Anda di halaman 1dari 40

Oleh:

Ns. I.A. Ningrat Pangruating Diyu,S.Kep


KONSEP DASAR
TIMBULNYA MASALAH GIZI (1)
MASALAH GIZI ADALAH MASALAH
KESEHATAN
PENYEBABNYA MULTI FAKTOR YANG
TERKAIT SATU DENGAN LAINNYA
PENDEKATAN PENANGGULANGANNYA
MULTI SEKTOR
MASALAH GIZI SERING DIKAITKAN
DENGAN MASALAH KEKURANGAN
PANGAN
PEMECAHANNYA TIDAK SELALU DENGAN
PENINGKATAN PRODUKSI PANGAN DAN
ATAUPUN DENGAN PENGADAAN PANGAN
KONSEP DASAR
TIMBULNYA MASALAH GIZI (2)

MASALAH GIZI PADA KASUS-KASUS TERTENTU


(KRISIS EKONOMI, BENCANA ALAM DSB.)
ADALAH MASALAH KETAHAN PANGAN
DITINGKAT KELUARGA
MASALAH GIZI YG UMUM DIJUMPAI DINEGARA
BERKEMBANG TERMASUK INDONESIA ADALAH
KEP, GAKY, KVA, ANEMIA GIZI BESI (AGB) DAN
MASALAH OBESITAS TERUTAMA
DIPERKOTAAN.
DIDUGA PULA TERDAPAT MASALAH GIZI
MIKRO SPT. KEKURANGAN ZINK DLL.
MASALAH GIZI DALAM KAITANNYA DENGAN
HOST,AGENT DAN ENVR
Suatu penyakit dapat timbul karena
tidak seimbangnya berbagai faktor a.l.
faktor sumber penyakit (agent), pejamu
(host) dan lingkungan ( envr).
Disebut pula dengan Istilah penyebab
majemuk (multiple causation of
diseases)
Sebagai lawan dari istilah diatas adalah
penyebab tunggal ( single causation )
A. AGENT PENYAKIT
PENYAKIT YANG DIAKIBATKAN
OLEH KEKURANGAN ATAU KELEBIHAN ZAT
GIZI
N Penyakit Penyebab
o
1. KEP Kekurangan Energi dan
Protein
2. Anemia Gizi Zat besi (Fe), protein, Vit.B
dan C, dan asam folat.
3. Agular Kekurangan Riboflavin
stomatitis
4. Keratomalasia Kekurangan Vit. A
5. Rakhitis Kekurangan Vit. D
AGENT PENYAKIT
PENYAKIT YANG DIAKIBATKAN
OLEH KEKURANGAN ATAU KELEBIHAN ZAT GIZI

6. Skorbut/Sariaw Kekurangan Vit. C


an
7. Gondok Kekurangan Iodium
8. Kanker hati Toxin yg ada dlm mkn-
an : aflatoxin
9. Beri-Beri Kekurangan Vit. B
10 Peny. Jantung Kelebihan
. Korn. lemak/kolesterol
Kimia dari luar
Kimia dari dalam
Faktor faali
Genetis
Faktor psikis
Tenaga dan kekuatan fisik
Faktor biologis dan parasit
B. HOST
o Genetik
o Umur
o Jenkel
o Imun
o Kebiasaan
o Pekerjaan
LINGKUNGAN/ ENVNT
FISIK : LINGKUNGAN
Tanah SOSIAL EKONOMI :
Cuaca / iklim Pekerjaan
Air
Urbanisasi
BIOLOGIS : Perkembangan
Ekonomi
Masalah
Kependudukan Bencana Alam
Sumber Makanan Dan lain-lain
Tumbuh-tumbuhan
dan Hewan
Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya
masalah gizi (Call and Levinson,1971)
Status Gizi dipengaruhi oleh :
1.Konsumsi makanan , dipengaruhi oleh :
a. Zat Gizi dlm makanan
b. Ada tidaknya program pemberian makanan di
luar keluarga
c. Kebiasaan Makan
2. Kesehatan dipengaruhi oleh:
a. Daya beli keluarga
b. Kebiasaan Makan
c. Pemeliharaan Kesehatan
d. Lingkungan Fisik dan Sosial
Patogenesis penyakit gizi kurang melalui 5
tahap :
1.Ketidakcukupan zat gizi
Apabila ketidakcukupan zat gizi ini
berlangsung lama maka persediaan/cadangan
jaringan akan digunakan untuk memenuhi
ketidakcukupan itu
2.Apabila hal ini berlangsung lama maka akan
terjadi kemerosotan jaringan yang ditandai
dengan penurunan BB
3.Terjadi perubahan biokimia yang dapat
dideteksi dengan pemeriksaan laboratorium
4. Terjadi perubahan fungsi yang
ditandai dengan tanda yang khas
5. Terjadi perubahan anatomi yang
dapat dilihat dari munculnya tanda
klasik.
Kurang Energi Protein (KEP)
KEP adalah keadaan kurang gizi yang
disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi
dan protein dalam makanan sehari-hari
sehingga tidak memenuhi angka kecukupan
gizi.
KEP Ringan > 80-90 % BB ideal thp TB
KEP Sedang > 70-80% BB ideal thp TB
KEP Berat < 70 % ideal thp TB
Tanda-tanda klinis
Marasmus
1. Anak tampak sangat kurus, tinggal tulang
terbungkus kulit
2. Wajah seperti orang tua
3. Cengeng, rewel
4. Kulit keriput, jaringan lemak subkutis
sedikit
5. sering disertai diare atau infeksi
6. Tekanan darah, detak jantung dan
pernapasan berkurang
Tanda-tanda klinis

