Anda di halaman 1dari 73

POKOK-POKOK

PERATURAN BANK INDONESIA

I. KPMM BPR
II. KAP dan PPAP BPR
III. TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BPR
IV. BPR (KELEMBAGAAN)

DIREKTORAT PENGAWASAN BANK PERKREDITAN RAKYAT


NOVEMBER 2006
BAGIAN I

POKOK-POKOK
PBI NO. 8/18/PBI/2006
(5 Oktober 2006)

TENTANG

KEWAJIBAN PENYEDIAAN
MODAL MINIMUM BPR

30 September 2017 DPBPR 2


LATAR BELAKANG

1. Dalam rangka mewujudkan BPR yang


sehat, kuat, produktif dan berdaya saing,
diperlukan penguatan terhadap permodalan.
2. Penguatan permodalan BPR dilakukan
antara lain melalui penyesuaian terhadap
komponen modal dan bobot risiko mengacu
pada best practise.

30 September 2017 DPBPR 3


MATERI PEMBAHASAN

Komponen Modal Inti dan Modal Pelengkap


Inbreng
Distribusi laba
Klasifikasi Kredit dalam ATMR
Bobot Risiko ATMR
Kewajiban dan Sanksi

30 September 2017 DPBPR 4


MODAL INTI

KOMPONEN MODAL INTI


a. Modal disetor f. Cadangan tujuan
b. Agio saham g. Laba ditahan stl pajak
c. Dana setoran modal h. Laba thn-thn lalu stl pajak
d. Modal sumbangan i. Laba thn berjalan (50% stl taks
pajak)
e. Cadangan umum

FAKTOR PENGURANG MODAL INTI


a. Goodwill
b. Disagio saham
c. Rugi tahun-tahun lalu
d. Rugi tahun berjalan
30 September 2017 DPBPR 5
MODAL INTI

POS-POS BARU DALAM MODAL INTI


1. Agio, yaitu selisih lebih tambahan modal yang diterima
BPR sbg akibat harga saham yg melebihi nilai nominalnya.
2. Disagio, yaitu selisih kurang tambahan modal yang
diterima BPR sebagai akibat harga saham yang dibawah
nilai nominalnya.
3. Dana setoran modal, yaitu dana yg telah disetor oleh
pemilik dan/atau calon pemilik secara riil ke rekening BPR
di bank umum dan diblokir untuk tujuan penambahan
modal, namun belum didukung dengan kelengkapan
persyaratan utk dapat digolongkan sbg modal disetor spt
RUPS/rapat anggota maupun pengesahan anggaran dasar
BPR dari instansi yg berwenang.

30 September 2017 DPBPR 6


MODAL INTI

FAKTOR PENGURANG SALDO LABA RUGI

Kekurangan Pembentukan PPAP menjadi


faktor pengurang Laba/Rugi Tahun Berjalan.
Perhitungan pajak tangguhan (deffered tax)
harus dikeluarkan dari perhitungan saldo
Laba/Rugi

Aktiva pajak tangguhan dibobot 0%


dalam perhitungan ATMR

30 September 2017 DPBPR 7


MODAL PELENGKAP

KOMPONEN MODAL PELENGKAP


Cadangan revaluasi aktiva tetap.
PPAP umum, maks. 1,25% dari ATMR
PPAP yang dapat diperhitungkan sebagai komponen
Modal Pelengkap berubah dari PPAP atas seluruh
Aktiva Produktif (maks. 1,25% dari ATMR) menjadi
PPAP umum, yaitu PPAP yang berasal dari Aktiva
Produktif yang tergolong Lancar (maks.1,25% dari
ATMR).
Modal pinjaman.
Pinjaman Subordinasi.

30 September 2017 DPBPR 8


INBRENG

BPR dapat melakukan setoran modal dalam bentuk


aktiva tetap dengan persetujuan BI.
Jumlah total aktiva tetap (termasuk INBRENG)
maksimal sebesar 50% dari modal disetor.
Permohonan persetujuan ke BI dilampiri:
1. Hasil penilaian aktiva tetap oleh Penilai
Independen min. memuat nilai/harga, jenis, status
dan tempat kedudukan.
2. Risalah RUPS atau Rapat Anggota.
3. Bukti pengumuman pada 2 surat kabar harian.

30 September 2017 DPBPR 9


INBRENG

KRITERIA AKTIVA TETAP


Berwujud
Siap pakai atau dibangun terlebih dahulu
Diperlukan untuk kegiatan usaha BPR dan tidak
dimaksudkan untuk dijual.
Masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun.

30 September 2017 DPBPR 10


INBRENG

Penilai Independen merupakan:


Bukan pihak terkait BPR
Bukan kelompok peminjam dgn debitur BPR
Berdasarkan kode etik dan metode standar
profesi (MAPPI)
Memiliki izin usaha dari instansi berwenang
Menjadi anggota asosiasi

30 September 2017 DPBPR 11


DISTRIBUSI LABA

BPR dilarang melakukan distribusi laba


(seperti pembayaran dividen, pembagian
bonus kepada pengurus dan pembayaran
insentif bersifat non operasional) apabila
menyebabkan rasio KPMM menjadi
kurang dari 8%.

