0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan7 halaman

Aduino

Diunggah oleh

Iwan Saputra
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan7 halaman

Aduino

Diunggah oleh

Iwan Saputra
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Kode Program Arduino untuk Lampu Lalu Lintas Sederhana

Program ini mensimulasikan lampu lalu lintas dengan empat jalur. Setiap
jalur memiliki lampu merah, kuning, dan hijau.

// Definisikan pin untuk setiap lampu LED

#define MERAH_1 2

#define KUNING_1 3

#define HIJAU_1 4

#define MERAH_2 5

#define KUNING_2 6

#define HIJAU_2 7

#define MERAH_3 8

#define KUNING_3 9

#define HIJAU_3 10

#define MERAH_4 11

#define KUNING_4 12

#define HIJAU_4 13

Void setup() {

// Atur semua pin LED sebagai OUTPUT

For (int I = 2; I <= 13; i++) {


pinMode(I, OUTPUT);

Void loop() {

// Kondisi 1: Jalur 1 HIJAU, jalur lainnya MERAH

digitalWrite(HIJAU_1, HIGH);

digitalWrite(MERAH_2, HIGH);

digitalWrite(MERAH_3, HIGH);

digitalWrite(MERAH_4, HIGH);

delay(5000); // Tahan kondisi ini selama 5 detik

// Jalur 1 menjadi KUNING

digitalWrite(HIJAU_1, LOW);

digitalWrite(KUNING_1, HIGH);

delay(2000); // Tahan selama 2 detik

// Jalur 1 menjadi MERAH, Jalur 2 HIJAU

digitalWrite(KUNING_1, LOW);

digitalWrite(MERAH_1, HIGH);

digitalWrite(MERAH_2, LOW);

digitalWrite(HIJAU_2, HIGH);

delay(5000);

// Jalur 2 menjadi KUNING

digitalWrite(HIJAU_2, LOW);

digitalWrite(KUNING_2, HIGH);
delay(2000);

// Jalur 2 menjadi MERAH, Jalur 3 HIJAU

digitalWrite(KUNING_2, LOW);

digitalWrite(MERAH_2, HIGH);

digitalWrite(MERAH_3, LOW);

digitalWrite(HIJAU_3, HIGH);

delay(5000);

// Jalur 3 menjadi KUNING

digitalWrite(HIJAU_3, LOW);

digitalWrite(KUNING_3, HIGH);

delay(2000);

// Jalur 3 menjadi MERAH, Jalur 4 HIJAU

digitalWrite(KUNING_3, LOW);

digitalWrite(MERAH_3, HIGH);

digitalWrite(MERAH_4, LOW);

digitalWrite(HIJAU_4, HIGH);

delay(5000);

// Jalur 4 menjadi KUNING

digitalWrite(HIJAU_4, LOW);

digitalWrite(KUNING_4, HIGH);

delay(2000);

// Semua jalur kembali ke kondisi awal (Jalur 1 HIJAU, lainnya MERAH)


digitalWrite(KUNING_4, LOW);

digitalWrite(MERAH_4, HIGH);

digitalWrite(MERAH_1, LOW); // Matikan merah 1 sebelum mengulang loop

Penjelasan Kode Program:

• #define: Digunakan untuk memberi nama yang mudah diingat pada pin-
pin digital Arduino. Ini membuat kode lebih mudah dibaca dan diubah.

• void setup(): Fungsi ini dijalankan sekali saat Arduino dinyalakan.

• for (int I = 2; I <= 13; i++): Sebuah perulangan untuk mengatur semua pin
dari 2 hingga 13 sebagai OUTPUT. Ini diperlukan karena pin-pin ini akan
digunakan untuk mengendalikan LED.

• void loop(): Fungsi ini akan berjalan terus-menerus setelah setup() selesai.
Di sinilah logika utama dari lampu lalu lintas bekerja.

• digitalWrite(pin, state): Fungsi ini digunakan untuk menyalakan atau


mematikan pin digital.

• HIGH atau 1: Menyalakan pin (memberi tegangan 5V).

• LOW atau 0: Mematikan pin (memberi tegangan 0V).

• delay(milidetik): Fungsi ini menghentikan eksekusi program selama waktu


yang ditentukan dalam milidetik (ms).

2. Perbedaan Papan Sirkuit Arduino Nano dan Uno

Kedua papan ini sama-sama menggunakan mikrokontroler ATmega328P,


tetapi memiliki perbedaan signifikan dalam ukuran, konektivitas, dan
penggunaannya.
Arduino Uno:

Ukuran: Lebih besar dan lebih kokoh.

Konektivitas: Menggunakan port USB tipe B (biasa disebut port printer) yang
lebih kuat.

Fitur Tambahan: Memiliki soket barrel jack untuk catu daya eksternal dan
jack USB yang stabil. Ini menjadikannya pilihan yang ideal untuk proyek yang
membutuhkan koneksi yang kokoh dan catu daya yang stabil. Cocok untuk
pemula karena lebih mudah dipegang dan dihubungkan.

Arduino Nano:
Ukuran: Sangat kecil dan ringkas, cocok untuk proyek yang butuh ruang
minimal.

Konektivitas: Menggunakan port mini-USB (versi lama) atau micro-USB (versi


baru).

Fitur Tambahan: Pin-pinnya dirancang untuk langsung ditancapkan ke


breadboard (papan sirkuit tanpa solder), membuatnya sangat praktis untuk
prototipe. Kekurangannya, tidak memiliki soket catu daya terpisah.

Ringkasan: Pilih Arduino Uno jika Anda baru belajar atau butuh koneksi yang
stabil dan mudah. Pilih Arduino Nano jika proyek Anda membutuhkan ukuran
yang ringkas dan fleksibilitas untuk diletakkan di breadboard atau perangkat
jadi.

3.Peralatan yang Dibutuhkan untuk Simulator Arduino Traffic Light

Untuk membuat simulator ini, Anda memerlukan:

• Modul Arduino Uno atau Nano: Sebagai otak dari rangkaian.

• 12 unit LED:

• 4 LED Merah 🔴

• 4 LED Kuning 🟡

• 4 LED Hijau 🟢

• 12 unit Resistor 220-330 Ohm: Dipasang pada setiap LED untuk membatasi
arus dan mencegah LED terbakar.

• Breadboard: Papan sirkuit tanpa solder untuk menancapkan komponen dan


kabel.

• Kabel Jumper: Untuk menghubungkan komponen satu sama lain.


• Kabel USB: Untuk menghubungkan Arduino ke komputer untuk diunggah
program.

4.Sketsa Desain Rangkaian

Anda mungkin juga menyukai