Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Teknologi identifikasi odor (bau) pada manusia merupakan peralatan yang
dirancang untuk mengganti fungsi serta mengatasi keterbatasan sistem penciuman
manusia.(ITS) Anjing sebagai hewan yang sering digunakan sebagai pelacak dan
dapat dilatih mengidentifikasi bau manusia memiliki keterbatasan seperti jumlah
anjing yang dapat dilatih terbatas, harganya mahal, dan keterbatasan waktu kerja dari
anjing sehingga ini memotivasi kebutuhan untuk mengembangkan instrumen deteksi
bau yang dapat beroperasi 24 jam sehari sesuai kebutuhan, dan memiliki kemampuan
untuk memberikan deteksi yang jelas, direproduksi, dan dapat diandalkan dan
identifikasi bau manusia pada tingkat hidung anjing(JFS)
Teknologi odor pada manusia ini telah menarik perhatian karena dapat
diaplikasikan dalam beberapa bidang seperti biometrik, investigasi kriminal dan
forensik, pencarian korban di bawah reruntuhan dan skrining keamanan. Profil kimia
bau manusia dipengaruhi oleh stress seseorang, yang dapat digunakan untuk
mendeteksi penipuan seperti dalam skrining keamanan. Selain itu, komponen kimia
dalam bau seseorang ditentukan oleh kondisi kesehatan dan dapat dimanfaatkan
untuk diagnosa penyakit. Selain itu, deteksi bau manusia bisa memiliki aplikasi
potensial dalam membantu petugas dalam mencari korban di bawah reruntuhan
setelah bencana seperti gempa bumi atau bangunan runtuh.
Meskipun saat ini belum ada alat yang bisa menggantikan sensitivitas dan
spesifisitas dari hidung anjing terlatih dengan baik, kemajuan teknologi identifikasi
odor pada manusia telah dibuat untuk mencapai identifikasi yang maksimal.