Anda di halaman 1dari 16

GONORRHEA

4A. Kompetensi yang dicapai pada saat lulus dokter

Definisi (kamus Dorland)


Infeksi yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhea yang ditularkan melalui hubungan seks pada sebagian besar kasus, tetapi oleh juga kontak dengan eksudat terinfeksi pada neonatus ketika lahir, atau oleh bayi dirumah dengan penghuni yang terinfeksi.

Etiologi
Gonokok (1879,1882) Grup Neisseria (4 spesies) N.gonorrhoeae, N.meningitidis, N.catarrhalis, N.pharyngis Diplokok berbentuk biji kopi L=0,8u P=1,6u, tahan asam, pewarnaan gram bersifat Gram Negatif Masa inkubasi 2-7 hari----2-5 hari

Penularan
Melalui hubungan kelamin (genito-genital,oro-genital,anogenital), manual(alatalat,pakaian,handuk,termometer) Gonore genital & Gonore ekstra genital. Daerah yg plg mudah terinfeksi Daerah dengan mukosa epitel kuboid atau lapis gepeng yang belum berkembang(immatur)

Faktor Risiko
Angka serangan paling tinggi pada orang berusia 15-24 tahun yang tinggal di kota, termasuk dalam kelompok sosio-ekonomi rendah,tidak menikah atau homoseksual, atau memiliki riwayat PMS terdahulu.
Lecture notes Penyakit infeksi-EMS

Manifestasi Klinik
Pada pria Infeksi Pertama Uretritis Komplikasi Lokal: Tysonitis Parauretritis Littritis Cowperitis Asendens: Prostatitis Vesikulitis Vas deferentitis/funkulitis Epididimitis Trigonitis

Manifestasi Klinik
Pada wanita Infeksi Pertama Uretritis Servisitis Komplikasi Lokal: Parauretritis Bartholinitis Asendens: salpingitis P.I.D (pelvic inflammatory diseases)

Manifestasi Klinik
Komplikasi Diseminata pada pria dan wanita : Artritis Miokarditis Endokarditis Perikarditis Meningitis Dermatitis

Genito-genital : orofaringitis, proktitis, dan konjungtivitis

Patologi dan Patogenesis


Setelah melekat, gonokokus berpenetrasi ke dalam sel epitel dan melalui jaringan subepitel dimana gonokokus ini terpajan ke sisitem imun (serum,komplemen, IgA,dll) dan difagositosis oleh neutrofil. Virulensi bergantung pada apakah gonokokus mudah melekat dan berpenetrasi ke dalam sel pejamu, begitu pula resistensi terhadap serum, fagositosis, dan pemusnahan intraseluler oleh PMN. Faktor yang mendukung virulensi ini adalah pili, protein membran bagian luar, lipopolisakarida, dan protease IgA.

Langkah Penegakan Diagnosis


Anamnesis Pemeriksaan Klinis Pemeriksaan Pembantu
Sediaan langsung Kultur (media transpor& media pertumbuhan) Tes definitif Tes beta-laktamase Tes Thomson

Penatalaksanaan
Penisilin Ampisilin dan amoksisilin Sefalosporin Spektinomisin Kanamisin Tiamfenikol (kehamilan NO) Kuinolon

Penatalaksanaan
Pengobatan yg dianjurkan: Sefiksim 400 mg per oral,dosis tunggal ATAU Levofloksasin 250 mg per oral, dosis tunggal Pilihan lain: Seftriakson 250 mg,IM dosis tunggal ATAU Spektinomisin 2 gr IM dosis tunggal ATAU Kanamisin 2 gr IM dosis tunggal ATAU Tiamfenikol 3,5 gr per oral dosis tunggal

Penatalaksanaan
Komplikasi (bartholinitis,epididimitis,orkitis) Sefiksim 400 mg per oral dosis tunggal per hari selama 5 hari ATAU Levofloksasin 250 mg per oral dosis tunggal per hari selama 5 hari ATAU Seftriakson 250 mg IM dosis tunggal, selama 3 hari ATAU Spektinomisin 2 gr IM dosis tunggal selama 3 hari ATAU Kanamisin 2 gr IM dosis tunggal selama 3 hari

Penatalaksanaan
Konjungtivitis GO pada neonatus: Dianjurkan: Seftriakson 50-100 mg/kg BB, IM, dosis tunggal, dosis maks 125 mg. Pilihan lain: Kanamisin 25 mg/kg BB, IM, dosis tunggal (dosis maks 75 mg) ATAU Spektinomisin 25 mg/kg BB, IM, dosis tunggal (dosis maks 75 mg).

Kesehatan Masyarakat
Pencegahan (hindari faktor resiko dan penularan, skrining) Kesehatan lingkungan Keselamatan Kerja Gizi-nutrisi

^THANK YOU_^
Reinildis