Anda di halaman 1dari 30

6 SASARAN

KESELAMATAN PASIEN

Disampaikan pada Acara Workshop Keselamatan Pasien


Di kab.Ketapang,15-16 Agustuisn 2017
Sasaran I : Ketepatan
Identifikasi Pasien
Standar SKP 1 : Puskesmas mengembangkan
pendekatan untuk memperbaiki / meningkatkan
ketelitian identifikasi pasien
Elemen penilaian :
1. Identifikasi px dg 2 identitas, jgn no kamar/lokasi px
2. Identifikasi sebelum pemberian obat, darah atau
produk darah
3. Identifikasi sebelum pengambilan darah & spesimen
lain utk pemeriksaan klinis
4. Identifikasi sebelum pemberian pengobatan dan
tindakan/prosedur
5. Kebijakan & prosedur mendukung praktek identifikasi
yg konsisten pada semua situasi & lokasi
Identifikasi Pasien Secara Akurat
Cara identifikasi pasien Gelang Pasien
kebijakan dan/atau Biru : Laki-laki
prosedur, 2 cara utk Pink : Perempuan
Merah : Alergi
mengidentifikasi pasien :
Kuning : Risiko Jatuh
nama px, no RM, tgl lahir, Gelang dipasang oleh petugas
gelang dg barcode penerima pasien, jelaskan :
Manfaat gelang pasien
Dilarang identifikasi dg no Bahaya untuk pasien yg menolak,
kamar atau lokasi px melepas, menutupi gelang, dll
Dokumen : Kebijakan & SPO Minta pasien utuk mengingatkan
petugas bila akan melakukan
identifikasi px (2 identitas & tindakan atau memberi obat
kapan), gelang px tidak melihat gelang
Sasaran II : Peningkatan
Komunikasi Yang Efektif
Standar SKP II : Puskesmas mengembangkan
pendekatan utk meningkatkan efektivitas
komunikasi antar para pemberi pelayanan
Tujuan : komunikasi efektif akam mengurangi
kesalahan & menghasilkan peningkatan KP
Komunikasi efektif : tepat waktu, akurat,
lengkap, jelas, dipahami oleh pihak2 terkait
Bentuk komunikasi : elektronik, lisan, tertulis
Elemen Penilaian SKP II
Perintah lengkap secara lisan & yg melalui telepon atau
hasil pemeriksaan dituliskan secara lengkap oleh
penerima perintah
Perintah lengkap lisan & telepon atau hasil
pemeriksaan dibacakan kembali secara lengkap oleh
penerima perintah
Perintah atau hasil pemeriksaan dikonfirmasi oleh
pemberi perintah atau yg menyampaikan hasil
pemeriksaan
Kebijakan & prosedur mengarahkan pelaksanaan
verifikasi keakuratan komunikasi lisan atau melalui
telepon secara konsisten
Perintah lisan/lewat telepon : write back, read back, &
reconfirm)
Pelaporan ke dokter dg metode SBAR Dokumen
S : situation Identifikasi data pasien Kebijakan ttg
dengan jelas termasuk keluarga pasien no. keakuratan
telpon yang bisa dihubungi untuk mencari komunikasi
informasi sehubungan dengan keadaan (lisan/telepon)
pasien. secara konsisten
B : background Menyediakan riwayat SPO komunikasi
kesehatan yang signifikan dengan singkat, efektif dan SBAR
termasuk tes atau perawatan yang telah Daftar singkatan di
dilakukan, atau perubahan pasien dari RS
kondisi sebelumnya. SPO serah terima &
A : assement Jelaskan kondisi pasien penyampaian hasil
saat ini nilai kritis
R : recommendation Diskusikan rencana
perawatan untuk pasien selanjutnya
Sasaran III : Peningkatan
Keamanan Obat yg Perlu
Diwaspadai (high-alert)
Standar SKP III : Puskesmas mengembangkan
suatu pendekatan untuk memperbaiki keamanan
obat2 yg perlu diwaspadai
Obat yg perlu diwaspadai : sering menyebabkan
KTD atau kejadian sentinel (NORUM/LASA,
elektrolit konsetrat)
Kesalahan bisa terjadi :
Secara sengaja
Bia perawat tdk mendapatkan orientasi sebelum
ditugaskan
Pada keadaan gawat darurat
Look Alike Sound Alike
Obat LASA & High Alert
Look Alike Sound Alike High Alert

