Anda di halaman 1dari 42

SEDIAAN PADAT

St. Rahmatullah, S.Farm, M.Si, Apt


DEFINISI BENTUK SEDIAAN OBAT

Bentuk sediaan adalah bentuk formulasi obat hingga


didapat suatu produk yang siap untuk diminum atau
dipakai oleh penderita supaya tercapai efek terapi
yang diinginkan .
TABLET
adalah Sediaan padat yang merupakan kompresi dari
bahan obat dengan berbagai pembawa (bahan
tambahan).

Ada beberapa obat yang bersifat sustained release


(lepas lambat)
Menurut Anief (1984), tablet adalah sediaan padat
yang berbentuk rata atau cembung rangkap umumnya
bulat, dibuat dengan mengempa atau mencetak obat
atau campuran obat dengan atau tanpa zat tambahan.
A. Keuntungan bentuk sediaan tablet :

volume dan bentuk kecil sehingga mudah dibawa, disimpan dan diangkut

memiliki variabilitas sediaan yang rendah. keseragaman lebih baik

dapat mengandung zat aktif lebih besar dengan bentuk volume yang
lebih kecil

tablet dalam bentuk kering sehingga kestabilan zat aktif lebih terjaga

dapat dijadikan produk dengan pelepasan yang bisa diatur

tablet sangat cocok untuk zat aktif yang sulit larut dalam air

merupakan sediaan yang mudah diproduksi masal dengan pengemasan


yang mudah dan murah

dapat disalut untuk melindungi rasa yang tidak enak dari sediaan.
Kerugian/ kekurangan bentuk sediaan tablet :
beberapa pasien tidak dapat menelan tablet
formulasi tablet cukup rumit
zat aktif yang hidroskopis mudah untuk rusak
kebanyakan tablet yang ada dipasaran tidak menutupi
rasa pahit/ tidak enak dari obat
SEDIAAN PADAT
KAPSUL
Bahan kapsul terbuat dari gelatin ditujukan untuk
pemakaian oral.
Terdapat 2 tipe kapsul

-Hard gelatin capsul


- Soft gelatin capsul.
PENGERTIAN KAPSUL
Kapsul adalah bentuk sediaan padat yang terbungkus dalam suatu
cangkang keras atau lunak yang dapat larut. Cangkang umumnya
terbuat dari gelatin, tetapi dapat juga dibuat dari pati atau bahan
lain yang sesuai.

Macam-Macam Kapsul
Kapsul cangkang keras (capsulae durae, hard capsul) terdiri atas
bagian wadah dan tutup (capsulaeoverculateae) yang terbuat dari
metilselulosa, gelatin, pati, atau bahan lain yang sesuai.
Keuntungan pemberian bentuk sediaan kapsul:

1. Bentuknya menarik dan praktis.

2. Cangkang kapsul tidak berasa sehingga dapat menutupi obat


yang berasa dan berbau tidak enak.

3.Mudah ditelan dan cepat hancur atau larut dalam perut


sehingga obat cepat diabsorpsi.

4. Dokter dapat mengkombinasikan beberapa macam obat dan


dosis yang berbeda-beda sesuai kebutuhan pasien.

5.Kapsul dapat diisi dengan cepat karena tidak memerlukan


bahan zat tambahan atau penolong seperti pada pembuatan pil
maupun tablet.
Kerugian pemberian bentuk sediaan kapsul:

1.Tidak bisa untuk zat-zat yang tidak mudah menguap karena


pori-pori kapsul tidak dapat menahan penguapan.

2.Tidak bisa untuk zat-zat yang higroskopis (menyerap


lembab).

3.Tidak bisa untuk zat-zat yang dapat bereaksi dengan


cangkang kapsul.

4.Tidak bisa untuk balita.

5.Tidak bisa dibagi-bagi


KAPLET
Adalah Sediaan padat yang mengandung bahan obat
dengan berbagai pembawa (bahan tambahan)
pembuatanya dengan cara memberikan tekanan
(kompresi) massa seperti tablet tetapi bentuknya
seperti kapsul.
Kaplet merupakan tablet berbentuk kapsul yang berisi bahan
obat yang biasanya dibuat dengan penambahan bahan
tambahan farmasetika yang sesuai.

Tablet dapat berbeda-beda dalam ukuran, bentuk, berat,


kekerasan, ketebalan, daya hancurnya dan dalam aspek lainnya
tergantung pada cara pemakaian dan metode pembuatannya.

