Anda di halaman 1dari 33

Disusun Oleh :

1.Irfan Rakhman Hidayat (030047403)


2.Junita Dwi Erlina (030049295)
3.Mieke Nirmala Haningtyas
Adalah usaha sistematis untuk :

1. Menetapkan standar prestasi tertentu dengan


merencanakan mendesain sistem umpan balik
informasi,
2. Membandingkan prestasi yang sesungguhnya
dengan standar prestasi,
3. Menentukkan apakah terjadi penyimpangan dan
mengukur apakah penyimpangan itu berarti
(signifikan),
4. Serta melakukan perbaikan yang diperlukan
Definisi di atas cukup luas dan mencakup
beberapa hal:

1. Adanya standar prestasi


2. Adanya usaha pembandingan hasil yang
diperoleh dengan rencana
3. Menentukkan apakah terjadi
penyimpangan atau tidak
4. Melakukan perbaikan
1. Menetapkan standar dan metode
pengukurannya
2. Melakukan pengukuran prestasi
3. Membandingkan apakah prestasi
yang dicapai sesuai dengan
standarnya
4. Melakukan perbaikan perbaikan
yang diperlukan
Beberapa situasi yang membuat pengendalian
terasa menjadi semakin penting, yaitu:

1. Perubahan
2. Kompleksitas
3. Kesalahan
1. Pengendalian yang berlebihan akan
mengakibatkan efek negatif bagi perusahaan.
2. Diperlukan suatu derajat pengendalian yang
optimum.
3. Derajat pengendalian yang optimum adalah
sedemikian rupa hingga kreativitas dan
motivasi dapat muncul namun disisi lain
koordinasi dapat dilakukan.
3 Tipe dasar pengawasan, yaitu :

1. Pengawasan pendahuluan (feedforward Control


atau Steering Control)
2. Pengendalian Concurrent (yes/no)
3. Pengendalian Umpan Balik (Post- Action Control)
1. Manajemen cukup memperhatikan bagian
bagian yang penting/prestasi kunci (key
performance area).
2. Disamping itu manajer cukup menentukan
titik pengendalian strategis.
Prestasi kunci merupakan bagian dari
organisasi atau unit organisasi yang harus
berfungsi efektif apabila organisasi atau unit
secara keseluruhan akan berjalan sukses.

Produksi Pemasaran Manajemen Keuangan dan


Sumber Daya Akuntansi

Kualitas Volume Absensi Likuiditas


Penjualan Karyawan
Volume Produksi Biaya Penjualan Perputaran Solvabilitas
Karyawan

Biaya Produksi Biaya Promosi Hubungan Profitabilitas


Perburuhan
1. Selain prestasi kunci yang bersifat khusus
tersebut ada pula prestasi kunci yang bersifat
umum seperti kepuasan pelanggan.

2. Bagi organisasi non manufaktur/perusahaan


indikator prestasi kunci ini dapat berbeda
seperti universitas dan kemampuanya untuk
menghasilkan lulusan yang bermutu dll.
Melalui titik pengendalian strategis, manajer
dapat memperoleh informasi jalannya
perusahaan tanpa harus mengamati semua
lapisan perusahaan.
1.Pengawasan Nonkuantitatif
Pengawasan nonkuantitatif tidak melibatkan
angka-angka.Pengawasan ini meliputi :

1. Pengamatan.
2. Inspeksi teratur dan langsung.
3. Laporan lisan dan tertulis
4. Evaluasi pelaksanaan.
5. Diskusi antara manajer dan bawahan tentang
pelaksanaan suatu kegiatan.
6. Management by exception (MBE).
2.Pengawasan Kuantitatif

Pengawasan kuantitatif melibatkan angka-angka


untuk menilai suatu prestasi. Toolsnya antara
lain:
1. Anggaran,
2. Audit,
3. Analisis break-event,
4. Analisis rasio,
5. Beberapa bagan dan teknik perencanaan
seperti bagan gant (gant chart), PERT
(program evaluation and review technique),
dan CPM (critical path method).
Secara umum, pengawasan yang efektif harus
situasional.

1. Disesuaikan dengan rencana dan struktur


organisasi.
2. Disesuaikan dengan manajer.
3. Ekonomis.
4. Akurat.
5. Tepat waktu
6. Fleksibel
7. Objektif dan bisa dipahami
8. Mengarah pada perbaikan
9. Memfokuskan pada titik startegis
Alasan Perlawanan
Sistem pengendalian mempunyai kemungkinan
ditolak oleh anggota organisasi. Beberapa
alasan yang menyebabkan sistem pengendalian
ditolak sebagai berikut:

a. Pengendalian yang berlebihan (overcontrol)


b. Fokus yang tidak tepat
c. Balasan positif untuk ketidakefisienan
d. Pertanggungjawaban
Solusi
Beberapa cara dapat dilakukan untuk
mengatasi perlawanan terhadap sistem
pengendalian:

a. Menciptakan sistem pengendalian yang


efektif
b. Mendorong partisipasi
c. Menggunakan MBO
d. Menggunakan sistem cek silang
Bentuk Umum Laporan Keuangan :

Neraca

Laporan Rugi-Laba

Laporan Arus Kas


Merupakan potret kondisi keuangan organisasi
pada suatu waktu tertentu yang meliputi
aktiva dan passiva dari organisasi itu sendiri.