30 September 2017 DPBPR 12


PERHITUNGAN ATMR

PPAP Khusus (PPAP yang


dibentuk dari AP yang tergolong KL,
D dan M) akan mengurangi
besarnya jumlah outstanding AP
dalam rangka perhitungan ATMR.

30 September 2017 DPBPR 13


PERHITUNGAN ATMR

Perubahan Bobot Risiko dalam Perhitungan


ATMR
Kredit yg dijamin BUMN diberi bobot 50% (BUMN dimaksud
adalah lembaga penjamin kredit milik Pemerintah Pusat).
Kredit yang dijamin BUMD diturunkan dari 100% menjadi 50%
(BUMD dimaksud adalah BUMD yg melakukan usaha sebagai
perusahaan penjamin dan melakukan kerjasama penjaminan
kredit dengan lembaga penjamin kredit milik Pemerintah Pusat).
Kredit kepada pegawai/pensiunan (al.PNS/TNI/POLRI)
diturunkan dari 100% menjadi 50%.
KPR dijamin dengan hak tanggungan pertama diturunkan dari
50% menjadi 40%.
Kredit kepada usaha mikro dan kecil (UMK) diturunkan bobot
risikonya dari 100% menjadi 85%.
30 September 2017 DPBPR 14
PERHITUNGAN ATMR

No KOMPONEN BOBOT RISIKO BOBOT RISIKO


(LAMA) (BARU)
1 Kas, SBI, Kredit dgn agunanTab&Deposito yg 0 0
diblokir, emas/logam mulia, dan Kredit kpd
PemerintahPusat
2 Giro, Deposito, Sertifikat Deposito, tagihan pada 20 20
Bank Lain dan Kredit kpd/dijamin Bank lain/Pemda
3 KPR dijamin dengan Hak Tanggungan I (utk 50 40
dihuni)
4 Kredit kpd/yg dijamin oleh BUMN/BUMD 100 50
5 Kredit kpd pegawai/pensiunan 100 50
6 Kredit kpd UMK 100 85
7 Kredit kpd/yg dijamin oleh perorangan, koperasi 100 100
dan/atau kelompok/perusahaan lain
8 Aktiva Tetap dan Inventaris (nilai buku) 100 100
9 30Aktiva selain
September 2017 tersebut di atas DPBPR 100 100 15
SANKSI

MELANGGAR MODAL MINIMUM 8%


Sanksi administratif berupa DPK- Cabut Izin Usaha

MELANGGAR DISTRIBUSI LABA


Teguran tertulis
Penurunan nilai kredit TKS
Pencantuman pengurus/PS sebagai Daftar TL yang
mengacu ketentuan fit n proper BPR.

30 September 2017 DPBPR 16


KETENTUAN LAIN

PBI ini mulai berlaku sejak 1 Desember


2006
PBI ini mencabut SK Direksi Bank
Indonesia No. 26/20/KEP/DIR tanggal 29
Mei 1993 ttg kewajiban penyediaan modal
minimum dan dinyatakan tidak berlaku
bagi BPR.

30 September 2017 DPBPR 17


BAGIAN II

POKOK-POKOK PERUBAHAN DALAM


PBI NO. 8/19/PBI/2006
(5 Oktober 2006)

TENTANG

KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF DAN


PEMBENTUKAN PENYISIHAN
PENGHAPUSAN AKTIVA PRODUKTIF BPR

30 September 2017 DPBPR 18


MATERI PEMBAHASAN

Jenis dan Kualitas Aktiva Produktif


PPAP
Restrukturisasi Kredit
Agunan Yang Diambil Alih (AYDA)
Hapus Buku (HB) dan Hapus Tagih (HT)
Kewajiban dan Sanksi

30 September 2017 DPBPR 19


LATAR BELAKANG

1. Sesuai dengan karakteristik kredit BPR yang umumnya


berjangka waktu pendek dengan angsuran harian,
mingguan dan bulanan maka perlu penyempurnaan
ketentuan mengenai penentuan kolektibilitas dari yang
sebelumnya dihitung berdasarkan lamanya tunggakan
saja (pokok maupun bunga) menjadi dihitung
berdasarkan frekuensi dan/atau lamanya tunggakan.
2. Perubahan menyangkut penilaian kolektibilitas atas
penempatan BPR pada bank lain, judgement
kolektibilitas, penilaian agunan, restrukturisasi kredit
dan tambahan ketentuan mengenai agunan yang
diambil alih (AYDA).