Kwahiorkor
1. Oedem umumnya seluruh tubuh
2. Wajah bulat dan sembab
3. hipertropi otot
4. Perubahan status mental : Cengeng,
rewel, apatis
5. rambut rontok
Tanda-tanda klinis

6. Pembesaran hati
7. Sering disertai infeksi, anemia dan
diare/mencret
8. Rambut berwarna kusam dan mudah
dicabut
9. Gangguan kulit berupa bercak merah
yang meluas dan berubah menjadi
hitam terkelupas ( crazy pavement
dermatosis)
10. Pandangan mata anak tampak sayu
Marasmus-kwashiorkor
Tanda-tanda nya adalah gabungan dari
tanda-tanda yang ada pada marasmus
dan kwashiorkor yang ada

Metode penentuan KEP perlu dilakukan


pemeriksaan thd organ :
- Kulit seluruh tubuh terutama wajah,
tangan dan kaki
- Otot-otot
- Rambut,mata,hati, muka dan gerakan
motorik
Anemia
Anemia adalah keadaan dimanan kadar
haemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari
normal yang berbeda setiap kelompok umur
dan jenis kelamin
Cut off point ( ambang batas) anemia :
1. bayi/balita : 11,0 g/dl
2. Anak Usia sekolah : 12,0 g/dl
3. Wanita dewasa : 12,0 g/ dl
4. laki-laki dewasa : 13 g/dl
5. Ibu Hamil : 11 g/dl
6. Ibu Menyusui > 3 bln: 12 g/dl
Penyebab anemia
Perdarahan
Pembedahan
Persalinan
Hemoroid
Ulkus peptikum
Kanker
Menstruasi
Kurang pembentukan SDM(zat besi, B12,as.
Folat, vit C)
Peningkatan penghancuran SDM (sel sabit,
autoimun)
TANDA-TANDA KLINIS
Tanda-tanda yang dpt dilihat :
1. lelah,letih,lemah,lesu,lalai
2. bibir tampak pucat
3. nafas pendek
4. lidah licin
5. denyut jantung meningkat
7. Napsu makan berkurang
8. kadang-kadang pusing
9. Mudah mengantuk
GAKY
Gangguan akibat kekurangan yodium
(GAKY) adalah rangkaian kekurangan
yodium pada tumbuh kembang manusia
Spektrum seluruhnya terdiri dari gondok
dalam berbagai stadium, kretin endemik
yang ditandai terutama gangguan mental,
gangguan pendengaran, gangguan
pertumbuhan pada anak dan dewasa, kadar
hormon rendah, angka kematian bayi
meningkat
Intake harian u/ dewasa 100 -150 g/gr
GAKY
Untuk mengetahui besarnya masalah GAKY
pada masyarakat dilakukan survei (palpasi)
pada anak usia sekolah ( 6-12 tahun)
Selain itu ada cara lain yaitu dengan
melakukan pemeriksaan kadar Tyroid
Stimulating Hormone (TSH) dlm darah) dan
mengukur ekskresi yodium dlm urine
GAKY
Defisiensi Yodium merupakan penyebab dominan
gondok endemik
Tingkat keparahan gondok endemik yang
disebabkan defisiensi Yodium diklasifikasikan
menurut ekskresi iodium dalam urine (g/gr
kreatinin) yaitu ;
Tahap 1 : rata-rata 5 g/gr kreatinin
didalam urine
Pada tahap ini suply hormon tyroid
cukup untuk perkembangan fisik dan
mental yang normal
GAKY
Tahap 2 : rata-rata 25-50 g/gr kreatinin
didalam urine
Pada tahap ini sudah mengarah
