SISTEM RESPIRASI
Nama : Mulia dalimunte
Nim : 4153341031
Pernapasan (respirasi) adalah
peristiwa menghirup udara dari luar yang
mengandung O2 (oksigen) ke dalam
tubuh serta menghembuskan udara yang
banyak mengandung CO2
(karbondioksida) sebagai sisa dari
oksidasi keluar tubuh. Penghisapan ini
disebut inspirasi dan menghembuskan
disebut ekspirasi.Syaifuddin, 2006:
192
Alat alat pernapasan pada manusia
Rongga Hidung
(Cavum Nasalis)
Faring
(Tenggorokan)
Batang
Tenggorokan
(Trakea)
Pangkal
Tenggorokan
(laring)
Cabang Batang
Tenggorokan
(Bronkus)
Paru-paru
( Syaifuddin, 1996:88)
(Pulmo
Hidung
Cavitas Nasal adalah sepasang ruang pada
tulang wajah dari tengkorak
Udara masuk melalui hidung ke dalam
cavitas nasalis
Hidung dibuat oleh lima buah tulang rawan
yang besar
Rambut hidung tumbuh untuk menyaring
udara
Tulang maxila dan palatine membentuk
dasar cavitas nasalis
Atap hidung dibentuk oleh Os.Ethmoideus
dan Sphenoid
Hidung
Dinding lateral dibentuk oleh maxilla, palatine dan
lacrimal
Di dalam hidung ada lubang yang menghubungkan
hidung dengan telinga yaitu meatus
Pharink
Pharink adalah penghubung hidung dengan larink
dan trakea
Terdiri dari Choanae, Nasopharink, Oropharik,
dan laringopharink
Terdapat tuba estachian yaitu saluran yang
menghubungkan saluran pernafasan dengan
saluran pendengaran
Oropharink adalah persimpangan saluran
pernafasan dan pencernaan
Dibentuk oleh tulang rawan
LHARINK
Merupakan organ bunyi karena terdapat pita
suara
Terdapat epiglotis dan glotis
Dibentuk oleh 9 tulang rawan otot dan
ligamen
Tulang rawan yang tidak berpasangan adalah
throid cartilage (Adams Apple) dan cricoid
cartilago
Yang berpasangan Arytenoid cartilago,
corniculate, cuneiform
Trakea
Penghubung antara Lharink dengan paru
Berbentuk tabung 2 X 11 cm terletak dileher
di bawah Lharink dan di depan osophagus
dan C6 sampai thorax dan mediastenum
Terbentuk oleh 16-20 hyalen cartilage yang
berfungsi sebagai alat penahan agar saluran
pernafasan tetap terbuka dan dilindungi oleh
jaringan kolagen berbentuk spiral dan
diperkuat oleh otot polos
Terdapat pusat produksi cairan mukosa untuk
saluran pernafasan yaitu sel goblet dan sel
silia
ORGAN PARU
Sepasang organ yang merupakan kumpulan alveoli
Terdapat pada rongga dada disamping
mediastenum dan dibatasi oleh pleural caviti
Paru Kanan
Terdiri dari 3 lobus
Paru Kiri Terdiri dari 2 lubus
Organ Paru dibungkus oleh lapisan
Membrana serosa (serous membrane) yang
dinamakan Pleura.
Pleura visceralis
Membungkus seluruh lapisan permukaan
paru
Pleura parietalis
Membatasi Mediastinum Diafragma
Dinding Thorax
Rongga pleura yang berisi cairan pleura
Anatomi Paru
1.Lobus Paru
2.fissura antar lobus
3.Ventrikel kanan
4.Basis Jantung
5.Ventrikel kiri
6.A.Carotis
7.Trachea
8.Arcus aorta
9.Pleura
Organ Paru
Organ Paru berisi susunan jaringan bronchial untuk
memungkinkan terjadinya proses pernafasan.
Susunan bronchus:
Bronchus primer
Bronchus sekunder
Bronchus tertiair
Bronchiolus
Bronchiolus terminal
Jaringan Trachea hingga Bronchial dibungkus oleh
jaringan Cartilage sebagai alat penahan agar saluran
pernafasan tetap terbuka. Dinding Bronchiolus terdiri
dari otot polos untuk keperluan pengaturan jalannya
udara dan kestabilan temperatur udara. Pada setiap akhir
dari percabangan bronchus terminalis terdapat
gelembung2 Alveolus yaitu tempat dimana pertukaran gas
CO2 dan O2 akan terjadi.