Kebanyakan tablet digunakan secara oral dan kebanyakan


dari tablet ini dibuat dengan penambahan zat warna, zat
pemberi rasa dan lapisan lapisan dalam berbagai jenis (Ansel,
1989).
Berdasarkan metode pembuatan, tablet dapat digolongkan
sebagai tablet cetak dan tablet kempa.

Sebagian besar tablet dibuat dengan cara pengempaan dan


merupakan bentuk sediaan yang paling banyak digunakan.
Tablet kempa dibuat dengan memberikan tekanan tinggi
pada serbuk atau granul menggunakan cetakan baja.

Tablet cetak dibuat dengan cara menekan massa lembab


dengan tekanan rendah kedalam lubang cetakan.

Kepadatan tablet tergantung pada ikatan kristal yang


terbentuk selama proses pengeringan dan tidak tergantung
pada kekuatan tekanan yang diberikan

(Ditjen POM, 1995).


Syarat-syarat kaplet menurut Farmakope Indonesia
edisi IV adalah sebagai berikut:

1. Keseragaman ukuran.
2. Diameter tablet tidak lebih dari tiga kali dan
tidak kurang dari satu sepertiga kali tablet.
3. Keseragaman bobot dan keseragaman kandungan.
4. Waktu hancur
Waktu hancur penting dilakukan jika tablet diberikan per oral,
kecuali tablet yang harus dikunyah sebelum ditelan.

5. Disolusi
Disolusi adalah suatu proses pemindahan molekul obat dari
bentuk padat kedalam larutan suatu media.

6. Penetapan kadar zat aktif


Penetapan kadar zat aktif bertujuan untuk mengetahui apakah
kadar zat aktif yang terkandung didalam suatu sediaan sesuai
dengan yang tertera pada etiket dan memenuhi syarat seperti
yang tertera pada masing-masing monografi.
PIL
Sediaan oral padat berbentuk bulat mengandung satu
atau lebih bahan obat yang terdispersi (tercampur)
dalam pembawa.
Pil adalah Sediaan padat berbentuk bulat, bundar
telur dan berukuran kecil dimaksudkan untuk
digunakan sebagai obat dalam.

Beratnya antara 65 mg sampai 300 mg, kecuali yang


tersalut.

Pil diberikan dengan cara diletakkan diatas lidah


ataupun ditelan dengan bantuan air minum.
PEMBAGIAN

Pil yang sangat kecil dikenal dengan nama Granula,

Pil yang paling besar, dimana biasanya digunakan untuk


pengobatan hewan disebut Boli.
Keuntungan

bentuk sediaan pil adalah karena bentuknya yang kecil


sehingga sangat mudah diberikan, rasa dari obat dapat
ditutupi,

bentuknya sangat permanent dibandingkan bentuk sediaan


lainnya yang sangat terpapar oleh udara dan cahaya.

Obat yang mengandung resin akan lepas melambat sehingga


menguntungkan untuk aksi lepas lambat yang berkelanjutan,
misalnya katartika
KERUGIAN

Bentuk sediaan pil adalah pil tidak cocok bila dikehendaki


aksi yang cepat dari obat,

bila formulasi pil menghasilkan pil yang keras maka, akan


terlewatkan di saluran pencernaan dan keluar dengan feces
kembali.

Obat yang bersifat mengiritasi tidak dapat dibuat dalam


bentuk pil
Cara Pembuatan Sediaan Pil

Cara pembuatan pil pada prinsipnya adalah mencampurkan bahan-


bahan, baik obat atau zat utama dan zat tambahan sampai
homogen.
Setelah homogen, campuran ini ditetesi dengan zat pembasah
sampai menjadi massa lembek yang elastis, lalu dibuat bentuk
batang dengan cara menekanan sampai sepanjang alat pemotong
pil yang dikehendaki, kemudian dipotong dengan alat pemotong pil
sesuai dengan jumlah pil yang diminta.
Bahan penabur ditaburkan pada massa pil, pada alat penggulung
dan alat pemotong pil agar massa pil tidak melekat pada alat
tersebut.
Penyalutan dilakukan jika perlu, namun sebelum penyalutan pil
harus kering dahulu atau dikeringkan dalam alat atau ruang
pengering dan bahan penabur yang masih menempel pada pil harus
dibersihkan dahulu.
Syarat-syarat Pil Dalam FI Edisi III adalah :
1. Pada penyimpanan bentuknya tidak boleh berubah, tidak
begitu keras sehingga dapat hancur dalam saluran
pencernaan dan pil salut enterik tidak hancur dalam
lambung tetapi hancur dalam usus halus.

