Anda di halaman 1dari 27

DISRITMIA

VENTRIKEL
ANLIDYA PERMATASARI GUNAWIJAYA
KARAKTERISTIK

Ritme yang berasal dari ventrikel memiliki karakteristik:


1. Kompleks QRS lebar dan bizzare
2. Gelombang T mengarah ke arah yang berlawanan
dengan kompleks QRS
3. Kompleks QRS berkaitan dengan gelombang P, bila
terlihat
KLASIFIKASI

Premature Ventricular
Long QT Syndrome
Contraction
Accelerated Ventricular
Rhytm Short QT Syndrome

Ventricular Tachycardia Brugada Syndrome

Ventricular Fibrilation
PREMATURE VENTRICULAR
CONTRACTION
Premature Ventricular Contraction (PVC)

~ ventricular extrasystole
Jarang pada anak
Bisa unifokal atau multifokal
Menghilang saat aktivitas berat/olahraga
Bisa terjadi pada 50-70% anak dengan jantung normal PVC
unifokal atau menghilang saat olahraga benign
Biasanya asimtomatis; dapat pula terasa penuh di dada, pusing,
merasa heart skip, kemudian diiringi dengan denyut yang keras

ETIOLOGI: Miokarditis, kardiomiopati (dilatasi atau hipertrofi), long QT


syndrome, penyakit jantung bawaan dan didapat), obat: katekolamin,
teofilin, kafein, amfetamin, toksisitas digitalis.
Gelombang P tidak ada, QRS lebar >
0,10 detik, bizzare

Ventricular bigeminy: Kompleks QRS abnormal Couplets: Dua kompleks QRS abnormal
muncul selang-seling dengan kompleks QRS muncul beriringan
normal

Ventricular trigeminy: Satu kompleks QRS Triplets: Tiga kompleks QRS abnormal
abnormal berpasangan dengan dua kompleks QRS muncul beriringan
Uniform (monomorfik atau unifokal)

Multiform (polimorfik atau multifokal)


ACCELERATED
VENTRICULAR RHYTM
Accelerated Ventricular Rhytm

~ slow VT, idioventricular tachycardia, slow ventricular rhythm,


nonparoxysmal VT
Kompleks QRS lebar dengan durasi yang singkat
Laju jantung biasanya 120 kali per menit pada anak dan
140-180 kali per menit pada bayi. Laju jantung yang
membedakan dengan VT (>120 kali per menit)
Morfologi QRS sesuai dengan pola LBBB
Biasanya
ETIOLOGI: isolated finding
Berhubungan dengan PJB, miokarditis, toksisitas digitalis,
hipertensi, kardiomiopati, abnormalitas metabolik, post operasi.

MEKANISME: belum diketahui; fokus ventrikel ektopik dapat


meningkatkan laju jantung hingga melampaui laju sinus.
Benign
Tidak memerlukan terapi antiaritmia
Follow up monitor Holter biasanya menunjukkan resolusi spontan dari AVR
VENTRICULAR
TACHYCARDIA
Ventricular Tachycardia

Gabungan tiga atau lebih PVC dengan laju jantung 120-


200 kali per menit
Gelombang P dapat terlihat atau tidak. Kompleks QRS
lebar dan bizzare (>120 ms), reguler. Gelombang T
mengarah ke arah yang berlawanan dengan QRS.
Berlangsung kurang dari 30 detik dan berhenti sendiri
nonsustained
Bila berlangsung lebih dari 30 detik sustained tatalaksana
Sebagian besar asimtomatik. Gejala: pucat, lemas, palpitasi,
ETIOLOGI:
feeding
Penyakit intolerance
jantung bawaan,(bayi)
miokarditis, kardiomyopati, infark
miokardium, hipertensi pulmonal, hipoksia, asidosis, imbalans
elektrolit, obat: katekolamin, digitalis, kokain, organofosfat,
Monomorfik

Polimorfik Torsades de pointes


Bidirectional VT: bentuk spesifik VT polimorfik dimana axis QRS
berganti-ganti
VENTRICULAR
FIBRILATION
Ventricular Fibrilation