30 September 2017 DPBPR 20


JENIS AKTIVA PRODUKTIF (AP)

1. KREDIT
a. Kredit dengan angsuran non KPR
Angsuran kurang dari 1 bulan (harian atau mingguan)
Angsuran 1bulan atau lebih
b. Kredit dengan angsuran KPR
c. Kredit tanpa angsuran -> debitur hanya membayar angsuran
bunga, sementara pokok dilunasi sekaligus saat jatuh tempo,
termasuk:
Kredit yg pencairannya dpt dilakukan secara bertahap atau
sekaligus
Debitur dpt membayar sebagian atau seluruh pokok kredit
dan menarik dana kembali sepanjang fasilitas kredit masih
tersedia dan belum jatuh tempo.
2. SERTIFIKAT BANK INDONESIA
3. PENEMPATAN DANA ANTAR BANK
30 September 2017 DPBPR 21
PRINSIP UMUM KUALITAS AP

1. Kualitas Kredit -> L, KL, D, dan M


Kredit angsuran harian/mingguan dihitung berdasarkan
lamanya tunggakan AP dan/atau AB (bulanan)
Kredit angsuran 1 bulan/lebih, kredit angsuran KPR, dan kredit
non angsuran dihitung berdasarkan frekuensi tunggakan AP
dan/atau AB (kali angsuran)
2. Kualitas SBI -> selalu Lancar
3. Kualitas Penanaman Dana AB -> L, KL, M
L -> tidak terdapat tunggakan AP/AB
KL -> tunggakan AP/AB maksimum 5 hk.
M -> tunggakan AP/AB lebih dari 5 hk, bank partner DPK-
likuidasi
4. Untuk kredit dengan grace period, TP/TB dihitung
setelah tenggang waktu yang ditetapkan dalam PK
berakhir.
30 September 2017 DPBPR 22
PRINSIP UMUM KUALITAS AP

Kualitas AP yang ditetapkan BPR dapat


diturunkan BI dengan professional judgement
apabila :
Debitur tidak diketahui lagi keberadaannya
Usaha debitur bangkrut
Dalam hal terjadi perbedaan, kualitas AP yang
berlaku adalah sesuai ketetapan BI.
BPR wajib melakukan penyesuaian kualitas AP
dalam setiap laporan kepada BI paling lambat 14
hari sejak tanggal pemberitahuan BI (termasuk
exit meeting).
30 September 2017 DPBPR 23
KREDIT NON KPR
MASA ANGSURAN KURANG 1 BULAN
LANCAR
Tidak terdapat tunggakan AP/AB
Tidak terdapat tunggakan AP/AB tidak lebih dari 1bln dan belum JT.
KURANG LANCAR
Terdapat tunggakan AP/AB 1 bln < t =< 3 bln
Kredit telah JT tidak lebih dari 1 bln
DIRAGUKAN
Terdapat tunggakan AP/AB 3 bln < t =< 6 bln
Kredit telah JT 1 bln < t =< 2 bln
MACET
Terdapat tunggakan AP/AB lebih dari 6 bln
Kredit telah JT lebih dari 2 bln
Kredit telah diserahkan kepada BUPN
Kredit telah diajukan ganti rugi kepada perusahaan asuransi kredit.
30 September 2017 DPBPR 24
KREDIT NON KPR
MASA ANGSURAN BULANAN ATAU LEBIH
LANCAR
Tidak terdapat tunggakan AP/AB
Tidak terdapat tunggakan AP/AB tidak lebih dari 3x angsuran dan
belum JT.
KURANG LANCAR
Terdapat tunggakan AP/AB 3x < t =< 6x angsuran
Kredit telah JT tidak lebih dari 1 bln
DIRAGUKAN
Terdapat tunggakan AP/AB 6x < t =< 12x angsuran
Kredit telah JT 1 bln < t =< 2 bln
MACET
Terdapat tunggakan AP/AB lebih dari 12 x angsuran
Kredit telah JT lebih dari 2 bln
Kredit telah diserahkan kepada BUPN
30 September
Kredit 2017
telah diajukan ganti rugi kepada
DPBPR perusahaan asuransi kredit.
25
KREDIT KPR DENGAN ANGSURAN

LANCAR
Tidak terdapat tunggakan AP/AB
Tidak terdapat tunggakan AP/AB tidak lebih dari 6x angsuran dan
belum JT.
KURANG LANCAR
Terdapat tunggakan AP/AB 6x < t =< 9x angsuran
Kredit telah JT tidak lebih dari 1 bln
DIRAGUKAN
Terdapat tunggakan AP/AB 9x < t =< 30x angsuran
Kredit telah JT 1 bln < t =< 2 bln
MACET
Terdapat tunggakan AP/AB lebih dari 30 x angsuran
Kredit telah JT lebih dari 2 bln
Kredit telah diserahkan kepada BUPN
30 September
Kredit 2017
telah diajukan ganti rugi kepada
DPBPR perusahaan asuransi kredit.
26
KREDIT TANPA ANGSURAN

LANCAR
Tidak terdapat tunggakan AP/AB
Tidak terdapat tunggakan AP/AB tidak lebih dari 3x angsuran dan
belum JT.
KURANG LANCAR
Terdapat tunggakan AP/AB 3x < t =< 6x angsuran
Kredit telah JT tidak lebih dari 1 bln
DIRAGUKAN
Terdapat tunggakan AP/AB 6x < t =< 12x angsuran
Kredit telah JT 1 bln < t =< 2 bln
MACET
Terdapat tunggakan AP/AB lebih dari 12 x angsuran
Kredit telah JT lebih dari 2 bln
Kredit telah diserahkan kepada BUPN
30 September
Kredit 2017
telah diajukan ganti rugi kepada
DPBPR perusahaan asuransi kredit.
27
PPAP YANG WAJIB DIBENTUK

1. PPAP UMUM
Minimal 0,5% dari AP tergolong Lancar kecuali SBI.

2. PPAP KHUSUS
a. Minimal 10% dari AP tergolong KL dikurangi agunan.
b. Minimal 50% dari AP tergolong D dikurangi agunan.
c. Minimal 100% dari AP tergolong M dikurangi agunan.

