Anda di halaman 1dari 24

Presentasi Kasus

Rizki dwikane, dr
Aulia Putri Ayu,dr
Identitas Pasien
Nama: An. D
Usia : 4 tahun
Jenis Kelamin: Laki-laki
Berat Badan: 12kg
Tanggal lahir: 1 Desember 2012
Alamat: Cimalaka
Tanggal MRS: 29 Desember 2016
Tanggal Pemeriksaan: 29 Desember 2016
Anamnesis
Keluhan Utama: Sesak nafas

Anamnesis khusus:

Sejak +- 5 jam sebelum masuk rumah sakit,


penderita tampak sesak yang semakin lama semakin
bertambah sesak. Sesak tidak berhubungan dengan
aktifitas.
Keluhan sesak nafas disertai dengan adanya suara
mengi, namun tidak disertai suara mengorok, juga tidak
disertai dengan adanya bengkak pada kedua kelopak mata
atau kedua tungkai serta kebiruan pada ujung-ujung jari
atau di sekitar mulut. Penderita masih dapat tidur dengan
satu bantal. Keluhan sesak didahului oleh batuk dan
pilek selama 4 hari.
Pada saat datang pasien dapat berbicara namun
sepatah demi sepatah kata, dan lebih nyaman dalam
posisi duduk.

Karena keluhan sesak nafasnya, pagi hari pasien


sempat dibawa kerumah sakit untuk di nebulizer,
namun keluhan sesak datang kembali.
Penderita sudah beberapa kali menderita keluhan
seperti ini. Sesak pertama kali timbul pada usia 8
bulan. Setiap sesak terdengar bunyi mengi saat
bernafas. Sesak terjadi kurang dari 1 bulan sekali.
Diluar serangan, tidur dan aktivitas pasien tidak
terganggu. Ayah dan kakek pasien menderita penyakit
asma.
Penderita lahir cukup bulan di bidan, langsung
menangis, berat badan lahir 3,3 kg dan panjang badan
51 cm. Penderita mendapatkan imunisasi dasar
lengkap. Saat ini penderita dapat berdiri 1 kaki,
melompat 1 kaki, dapat menjawab pertanyaan dengan
benar, sudah dapat berpakaian sendiri.
Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum: tampak sakit sedang,sesak (+),
sianosis (-)
Kesadaran: compos mentis
Tanda vital:
HR: 108x/menit
RR: 44x/menit, cepat, ekspirasi memanjang
Suhu: 37,4 derajat celcius
Saturasi oksigen : 92%
Pemeriksaan Fisik (contd)
Kepala:
UUB sudah menutup
Conjungtiva tidak anemis
Sklera tidak ikterik
PCH (+),POC (-)
Leher:
Retraksi Suprasternalis (+)
KGB tak teraba
Pemeriksaan Fisik (contd)
Thoraks:
Bentuk gerak simetris, retraksi intercostalis (+)
Cor/ bunyi jantung S1,2 murni reguler
Pulmo/ Wheezing +/+ (inspirasi dan ekspirasi)
Abdomen:
Cembung lembut, retraksi epigastrium (+)
Bising usus (+) normal
Nyeri tekan (-)
H/L: tidak teraba
Pemeriksaan Fisik (contd)
Ekstremitas:
Akrosianosis (-)
Akral hangat
Capillary refill time <2
Diagnosis Banding
Asma bronchiale episode jarang dalam serangan berat
+ ISPA
Bronkopneumonia
Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium:
Hemoglobin: 10,8 gr/dL
Leukosit : 11.800/mm3
Trombosit: 302.000/mm3
Hematokrit: 382,4%
GDS: 191 mg/dL
Diagnosis Kerja
Asma bronchiale episode jarang dalam serangan berat
+ ISPA
Treatment
Oksigen 2L/menit dengan nasal canule
Drip aminofilin 72 mg dalam 20cc D5% di drip 30
menit 18 cc aminofilindalam 222cc d5% = 10cc/jam
Nebu combivent amp + NaCl 0,9% 3 cc
Cefotaxime 3 x 400mg IV
Dexamethasone 3 x 1,8 mg IV
Ranitidine 2 x 12 mg IV
Ambroxol 3 x 1 cth
Cetirizine 25 mg 1 x 1 cth
Diskusi
Dasar diagnosis:
Keluhan utama sesak nafas
Anamnesis: Sesak nafas berbunyi mengi dicetuskan
batuk dan pilek, pasien datang dapat berbicara kata
demi kata, lebih nyaman posisi duduk
Pemfis: RR= 44x/menit, PCH (+), retraksi epi (+) ICS
(+), Ditemukan wheezing fase inspirasi dan ekspirasiSat
O2 92%
Asma
Definisi: inflamasi kronik saluran respiratorik yang
mengakibatkan obstruksi aliran udara secara episodik.
Asma berhubungan dengan hiperresponsif saluran
respiratorik yang menyebabkan wheezing, sesak
napas, dada terasa berat, dan batuk berulang terutama
pada malam atau pagi hari.