Gelombang tidak teratur dan bizzare, detak jantung cepat


dan ireguler, gelombang P dan kompleks QRS sulit
diidentifikasi, baseline tidak teratur.
Aktivitas serat otot jantung yang tidak terkoordinasi tremor
jantung, pulseless henti jantung
Merupakan degenerasi dari VT terminal arrhythmia
kegagalan sirkulasi dalam hitungan detik
Manifestasi: sinkop, pulselessness, tekanan darah tidak terukur
ETIOLOGI:
~ ventricular tachycardia Penyakit jantung bawaan, miokarditis,
kardiomyopati, infark miokardium, hipertensi pulmonal, hipoksia,
asidosis, imbalans elektrolit, obat: katekolamin, digitalis, kokain,
LONG QT SYNDROME
Long QT Syndrome

Kelainan repolarisasi miokardium pemanjangan interval QT


berhubungan dengan aritmia ventrikel, khususnya torsades de
pointes sudden death
Manifestasi klinis: sinkop, kejang, henti jantung, palpitasi
sebagian besar terjadi saat olahraga atau peningkatan emosi;
riwayat keluarga sudden death
Tidak terdapat kelainan anatomi jantung
ETIOLOGI:
1. Kongenital: Jervell and Lange-Nielsen syndrome, Romano-Ward
syndrome, Anderson-Tawil syndrome, Timothy syndrome
2. Didapat: imbalans elektrolit (hipokalemia, hipokalsemia,
hipomagnesemia), antibiotik (makrolid, cotrimoxazole), antiaritmia
Long QT Syndrome
Pemanjangan interval QT dengan interval QTc lebih dari
0,46 detik (batas atas 0,44 detik). Morfologi gelombang T
bisa abnormal (bifid, difasik, atau notched).
Dinilai di lead II (gelombang Q jelas terlihat), atau lead
V1, V3, V5 (gelombang T jelas terlihat
Bisa dida[atkan bradikardia (20%), blok AV derajat 2, PVC
multiform, VT (10-20%) faktor risiko sudden death

Rumus Bazett
SHORT QT SYNDROME
Short QT Syndrome

QTc sangat singkat (0,3 detik), interval QT tidak berubah


seiring perubahan HR, segmen ST pendek, gelombang T
tajam
Kelainan yang baru ditemukan, jarang terjadi pada anak
Manifestasi klinis: palpitasi, sinkop, henti jantung (lebih sering
saat istirahat atau tidur); riwayat keluarga sudden death
BRUGADA SYNDROME
Brugada Syndrome

Incomplete RBBB, elevasi segmen ST konkaf (> 2 mm)


dengan elevasi J point diikuti gelombang T yang negatif di
lead prekordial kanan (V1-V3)

Tipe 1: elevasi J point, segmen ST


cembung,
T inverted di V1 dan V2
Tipe 2: segmen ST saddleback
Tipe 3: elevasi segmen ST > 1 mm
Ventricular tachycardia
TATALAKSANA
Ventricular fibrillation

pulseless Defibrillation
2 Joule/kg 2-4 J/kg 4 J/kg
CPR, venous line, intubate + O2
Epinephrine IV/IO 0.01 mg/kg 1:10,000

Defibrillation 4 Joule/kg

Amiodarone IV/IO 5 mg/kg, OR


Lidocaine IV/IO 1 mg/kg, OR
Magnesium (Torsades) IV/IO 25-
50mg/kg
Defibrillation 4 Joule/kg
Pattern: Drug CPR DC Shock
Ventricular
TATALAKSANA tachycardia
palpable pulse
UNSTABLE
Cardioversion 0.5- 1 J/kg

STABLE
Amiodarone (5 mg/kg IV over 20-60
min), OR Procainamide (15 mg/kg IV
over 10- 15 min), OR Lidocaine (1
mg/kg IV)
Note: STABLE if no respiratory compromise, no
shock, with normal blood pressure
TERIMA KASIH