30 September 2017 DPBPR 28


AGUNAN
Agunan yang diperhitungkan sebagai pengurang PPAP
a. 100% dari agunan yang bersifat likuid.
b. 80% dari nilai hak tanggungan untuk agunan berupa tanah,
bangunan dan rumah bersertifikat (SHM atau SHGB) yg diikat
dengan hak tanggungan.
c. 60% dari nilai jual objek pajak utk agunan berupa tanah,
bangunan dan rumah bersertifikat (SHM atau SHGB), hak pakai
tanpa hak tanggungan.
d. 50% dari nilai jual objek pajak untuk agunan berupa tanah
berdasarkan kepemilikan surat Girik (letterC/petok D) dilampiri
Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) terakhir, dan
e. 30% dari nilai pasar utk agunan berupa kendaraan bermotor yg
disertai bukti kepemilikan dan diikat sesuai ketentuan yg berlaku
(terdaftar pada lembaga Fiducia).

Agunan selain di atas dinilai 0% (tidak diperhitungkan


sebagai pengurang dlm pembentukan PPAP).

30 September 2017 DPBPR 29


AGUNAN

BPR wajib menilai agunan untuk mengetahui nilai


ekonomisnya berupa taksiran dan pendapat penilai
intern BPR atas nilai ekonomis agunan berdasarkan
analisis thd fakta-fakta obyektif dan relevan menurut
metode dan prinsip-prinsip umum (MAPPI).
Agunan tidak diperhitungkan sebagai pengurang PPAP,
apabila tidak dilakukan penilaian secara benar.
BI dapat melakukan perhitungan kembali atas nilai
agunan yang diperhitungkan sebagai pengurang PPAP.
BPR wajib menyesuaikan perhitungan PPAP sesuai
ketetapan BI dalam setiap laporan kepada BI paling
lambat 14 hari sejak tanggal pemberitahuan BI
(termasuk exit mtg).
30 September 2017 DPBPR 30
RESTRUKTURISASI KREDIT

Upaya perbaikan yang dilakukan BPR terhadap


debitur yang mengalami kesulitan memenuhi
kewajibannya, melalui :
Penjadualan kembali
Persyaratan kembali
Penataan kembali

30 September 2017 DPBPR 31


RESTRUKTURISASI KREDIT

1. Dapat dilakukan apabila:


a. Debitur mengalami kesulitan pembayaran pokok
dan/atau bunga kredit; dan
b. Debitur memiliki prospek usaha yang baik dan
diperkirakan mampu memenuhi kewajiban setelah
kredit direstrukturisasi.
2. Dilarang apabila hanya untuk menghindari:
a. penurunan kualitas Kredit;
b. peningkatan pembentukan PPAP; dan/atau
c. penghentian pengakuan pendapatan bunga secara
akrual.

30 September 2017 DPBPR 32


RESTRUKTURISASI KREDIT

KUALITAS KREDIT YG DIRESTRUKTURISASI


1. Setinggi-tingginya KL untuk kredit yg sblm direstrukturisasi D atau
M.
2. Kualitas tidak berubah untuk kredit yang sebelum direstrukturisasi
tergolong L atau KL.
3. Kualitas dpt menjadi L, apabila tdk terjadi TP/TB selama 3 kali
periode angsuran scr berturut-turut.
4. Sama dengan kualitas kredit sebelum direstrukturisasi, apabila
debitur tidak dapat memenuhi kondisi angka 3.
5. Restrukturisasi kredit dengan menggunakan grace period :
a. Selama grace period, sama dengan kualitas kredit sebelum
direstrukturisasi.
b. Setelah grace period, kualitas mengikuti angka 1 s.d. 4.

30 September 2017 DPBPR 33


RESTRUKTURISASI KREDIT

BPR wajib menerapkan perlakuan akuntansi


restrukturisasi kredit, termasuk pengakuan
kerugian yang timbul sesuai SAK/PAPI.
BPR wajib memiliki kebijakan/sistem &
prosedur restrukturisasi kredit secara tertulis
yang disetujui oleh komisaris.
Komisaris wajib melakukan pengawasan aktif.

30 September 2017 DPBPR 34


RESTRUKTURISASI KREDIT

KOREKSI KUALITAS KREDIT YG DIRESTRUK


BI berwenang mengkoreksi penetapan kualitas kredit yg
direstrukturisasi dan pendapatan bunga yg telah diakui
secara akrual, apabila:
a. Restruktuirisasi bertujuan hanya untuk penurunan
kualitas kredit, peningkatan pembentukan PPAP dan/atau
penghentian pengakuan pendapatan secara akrual.
b. Debitur tidak melaksanakan perjanjian/akad
restrukturisasi kredit.
c. Restrukturisasi dilakukan secara berulang dgn tujuan utk
memperbaiki kualitas kredit tanpa memperhatikan
prospek usaha debitur.

