Anda di halaman 1dari 28

FISIKA ATOM

Oleh : Edwin Setiawan N, S.Si


TEORI ATOM THOMPSON
“ atom merupakan bola padat dengan
diameter 10 -10 m mempunyai muatan
positif yang terbagi merata ke seluruh
isi atom. Muatan ini dinetralkan oleh
elektron-elektron yang tersebar diantara
Thompson muatan-muatan itu”.
MODEL ATOM THOMSON
PERCOBAAN RUTHERFORD
TEORI ATOM RUTHERFORD
• Atom terdiri atas inti atom yang bermuatan positif dan
sebagian besar massa atom terletak pada inti atom
• Inti atom dikelilingi oleh elektron-elektron bermuatan
negatif yang bergerak seperti planet-planet
mengelilingi matahari
• Atom secara keseluruhan bersifat netral , sehingga
jumlah muatan inti sama dengan jumlah muatan
elektron-elektron yang mengitarinya.
• Inti atom dengan elektron saling tarik-menarik yang
menyebabkan adanya gaya sentripetal pada elektron
sehingga lintasan elektron tetap.
MODEL TATA SURYA
MODEL ATOM RUTHERFORD
Kelemahan-kelemahan model atom Rutherford:

• Gagal menjelaskan kestabilan atom. Menurut


model atom Rutherfor, Atom tidak stabil karena
dalam lintasannya elektron terus-menerus
memancarkan energi, maka energi elektron
akan berkurang dan lama-kelamaan jari-jarinya
akan mengecil. Akhirnya elektron bersatu
dengan inti atom.
• Gagal menjelaskan spektrum atom Hidrogen
berupa spektrum garis.
SPEKTRUM ATOM
HIDROGEN

H2

Tabung berisi gas Hidrogen SPEKTRUM ATOM HIDROGEN


SPEKTRUM ATOM HIDROGEN (GARIS/DISKRET/DISKONTINU)
TEORI ATOM BOHR
Postulat Bohr :
2. Elektron yang mengelilingi inti atom atom mempunyai
lintasan tertentu yang disebut lintasan stasioner dan
tidak memancarkan/menyerap energi. Lintasan
stasioner ini mempunyai momentum anguler sebesar :
h
mvr = n

n = bilangan kuantum utama (n =1, 2, 3, ...)
h = tetapan Planck = 6,62 x 10 -34 Js
m = massa elektron = 9 x 10 -31 kg
v = kecepatan gerak elektron ( m/s )
r = jari-jari lintasan elekron ( m )
Lintasan-lintasan stasioner dengan pusat inti atom

R3 R4
R2
R1

-
- -
- n=1

n=2

n=3

n=4
2. Dalam tiap lintasannya elektron mempunyai tingkat
energi tertentu. Elektron akan menyerap energi foton
apabila bertransisi ke lintasan yang lebih tinggi dan
akan memancarkan energi foton bila bertransisi ke
lintasan yang lebih rendah.

E4

E3
E4
E2

Foton E1 E3
-
- E2
Foton
Foton

E1
Besarnya energi pancar/serap :
∆E = Et – Eo
∆E = energi pancar/serap
Et = energi lintasan akhir
Eo = energi lintasan awal

- Foton
EO
Frekuensi Foton:
ET
hf = Eo − Et

+ Eo − Et
f =
h

Lintasan Stationer
ENERI ELEKTRON TIAP LINTASAN

− 13,6
En = 2
eV
n
• En = energi pada elektron pada orbit ke-n ( eV )
• -13,6 eV = E1

1 eV = 1,6 x10-19 J
CONTOH
• Sebuah elektron bertransisi/berpindah dari lintasan ke-4
ke lintasan ke-1. Berapakah frekuensi foton yang
dipancarkan?
• Jawab
• Eo=E4----Eo= -13,6 / 42 = -0,85 eV = -0,85 x 1,6 x10-19 J
Eo = -1,36 x10-19 J
• Et=E1----Et = -13,6 / 12 = -13,6 eV = -13,6 x 1,6 x10-19 J
Et = - 21,76 x 10-19 J
• f = (Eo – Et ) / h = -1,36 x10-19 J – (- 21,76 x 10-19 J)
6,6 x 10-34

f = 3.1 x 10 15 Hz
JARI-JARI LINTASAN ELEKTRON
o
rn = 0,53 n A2

• rn = jari-jari lintasan elektron pada orbit ke-n ( m )


• n = bilangan kuantum utama ( n =1, 2, 3, ...)
• 0,53 Å = r1= jari-jari lintasan elektron orbit ke-1

1 Å= 10 -10 m
Menjelaskan Spektrum Atom Hidrogen

• Spektrum atom Hidrogen sesungguhnya


merupakan foton-foton yang dipancarkan
elektron ketika berpindah dari tingkat energi
yang lebih tinggi ke tingkat yang lebih rendah.
• Energi foton yang dipancarkan :
∆E = Et – Eo

1  1 1  R =Konstanta Rydberg = 1,097373 x10-7m-1


= R 2 − 2 
λ n m 
1  1 1 
PANJANG GELOMBANG YANG DIPANCARKAN : = R 2 − 2 
λ n m 
E∼ R = 1,097373 x10-7m-1
Deret Lyman:
E6
E5 n =1, m=1,2,3….
E4 Deret Bracket: Deret Balmer:
Deret Paschen: n =2, m = 3,4,5….
E3

Deret Balmer: Deret Paschen:


E2
n =3, m=4,5,6….

Deret Bracket:
n =4, m=5,6,7….

Deret Pfund:
Deret Lyman:
E1 n =5, m=6,7,8….
SPEKTRUM ATOM HIDROGEN
BILANGAN KUANTUM

• Bilangan kuantum utama : n = 1, 2, 3,...


• Bilangan kuantum orbital : l = 0, 1, 2, 3,....., n-1
• Bilangan kuantum magnetik : m = -l, -l+1,....,
0,....,l+1,l
• Bilangan kuantum spin : s = -1/2, +1/2
BILANGAN KUANTUM ORBITAL
BILANGAN KUANTUM MAGNETIK
BILANGAN KUANTUM SPIN
SISTEM PERIODIK
ENERGI IONISASI DAN
ELEKRON VALENSI
AFINITAS ELEKTRON