Anda di halaman 1dari 22

Biofarmasetika

Sediaan Per
Rektal
Program Studi Farmasi
FMIPA Universitas Tadulako
Palu 2017
Rute Per Rektal
Obat yang diberikan lewat rektum dapat ditujukan
untuk pengobatan lokal (misalnya: wasir, radang
rektum, konstipasi) maupun untuk aktivitas
sistemik bila cara lain sulit dilakukan, misalnya:
penderita dalam keadaan muntah atau terdapat
gangguan saluran cerna;
bila terdapat kemungkinan zat aktif rusak oleh
getah lambung yang asam atau oleh enzim usus;
Rute Per Rektal
bila zat aktif mengalami kerusakan pada
pelintasan pertama melalui hati;
bila penderita menolak untuk menelan obat
dengan alasan karakter organoleptis sediaan yang
tidak menyenangkan atau karena resiko iritasi
lambung , atau untuk menghindari cara
pemberian parenteral.
Rute Per Rektal
Penggunaan lewat rektum mempunyai beberapa
kekurangan yaitu:
- awal aktivitas terapetik sering lebih lambat
dibandingkan cara pemberian lainnya;
- Luas permukaan absorpsi terbatas, jumlah total
zat aktif yang diserap kadang-kadang lebih
kecil dibandingkan cara pemberian lainnya.
- Jumlah cairan di rectum terbatas untuk disolusi
obat
Bentuk sediaan yang diberikan dengan cara ini
terutama berupa supositoria, enema, dapar
rektum dan kapsul rektum.
ANATOMI DAN FISIOLOGI
REKTUM
BENTUK DAN UKURAN
Rektum adalah bagian akhir dari saluran cerna
yang terdiri atas dua bagian yaitu bagian superior
yang cembung dan bagian inferior yang cekung.
Bagian pelvinal melebar membentuk ampula recti
yang berfungsi untuk menampung feses. Panjang
total rektum pada manusia dewasa rata-rata
adalah 15-19 cm, 12-14 cm bagian pelvinal
dan 5-6 cm bagian perineal. Anus sebagai
bagian akhir rektum didukung oleh otot gelang
(musculus sphincterani) di bagian dalam dan luar.
ANATOMI DAN FISIOLOGI
REKTUM
STRUKTUR ANATOMI
Struktur anatomi rektum berbeda dari kolon, walau
tidak ada batas yang pasti antara kedua organ
tersebut. Terdapat empat lapisan rektum, dari arah
luar ke dalam berturutan adalah:
lapisan serosa peritonial (tunica serosa peritonealis)
lapisan otot (tunica muscularis) dengan lapisan luar
serabut yang memanjang dan bagian dalam serabut
yang melingkar.
lapisan bawah mukosa (tunica sub-mucosa) atau
cenuleulse yang mengandung plexus vena
haemorrhoidales.
lapisan mukosa (tunica mucosa) yang pada bagian-
bagian tertentu menunjukkan sifat umum usus besar.
VASKULARISASI DARAH
Rektum dialiri oleh tiga jenis vena haemorrhoidales
- venae Haemorrhoidales superior yang
bermuara ke vena mesentericum inferior,
selanjutnya masuk ke dalam vena porta, dan juga
membawa darah langsung ke peredaran umum.
venae haemorrhoidales medialis dan venae
haemorrhoidales inferior yang bermuara ke
venae cava inferior dengan perantaraan venae
iliaca interna selanjutnya membawa darah ke
peredaran umum (kecuali hati).
PERSARAFAN
CARA TRANSPOR ZAT AKTIF DALAM TUBUH
SETELAH
PEMBERIAN DAN PENYERAPAN MELALUI
REKTUM
s
Gangguan lokal
Fisura ani adalah sobekan kecil pada jaringan lembab tipis
yang melapisi anus sehingga timbul rasa nyeri saat buang air
besar. Biasanya fisura ani terjadi akibat ketegangan saat buang
air yang besar atau keras. Walaupun menyebabkan rasa nyeri
dan ketidaknyamanan, fisura ani umumnya tidak menyebabkan
masalah serius. Kondisi ini dapat terjadi pada berbagai usia,
bahkan pada orang sehat.
Penyebab:
Gatal (pruritus ani) pada pembukaan anus
Perdarahan (darah berwarna merah terang) yang terpisah dari
tinja; Anda dapat sering melihat bercak atau beberapa tetes darah
merah terang pada toilet
Sensasi tajam, terbakar atau menyengat saat buang air besar yang
dapat bertahan untuk sesaat atau bertahan selama beberapa jam
Bau busuk dari pembukaan anus (biasanya untuk kasus parah),
yang mungkin menandakan kemungkinan infeksi
Sering buang air kecil atau ketidakmampuan untuk buang air kecil
Gangguan lokal
Hemorrhoid atau wasir adalah pembengkakan yang
berisi pembuluh darah yang membesar.
Pembuluh darah yang terkena wasir berada di dalam
atau di sekitar bokong, yaitu di dalam rektum atau di
dalam anus.
Kebanyakan hemoroid adalah penyakit ringan dan
bahkan tidak menimbulkan gejala.
Gejala:
Pendarahan setelah buang air besar. Warna darah berwarna
merah terang.
Terdapat lendir setelah buang air besar.
Benjolan tergantung di luar anus. Benjolan ini biasanya
harus didorong kembali ke dalam setelah buang air besar.
Pembengkakan, rasa nyeri, dan kemerahan di sekitar anus.
Mengalami gatal-gatal di sekitar anus.
Gangguan lokal
Penyebab wasir:
Sering mengangkat benda berat secara rutin.
Usia semakin tua, yang membuat penopang jaringan
tubuh menjadi semakin lemah.
Batuk terus menerus atau sering muntah.
Kelebihan berat badan.
Memiliki riwayat kesehatan keluarga yang sakit
hemoroid.
Sering duduk dalam waktu lama.
Sedang hamil.
Sering melakukan hubungan seks melalui anus (anal
intercourse).
Gangguan Lokal
Pengobatan non-farmakologis wasir :
Meminum banyak air putih. Kurangi mengonsumsi kafein
dan minuman beralkohol.
Menambah asupan serat di dalam makanan: buah,
sayuran, beras merah atau beras cokelat, biji-bijian,
kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh.
Tidak menunda untuk buang air besar. Sebaliknya, jika
mengabaikan dorongan untuk buang air besar, bisa
membuat tinja keras dan kering hingga memaksa kita
harus mengejan saat buang air besar.
Berolahraga secara teratur: Bisa mencegah terjadinya
konstipasi, menurunkan tekanan darah, dan membantu
menurunkan berat badan.
Menurunkan berat badan.
Menghindari obat-obatan yang menyebabkan konstipasi
seperti obat pereda rasa sakit yang mengandung kodein.
Gangguan Lokal
Pengobatan
Sebaiknya diberikan post-defaecatio supaya obat
tidak cepat dikeluarkan
Basahi dulu sediaan sebelum aplikasi
Posisi tengkurap dengan bokong lebih tinggi
Tidak dimasukkan sedalam-dalamnya atau terlalu
dekat dengan bagian luar rektum
Suppositoria ideal
Enema
Click icon to add picture

TERIMA KASIH