Anda di halaman 1dari 49

EVAPORATOR DAN DRYER

DISUSUN OLEH :
ASTRI WIDYA SARTIKA
M. RIFQI PRAKASA
MEDIO DESTIAN

PENGENALAN
PABRIK

EVAPORATOR DAN
DRYER
PEMBAHA
PENDAHUL
SAN
UAN

-Latar Belakang
- Tujuan

- Evaporasi
- Jenis-jenis
Evaporator
- Drying
- Jenis-jenis dryer

PENUTU
P
-Kesimpulan

LATAR BELAKANG

Dalam industri kimia terdapat


berbagai alat yang digunakan
untuk mempermudah proses
yang terjadi dalam suatu
industri
kimia . Alat alat
tersebut mempunyai fungsi
tertentu sesuai dengan proses
kimia yang dikerjakan
serta
jenis bahan baku . Evaporator
dan dryer termasuk alat yang
digunakan
untuk

TUJUAN

1. Mengetahui definisi dari


evaporasi dan evaporator.
2. Mengetahui jenis-jenis dari
evaporator.
3. Mengetahui definisi dari dryer
(pengering).
4. Mengetahui jenis-jenis dari
dryer (pengering).

PEMBAHASA
N

EVAPORASI

Evaporasi merupakan
suatu proses penguapan
sebagian dari pelarut
sehingga didapatkan
larutan zat cair pekat yang
konsentrasinya lebih tinggi

Proses evaporasi adalah proses berubahnya


sebuah zat/substansi yakni zat cair menjadi zat
gas atau uap air. Perubahan fase zat ini
melibatkan sejumlah energi kalor dalam
prosesnya. Energi ini dapat diperoleh dari Panas
matahari (radiasi), dari atmosfer (konduksi),
atau dari bumi itu sendiri (konduksi). Proses
evaporasi ini merupakan salah satu tahap
dalam proses terjadinya hujan.

Penguapan atau evaporasi


merupakan perubahan wujud
zat dari cair menjadi uap
Penguapan bertujuan
memisahkan pelarut (solven)
dari larutan sehingga
menghasilkan larutan yang
lebih pekat.

Evaporasi merupakan proses


pemisahan termal, dipakai secara
luas untuk memekatkan cairan dalam
bentuk larutan, suspensi, maupun
emulsi
Evaporasi menghasilkan cairan
yang lebih pekat, tetapi masih
berupa cairan pekat yang dapat
dipompa sebagai hasil utama

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Percepatan Evaporasi

1 .Suhu

2 .Kelembapan udara

3. Tekanan
4. Gerakan udara
5. Sifat cairan

Evaporator merupakan suatu


alat yang memiliki fungsi
untuk mengubah keseluruhan
atau sebagian suatu pelarut
dari sebuah larutan berbentuk
cair menjadi uap sehingga
hanya menyisakan larutan
yang lebih padat atau kental

EVAPORATO
R

Prinsip kerjanya dengan penambahan kalor atau panas untuk memekatkan


suatu larutan yang terdiri dari zat terlarut yang memiliki titik didih tinggi dan
zat pelarut yang memiliki titik didih lebih rendah sehingga dihasilkan larutan
yang lebih pekat serta memiliki konsentrasi yang tinggi.

Tipe Evaporator Berdasarkan Banyak Proses


1 Evaporator efek tunggal (single effect)

2 Evaporator efek ganda/majemuk

1 Evaporator efek tunggal (single effect)

Evaporator efek ganda/majemuk

Penggunaan evaporator efek majemuk berprinsip


pada penggunaan uap yang dihasilkan dari
evaporator sebelumnya.
Tujuan penggunaan evaporator efek majemuk
adalah untuk menghemat panas
secara
keseluruhan, hingga akhirnya dapat mengurangi
ongkos produksi.

Evaporator Efek Ganda/Majemuk


1

Evaporator Pengumpan Muka (Forwardfeed)


2

Evaporator Pengumpan Belakang (Backwardfeed)


3

Evaporator Pengumpan Sejajar (Parallelfeed)

Evaporator Forward Feed

Evaporator Backward-feed

Evaporator Parallel-feed

Tipe Evaporator Berdasarkan Metode Pemanasan


1 Steam heated evaporator
evaporator dengan pemanasan stem dimana uap atau uap
lain yang dapat dikondensasi adalah sumber panas dimana
uap terkondensasi di satu sisi dari permukaan pemanas
dan panas ditranmisi lewat dinding ke cairan yang
mendidih.

Tipe Evaporator Berdasarkan Metode Pemanasan


2 Submerged combustion evaporator
evaporator yang dipanaskan oleh api
yang menyala di bawah permukaan
cairan, dimana gas yang panas
bergelembung melewati cairan.

