Anda di halaman 1dari 42

ASMA

BRONKIAL
PADA ANAK

Pembimbing:
dr. Dora Novriska, MSc., Sp.A.
LAPORAN KASUS
No. RM : 06.32.10
Nama pasien : An. P
Alamat : Ds. Bencah
Umur : 9 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tanggal Masuk : 17 April 2016
Pukul : 21.30 WIB
ANAMNESIS
ANAMNESIS
ANAMNESIS
ANAMNESIS
ANAMNESIS
ANAMNESIS
ANAMNESIS
ANAMNESIS
PEMERIKSAAN FISIK
Kes CM, KU tampak lemah dan sesak
Nadi : 130 x/menit, kuat, reguler
Suhu : 36,1oC
Frekuensi Napas : 48 x/menit
SpO2: 99%
Kepala: Mata: Konjungtiva Palpebra Inferior anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)
Telinga/Hidung/ Mulut: Bibir pucat (-), cuping hidung (-)
Leher: dbn
Thorax: Cor: Bunyi jantung I, II reguler, murmur (-), gallop (-)
Pulmo: simetris, BND bronkial+/+, rhonki +/+, wh +/+ ekspirasi, retraksi
suprasternal (+), retraksi interkostal (+)
Abdomen:
Inspeksi: simetris
Palpasi: soepel, nyeri tekan (-), H/L/R tidak teraba,
Perkusi: timpani, nyeri ketok (-)
Auskultasi: BU (+) N
PEMERIKSAAN FISIK
(contd)
GenitaliaEksterna: iritasi (-), trauma (-), sekret (-)
Ektremitas: akral dingin (+), pucat (-), edema (-),
CRT< 2, A.dorsalis pedis teraba kuat
Kesimpulan: tidak terdapat tanda-tanda sianosis
PEMERIKSAAN FISIK
HASIL LABORATORIUM
Hematologi

Hemoglobin 13.9 g/dl


Leukosit 15.500/l
Eritrosit 4.80 juta/l
Trombosit 171.000 mm/l
Hematokrit 40%
MCV 82 f
MCH 29 pg
MCHC 35 %
Limfosit 8%
Monosit 3%
Granulosit 89%
GDS 154 mg/dl

Kesimpulan: leukositosis dan granulositosis


RINGKASAN DATA DASAR
RINGKASAN DATA DASAR
Pemeriksaan Fisik:

Takipnea
Takikardia
Ronki kasar +/+
Wheezing+/+ ekspirasi
Ekspirasi memanjang (+)
Retraksi interkosta (+)
Retraksi suprasternal (+)

Laboratorium:

Leukositosis
Granulositosis
ANALISA KASUS Batuk
Asma Retraksi
Anak laki- bronchiale substern
laki 9 al
Rontgen thorax
tahun gambaran hiperlusen
dengan
batuk , Membaik dengan
sesak bronkodilator
napas, Pencetus serangan (+)
wheezing,
Tuberculosis Skoring TB: <6
paru
Demam (-)
pneumonia Ro.thorax tidak mendukung
Krepitasi (-)
Usia
Corpus alienum
saluran napas bawah Riwayat tersedak
(-)
Derajat Penyakit Asma pada Anak
Parameter Klinis,
Asma Episodik Asma Episodik
Kebutuhan Obat & Asma Persisten
Jarang Sering
Faal Paru

Frekuensi serangan <1x/bulan >1x/bulan Sering

Hampir sepanjang
Lama Serangan < 1minggu > 1 minggu tahun, hampir tidak
ada remisi

Intensitas Serangan Biasanya ringan Biasanya sedang Biasanya berat

Diantara Serangan Tanpa gejala Sering ada gejala Gejala siang & malam

Tidur & aktivitas Tidak terganggu Sering terganggu Sangat terganggu


Pemeriksaan fisik di Normal (tidak ada Mungkin terganggu Tidak pernah normal
luar serangan kelainan)

Perlu
Obat pengendali (Non-steroid atau Perlu
Tidak perlu
(anti inflamasi) steroid inhalasi dosis (Steroid inhalasi/oral)
rendah)