Bronchus
Merupakan cabang utama perjalanan
pernafasan menuju paru-paru
Terdiri atas primer, sekunder, dan tertier
dengan diameter mulai 1.5 cm sampai
dengan 1 mm
Membuat paru terbagi menjadi 3 lobus
kanan dan 2 lobus kiri serta 10 segmen
kanan dan 9 segmen kiri
Bronchus dibentuk oleh tulang rawan, otot
dan epitelum
Broncheolus
Bronchus dengan diameter lebih kecil dari 1 mm
Terbentuk oleh jaringan epitelum
Dinding bronchiolus terdiri dari otot polos yang
berfungsi untuk keperluan pengaturan jalanya udara
dan kestabilan temperatur udara
Berakhir pada terminal broncheolus. Akhir
percabangannya banyak terdapat gelembung-
gelembung alveolus yang merupakan tempat
pertukaran gas CO2 dengan O2
Bronchus dan Broncheulus
Alveoli
Organ saluran pernafasan terkecil dengan diameter 1 mm
Di bungkus oleh pembuluh darah kapiler, dimana darah
yang mengandung CO2 akan dipertukarkan dengan gas O2
dari udara yang diserap
Struktur alveolus terdiri dari 3 pembungkus sel :
Simple squamous epithelium
Alveolar macrophage (dust cell type I)
Surfactant secreting cell (dust cell type II)
Alveoli bergabung dalam satu sakus satu duktus
bronchus respiratori lobus pulmonalis
Acinus kumpulan duktus dalam lobus
Alveolus
Respirasi dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu :
Respirasi Luar yang merupakan
pertukaran antara O2 dan CO2
antara darah dan udara.
Respirasi Dalam yang merupakan
pertukaran O2 dan CO2 dari aliran
darah ke sel-sel tubuh.
Dalam mengambil nafas ke dalam tubuh
dan membuang napas ke udara dilakukan
dengan dua cara pernapasan, yaitu
Respirasi / Pernapasan Dada
Otot antar tulang rusuk luar berkontraksi atau mengerut
Tulang rusuk terangkat ke atas
Rongga dada membesar yang mengakibatkan tekanan
udara dalam dada kecil sehingga udara masuk ke dalam
badan.
Respirasi / Pernapasan Perut
Otot difragma pada perut mengalami kontraksi
Diafragma datar
Volume rongga dada menjadi besar yang
mengakibatkan tekanan udara pada dada mengecil
sehingga udara pasuk ke paru-paru.
Mekanisme Pernapasan
Terjadi saat sadar
dan tidak sadar
Inspirasi dan
ekspirasi
Berdasarkan cara
melakukan inspirasi
dan ekspirasi dan
tempat terjadinya:
1. Pernapasan
dada
2. Pernapasan
perut
Pernapasan dada
Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang
rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
A.Fase inspirasi.
Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk
rusuk naik terangkat Terangkatr
rongga dada membesar tekanan udara di
rongga kevil
Akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih
kecil daripada tekanan di luar udara luar
yang kaya oksigen masuk.
(Expirasi ) Begitu sebaliknya
2.Fase ekspirasi.
Fase ini merupakan fase relaksasi atau
kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi
semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk
sehingga rongga dada menjadi kecil.Sebagai
Mekanisme pernapasan
dada
Pernapasan Perut
Pernapasan perut
merupakan pernapasan
yang mekanismenya
melibatkan aktifitas
otot-otot diafragma
yang membatasi Mekanisme pernapasan perut
rongga perut dan
rongga dada.
Udara Pernafasan
Dalam keadaan normal, volume udara paru-paru
manusia mencapai 4500 cc. Udara ini dikenal
sebagai kapasitas total udara pernapasan
manusia.
Walaupun demikian, kapasitas vital udara yang
digunakan dalam proses bernapas mencapai
3500 cc, yang 1000 cc merupakan sisa udara
yang tidak dapat digunakan tetapi senantiasa
mengisi bagian paru-paru sebagai residu atau
udara sisa. Kapasitas vital adalah jumlah udara
maksimun yang dapat dikeluarkan seseorang
setelah mengisi paru-parunya secara maksimum.