2. Memenuhi keseragaman bobot. Timbang 20 pil satu-


persatu, hitung bobot rata-rata, penyimpangan terbesar
terhadap bobot rata-rata

3. Memenuhi waktu hancur seperti tertera pada compressi


yaitu dalam air 36 derajat 38 derajat selama 15 menit
untuk pil tidak bersalut dan 60 menit untuk pil yang
bersalut.
Sifat-Sifat Pil yang ideal

Pil yang baik haruslah mempunyai tingkat plastis,


kekakuan dan daya ikat yang baik.

Pil haruslah tahan dan memiliki daya lekat yang


cukup untuk mempertahankan bentuknya.

Selain itu pil haruslah plastis agar mudah untuk


dicetak.

Tetapi hal yang paling penting diperhatikan adalah


massa pil haruslah dapat hancur dan melarut dalam
saluran pencernaan.
Penyimpanan Pil
Sesuai dengan cara penyimpanan tablet dengan
memperhatikan sifat zat tambahan yang digunakan.
Yaitu: Dalam wadah tertutup rapat, sebaiknya berisi zat
pengering ,di tempat sejuk.
Sejuk ialah suhu antara 8 dan 15 derajat. kecuali dinyatakan
lain dapat disimpan dalam lemari pendingin.
PASTILES
Adalah Sediaan padat yang mengandung obat,
dirancang untuk larut secara perlahan di mulut, lebih
lunak dibanding lozenges.
LOZENGES
adalah Sediaan padat yang mengandung gula
sebagai pembawa bahan obat. Umumnya untuk
pengobatan saluran cerna atau untuk batuk
Lozenges merupakan sediaan dengan bermacam-
macam bentuk yang biasanya mengandung obat dan
bahan perasa yang dimaksudkan untuk
melarut secara perlahan pada mulut untuk efek pada
lokasi tertentu atau efek sistemik (Allen, 2002).

Bentuk sediaan ini dimaksudkan agar melarut secara


perlahan dalam mulut atau dapat dengan mudah
dikunyah dan ditelan. Sediaan ini dapat diterima di
masyarakat, terutama pasien pediatri (Allen, 2002).
Macam-macam bentuk lozenges
Ada dua tipe lozenges yang telah banyak digunakan menurut
metode pembuatan tablet hisap, yaitu :

1. Compressed Tablet Lozenges


Prinsipnya sama dengan pembuatan tablet kompresi biasa.
Perbedaan yang mendasar adalah pada dosis sediaannya, maka
compressed tablet lozenges dengan area aktivitasnya yang
berada di membrane mukosa mulut dan kerongkongan, biasanya
memiliki diameter yang lebar (antara 5/8-3/4 inchi), dikempa
dengan bobot tablet antara 1,5-4,0 gram dan diformulasi agar
mengalami disintegrasi dalam mulut secara perlahan-lahan
(Peters, 1989).
2. Molded lozenges
Molded lozenges dibuat dengan cara meleburkan
basisnya. Molded lozenges memiliki tekstur lebih lembut
karena mengandung gula dengan konsentrasi tinggi atau karena
adanya kombinasi antara gelatin dengan gula. Contohnya adalah
soft lozenges yang biasa disebut dengan pastilles dan
chewable lozenges yaitu lozenges dengan basis gelatin yang
biasa disebut dengan gummy. Soft lozenges biasanya dibuat
dengan menggunakan basis polyethylene glycol (PEG)
sedangkan chewable lozenges menggunakan basis gliserin
gelatin (Allen, 2002).
Menurut komposisi bahannya, lozenges terbagi menjadi tiga
jenis, yaitu hard lozenges, soft lozenges dan lozenges basis
gelatin yang biasa disebut chewable lozenges atau gummy.

