke
SIMPEL FSM, SIMPEL FSM menyimpan data permohonan, lalu bagian
kerjasama fakultas mengecek permohonan untuk ditolak atau disetujui,
jika disetujui maka SIMPEL FSM mengubah status permohonan menjadi
disetujui, lalu pemohon menerima notifikasi persetujuan dan SIMPEL
FSM men-generate surat yang dibutuhkan, kemudian pemohon bisa
mengunduh dan menandatangani surat tersebut, yang akhirnya akan
diajukan oleh fakultas ke tingkat universitas.

Presented: Kelompok 3
Sistem Enterprise 2025

ARSITEKTUR
DATA
Data Principles
Perancangan data dalam aplikasi untuk pengajuan permohonan PDLN berlandaskan pada
prinsip data yang menekankan pada aspek keamanan data yang mencakup kerahasiaan,
integritas, dan ketersediaan, serta prinsip tidak ada duplikasi yang memastikan data
disimpan sekali dalam sistem terpusat. Selain itu, validitas data dijamin melalui verifikasi
sistem dan manual oleh atasan, kemudian konsistensi data dipastikan di seluruh alur sistem
untuk menghindari inkonsistensi, dan aset data yang dapat dianalisis digunakn untuk
evaluasi kebijakan, statistic opersional, serta mendukung akuntabilitas.

Presented: Kelompok 3
Sistem Enterprise 2025

ARSITEKTUR
DATA
Data Portfolio Catalog
Perancangan data dalam aplikasi untuk pengajuan permohonan PDLN
berlandaskan pada prinsip data yang menekankan pada aspek
keamanan data yang mencakup kerahasiaan, integritas, dan
ketersediaan, serta prinsip tidak ada duplikasi yang memastikan data
disimpan sekali dalam sistem terpusat. Selain itu, validitas data dijamin
melalui verifikasi sistem dan manual oleh atasan, kemudian konsistensi
data dipastikan di seluruh alur sistem untuk menghindari inkonsistensi,
dan aset data yang dapat dianalisis digunakn untuk evaluasi kebijakan,
statistic opersional, serta mendukung akuntabilitas.
Presented: Kelompok 3
Sistem Enterprise 2025

ARSITEKTUR
DATA
Data Business Process Matrix
Data Business Process Matrix merupakan matriks yang memetakan
hubungan antara elemen data (source) dengan aktivitas dalam proses
bisnis (target). Matriks ini menunjukkan data tertentu digunakan di
proses bisnis yang mana saja, contohnya data CV, surat urgensi
pemohon, surat jaminan pembiayaan menjadi ouput di aktivitas
Generate Surat, serta data pemohon dan data permohonan menjadi
input di aktivitas submit permohonan ke SIMPEL FSM.

Presented: Kelompok 3
Sistem Enterprise 2025

ARSITEKTUR
DATA
Data Model Diagram
Pada proses Pengajuan Permohonan PDLN, terdapat empat entitas utama
yang direpresentasikan dalam data model diagram, yaitu Pemohon,
Kerjasama, Admin, dan Permohonan.

Presented: Kelompok 3
Sistem Enterprise 2025

ARSITEKTUR
APLIKASI
Application Principle
Application principle mencakup kemudahan penggunaan, fleksibilitas
aplikasi, kemampuan integrasi antar aplikasi, keamanan data, pengaturan
hak akses pengguna, serta kehandalan aplikasi dalam menjalankan
fungsinya. Prinsip-prinsip ini penting untuk memastikan aplikasi dapat
digunakan dengan mudah, aman, dan efektif sesuai kebutuhan bisnis.

Presented: Kelompok 3
Sistem Enterprise 2025

ARSITEKTUR
APLIKASI
Application Portfolio Catalog
Application Portfolio Catalog berisi daftar aplikasi beserta deskripsi dan
pemetaan fungsinya dalam mendukung proses bisnis. Katalog ini dirancang
untuk menampilkan aplikasi-aplikasi yang digunakan dalam berbagai
aktivitas bisnis tertentu. Pentingnya katalog ini terletak pada
keterhubungannya dengan daftar aplikasi yang ada dalam "Business
Process Diagram", sehingga setiap aplikasi yang tercantum memiliki
hubungan langsung dengan penggunaan aplikasi dalam alur proses bisnis
yang sebenarnya. Hal ini mendukung transparansi, efisiensi, dan konsistensi
dalam pengelolaan aplikasi di seluruh organisasi.

Presented: Kelompok 3
Sistem Enterprise 2025

ARSITEKTUR
APLIKASI
Application Use Case Diagram
Use case diagram pada sistem SIMPEL FSM menggambarkan interaksi antara dua aktor utama, yaitu
pemohon dan admin, dalam proses pengajuan permohonan perjalanan dinas luar negeri (PDLN).
Pemohon memiliki peran untuk melakukan login, melengkapi data diri, mengunggah dokumen
pendukung seperti CV, surat jaminan pembiayaan, dan surat urgensi, serta mengajukan permohonan
PDLN melalui sistem. Setelah pengajuan dilakukan, pemohon dapat memantau status permohonannya,
mengunggah laporan perjalanan setelah kegiatan selesai, serta mengunduh dokumen yang telah
disetujui untuk ditandatangani. Sementara itu, admin sebagai pihak bagian kerjasama fakultas bertugas
untuk memverifikasi permohonan yang masuk. Admin dapat melihat daftar dan detail permohonan,
kemudian memilih untuk menyetujui atau menolak permohonan tersebut. Selain itu, admin juga memiliki
akses untuk mengelola dokumen yang diunggah, mengunggah dokumen yang telah ditandatangani
oleh dekan, serta mengunduh dokumen yang sudah digenerate oleh sistem. Admin juga memiliki fungsi
tambahan seperti menambah, mengedit, dan menghapus data user serta melihat laporan perjalanan
pemohon. Seluruh proses ini dilakukan melalui sistem SIMPEL FSM yang mengatur alur pengajuan
secara terstruktur dan terdokumentasi dengan baik.

Presented: Kelompok 3
Sistem Enterprise 2025

Software Request dan Analisis Kebutuhan

Presented: Kelompok 3
Ssitem Enterprise
VIDEO 2025

https://youtu.be/w5sg7jCNZWE

Presented: Kelompok 3
Ssitem Enterprise
FILE EA 2025

https://github.com/Kelas-Sistem-
Enterprise/EA_studikasus_1/blob/main/Kelompok_3/Tubes_SE_Kel_3
.qea

Presented: Kelompok 3
THANK YOU

Anda mungkin juga menyukai