VOLUME & KAPASITAS PARU-
PARU
Setiap orang berbeda
Tergantung pada ukuran paru-paru,
kekuatan bernapas, cara bernapas
Volume paru-paru orang dewasa: 5-6
liter, terdiri dari:
Volume tidal (VT)
Volume cadangan inspirasi (VCI)
Volume cadangan ekspirasi (VCE)
Volume residu (VR)
VOLUME & KAPASITAS
PARU-PARU
Volume tidal (VT): volume udara
hasil inspirasi/ekspirasi pada setiap
kali bernapas normal, 500cc/ml
pada rata-rata orang dewasa muda
Volume cadangan inspirasi (VCI):
volume udara ekstra yang dapat
diinspirasi setelah volume tidal,
mencapai 3000cc/ml
VOLUME & KAPASITAS
PARU-PARU
Volume cadangan ekspirasi
(VCE): volume udara yang masih
dapat diekspirasi kuat pada akhir
ekspirasi normal, mencapai
1100cc/ml
Volume residu (VR): volume udara
yang masih tetap berada dalam
paru-paru setelah ekspirasi kuat,
sebanyak 1200cc/ml
VOLUME & KAPASITAS
PARU-PARU
Kapasitas Inspirasi (KI)= VT+VCI
Kapasitas residu fungsional
(KRF)= VCE+VR
Kapasitas vital (KV)=
VCI+VT+VCE
Kapasitas total paru-paru=
KV+VR
Spirometri: metode yang digunakan
untuk mencatat volume udara yang
masuk dan keluar dari paru-paru
VOLUME & KAPASITAS
PARU-PARU
FREKUENSI PERNAPASAN
Cepat lambat melakukan pernapasa dipengaruhi oleh:
Faktor Fisik
1. Umur
2. Jenis kelamin
3. Suhu tubuh
4. Posisi tubuh
.Faktor Psikologi
. Emosi.
. Perasaan
. Kejiwaan.Kestabilan Rohani.Volume udara pernapasan
pada manusia.Ukuran paru-paru.Kekuatan
bernapas.Cara bernapas
(Tjandra Yoga Aditama,Kompas.co.id:2005)
MEKANISME PERTUKARAN O2 &
CO2
Kebutuhan normal oksigen per hari :
300 cc, kecuali dalam keadaan
tertentu
Difusi sederhana: gerakan molekul-
molekul secara bebas melalui
membran sel dari
konsentrasi/tekanan tinggi ke
konsentrasi/tekanan rendah
Di alveolus dan di sel jaringan tubuh
MEKANISME PERTUKARAN O2 &
CO2
Pertukaran O dan CO di alveolus :
2 2
HbCO2 Hb + CO2
O2 + Hb HbO2 (oksihemoglobin)
H+ + HCO3- H2CO3 H2O + CO2
Pertukaran O dan CO di jaringan :
2 2
HbO2 O2 + Hb
Hb + CO2 HbCO2
H2O + CO2 H2CO3 H+ + HCO3-
Penggunaan O2 oleh jaringan
C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O + ATP
MEKANISME PERTUKARAN O2 &
CO2
Reaksi reversibel antara oksigen dan
hemoglobin.
MEKANISME PERTUKARAN O2 DAN
CO2
MEKANISME PERTUKARAN O2 DAN
CO2
MEKANISME PERTUKARAN O2 DAN
CO2
KELAINAN DAN PENYAKIT
Faringitis: radang faring, nyeri saat
menelan, kerongkongan terasa kering,
infeksi bakteri atau virus, rokok
Pneumonia: peradangan paru-paru,
alveolus berisi cairan dan eritrosit yang
berlebihan. Infeksi alveolus (membran
paru-paru mengalami peradangan dan
berlubang-lubang) menyebabkan cairan
dan eritrosit masuk ke alveolus. Infeksi
disebarkan oleh bakteri dari alveolus ke
alveolus lain, dapat meluas ke lobus lain
bahkan seluruh paru-paru
KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM
RESPIRASI MANUSIA
Faringitis (peradangan pada faring)
Pneumonia (peradangan paru-paru)
Emfisema (udara berlebihan di paru-
paru)
Asma (kontraksi kaku dari
bronkeolus/hipersensitivitas
bronkiolus)
TBC (paru-paru dan tulang siserang
oleh bakteri Mycobacterium
tuberculosis)
DAFTAR PUSTAKA
Syaifuddin, 2006.Anatomi dan Fisiologi
untuk Mahasiswa Keperawatan. Jakarta:EGC.
Tjandra YogaAditama.2005. Frekuens
Pernapasan.(www.kompas.co.id), diakses
tanggal 17 April 2013.
Tabrani. 1996.Ilmu Penyakit Paru. Jakarta :
Hipokrates.
Algasaff, H.2005.Dasar-dasar Ilmu Penyakit
Paru. Surabaya: AirlanggaUniversity Press.