Uji faal paru (diluar PEF/FEV1 <60%


PEF/FEV1 >80% PEF/FEV1 60-80%
sereangan)* variabilitas 20-30%

Variabilitas faal paru


Variabilitas >15% Variabilitas >30% Variabilitas >50%
(bila ada serangan)*
Asma Episodik Jarang
75% populasi asma anak
Serangan asma sekali dalam 4-6
minggu
Mengi ringan setelah aktivitas berat
Uji fungsi paru normal
Terapi profilaksis tidak diperlukan
Asma Episodik Sering (asma
sedang)
20% populasi asma anak
Serangan lebih sering, seminbggu sekali
atau kurang
Mengi pada aktivitas sedang, yang
dapat dicegah dengan obat
Ui fungsi paru mendekati normal
Terapi profilaksis biasanya diperlukan
Asma persisten (Asma Berat)
5% populasi asma anak
Serangan sering, lebuh dari 3
kali/minggu
Uji fungsi paru abnormal
Terapi profilaksis harus diberikan
Penilaian Derajat Serangan Asma pada Anak
Parameter Ringan Sedang Berat
klinis, fungsi
paru, lab Tanpa Ancaman
Ancaman henti napas
henti napas
Sesak Berjalan Berbicara Istrirahat
(breathless)
Bayi: menangis Bayi: -tangis Bayi: -tidak
keras pendek & lemah mau
- Sulit makan/minum
menyusu/makan
Posisi Bisa berbaring Lebih suka duduk Duduk
bertopang
lengan
Bicara Kalimat Penggal kalimat Kata-kata

Kesadaran Mungkin Biasanya irritable Biasanya Kebingungan


irritable irritable

Sianosis Tidak ada Tidak ada Ada Nyata


Mengi Sedang,sering Nyaring, Sangat Sulit/tidak
hanya pada sepanjang nyaring, terdengar
akhir respirasi inspirasi+ekspira terdengar
si tanpa
stetoskop
Contd..
Berat
Parameter
klinis, fungsi Ringan Sedang Tanpa
paru, lab Ancaman henti
Ancaman
napas
henti napas
Penggunaan otot Biasanya tidak Biasanya ya Ya Gerakan paradoks
bantu respiratorik torakoabdominal

Retraksi Dangkal, Sedang, Dalam, Dangkal/hilang


retraksi ditambah ditambah
interkostal retraksi napas cuping
suprasternal hidung

Frekuensi napas Takipnea Takipnea Takipnea Bradipnea

Frekuensi nadi Normal Takikardi Takikardi Bradikardi

Pulsus Tidak ada <10 Ada 10-20mmHg Ada Tidak ada, tanda
paradoksus mmHg >20mmHg kelelahan otot
(pemeriksaannya napas
tidak praktis)
Contd..
Berat
Parameter
klinis, fungsi Ringan Sedang Tanpa
paru, lab Ancaman henti
Ancaman
napas
henti napas

PEFR atau FEV1


(%nilai
prediksi)/% nilai
terbaik)
Pra- >60% 40-60% <40%
bronkodilator

Pasca-
bronkodilator >80% 60-80% <60% respon
< 2jam
SpO2 >95% 91-95% 90%

PaO2 Normal, >60 mmHg <60 mmHg


(biasnaya tidak
perlu diperiksa)

PaCO2 < 45 mmHg < 45 mmHg > 45 mmHg

Buku Pedoman Pelayanan Medis IDAI tahun 2009


DIAGNOSA
Asma Bronkiale Persisten Serangan
berat
ASMA BRONKIALE
Penyakit infamasi kronis saluran napas
Ditandai oleh mengi dan/atau batuk
berulang
Timbul secara periodik
Cenderung pada malam/dini hari (nokturnal)
Bersifat musiman
Timbul setelah aktivitas fisik
Terdapat riwayat asma dan/atau atopi lain
pada pasien dan/atau keluarganya.
Tatalaksana IGD
O2 Nasal 3 lpm

IVFD D51/2 NS 15 gtt makro

Nebu combivent(Ipratropium bromide+Salbutamol Sulphate) 1

respul+NaCl 2 cc (22.00) selesai nebu jam 22.35 RR: 48x/m, SpO2 99%,

wheezing +/+, rhonki +/+

Jam 23 nebu ventolin ke I

jam 23.30 nebu combivent II RR= 40x/menit; SpO2= 99%;

wh +/+, rh +/+

Inj metilprednisolon 0,5mg-1mh/kgBB/hari bagi 3 dosis = 3 x 5mg I.V


Nilai Derajat Serangan Asma
D
Tatalaksana awal:

Nebulisasi agonis 1-3x selang 20 menit


Nebulisasi ketiga+antikolinergik
Jika serangan berat, nebulisasi 1x + antikolinergik

Serangan Ringan: Serangan Sedang: (nebulisasi 1-3x


(nebulisasi 1-3x, respon baik, respon parsial) Serangan Berat (bila telah nebulisasi
gejala hilang) 3x, respon buruk)
Berikan O22
Observasi 2 jam Sejak awal berikan O22
Nilai kembali derajat serangan, jika
Jika efek bertahan, boleh sesuai dengan serangan sedang, Pasang jalur parenteral
pulang observasi di ruang rawat sehari Nilai ulang keadaan klinis, jika
Jika gejala timbul lagi Pasang jalur parenteral sesuai dengan serangan berat,
perlakukan sebagai rawat di ruang rawat inap.
serangan sedang Foto rontgen thorax