Rumus Aset = Harta + Modal


Saham
Contoh Tabel Neraca
Laporan rugi laba meringkaskan hasil dari
kegiatan perusahaan selama periode
tertentu.

Laporan rugi laba memberikan informasi :

1. Tingkat keuntungan
2. Resiko
3. Fleksibilitas keuangan
4. Kemampuan operasional perusahaan.
1. Memberikan Informasi mengenai informasi
prestasi perusahaan.
2. Memprediksi aliran kas dan pendapatan di
masa yang akan datang.
3. Memberikan Informasi yang berkaitan
dengan profitabilitas perusahaan.
4. Memberikan umpan balik kepada pemakai.
5. Memberikan informasi untuk menaksir
biaya.
6. Memberikan informasi tentang efektivitas
manajemen.
Sebuah laporan keuangan yang berfungsi
untuk memberikan informasi mengenai
penerimaan dan pembayaran kas perusahaan
selama periode tertentu.

Laporan aliran kas memberikan informasi :

1. Likuiditas Perusahaan
2. Fleksibilitas keuangan perusahaan
3. Kemampuan operasional perusahaan.
Laporan Arus membantu menganalisis :

1. Kemampuan perusahaan menghasilkan


aliran kas masa mendatang yang positif.
2. Kemampuan perusahaan memenuhi
kewajibannya dan membayar deviden.
3. Kebutuhan perusahaan akan dana
eksternal.
4. Alasan terjadinya perbedaan antara laba
bersih perusahaan dan penerimaan dan
pengeluaran kasnya.
5. Aspek kas dan non kas dari transaksi
investasi dan pendanaan selama periode
tertentu.
1.Analisis Rasio
a) Rasio Likuiditas
b) Rasio Solvabilitas
c) Rasio Aktivitas
d) Rasio Profitabilitas
e) Rasio Pasar

2.Perbandingan dalam Analisis Keuangan


Perbandingan ini dilakukan dengan cara membandingkan
kinerja perusahaan dengan rata-rata industri yang
sejenis.
1.Pengendalian Anggaran dan Pusat
Pertanggungjawaban

a) Pusat Pendapatan (Revenue Center)


b) Pusat Biaya (Cost Center)
c) Pusat Keuntungan (Profit Center)
d) Pusat Investasi (Investment Center)

2.Tipe Anggaran

a) Anggaran Operasional
b) Anggaran Keuangan
Dalam anggaran terdapat bermacam biaya
antara lain :

a) Biaya Tetap (Fixed Cost)


b) Biaya Variabel (Variable Cost)
c) Biaya Semivariabel (Semivariable Cost)

Anggaran tetap adalah anggaran yang


besarannya dan outputnya ditentukan
diawal .
Anggaran fleksibel adalah anggaran yang
besarannya berubah mengikuti kondisi real
mata anggarannya.
Anggaran ini dimulai dari situasi nol setiap
tahun,seolah olah baru pertama kali
membuat anggaran

Langkah-langkah penyusunanya :
1) Memecah kegiatan dalam paket keputusan

2) Mengevaluasi aktivitas dan merangkingnya

3) Mengalokasikan dana sesuai rangking


Proses penganggaran dapat dimulai dari
atas,lalu diteruskan kebawah atas atau
sebaliknya dari bawah yang kemudian
diteruskan ke atas.

Keuntungan Pendekatan Bottom Up :


a) Manajer Bawah mengetahui situasi
operasional dengan lebih baik.
b) Motivasi dapat lebih meningkat
c) Semangat kerja akan semakin tinggi
Alur Penganggaran Bottom Up

Manajer Manajer Komite


Bawah Divisi Anggaran

Direktur
Komisaris Controller
Utama
1.Perilaku Fungsional

1. Meningkatkan motivasi dan semangat kerja.


2. Meningkatkan koordinasi organisasi
3. Dapat digunakan untuk sinyal perbaikan..
4. Membantu belajar dari pengalaman
5. Alokasi sumberdaya dapat ditingkatkan.
6. Meningkatkan komunikasi.
7. Menolong manajer tingkat bawah
mengetahui posisinya dalam organisasi.
8. Membantu orang baru melihat kemana
organisasi bergerak.
9. Sebagai alat evaluasi
Persepsi yang berbeda dari anggota organisasi
terhadap anggaran.
Komunikasi dan umpan balik dapat
mengakibatkan ketidakpuasan manajer.
Anggaran dapat mendorong motivasi yang
salah.
Jika tujuan yang ingin dicapai terlalu
tinggi,anggota organisasi akan merasa
frustasi.
1.Pemeriksaan Keuangan Eksternal

Pemeriksaan keuangan eksternal dilakukan oleh


akuntan publik untuk menentukan apakah laporan
keuangan telah sesuai standard atau belum

2.Pemeriksaan Keuangan Internal

Pemeriksaan keuangan internal dilakukan oleh


akuntan internal dengan tujuan menjamin
sumberdaya organisasi digunakan dengan efektif