30 September 2017 DPBPR 35


AGUNAN YANG DIAMBIL ALIH (AYDA)

1. AYDA adalah aktiva yang diperoleh BPR, baik


melalui lelang atau di luar lelang berdasarkan
penyerahan secara sukarela oleh pemilik agunan
dan berdasarkan surat kuasa untuk menjual dari
pemilik agunan dalam hal debitur telah dinyatakan
macet.
2. BPR wajib melakukan upaya penyelesaian
terhadap AYDA paling lama 2 tahun sejak
pengambilalihan.
3. Apabila setelah jangka waktu 2 tahun belum dapat
diselesaikan maka BPR wajib membiayakan
dicatat pada pos beban non operasional
dengan rekening lawan AYDA
30 September 2017 DPBPR 36
AGUNAN YANG DIAMBIL ALIH (AYDA)..

4. Nilai agunan yg diambilalih adalah net realizable


value, yaitu sebesar nilai pasar agunan dikurangi
estimasi biaya yang dibutuhkan untuk menjual,
maksimum sebesar baki debet Kredit yang akan
diselesaikan dengan AYDA.
5. Penetapan nilai AYDA diatas Rp500 juta wajib oleh
penilai independen.

30 September 2017 DPBPR 37


HAPUS BUKU (HB) & HAPUS TAGIH (HT)

1. BPR wajib memiliki kebijakan & prosedur tertulis


mengenai AYDA, HB dan HT yang telah disetujui
komisaris yang mencakup minimal :
a. Kriteria
b. Persyaratan
c. Limit
d. Kewenangan dan tanggung jawab
e. Tata cara AYDA, HB, dan HT
2. Komisaris wajib mengawasi pelaksanaan kebijakan
AYDA, HB dan HT.

30 September 2017 DPBPR 38


HAPUS BUKU (HB) & HAPUS TAGIH (HT)

1. HB&HT dpt dilakukan BPR (setelah dilakukan


upaya penagihan) thd penyediaan dana dgn
kualitas Macet.
2. HB tidak dapat dilakukan terhadap sebagian
penyediaan dana (partial write off).
3. HT dapat dilakukan terhadap sebagian atau
seluruh penyediaan dana.
4. HT terhadap sebagian penyediaan dana hanya
dapat dilakukan dalam rangka
restrukturisasi/penyelesaian kredit (d/r transparansi
kepada debitur).
30 September 2017 DPBPR 39
SANKSI

PELANGGARAN KETENTUAN
DIMAKSUD DIKENAKAN SANKSI
ADMINISTRATIF :
Teguran tertulis
Penurunan nilai kredit dalam perhitungan TKS
Pencantuman pengurus/PS dalam daftar TL dalam
penilaian fit n proper.

30 September 2017 DPBPR 40


KETENTUAN LAIN

PBI ini mulai berlaku 1 Desember 2006


PBI ini mencabut ketentuan :
SK Direksi BI No. 26/22/KEP/DIR tanggal 29 Mei
1993 tentang kualitas AP dan PPAP
SK Direksi BI No. 26/167/KEP/DIR tanggal 29 Maret
1994 tentang penyempurnaaan SK di atas.

30 September 2017 DPBPR 41


BAGIAN III

POKOK-POKOK
PBI NO. 8/20/PBI/2006
(5 Oktober 2006)

TENTANG

TRANSPARANSI KONDISI
KEUANGAN BPR
30 September 2017 DPBPR 42
LATAR BELAKANG

1. Menyesuaikan Laporan Keuangan Publikasi


BPR dengan laporan bulanan BPR terbaru.
2. Meningkatkan transparansi kondisi keuangan
BPR (meningkatkan frekuensi publikasi).
3. Mendorong linkage program antara BPR dan
bank umum

30 September 2017 DPBPR 43


LT, LKT DAN LKP

Laporan Tahunan (LT) -> laporan lengkap


mengenai kinerja BPR dlm kurun waktu 1 tahun
berisi Laporan Keuangan Tahunan dan informasi
umum.
Laporan Keuangan Tahunan (LKT) -> laporan
keuangan akhir tahun BPR yg disusun berdasarkan
standar akuntansi keuangan.
Laporan Keuangan Publikasi (LKP) -> laporan
keuangan BPR yang disusun berdasarkan standar
akuntansi keuangan yang berlaku dan
dipublikasikan setiap triwulan sesuai ketentuan BI.
30 September 2017 DPBPR 44
PENYAMPAIAN DAN PENGUMUMAN LKP/LT

TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BPR


BPR wajib membuat dan menyajikan laporan
keuangan yg terdiri dari Laporan Tahunan dan Laporan
Keuangan Publikasi.
Laporan Keuangan Tahunan yg disampaikan dalam
Laporan Tahunan dibuat untuk 1 (satu) tahun buku dan
disajikan dengan perbandingan 1 (satu) tahun buku
sebelumnya.
Cakupan informasi LKP : ditambahkan informasi KAP,
kolektibilitas masing-masing aktiva produktif, NPL-net,
rasio KPMM, LDR, ROA dan Pemegang Saham
Pengendali (akan dituangkan dalam SE Ekstern)
30 September 2017 DPBPR 45
PENYAMPAIAN DAN PENGUMUMAN LKP/LT

4. Pengumuman Laporan Keuangan Publikasi


dilakukan secara triwulanan untuk posisi
pelaporan akhir bulan Maret, Juni, September
dan Desember.
5. Bukti pengumuman LKP (berupa guntingan
surat kabar, fotokopi LKP yang ditempelkan
pada papan pengumuman, rekaman data
secara on-line maupun off-line) disampaikan
paling lambat tanggal 14 setelah batas akhir
pengumuman.