Ruang rawat inap
Ruang rawat sehari
Boleh pulang
Teruskan O22
Teruskan pemberian O22
Bekali dengan obat Atasi dehidrasi & asidosis jika ada
Berikan steroid oral
agonis hirup/oral Steroid IV tiap 6-8 jam
Nebulisasi tiap 2 jam
Jika sudah ada obat Nebulisasi tiap 1-2 jam
Bila dalam 12 jam perbaikan klinis
pengendali, teruskan Aminofilin IV awal, lanjutkan
stabil, boleh pulang tetapi jika
Jika pencetusnya adalah rumatan
klinis tetap belum membaik atau Jika dalam 24 jam perbaikan klinis
infeksi virus, dapat
memburuk, alih rawat ke ruang stabil, boleh pulang.
diberikan steroid oral
Dalam 24-48 jam kontrol ke rawat inap Jika dengan steroid & aminofilin
klinik rawat jalan untuk parenteral tidak membaik, bahkan
reevaluasi. timbul ancaman henti napas, alih
rawat ke ruang rawat intensif
INSTRUKSI DI RUANGAN

Advice dr.Dora, Sp.A:

Inj. Metilprednisolon 0,5-1 mg/kgBB/hari dibagi 3 dosis = 3 x 5 mg (23.00)

Nebu Combivent ( Ipratropium bromide + Salbutamol sulphate ) selang seling ventolin ( Salbutamol )

per 2 jam + NaCl 2 cc

Loading Aminophyllin 6mg/kgBB= 162 mg+D5% s/d 20 cc (SP) dalam 20 menit kecepatan 60 cc/jam

selanjutnya 4 jam kemudian maintenance aminophyllin + D5% s/d 48cc (SP) kecepatan 4cc/jam

Observasi TTV/2jam+saturasi

Cek analyzer+ GDS besok pagi


18 20
April April
2016 2016

21
19 April
April 2016
2016
18/04/2016
S O A P
Sesak napas Sens CM, KU tampak Asma Bronkial O2 NK 3 lpm
(+), batuk (+) lemah, anak tampak Persisten Berat IVFD D51/2 NS 12
dahak putih, duduk membungkuk Serangan Berat tpm
demam (-) Temp:37oC; RR: 36 Inj.
x/menit; HR: Metilprednisolon
128x/menit 3x5mg (IV)
Pulmo: simetris, Nebu combivent
BND vesikuler +/+, selang seling
wheezing +/+, rhonki ventolin + NS 2cc
+/+ tiap 2 jam (tetap
Ekstremitas: akral pakai NK O2)
hangat Drip aminophyllin
162mg dalam
D5% s/d 48 cc
(SP) kecepatan 4
cc/jam jangan
berhenti s/d 24-
48 jam
Inj. Ceftriaxone
2x1 gram (hari I)
Vectrin 2x1 cth
Ataroc 2x1 cth
Vital sign / 4 jam
Target SpO2 >
Follow up Pukul 1400
S O A P
sesak napas Sens: CM, KU tampak Asma Bronkiale Nebu
lemah Persisten Berat combivent
RR= 36x/menit; Serangan Berat ventolin + NS 2
SpO2= 93-94 %; Rh +/ cc selang-
+, Wh +/+ seling tiap 2
jam
*Advice dr.Dora,
SpA pkl 1700:
Inj
metilprednisolo
n 3 x 9 mg i.v
Nebu tiap 4
jam
19/04/2016
S O A P
sesak napas Sens CM, KU tampak Asma bronkial O2 NK 2 lpm
berkurang, lemah persisten IVFD D51/2 NS
batuk (+), Temp: 36.5oC; RR: serangan berat 12 tpm
demam (-) 30x/menit; HR: Inj.
124x/menit, SpO2: 96- Metilprednisolo
97% n 3x9mg (IV)
Pulmo: simetris, BND (hari ke II)
bronkovesikuler +/+, Nebu
wheezing +/+, rhonki combivent
+/+ selang seling
Ekstremitas: akral ventolin + NS
hangat 2cc tiap 6 jam
(tetap pakai NK
O2)
Drip
aminophyllin
162mg dalam
D5% s/d 48 cc
(SP) kecepatan
4 cc/jam
jangan
berhenti
Follow up Pukul 2115
S O A P
sesak napas RR=30x/menit; Rh +/ Asma bronkial *instruksi
berkurang +, Wh +/+ persisten dr.Dora,SpA:
serangan sedang- Drip Aminophyllin
berat kec 2cc/jam (0000)
Terapi lain lanjut
20/04/2016
S O A P
sesak napas Sens CM, KU tampak Asma bronkial IVFD D51/2 NS
(-), batuk sakit ringan persisten 12 tpm
berkurang, Temp: 36.2 oC; RR: 30 serangan sedang- Aff O2 nasal
demam (-) x/menit; berat canul
HR: 100x/menit, Inj.
SpO2: 94-95% Metilprednisolo
Pulmo: simetris, BND n 3x5mg (IV)
vesikuler +/+, hari ke III
wheezing +/+ stop
menurun, Nebu ventolin
rhonki -/- + NS 2cc tiap 6
Ekstremitas: akral jam (k/p)
hangat Drip
aminophyllin
162mg dalam
D5% s/d 48 cc
(SP) kecepatan
2 cc/jam
Inj. Ceftriaxone
2x1 gram (hari
III)
Vectrin 2x1 cth
Follow up Pukul 1900
S O A P
Demam (+) Temp: 38,9 0 C Observasi PCT tab 250mg
febris ec?
Asma bronkial
persisten
21/04/2016
S O A P
sesak napas Sens CM, KU baik Asma bronkial IVFD D51/2 NS
(-), batuk Temp: 36,8o C; RR persisten 12 tpm
berkurang, 26x/menit serangan sedang- Nebu ventolin
dahak (+), Pulmo: simetris, BND berat teratasi + NS 2cc tiap 6
demam (-) vesikuler +/+, jam (k/p)
wheezing -/-, rhonki Nebu pulmicort
+/+ minimal / 12 jam