3 Direct Fired Evaporator


Evaporator
dengan
pengapian
langsung dimana api dan pembakaran
gas dipisahkan dari cairan mendidih
lewat dinding besi atau permukaan
untuk memanaskan

Tipe Evaporator Berdasarkan Bentuknya


1
2
3
4
5
6

Evaporator Sirkulasi Alami/paksa (Forced Circulation


Evaporators)
Evaporator Film Jatuh (Falling Film Evaporator)
Evaporator Film Naik (Rising Film Evaporator)
Evaporator Plat (Plate Evaporator)
Horizontal-tabung Evaporator
Vertikal-tabung Evaporator

Tipe Evaporator Berdasarkan Bentuknya


Evaporator Sirkulasi Alami/paksa (Forced Circulation Evaporators)

Tipe Evaporator Berdasarkan Bentuknya


Evaporator Film Jatuh (Falling Film Evaporator)

Tipe Evaporator Berdasarkan Bentuknya


Evaporator Film Naik (Rising Film Evaporator)

Pada evaporator tipe ini, pendidihan


berlangsung di dalam tabung dengan
sumber panas berasal dari luar tabung
(biasanya uap). Cairan mendidih dialirkan
dalam tabung-tabung vertikal dengan
bantuan tenaga pompa yang kuat.

Tipe Evaporator Berdasarkan Bentuknya


Evaporator Plat (Plate Evaporator)
A = Product
B = Concentrate
C = Condensate
D = Heating steam
E = Vapour
1 = Main separator
2 = Pre-separator
3 = Plate calandria

Tipe Evaporator Berdasarkan Bentuknya


Evaporator Plat (Plate Evaporator)
Mempunyai luas permukaan yang besar, Plate biasanya tidak rata dan
ditopang oleh bingkai (frame). Uap mengalir melalui ruang-ruang di
antara plate. Uap mengalir secara co-current dan counter current
terhadap larutan. Larutan dan uap masuk ke separasi yang nantinya
uap akan disalurkan ke condenser. Eveporator jenis ini sering dipakai
pada industri susu dan fermentasi karena fleksibilitas ruangan. Tidak
efektif untuk larutan kental dan padatan.

Tipe Evaporator Berdasarkan Bentuknya


Horizontal-tabung Evaporator
Evaporator ini memiliki tabung yang tidak
terlalu tinggi, tetapi berbentuk horizontal
sehingga mempunyai ukuran yang lebih lebar
dibandingkan
dengan
evaporator
jenis
lainnya.Evaporator tabung horizontal biasanya
digunakan untuk kapasitas yang kecil dan untuk
mengevaporasikan larutan yang encer dan
larutan
ini
tidak
berbusa
dan
tidak
meninggalkan deposit padatan pada tabung
evaporator.

Tipe Evaporator Berdasarkan Bentuknya


Vertikal-tabung Evaporator

Evaporator jenis ini memiliki tabung yang


panjang dan tidak terlalu lebar. Tabung dari
evaporator sendiri mempunyai panjang
sekitar 12 sampai 20 feet dengan diameter 1
sampai 2 inci.

Sensitifitasliquidaterh
adapsuhudanwaktul
amapemanasan

Konsentrasi
Cairan

Kelarutan
larutan

solute

dalam

Faktor yang Mempengaruhi Kerja dari


Evaporator
dalam
Pembentukanke
rak
Pembentukan buih dan
percikan

Garam diperoleh dari air asin jenuh (merupakan contoh dari proses
pemurnian) dalam evaporator., contohnya proses pembuatan garam,
bahan baku garam dihasilkan dari air laut yang tentunya memiliki
kandungan air, sehingga garam akan dimasukkan ke dalam evapotor
dan dievaporasikan agar mengubah air menjadi uap dan dikeluarkan
sehingga yang tersisa hanya larutan mineral-mineral yang terdapat
dalam evaporator.

DRYING
(PENGERINGAN)

Drying (pengeringan) adalah pemisahan


sejumlah kecil air dari suatu bahan
sehingga mengurangi kandungan sisa
zat cair di dalam zat padat itu sampai
suatu nilai rendah yang dapat diterima,
menggunakan panas

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengeringan


1. Luas
Permukaan

2. Kecepatan Aliran Udara

3. Kelembapan Udara

4. Perbedaan Suhu dan Udara

5. Tekanan Udara

Sekitarnya

DRYER
(PENGERING)

Dryer merupakan alat dalam industri


kimia yang digunakan untuk melakukan
pengeringan pada suatu bahan tanpa
memanfaatkan energi matahari

TRAY DRYER
ROTARY DRYER
SPRAY DRYER
FLUIDIZED BED DRYER
VACUM DRYER
FLASH DRYER
FREEZE DRYER

TRAY DRYER
Pengering baki (tray dryer) disebut juga pengering rak
atau pengering kabinet, dapat digunakan untuk
mengeringkan padatan bergumpal atau pasta, yang
ditebarkan pada baki logam dengan ketebalan 10-100
mm.
Pengeringan jenis baki atau wadah adalah dengan
meletakkan material yang akan dikeringkan pada baki
yang lansung berhubungan dengan media pengering.
Cara perpindahan panas yang umum digunakan
adalah konveksi dan perpindahan panas secara
konduksi juga dimungkinkan dengan memanaskan baki
tersebut.