1. Hard lozenges
Hard candy lozenges adalah campuran gula dan karbohidrat
dalam bentuk amorf dan kristal. Bentuk ini dapat berupa sirup
gula padat yang secara umum mempunyai kandungan air 0,5%-
1,5%. Bahan dasar hard candy lozenges adalah gula (sakarosa),
sirup jagung, gula invert, gula pereduksi, acidulents
(pembuat asam), pengaroma, bahan-bahan cair dan padat, serta
bahan obat (Peters, 1989).
2. Soft lozenges
Soft lozenges merupakan salah satu jenis lozenges dengan
basis PEG, acacia, dan beberapa bahan lainnya. Soft
lozenges yang sudah banyak dikenal masyarakat adalah pastiles
(Allen, 2002), tetapi lebih umum disebut cough drops (Gunsel
and Kanig, 1976). Soft lozenges biasa dibuat berwarna dan
memiliki rasa dan dapat secara perlahan dapat melarut atau
dikunyah pada mulut dan tergantung pada efek obat yang
diinginkan (Allen, 2002).
3. Chewable lozenges
Chewable lozenges biasanya memiliki rasa yang mencolok dan
sedikit rasa asam. Lozenges jenis ini cocok diperuntukkan bagi
pasien pediatri dan efektif untuk penggunaan pengobatan pada
absorbsi gastrointestinal dan sistemik (Allen, 2002)
SERBUK/PUYER
Adalah campuran kering bahan obat dua atau lebih atau
zat kimia yang dihaluskan atau diserbukkan untuk
pemakaian oral/dalam atau untuk pemakaian luar.
Derajat halus serbuk dan pengayak dalam farmakope
dinyatakan dalam uraian yang dikaitkan dengan nomor pengayak
yang ditetapkan untuk pengayak baku.
Jenis serbuk menurut cara pemakaian

Pulvis adspersorius (serbuk tabur)


Serbuk ringan,bebas butiran kasar dimaksudkan untuk
pemakaian luar, umumnya dikemas dalam wadah yang bagian
atasnya berlubang halus untuk memudahkan penggunaan. Talk,
kaolin, dan bahan mineral yang digunakan untuk serbuk tabur
harus bebas dari bakteri Clostridium Tetani dan Clostridium
Welchii,dan Bacillus Antrachis. Tidak boleh dipakai pada luka
terbuka.
Pulvis dentifriciius (serbuk gigi)
serbuk yang bisa mengobati sakit gigi, penggunaannya dengan cara
di taburkan para gigi yang sakit atau brlubang.

Pulvis sternutatorius( serbuk bersin)


pengunaannya dihisap melalui hidung sehingg serbuk tersebut
harus halus sekali

Pulvis effervescent
serbuk biasa yang sebelum ditelan harus dilarutkan dulu dalam air
dingin atau air hangat , dan menghasilkan gas CO2 kemudian
membentuk larutan yang umumnya jernih. serbuk ini merupakan
campuran senyawa asam dan basa.Bentuk serbuk ini banyak
ditemukan pada minuman berenergi yang banyak beredar.
Cara mencampur serbuk

Dalam mencampur serbuk ada beberapa hal yang harus


diperhatikan ,antara lain:

1.Obat yang berbentuk kristal/ bongkahan besar harus


digerus halus dulu.

2.Obat yang berkhasiat dan jumlahnya sedikit ditambah


dengan zat penambah (konstituen ) dalam mortir.

3.Obat yang berlainan warna diaduk bersama agar tampak


bahwa serbuk sudah merata.

4.Obat yang jumlahnya sedikit/ volumenya kecil dimasukkan


terlebih dahulu.
Keuntungan bentuk serbuk

1. lebih mudah terdispersi dan lebih larut daripada


sediaan yang dipadatkan.
2. Anak anak atau orang tua yang sukar menelan
kapsul atau tablet lebih mudah menggunakan.
3. Masalah stabilitas yang sering di hadapi dalam
sediaan cair , tidak ditemukan dalam sediaan
serbuk.
4. Obat yang tidak stabil dalam suspensi atau larutan
air dapat dibuat dalam bentuk serbuk.
5. Obat yang terlalu besar volumenya untuk dibuat
tablet atau kapsul dapat dibuat dalam bentuk
serbuk.
6. Dokter lebih leluasa dalam memilih dosis yang
sesuai dengan keadaan penderita.
Kerugian bentuk serbuk

1. Tidak tertutupinya rasa dan bau yang tidak enak


(pahit, sepet, lengket di lidah, amis dan lain lain)

2. Pada penyimpanan kadang terjadi lembab atau basah.


Syarat syarat serbuk :
1. Kering
2. Halus
3. Homogen
4. Memenuhi uji keseragaman bobot (seragam dalam
bobot sediaan) atau keseragaman kandungan
(keseragaman jumlah zat dalam sediaan), yang
berlaku untuk serbuk bagi /pulveres yang
mengandung bahan obat keras, narkotika, dan
psikotropika.
TERIMAKASIH
Thank You

Kingsoft Office
Make Presentation much more fun