Anda di halaman 1dari 2

Malang sekali nasib sayuran yang bermana jengkol ini, jengkol diangggap sebagai makanan kurang gaul yang

tersudutkan karena memiliki bau yang sangat kontroversial. Namun janganlah berpandangan sebelah mata terhadap jengkol karena dibalik statusnya yang tersudutkan, jengkol sangat kaya akan zat gizi yang sangat baik bagi kesehatan. Sesuai dengan pepatah lama tak kenal maka tak sayang maka lebih baik kita mengenal terlebih dahulu siapa jengkol sesungguhnya. Di Indonesia, jengkol disebut dengan banyak nama, yaitu jengkol (Jawa), jaring (Sumatera), jaawi (Lampung), kicaang (Sunda), lubi (Sulawesi Utara), dan blandingan (Bali). Berikut ini biodata resmi jengkol dalam dunia tumbuhan

Jengkol Pithecollobium lobatum Benth Nama umum Indonesia: Jengkol Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas: Rosidae Ordo: Fabales Famili: Fabaceae (suku polong-polongan) Genus: Pithecollobium Spesies: Pithecollobium lobatum Benth

Buah jengkol berupa polong berbentuk gepeng dan berbelit. Warna buahnya lembayung tua. Setelah tua, bentuk polong buahnya menjadi cembung dan di tempat yang mengandung biji ukurannya membesar. Tiap polong dapat berisi 5-7 biji. Bijinya berkulit ari tipis dan berwarna cokelat mengilap.

Biji ini, terutama yang sudah tua, merupakan bagian tanaman yang paling penting dan paling banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Selain itu, juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan obatobatan. Allah menciptakan segala sesuatu di bumi-Nya ini tentu saja dengan manfaatnya masing-masing, seperti halnya sayuran yang memiliki wangi sangat kontroversial ini mengandung bayak zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Protein yang terkandung pada jengkol cukup tinggi. Dalam setiap 100 gr terdapat 23,3 gr protein, nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan tempe yang disebut sebagai makanan nabati berprotein tinggi yang kandungan proteinnya 18,3gr/ 100gr. bagi para wanita usia subur, ibu hamil, ibu menyusui, para vegetarian dan orang-orang yang beresiko terkena anemia disarankan untuk bersahabat dengan jengkol, karena di dalam tubuh manusia sebagian besar besi terletak pada sel darah merah (eritrosit) berupa heme yaitu suatu pigmen yang mengandung inti atom besi, jika tubuh kekurangan besi maka akan terjadi anemia defisiensi besi. Dan dalam jengkol kaya akan zat besi yang dibutuhkan yaitu 4,7 g / 100 g.