hipertiroidisme tetapi blm kretinisme
Tahap 3 : rata-rata 25 g/gr kreatinin di
dalam urine
Pada tahap ini memiliki resiko
kretinisme
Klasifikasi pembesaran gondok dpt dibedakan
1. Grade O ; Normal
Dngan pemeriksaan tdk terlihat baik datar
maupun tengadah maksimal dan dgn palpasi tdk
teraba
2. Grade IA
kelenjar gondok tdk terlihat baik datar maupun
penderita tengadah maksimal dan palpasi teraba
lebih besar dari ruas ruas terakhir ibu jari
penderita
3. Grade IB
Kelenjar gondok dengan inspeksi datar tidak
terlihat ttp terlihat dg tengadah maksimal
4. Grade II
Kelenjar gondok dengan inspeksi terlihat
dalam posisi datar dan dengan palpasi
teraba lebih besar dari grade IB
5. Grade III
kelenjar gondok cukup besar, dpt terlihat
pada jarak 6 meter atau lebih
Kva (kekurangan vitamin a)
Penyakit mata yang diakibatkan kekurangan
vitamin A disebut xerophtalmia
Umumnya terjadi pada anak balita umur 2-3
th
Penyebab
konsumsi vit A kurang
Tidak berikan ASI eksklusif
Gangguan penyerapan vit A (diare, pankreas)
Kerusakan hati
Tanda gejala
Kulit kering
Bersisik seperti ikan
Lebih cpt muncul pd anak dng ISPA, diare
Klasifikasi KVA
1.XN : Buta senja (night blindness only)
2.X1A : Konjungtiva mengering
( Conjungtiva xerosis) yaitu bterdapat
satu atau lebih bintik-bintik konjungtiva
yang kering dan tdk dpt dibasahi
3.X1B : bercak bitot dan konjungtiva
mengering (bitot spot + conjunctiva
xerosis) adalah suatu bentukan yang
berwarna abu-abu kekuningan yang
bentuknya seperti sabun
4. X2 : Korneo mengering (cornea xerosis)
Keadaan kekurangan vit A yang makin parah,
bintik-bintik luka menjadi tambah padat dan
tersebar ke atas dan mungkin meliputi seluruh
kornea. Kornea pada kondisi ini memiliki upa
yang kering berkabut jika diuji dg lampu
5. X3A : Ulserasi kornea + kernea mengering
Kornea mengering yang mengakibatkan
kehilangan frank epithelial dan ulserasi stroma
baik dg ketebalan sebagaian atau seluruhnya
6. X3B : Keratomalasia
Semua kornea dan konjungtiva menjadi satu
menebal shg kadang-kadang bola mata
menjadi rusak bentuknya
7. XS : Parut Kornea (cornea scars ) akibat
sembuh dari luka
8. XF : Xerophtalmia fundus
terjadi noda-noda putih yang menyebar di
seluruh fundus.
Sumber vitamin A
Sayur
Buah
Hati
Ikan
Telur
Susu sapi
ASI
Masalah gizi global
Di dalam era globalisasi sekarang dimana
terjadi perubahan gaya hidup dan pola makan,
Indonesia menghadapi masalah gizi ganda.
Di satu pihak masalah kurang gizi yaitu: gizi
buruk, anemia, Gangguan Akibat Kurang
Yodium (GAKY) dan Kurang Vitamin A (KVA)
masih merupakan kendala yang harus
ditanggulangi, namun masalah gizi lebih
cenderung meningkat terutama di kota-kota
besar..