Matriks Laplacian dalam Pengolahan Citra
Matriks Laplacian dalam Pengolahan Citra
LAPLACIAN MATRIX
Dalam pengolahan citra digital, laplacian kerap digunakan sebagai deteksi tepi dari objek dalam citra. Matriks laplacian merupakan turunan kedua dari fungsi f(x,y) yang disimbolkan dengan 2 , . Citra digital merupakan isyarat hasil pencuplikan dan kuantisasi dari isyarat analog.
Artinya, dia bersifat diskret. Dengan sifatnya itu, maka sebisa mungkin besaran-besaran lain yang terlibat dalam pengolahan lebih lanjut adalah bersifat diskret. Untuk itu, fungsi laplacian ini dibentuk dalam matriks yang menjadikannya diskret. Tentu bila di diskret, nilainya berupa pendekatan. Untuk itu pendekatan untuk laplacian dalam bentuk diskret adalah sebagai berikut:
2
( , )
2
( , )
2
= ( + 1, ) + ( 1, ) 2 ( , ) dan = ( , + 1) + ( , 1) 2 ( , ) Sehingga, 2 , = + 1, + 1, + , +1 + , 1 4 ,
Nah, dengan menggunakan persamaan di atas kita bisa menerjemahkannya ke dalam matriks dasar Laplacian yakni: 0 1 0 1 0 4 1 1 0
Dengan koordinat (x,y) berada di tengah matriks maka anda bisa membuktikan dengan cepat bahwa matriks di atas merupakan rumus itu sendiri. Namun ada bentuk lain dari matriks laplacian: 1 1 1 1 1 8 1 1 1
[janshendry@gmail.com]
Page 1
Tapi biasanya hanya salah satu dari matriks ini sering digunakan dalam pengolahan citra digital. Namun, matlab sendiri menggunakan formulasi sendiri untuk menggenerate matriks laplacian. Instruksi yang bisa digunakan adalah fspecial(laplacian,alpha) yang memiliki bentuk lebih umum yakni: 1+ 1 1+ 1+ 1 1+ 4 1+ 1 1+ 1+ 1 1+ 1+
dengan
matriks laplacian di atas, kita bisa mendapatkan 2 buah matriks laplacian yang sudah kita tuliskan di atas. Laplacian sendiri merupakan operator turunan, sehingga dia akan mempertajam citra bersamaan dengan itu akan menolkan bagian citra yang konstan. Sesuatu yang konstan bila diturunkan tentu akan menghasilkan nilai 0.
@ thanks
[janshendry@gmail.com]
Page 2