30 September 2017 DPBPR 46


BATAS WAKTU PENYAMPAIAN

N LAPORAN WAJIB TERLAMBAT TIDAK


O
1 LT Aset > 10M atau KAP
Plg lambat 30 April thn Disampaikan dlm Disampaikan setelah 31
berikutnya kurun wkt 1 s.d. 31 Mei tahun berikutnya
Mei thn berikutnya
Aset < 10M
Plg lambat akhir Februari Disampaikan dlm Disampaikan setelah 31
thn berikutnya kurun wkt 1 s.d. 31 Maret tahun berikutnya
Maret thn
berikutnya
2 LKP Diumumkan plg lambat: Diumumkan Belum mengumumkan
1 bln setelah bulan lap setelah batas akhir dalam kurun waktu
LKP Maret, Juni & Sept kewajiban keterlambatan
2 bln setelah bulan lap mengumumkan
LKP Desember tapi tdk lebih dari 1
(unaudited) bulan.
4 bln setelah bulan lap
30 September 2017 LKP Desember (audited) DPBPR 47
BATAS WAKTU PENYAMPAIAN

NO LAPORAN WAJIB TERLAMBAT TIDAK

3 Menyampaikan Disampaikan Disampaikan setelah Belum


guntingan surat plg lmbt 14 hari tanggal 14 (setelah menyampaikan
kabar berisi LKP setelah batas batas akhir dalam kurun waktu
dan rekaman akhir pengumuman keterlambatan
data LKP secara pengumuman berakhir) tapi tdk lebih
on-line * LKP dari 1 bulan

*) Tunduk kepada ketentuan BI tentang Laporan Bulanan BPR

30 September 2017 DPBPR 48


CATATAN

BPR yang telah menyampaikan Laporan


Tahunan dan atau mengumumkan
Laporan Keuangan Publikasi tidak sesuai
dengan bentuk dan tata cara sesuai PBI
ini dinyatakan belum menyampaikan
dan/atau mengumumkan laporan
dimaksud.

30 September 2017 DPBPR 49


CATATAN

Laporan Keuangan Publikasi (LKP) wajib


ditandatangani oleh 1 anggota direksi
atau pejabat yang berwenang (bila direksi
berhalangan) dengan mencantumkan
nama secara jelas.
Bagi BPR yang diaudit KAP, LKP posisi
Desember wajib mencantumkan nama
KAP (partner in charge)

30 September 2017 DPBPR 50


AKUNTAN PUBLIK (AP)

1. AP/KAP yang ditunjuk BPR adalah AP/KAP yang terdaftar di


BI
2. AP tidak boleh memiliki keterkaitan dengan BPR.
3. Penunjukkan AP oleh BPR diperbolehkan paling lama 3 kali
periode audit (tahun buku) berturut-turut sejak berlakunya
PBI ini.
4. Penunjukkan AP/KAP wajib didasarkan pada perjanjian
kerjasama.
5. BI dapat menyatakan keberatan atas penunjukan AP
tertentu oleh BPR.
6. BI memiliki akses informasi kepada AP.
7. AP wajib :
melakukan audit sesuai dg standar profesional dan perjanjian kerja.
memberitahukan kepada BI apabila terdapat temuan.
menyampaikan Laporan Hasil Audit dan Surat Komentar
(management letter).
mematuhi ketentuan rahasia bank.
30 September 2017 DPBPR 51
PERJANJIAN KERJASAMA BPR &
AP/KAP, minimal meliputi:
Nama AP/KAP
AP yang bertanggungjawab terhadap audit (partner in charge)
Kewajiban AP/KAP untuk melaksanakan audit sesuai SPAP (Std.
Profesional Akuntan Publik)
Ruang lingkup Audit
Jangka waktu penyelesaian audit
Pernyataan dari BPR mengenai izin kepada KAP dan kewajiban KAP untuk
menyampaikan secara langsung kepada BI: Lap. Hasil Audit, Surat
komentar (management letter), informasi yang dibutuhkan oleh BI dari KAP
yang dilakukan setiap saat apabila diperlukan, dan informasi mengenai
pelanggaran peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang
keuangan dan perbankan, serta keadaan dan perkiraan keadaan yang
dapat membahayakan kelangsungan usaha BPR (paling lambat 7 hari
sejak ditemukannya pelanggaran/ kasusnya).
Kewajiban AP/KAP memberitahukan kepada BI sebelum pelaksanaan
audit.
30 September 2017 DPBPR 52
RUANG LINGKUP AUDIT AP/KAP:

Pengelolaan KAP dan kecukupan PPAP


Penilaian terhadap RRA (termasuk agunan diambil alih)
Pendapat terhadap kewajaran atas transaksi dengan pihak-pihak
yang mempunyai hubungan istimewa maupun transaksi yang
dilakukan dengan perlakuan khusus.
Jumlah dan kualitas penyediaan dana kepada pihak terkait
Rincian pelanggaran BMPK yang meliputi nama nasabah, kualitas
penyediaan dana, prosentase dan jumlah pelanggaran BMPK
Perhitungan KPMM
Keandalan sistem pelaporan BPR kepada BI dan pengujian
terhadap keandalan laporan-laporan yang disampaikan oleh BPR
kepada BI.
Hal-hal lain.