Ranitidine = Furosemid Unalium = Valium MgSO 4 40%

Gitas Plus = Sedrofen Becom C = Becom Z MgSO 4 40%

Dextrose 40% = Meylon Epineprin=Atropine Meylon

Nacl 0,9 % = RL Ceptik = Fetik KCl

Invomit = Antrain Neurobion = Neuropyron Dextrose 40%

Lasix = Novalgin Taxegram = Tetagram NaCl 3%

Elektrolit Konsentrat
Kalium Klorida 2meq/MI atau Yang Lebih Pekat
Kalium Fosfat, Natrium Klorida Lebih Pekat Dari 0,9%
Magnesium Sulfat=50% atau Lebih Pekat
Elemen Penilaian
1. Kebijakan dan atau prosedur dikembangkan agar
memuat proses identifikasi, menetapkan lokasi,
pemberian label, & penyimpanan elektrolit
konsentrat
2. Implementasi kebijakan dan prosedur
3. Elektrolit konsentrat tidak boleh disimpan di unit
pelayanan pasien kecuali jika dibutuhkan secara
klinis dan tindakan diambil untuk mencegah
pemberian yg kurang hati2 di area tersebut
sesuai kebijakan
4. Elektrolit konsentrat yg disimpan pada unit
pelayanan pasien harus diberi label yg jelas dan
disimpan pada area yg dibatasi ketat
Cara Mengurangi KTD
Tingkatkan proses pengelolaan obat-obat yg perlu
diwaspadai
Pindahkan elektrolit konsentrat dari unit pelayanan
pasien ke farmasi
Puskesmas punya kebijakan dan atau prosedur
Daftar obat2 yg perlu diwaspadai berdasarkan data di
Puskesmas
Identifikasi bagian mana saja yg membutuhkan
elektrolit konsentrat (IGD atau Ruang Tindakan)
Pemberian label secara benar pada elektrolit
Penyimpanannya di area tersebut, sehingga
membatasi akses utk mencegah pemberian yg tidak
disengaja/kurang hati2
Dokumen Attention
Kebijakan
Puskesmas ttg Hindari penggunaan
Pengelolaan Obat singkatan kecuali sdh
SPO ttg terdaftar
Penyimpanan Cairan
Konsentrat, Penulisan resep yg tdk bisa
Pemberian Obat
dengan Benar, terbaca medication
Pemberian Label error tertinggi
Daftar Obat yg Perlu
Diwaspadai
Penyimpanan obat narkotik
Penyimpanan Obat dgg 2 barrier (2kunci/pintu)
Terpisah Double check utk
Label yg Dipakai
pemberian obat
Sasaran IV : Kepastian Tepat-Lokasi,
Tepat-Prosedur, Tepat-Pasien Operasi

