Anda di halaman 1dari 17

PENATALAKSANAAN

SYOK HIPOVOLEMIK
Abdul Roni
01.211.6305

Pembimbing :
Dr. Donni Indra Kusuma, Sp.An. , M.Si, M. ed

Definisi
Syok

Gangguan sirkulasi yang ditandai dengan


kolapsnya hemodinamik tubuh berupa tidak adekuatnya
hantaran oksigen dan perfusi pada kulit, ginjal, dan sistem
saraf pusat.

Hipovolemik

Cardiogenik

Obstruktif

Distributif

Syok Hipovolemik
Terjadi akibat berkurangnya volume plasma di

intravaskuler.
Merupakan kondisi darurat :
kehilangan darah dan cairan yang hebat
jantung tidak dapat memompa cukup darah ke
tubuh perfusi oksigen ke semua organ tidak
adekuat.

Penurunan volume plasma intravaskuler


Perdarahan atau dehidrasi
venous return berkurang
curah jantung menurun
ambilan oksigen di paru
menurun
asupan oksigen ke jaringan atau sel (perfusi)
tidak dapat dipenuhi

Masalah pompa jantung


Gangguan primer pada jantung kontraktilitas yang
tidak sempurna
curah jantung menurun.
Pada kondisi ini meskipun volume sirkulasi cukup tetapi tidak
ada tekanan yang optimal untuk memompakan darah yang
dapat memenuhi kebutuhan oksigen jaringan.

Masalah pada pembuluh darah


Penurunan tahanan arteri atau arteriol

darah menjadi sangat rendah


terpenuhi

tekanan
perfusi jaringan tidak

Peningkatan tahanan arteri

menurunya ejeksi
ventrikel jantung
sirkulasi dan oksigenasi jaringan
menjadi tidak optimal

Peningkatan hebat pada tonus arteriol

sirkulasi ke jaringan

hambat aliran

Masalah pada pembuluh darah


Gangguan pada vena (preload) dengan terjadinya

penurunan tahanan atau dilatasi yang berlebihan


sistim darah balik menjadi menurun
pengisian jantung
menjadi berkurang volume sekuncup dan curah jantung
menurun
Ganguan pada kapiler secara langsung

perfusi

gangguan

Keterangan
CO
: Cardiac Output (curah jantung)
HR
: Heart Rate (laju atau frekuensi denyut jantung)
SV
: Stroke Volume (volume sekuncup)
SVR
: Systemic Vascular Resistant (tahanan pembuluh darah
sistemik)

Gangguan pada faktor-faktor yang memengaruhi curah jantung


dapat mengakibatkan terjadinya gangguan perfusi dan berujung
kepada syok.

Respon tubuh terhadap perdarahan akut


:
Sistem hematologi

aktivasi kaskade koagulasi dan


vasokonstriksi pembuluh darah
Sistem kardiovaskular
meningkatkan denyut jantung;
meningkatkan kontraktilitas miokard; dan vasokonstriksi
pembuluh darah perifer
Sistem renalis
retensi air
Sistem neuroendokrin
retensi air

Gejala dan Tanda Klinis


Mulai terlihat pada kehilangan darah sebanyak 15%,
berupa :
Kulit dingin, pucat, dan vena kulit kolaps
Takikardi
Hiperventilasi
Hipotensi
Oliguria (jumlah urin <500 ml/jam selama 24 jam)

Stadium syok hipovolemik


Berdasarkan persentase volume kehilangan darah
Tanda Klinis

Stadium-I

Stadium-II

Stadium-III

Stadium-IV

Kehilangan darah (ml)

750

750-1500

1500-2000

>2000

Kehilangan darah (%)

15%

15%-30%

30%-40%

>40%

Kesadaran

Sedikit Cemas

Cemas

Sangat Cemas

Letargi

Frekuensi Nadi

<100

100-120

120-140

>140

Frekuensi Nafas

14-20x/menit

20-30x/menit

30-40x/menit

>40x/menit

Tekanan Darah

Normal

Normal

Turun

Turun

Tekanan Nadi

Normal

Turun

Turun

Turun

Produksi Urin

>30ml/Jam

20-30ml/Jam

5-15ml/Jam

Sangat Sedikit

Terapi Cairan

Kristaloid

Kristaloid

Koloid

Darah

Tahapan syok hipovolemik


Secara klinis

Diagnosis
Syok hipovolemik didiagnosis ketika ditemukan tanda

berupa ketidakstabilan hemodinamik dan ditemukan


adanya sumber pendarahan.

Penanganan
Prinsip penanganan dasar syok :
Stop perdarahan dan penggantian volume darah/ cairan
yang hilang
Manajemen Airway dan Breathing
Sirkulasi
kontrol perdarahan yang jelas terlihat
akses intravena
menilai perfusi jaringan

TERIMA KASIH