30 September 2017 DPBPR 53


SANKSI BAGI BPR
1. Rp50 ribu per hk keterlambatan
Terlambat menyampaikan LT, mengumumkan LKP atau
menyampaikan guntingan srt kabar&/rekaman data LKP
2. Rp 3 juta
Tidak menyampaikan LT, mengumumkan LKP atau
menyampaikan guntingan srt kabar/rekaman data LKP
3. Terdapat kesalahan material LT/LKP:
a. Teguran I (2 minggu)
b. Teguran II (2 minggu)
c. Jika tdk melakukan perbaikan dikenakan Rp 5 juta dan sanksi
administratif berupa:
Penurunan nilai kreidt TKS dan/atau
Pencantuman pengurus dan/atau pemegang saham dalam DTL.
d. Dapat dikenakan sanksi pidana.

30 September 2017 DPBPR 54


SANKSI BAGI AKUNTAN PUBLIK

Tdk melaksanakan kewajibannya (Psl.16 PBI)


Penghapusan nama AP dari daftar nama AP di BI;
Penghapusan KAP dari daftar KAP di BI (jika
pelanggaran dilakukan oleh 2 orang AP); dan/atau
Usulan pencabutan izin usaha sebagai pemberi jasa
sesuai ketentuan atau kode etik yang berlaku.
Melanggar ketentuan rahasia bank dapat dikenakan
sanksi pidana.

30 September 2017 DPBPR 55


KEADAAN MEMAKSA

BPR yang mengalami keadaan memaksa lebih dari


1 bulan pada bulan terakhir sebelum kewajiban
timbul dikecualikan dari ketentuan PBI ini.
Untuk memperoleh pengecualian di atas, BPR
terlebih dahulu harus menyampaikan permohonan
kepada BI disertai penjelasan mengenai keadaan
memaksa yang dialami.
BPR yang memperoleh pengecualian tsb wajib
menyampaikan dan/atau mengumumkan laporan
setelah beroperasi normal kembali.
30 September 2017 DPBPR 56
KETENTUAN LAIN

PBI ini berlaku sejak LKP Desember 2006 dan


LT tahun 2006.
PBI ini mencabut :
a. SK Direksi BI No. 27/119/KEP/DIR tanggal
25 Januari 1995 tentang LKT dan LKP.
b. Surat Edaran BI No. 27/5/UPPB tanggal 25
Januari 1995 tentang LKT dan LKP

30 September 2017 DPBPR 57


BAGIAN IV

POKOK-POKOK
PBI No.8/26/PBI/2006
(8 November 2006)

TENTANG

BANK PERKREDITAN RAKYAT

30 September 2017 DPBPR 58


LATAR BELAKANG

1. Untuk memperkuat kelembagaan BPR, dipandang


perlu mengatur kembali ketentuan kelembagaan BPR
dalam PBI. Penguatan diantaranya dilakukan pada
aspek permodalan dan aspek kompetensi anggota dan
calon anggota Direksi.
2. Dalam rangka meningkatkan fungsi intermediasi BPR
melalui perluasan jaringan kantor, ketentuan
pembukaan Kantor Cabang perlu relaksasi dengan
tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian berupa
kemampuan permodalan dan aspek kelayakan usaha
(feasibility study).

30 September 2017 DPBPR 59


MATERI PEMBAHASAN

Ketentuan Umum
Persyaratan Calon Direksi & Komisaris BPR
Perubahan Kepemilikan
Pembukaan Kantor Cabang
Pembukaan Kantor Kas dan ATM
Pemindahan Alamat Kantor
Perubahan Nama dan Bentuk Badan Hukum
Sanksi

30 September 2017 DPBPR 60


KETENTUAN UMUM

Kantor Kas
melakukan pelayanan kas tidak termasuk pemberian
kredit untuk membantu kantor induk
Kegiatan Kas Diluar Kantor
mencakup Kas Mobil, Payment Point, dan ATM yaitu
kegiatan kas dengan peralatan elektronik untuk
penarikan tunai, pemindahbukuan, informasi saldo atau
mutasi.
Lembaga Sertifikasi Profesi
lembaga yang mengatur dan menetapkan sistem
sertifikasi bagi pengurus BPR, memenuhi syarat
minimum BI dan memiliki akreditasi dari instansi
berwenang.
30 September 2017 DPBPR 61
PENGURUS BPR

RELAKSASI PERSYARATAN ANGGOTA/CALON


ANGGOTA DIREKSI

Ketentuan bahwa paling sedikit 50% dari anggota


Direksi memiliki pengalaman sebagai pejabat di
bidang operasional perbankan paling singkat selama 2
tahun pada bidang pendanaan dan/atau perkreditan,
direlaksasi dengan memberikan alternatif berupa
kewajiban memiliki sertifikat kelulusan dari
Lembaga Sertifikasi Profesi sebagai calon direktur
BPR dan telah magang paling singkat selama 3
bulan pada BPR.
30 September 2017 DPBPR 62
PENGURUS BPR

DEWAN KOMISARIS
Persyaratan kompetensi sebagaimana ketentuan fit n
proper test wajib dipenuhi oleh minimum 50% bagi
anggota dewan komisaris berupa pengetahuan
dan/atau pengalaman di bidang perbankan.
Anggota komisaris hanya dapat merangkap jabatan
sebagai komisaris paling banyak pada 2 (dua) BPR atau
BPRS lain, sementara pada Bank Umum DIHAPUS.