L
Ekstremitas: akral Vectrin 2x1 cth

A
B
hangat PCT 3x tab

A
+
(k/p)
Aminophyllin
oral 3 x 60 mg
pulv
Cefixime 2 x
100 mg
Jika s/d siang
tidak demam,
os boleh
pulang, kontrol
3 hari lagi.
TUJUAN TATALAKSANA
Mencapai dan mempertahankan kendali
gejala klinis asma dalam angka panjang.

ASMA YANG TERKONTROL


KRITERIA ASMA TERKONTROL PENUH :
1. TIDAK ADA GEJALA HARIAN
2. TIDAK ADA SERANGAN ASMA MALAM
3. TIDAK ADA KETERBATASAN FISIK
4. TIDAK MENGGUNAKAN OBAT PELEGA
5. APE ATAU VEP1 NORMAL
6. TIDAK ADA KUNJUNGAN KE IGD KARENA ASMA
Daftar Pustaka
1. Riyanto BS HB. Buku Ajar Ilmu penyakit Dalam. In. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit
Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2007. p. 981.
2. P D. In At a Glance Medicine. Jakarta: Erlangga p. 178-180.
3. Surjanto E. Derajat Asma dan Kontrol Asma. In.; 2008. p. 88-95.
4. Marleen F, Yunus F. Asma pada Usia Lanjut. In Jurnal Respirologi Indonesia.; 2008. p.
165-73.
5. Sari Pediatri. Konsensus Nasional Asma Anak. In. Jakarta: Unit Kerja Koordinasi
Pulmonologi Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2000. p. 51.
6. Widjaja A. Patogenesis Asma. In. Surakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas
Maret; 2003. p. 27.
7. Ward J, Ward J, Leach R, Wiener C. At a Glance Sistem Respirasi. In. Jakarta: Erlangga
p. 54-57.
8. Rahajoe , Nastiti N, Bambang S, Darmawan. Asma bronchiale. In Buku Ajar Respirologi
Anak.: IDAI; 2010. p. 136.
9. Amin M, Alsagaff H, Saleh T. Pengantar Ilmu Penyakit Paru. In. Surabaya: Airlangga
University Press; 1989. p. 1-11.
10. Manurung P, Yunus F, Wiyono W, Jusuf A, Murti B. Hubungan Antara Eosinofil Sputum
dengan Hiperreaktivitas Bronkus pada Asma Persisten Sedang. Jurnal Respirologi
Indonesia. 2006; 1(45).
11. Mangunnegoro dkk. Asma Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia
Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2004.
Daftar Pustaka (contd)

12. Mansjoer A, Triyanti K, Savitri R, Wardani W, Setiowulan W. Kapita Selekta Kedokteran.


3rd ed. Jakarta: Media Aesculapius FKUI; 2001.
13. Sundaru H. Asma Bronkial Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2001.
14. Global Initiative for Asthma. In Exacerbations MoWAa. Global Strategy For Asthma
Management and Prevention.; 2016. p. 81.
15. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Asma Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan
Di Indonesia; 2003.
16. Departemen Kesehatan RI. Pedoman Pengendalian Penyakit Asma Jakarta; 2009.