Anda di halaman 1dari 8

PNEUMONIA

R. RUWIYANTO WIDAGDO
PNEUMONIA
Radang paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur atau benda asing
Tanda – tanda :
• Sesak nafas
• Retraksi suprasternal
epifastrial
intercostal
DIAGNOSIS
• Klinis
• Px : retraksi, ronkhi basah, nodus kering
• Lab : leukosit >> atau normal
PENGELOLAAN PEMANTAUAN

• O2, bersihkan jalan nafas • Pengawasan tanda vital :


• Antibiotik suhu, RR, nadi, tensi
• Infus D5 % • Tanda-tanda CPSA
• Cpses digitalis, lasix • Pantau GDS
• Gagal nafas ventilator
• Pemeriksaan penunjang
• Diuresis + imbang cairan
Bernafas dirangsang oleh PCO2
↑, PO2 ↓
Pada bayi baru lahir
penekanan pada dada pada
proses kelainan
DBD
Infeksi Arbovirus (virus dengue I, II, III, IV)
DASAR DIAGNOSIS :
Klinis : kriteria WHO
1. Demam tinggi mendadak terus menerus 2 – 7 hari
2. Manifestasi perdarahan
3. Pembesaran hati
4. Tanpa atau disertai ruam
LAB :
Hemokonsentrasi, trombositopeni < 100
2 atau 3 patokan klinis + laborat
Diagnosa klinis
DERAJAT BERAT PNEUMONIA
• Derajat I : demam + RL +
• Derajat II : demam + perdarahan spontan
• Derajat III :
• Derajat IV : syok
Derajat III – IV : oss
PENGELOLAAN :
pemberian volume expander
obat symtomatic
roborantia
antibiotik
kortikosteroid
SYOK
Kegagalan fungsi sirkulasi
organ nasal menerima O2 dan nutrien
Syok kardiogenik
septik
hipovolemik
Syok kardiogenik
• G3 fungsi jantung
• Kelainan jantung
nasal memompa darah
Terapi :
1. O2
2. Intropic, chronotropic
3. Retraksi cairan
4. Diuretika
SYOK HIPOVOLEMIK SYOK SEPTIC
Volume cairan intravaskuler Hipovolemik relatif
menurun Terapi :
Terapi : 1. Volume expander
1. O2 2. Inotropic
2. Volume expander 3. Antibiotik sesuai penyebab
3. Inotropic
4. Penyebab
THANK’S