Pedoman Diagnosis dan Terapi edisi 5


Epidemiologi
International study of asthma and allergies in
childhood mendapatkan hasil penelitian angka current
wheeze yang bervariasi di setiap negara 0,8-37,6%,
diagnosis asma didapatkan pada 13,1%.
Asma berhubungan erat dengan kejadian dermatitis
atopik dan rinokonjungtivitis alergika.
Anak laki laki lebih banyak dibandingkan dengan
anak perempuan (14% : 10%)

Pedoman Diagnosis dan Terapi edisi 5


Manifestasi Klinis
Anak batuk dan mengi berulang.
Eksaserbasi dapat dipicu oleh ISPA atau alergen
inhalan.
Gejala siang hari umumnya dicetuskan oleh
peningkatan aktivitas.
Berkaitan dengan riwayat atopi pada anggota keluarga

Medscape
Pemeriksaan fisik
Wheezing, ekspirasi memanjang
Hiperinflasi dada
sianosis
takikardi,
Kesulitan untuk berbicara
Retraksi dinding

Medscape
Derajat Asma
Episodik jarang Episodik sering Asma persisten
Frekuensi <1x/bln >1x/bln sering
serangan
Intensitas ringan sedang berat
serangan
Diantara serangan Tanpa gejala Sering ada gejala Gejala siang &
malam
Tidur & aktvitas Tidak terganggu Sering terganggu Sangat terganggu
Pem fis diluar normal Mungkin Tidak pernah
serangan terganggu normal
Obat pengendali Tidak perlu perlu perlu
Uji faal paru >80% 60-80% <60%
variabilitas >15% >30% >50%
Derajat eksaserbasi
1. Ringan
Dapat berbicara kalimat utuh, wheezing ringan-sedang,
retraksi (-), sat O2>95%
2. Sedang
Bicara kalimat terpotong, wheezing pada ekspirasi, retraksi (+),
sat O2 90-95%
3. Berat
bicara kata demi kata, wheezing keras (ekspirasi dan
inspirasi), retraksi(+), sat O2 <90%
4. Ancaman henti napas
tidak dapat bicara, kesadaran menurun, wheezing (-)
gerakan napas paradoksikal, sat O2< 90%, bradikardia
Pedoman Diagnosis dan Terapi edisi 5
Tatalaksana
serangan derajat ringan sedang
Nebulizer beta agonist 2x berturut turut dengan jeda 20
menit, perbaikan parsial nebulizer kombinasi beta
agonis dan antikolinergik tiap 2 jam steroid sistemik oral
MP/prednison 3-5 hari, evaluai 12 jam respon tidak
baik rawat inap

Pedoman Diagnosis dan Terapi edisi 5


Tatalaksana (contd)
Serangan berat
Beriksan oksigen 2-4 L/menit, nebulisasi kombinasi
beta agonis dan antikolinergik. Pasang jalur perenteral.
Steroid Iv 0,5-1mg/kgbb/hari, bolus setiap 6-8 jam.
Nebulisasi setiap 1-2 jam, jika membaik setiap 4-6 jam.
Drip aminofilin 6-8mg/kgbb dalam d5% atau Nacl 0,9%
20 cc, dalam 20-30menit. Dosis rumatan 0,5-
1mg/kgbb/jam.

Pedoman Diagnosis dan Terapi edisi 5


Tatalaksana (contd)
Ancaman henti napas
Langsung rawat PICU