Anda di halaman 1dari 18

BRONKOPNEUMONIA

dr.YUSNIAR
Peserta Wahana

Pendamping:
dr. Desmiyati Natalia
Adoe

Rote Ndao
Januari 2017
Definisi
Klasifikasi
Definisi
Etiologi
Gambaran
klinis
Anamnesis

Gambaran klinik ditemukan (Trias Bronkopneumonia) demam tinggi 39-40 0C,


sesak napas (Pernapasan >40 x/menit), napas cuping hidung (NCH),
pernapasan cepat dan dalam, ronkhi basah halus nyaring. Batuk kering pada
permulaan penyakit sampai produktif

Pemeriksaan fisik

inspeksi : perlu diperhatikan adanya tahipnue, dispnue, sianosis sekitar


hidung dan mulut, pernapasan cuping hidung, distensi abdomen, retraksi sela
iga, batuk semula nonproduktif menjadi produktif, serta nyeri dada pada
waktu menarik napas.
Palpasi : suara redup pada sisi yang sakit, hati mungkin membesar, fremitus
raba mungkin meningkat pada sisi yang sakit, dan nadi mungkin mengalami
peningkatan (tachicardia).
Pada perkusi toraks sering tidak dijumpai adanya kelainan.
Pada auskultasi mungkin hanya terdengar ronki basah gelembung halus
sampai sedang.
Pemeriksaan Penunjang
Radiologi

Pemeriksaan darah (darah lengkap perfier)


C-reaktif protein (CRP)
Uji serologis
Pemeriksaan Mikrobiologik
Penatalaksanaan

Kriteria Rawat Inap (Bayi) Kriteria Rawat Inap (Anak)


Saturasi oksigen <92%, Saturasi oksigen <92%,
sianosis sianosis
Frekuensi napas Frekuensi napas >50
>60x/menit
x/menit
Distres pernapasan,
Distres pernapasan
apnea intermiten, atau
grunting Grunting
Tidak mau minum Terdapat tanda dehidrasi
(menyusu) Keluarga tidak bisa
Keluarga tidak bisa merawat di rumah
merawat di rumah.
Tatalaksana umum
Pasien dengan saturasi oksigen <92% pada saat bernapas
dengan udara kamar harus diberi terapi oksigen dengan kanul
nasal, head box, atau sungkup untuk mempertahankan
saturasi oksigen >92%8.
Pada pneumonia berat atau asupan per oral kurang, diberikan
cairan intravena dan dilakukan balans cairan ketat.
Fisioterapi dada tidak bermanfaat dan tidak
direkomendasikan untuk anak dengan pneumonia.
Antipiretik dan analgetik dapat diberikan untuk menjaga
kenyamanan pasien dan mengontrol batuk.
Nebulisasi dengan 2 agonis dan atau Nacl dapat diberikan
untuk memperbaiki mucocilliary clearance.
Pasien yang mendapatkan terapi oksigen harus diobservasi
setidaknya setiap 4 jam sekali, termasuk pemeriksaan
saturasi oksigen.
Pemberian Antibiotik
Amoksisilin merupakan pilihan pertama untuk antibiotik oral pada anak
<5 tahun karena efektif melawan sebagian besar patogen yang
menyebabkan pneumonia pada anak, ditoleransi dengan baik, dan
murah. Alternatifnya adalah co-amoxiclav, ceflacor, eritromisin,
claritomisin, dan azirtomisin
M. Pneumoniae lebih sering terjadi pada anak yang lebih tua maka
antibiotik golongan makrolid diberikan sebagai pilihan pertama secara
empiris pada anak >5 tahun
Makrolid diberikan jika M.pneumoniae atau C. Pneumonia dicurigai
sebagai penyebab.
Amoksisilin diberikan sebagai pilihan pertama jika S. Pneumonia sangat
mungkin sebagai penyebab.
Jika S. aureus dicurigai sebagai penyebab, diberikan makrolid atau
kombinasi flucloxacillin dengan amoksisilin
Antibiotik intravena yang dianjurkan pada pasien pneumonia yang tidak
dapat menerima obat per oral (misal karena muntah) atau termasuk
dalam derajat pneumonia berat.
Antibiotik intravena yang dianjurkan adalah Ampisilin dan
kloramfenikol, co-amoxiclav, ceftriaxone, cefuroxime, dan cefotaxime
Pemberian antibiotik oral harus dipertimbangkan jika terdapat
perbaikan setelah mendapat antibiotik intravena.
Antibiotik untuk community acquired pneumonia:
Neonatus 2 bulan: Ampisilin + gentamisin
> 2 bulan
Lini pertama Ampisilin bila dalam 3 hari tidak ada
perbaikan dapat ditambahkan kloramfenikol
Lini kedua seftriakson
Bila klinis perbaikan antibiotik intravena dapat diganti
preparat oral dengan antibiotik intravena sebelumnya.

Anti biotik sesuai dengan hasil biakan atau berikan:


Untuk kasus bronkopneumonia community base:
Ampicilin 100mg/kgBB/hari dalam 4 hari pemberian.
Chloramfenikol 75 mg/kgBB/hari dalam 4 kali pemberian.
Untuk kasus bronkopneumonia hospital base:
Cefotaxim 100mg/kgBB/Hari dalam 2 kali pemberian.
Amikasin 10-15mg/kgBB/Hari dalam 2 kali pemberian.
Kriteria Pulang

Gejala dan tanda pneumonia menghilang


Asupan per oral adekuat
Pemberian antibiotik dapat diteruskan dirumah
(per oral)
Keluarga mengerti dan setuju untuk pemberian
terapi dan rencana kontrol
Kondisi rumah memungkinkan untuk perawatan
lanjutan di rumah.
Terima
Kasih....