Standar SKP IV : Puskemas mengembangkan suatu


pendekatan utk memastikan tepat-lokasi, tepat-prosedur,
dan tepat-pasien
Elemen penilaian :
1. Tanda yg jelas dan dimengerti utk identifikasi lokasi
operasi & melibatkan pasien
2. Checklist atau proses lain utk memverifikasi saat pre
operasi tepat lokasi, prosedur, & pasien & semua
dokumen serta peralatan
3. Tim operasi yg lengkap menerapkan & mencatat prosedur
time-out, tepat sebelum dimulainya suatu prosedur
4. Kebijakan & prosedur utk mendukung keseragaman
proses utk memastikan tepat lokasi, prosedur, & pasien,
termasuk prosedur medis dan tindakan pengobatan gigi
yg dilaksanakan diluar kamar operasi
Penyebab Kesalahan
1. Komunikasi yg tidak efektif/tdk adekuat antara
anggota Tim Bedah
2. Kurang/tdk melibatkan pasien dlm penandaan
pasien dlm penandaan lokasi (site marking)
3. Tidak ada prosedur utk verifikasi lokasi operasi
4. Assesmen pasien yg tdk adekuat
5. Penelahaan ulang catatan medis tdk adekuat
6. Budaya yg tdk mendukung komunikasi terbuka
antar anggota Tim Bedah
7. Resep yg tidak terbaca (Illegiblle Handwriting)
8. Pemakaian singkatan
Penandaan lokasi operasi
1. Dilakukan pd semua kasus termasuk
sisi(laterality), multipel struktur (jari tangan, jari
kaki, lesi), atau multipel level (tulang belakang)
2. Perlu melibatkan pasien
3. Tidak mudah luntur terkena air
4. Mudah dikenali
5. Digunakan secara konsisten di RS
6. Dibuat oleh operator/orang yg akan melakukan
tindakan
7. Dilaksanakan saat pasien terjaga & sadar jika
memungkinkan, & harus terlihat sampai saat
akan disayat
Verifikasi Praoperatif
1. Verifikasi lokasi, prosedur, & pasien yg benar
2. Pastikan bahwa semua dokumen, foto, hasil pemeriksaan
yg relevan tersedia, diberi label & dipandang dg baik
3. Verifikasi ketersediaan peralatan khusus dan atau implant
yg dibutuhkan
4. Tahap Time Out :
a. memungkinkan semua pertanyaan / kekeliruan
diselesaikan
b. dilakukan di tempat tindakan, tepat sebelum dimulai
c. melibatkan seluruh tim operasi
4. Pakai checklist agar praktis
Dokumen
Kebijakan RS ttg Prosedur Operasi (tepat
lokasi, tepat prosedur, tepat pasien)
SPO ttg penandaan identifikasi lokasi operasi
SPO ttg surgical patient safety check list &
formnya
SPO ttg pengecekan instrumen, kassa &
formnya
SASARAN V : PENGURANGAN RISIKO INFEKSI TERKAIT
PELAYANAN KESEHATAN
Standar SKP V : Puksesmas mengembangkan suatu pendekatan untuk
mengurangi risiko infeksi yang terkait pelayanan kesehatan.yang terkait
pelayanan kesehatan.
Maksud dan Tujuan SKP.V.
PPI (Pencegahan dan pengendalian infeksi ):
tantangan terbesar dalam yan kes
peningkatan biaya untuk mengatasi infeksi yang terkait yan kes
keprihatinan besar bagi pasien maupun para profesional pelayanan
kesehatan.
Infeksi dijumpai dalam semua bentuk yan kes termasuk: UTI,blood stream
infections dan VAP
Pokok pokok eliminasi : cuci tangan (hand hygiene) yang tepat pakai
Pedoman hand hygiene dari WHO
Puksesmas mempunyai proses kolaboratif untuk mengembangkan
kebijakan dan atau prosedur yang menyesuaikan atau mengadopsi petunjuk
hand hygiene yang sudah diterima secara umum untuk implementasi
petunjuk itu di rumah sakit.
Elemen Penilaian
1. Rumah sakit mengadopsi atau mengadaptasi
pedoman hand hygiene terbaru yang
diterbitkan dan sudah diterima secara umum
al dari WHO Patient Safety
2. Rumah sakit menerapkan program hand
hygiene yang efektif.
3. Kebijakan dan atau prosedur dikembangkan
untuk mengarahkan pengurangan secara
berkelanjutan risiko infeksi yang terkait
pelayanan kesehatan
Dokumen
Kebijakan RS ttg Pencegahan Infeksi
SPO ttg Cuci Tangan
Ketersediaan Fasilitas Cuci Tangan
Alat bantu :
Sosialisasi ; brosur, flyer, standing banner
Edukasi ; Pedoman Hand Hygiene (WHO)
SASARAN VI : PENGURANGAN
RISIKO PASIEN JATUH
Standar SKP.VI : Puksesmas mengembangkan suatu pendekatan
untuk mengurangi risiko pasien dari cedera karena jatuh.
Maksud dan Tujuan SKP VI
Jumlah kasus jatuh cukup bermakna sebagai penyebab cedera
pasien rawat inap.
Puskesmas perlu mengevaluasi risiko pasien jatuh dan mengambil
tindakan untuk mengurangi risiko cedera bila sampai jatuh.
Evaluasi :
riwayat jatuh,
obat dan telaah terhadap konsumsi alkohol
gaya jalan dan keseimbangan
serta alat bantu berjalan yang digunakan oleh pasien.
Program tersebut harus diterapkan di Puskesmas
Elemen Penilaian
1. Puskesmas menerapkan proses asesmen awal risiko
pasien jatuh dan melakukan asesmen ulang bila
diindikasikan terjadi perubahan kondisi atau pengobatan
dll.
2. Langkah-langkah diterapkan untuk mengurangi risiko
jatuh bagi mereka yang pada hasil asesmen dianggap
berisiko jatuh
3. Langkah-langkah dimonitor hasilnya, baik keberhasilan
pengurangan cedera akibat jatuh dan dampak dari
kejadian tidak diharapkan
4. Kebijakan dan atau prosedur dikembangkan untuk
mengarahkan pengurangan berkelanjutan risiko pasien
cedera akibat jatuh di rumah sakit
Dokumen
1. Kebijakan Puksesmas ttg Pencegahan Pasien
Jatuh
2. SPO ttg Penilaian Awal Risiko Jatuh
3. Form Penilaian : Morse Fall, Humpty Dumpty
4. Form Monitoring Risiko Jatuh
5. Signage/ Alat bantu
Pengukuran
Resiko Pasien Jatuh
Keselamatn Pasien