ROTARY
DRYER
Rotary dryer atau bisa
disebut drum dryer
merupakan alat
pengering berbentuk
sebuah drum yang
berputar secara kontinyu
yang dipanaskan dengan
tungku atau gasifier

PRINSIP KERJA ROTARY


DRYER
Proses pengeringan terjadi ketika bahan dimasukkan
ke dalam silinder yang berputar kemudian bersamaan
dengan itu aliran panas mengalir dan kontak dengan
bahan. Didalam drum yang berputar terjadi gerakan
pengangkatan bahan dan menjatuhkannya dari atas
ke bawah sehingga kumpulan bahan basah yang
menempel tersebut terpisah dan proses pengeringan
bisa berjalan lebih efektif

SPRAY
DRYER
Spray drying merupakan suatu proses
pengeringan untuk mengurangi kadar
air suatu bahan sehingga dihasilkan
produk berupa bubuk melalui
penguapan cairan.

PRINSIP KERJA SPRAY


DRYER

Prinsip dasar Spray drying adalah memperluas permukaan cairan yang akan dikeringkan dengan
cara pembentukan droplet yang selanjutnya dikontakkan dengan udara pengering yang panas.
Udara panas akan memberikan energi untuk proses penguapan dan menyerap uap air yang keluar
dari bahan.
Bahan (cairan) yang akan dikeringkan dilewatkan pada suatu nozzle (saringan bertekanan)
sehingga keluar dalam bentuk butiran (droplet) yang sangat halus. Butiran ini selanjutnya masuk
kedalam ruang pengering yang dilewati oleh aliran udara panas. Hasil pengeringan berupa bubuk
akan berkumpul dibagian bawah ruang pengering yang selanjutnya dialirkan ke bak penampung.

FLUIDIZED BED
DRYER
Fluidized bed dryer adalah sistem
pengeringan yang diperutukan
bagi bahan berbobot relatif
ringan, misalnya serbuk dan
ganular.

PRINSIP KERJA FLUIDIZED


BED DRYER
Prinsipnya bahan yang akan dikeringkan dialiri
dengan udara panas yang terkontrol dengan volume
dan tekanan tertentu, selanjutnya bagi bahan yang
telah kering karena bobotnya sudah lebih ringan akan
keluar dari ruang pengeringan menuju siklon untuk
ditangkap dan dipisahkan dari udara, namun bagi
bahan/material yang halus akan ditangkap oleh
pulsejet bag filter.

VACUM
DRYER

Vakum ialah proses


menghilangkan air dari
suatu bahan, bersama
dengan penggunaan
panas maka vakum dapat
menjadi suatu metode
pengeringan yang efektif.

FLASH
DRYER
Flash Dryer adalah sebuah instalasi
alat pengering yang digunakan untuk
mengeringkan adonan basah dengan
mendisintregasikan adonan tersebut
kedalam bentuk serbuk dan
mengeringkanya dengan mengalirkan
udara panas secara berkelanjutan.

FREEZE
DRYER
Freeze Dryer merupakan suatu alat
pengeringan dimana perpindahan terjadi
secara tidak langsung yaitu antara bahan
yang akan dikeringkan (bahan basah) dan
media pemanas terdapat dinding pembatas
sehingga air dalam bahan basah / lembab
yang menguap tidak terbawa bersama
media pemanas

PENUTUP

Evaporator adalah alat industri untuk


memekatkan larutan dengan jalan menguapkan
pelarutnya.Hasil utamanya adalah cairan dengan
konsentrasi yang lebih pekat.
Jenis jenis evaporator terdiri dari :
1. Evaporator berdasarkan banyak proses yaitu evaporator efek
tunggal (single effect) dan evaporator efek ganda/efek majemuk
2. Evaporator berdasarkan metode pemanasan yaitu Submerged
combustion .evaporator, Direct fired evaporator, dan Steam heated
evaporator
3. Evaporator berdasarkan bentuknya yaitu evaporator sirkulasi
alami/paksa (Forced Circulation Evaporators), evaporator film jatuh
(Falling Film Evaporator), evaporator film naik (Rising Film
Evaporator), evaporator plat (Plate Evaporator, horizontal-tabung
evaporator, dan vertical-tabung evaporator.

Pengeringan adalah pemisahan sejumlah kecil air dari


suatu bahan sehingga mengurangi kandungan sisa zat
cair di dalam zat padat itu sampai suatu nilai rendah
yang dapat diterima, menggunakan panas.
Faktor- faktor yang mempengaruhi pengeringan adalah
luas Permukaan, perbedaan suhu dan udara sekitar,
kecepatan aliran udara, tekanan udara dan kelembapan
udara.
Jenis-jenis dryer adalah tray dryer, rotary dryer, spray
dryer, freeze dryer, fluidized bed dryer, vacum dryer dan
flash dryer