30 September 2017 DPBPR 63


PENGURUS BPR

DOMISILI ANGGOTA DEWAN KOMISARIS

Ketentuan bahwa paling sedikit 1 orang anggota dewan


Komisaris wajib berdomisili dekat dengan tempat
kedudukan BPR diubah dengan kewajiban anggota
dewan Komisaris untuk mengadakan Rapat Dewan
Komisaris paling sedikit 4 kali setahun atau
mengadakan rapat dengan anggota Direksi sepanjang
jumlah anggota Dewan Komisaris belum memenuhi
ketentuan.

30 September 2017 DPBPR 64


PERUBAHAN KEPEMILIKAN

Ketentuan baru Pasal 19


Penambahan modal disetor yang tidak mengakibatkan
perubahan komposisi kepemilikan BPR wajib dilaporkan
kepada BI paling lambat 10 hari sejak penambahan
modal disetor dilampiri :
Bukti penyetoran
Risalah RUPS
Perubahan anggaran dasar notariil
Bukti pelaporan perubahan anggaran dasar
Surat pernyataan PS
Daftar PS beserta rincian kepemilikan

30 September 2017 DPBPR 65


KANTOR CABANG

PERSYARATAN PEMBUKAAN KC
1. Persyaratan CAR dalam pembukaan KC berubah
dari 15% menjadi minimum 10% selama 3 bulan
berturut-turut.
2. Persyaratan untuk memenuhi modal disetor
dihapus, sehingga modal disetor dipenuhi sesuai
masa pentahapan sebagaimana telah diatur pada
pasal 69 ayat 1.

30 September 2017 DPBPR 66


KANTOR CABANG

JUMLAH KC YANG DAPAT DIBUKA


Jumlah KC yang dapat dibuka tidak lagi
dibatasi 1 KC setahun.
Permohonan pembukaan KC berikutnya dapat
diajukan paling cepat 3 bulan sejak tanggal
persetujuan BI atas pembukaan KC terakhir.

30 September 2017 DPBPR 67


KEGIATAN KAS DI LUAR KANTOR BERUPA ATM

ATM yang diselenggarakan sendiri oleh BPR


hanya dapat dilakukan dalam wilayah provinsi
yang sama dengan kantor induknya.
ATM yang bekerjasama dengan Bank Umum
dapat dilakukan keluar wilayah provinsi tempat
kedudukan BPR.
Rencana penggunaan ATM oleh BPR wajib
tercantum dalam RKAT dan pengoperasiannya
wajib memperoleh persetujuan Bank Indonesia.

30 September 2017 DPBPR 68


PEMINDAHAN ALAMAT KANTOR

Persyaratan penyesuaian modal


disetor dalam rangka pemindahan
alamat kantor DIHAPUS.
Selanjutnya BPR diminta melakukan
penyesuaian tahapan modal disetor
sesuai tempat kedudukan BPR yang
baru
30 September 2017 DPBPR 69
PENTAHAPAN PEMENUHAN MODAL DISETOR

SANKSI BAGI BPR YANG TIDAK DAPAT MEMENUHI


PENTAHAPAN PEMENUHAN MODAL DISETOR
(SEKALIGUS)
1. Dilarang melakukan penyediaan dana baru
2. Menutup Kantor Cabang dan Kantor Kas
3. Menghentikan Kegiatan Kas di Luar Kantor
4. Menghentikan kegiatan usaha sebagai Pedagang
Valuta Asing (PVA), dan
5. Wajib memindahkan alamat kantor ke wilayah modal
yang sesuai dengan tahapan pemenuhan modal
disetor.
30 September 2017 DPBPR 70
PENTAHAPAN PEMENUHAN MODAL DISETOR

BPR yang telah melakukan setoran modal


secara riil namun belum didukung
kelengkapan administratif, dinyatakan telah
memenuhi pentahapan modal disetor
sepanjang telah melapor atau meminta
persetujuan/pengesahan dari instansi yang
berwenang.

30 September 2017 DPBPR 71


PENTAHAPAN PEMENUHAN MODAL DISETOR

LARANGAN PENYEDIAAN DANA BARU

larangan penyediaan dana baru adalah


larangan pemberian kredit kepada debitur baru
(kecuali perpanjangan), larangan menempatkan
dana dan/atau memperpanjang penempatan dana
antar bank.
ZERO GROWTH

30 September 2017 DPBPR 72


TERIMA KASIH

30 September 2017 DPBPR 73