Anda di halaman 1dari 20

DEFISIENSI

UNSUR
HARA
HARA MAKRO
NITROGEN

Peran :
Memacu petumbuhan tanaman secara umum, terutama fase vegetatif, berperan pada
pembentukan kloroil, membentuk lemak , protein, dan persenyawaan lain.

Gejala kekurangan nitrogen ditandai dengan warna daun berubah menjadi hijau muda
kemudian menjadi kuning sempurna, jaringan daun mati dan mengering berwarna merah
kecoklatan. Pembentukan buah tidak sempurna, kecil-kecil, kekuningan, dan masak sebelum
waktunya. Cara penanganan kekurangan unsur nitrogen adalah dengan menambahkan pupuk
kimia berupa pupuk urea (N=46%), ZA (N=21%), KNO3, NPK serta pupuk daun kandungan N
tinggi.
PHOSPOR

Peran :
Merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar, sebagai bahan dasar protein (ATP dan ADP),
membantu asimilasi dan respirasi, mempercepat proses pembungaan dan pembuahan, serta
memasakan biji dan buah.

Gejala kekurangan fosfor ditandai dengan warna bagian bawah daun terutama tulang daun merah
keunguan, daun melengkung, dan terpelintir (distorsi). Tepi daun, cabang dan batang juga berwarna
ungu. Kekurangan unsur ini menyebabkan terhambatnya sistem perakaran dan pembuahan.
Cara penanganan kekurangan unsur fosfor adalah dengan menambahkan pupuk kimia SP36 (P=36%),
pupuk NPK, MKP serta pupuk daun kandungan P tinggi.
KALIUM

Peran :
Membantu pembentukan proein dan karbohidrat, memperkuat jaringan tanaman, berperan
mementuk antibodi tanaman terhadap penyakit serta kekeringan.

Gejala kekurangan kalium ditandai dengan mengerutnya daun terutama daun tua meski
tidak merata, tepi dan ujung daun menguning yang kemudian menjadi bercak coklat. Bercak
daun ini akhirnya gugur, sehingga daun tampak bergerigi dan akhirnya mati. Buah yang
terbentuk tidak sempurna, kecil, kualitas jelek dan tidak tahan simpan.

Cara penanganan kekurangan unsur kalium adalah dengan menambahkan pupuk kimia KCl
(K=52%), NPK, MKP, serta pupuk daun kandungan K tinggi.
CaLCIUM

Peran
Mengaktifkan pembentukan bulu-bulu kar an biji, serta menguatkan batang, menetralisir
senyawa dan kondisi tanah yang merugikan.

Gejala kekurangan kalsium ditandai dengan pertumbuhan kuncup yang terhenti dan mati,
pertumbuhan tanaman lemah dan merana, tepi daun muda mengalami klorosis, buah muda
banyak yang rontok dan masak sebelum waktunya, warna buah kurang sempurna.

Cara penanganan kekurangan unsur kalsium adalah dengan menambahkan kapur dolomite
(Ca=38%), kalsium karbonat (Ca=90%), serta pupuk kalsium kandungan Ca 80-99%.
MAgNESIUM

Peran
Membantu pembentukan klorofil dan senyawa lain, seperti karbohidrat, lemak, berperan
penting dalam tranportasi fospat pada tanaman.

Gejala kekurangan magnesium ditandai dengan daun tua yang semula hijau segar
berubah menjadi kekuningan dan tampak pucat. Diantara tulang-tulang daun terjadi
klorosis, warna berubah menguning dan terdapat bercak-bercak berwarna kecoklatan,
sedangkan tulang daun tetap berwarnahijau. Cara penanganan kekurangan unsur
magnesium adalah dengan menambahkan pupuk kimia kieserite, kapur dolomite
(Mg=18%), serta pupuk daun yang mengandung unsur Mg.
SULFUR

Peran
Membantu pembentukan bintil akar, pembentukan asam amino, dan pertumbuhan tunas.

Gejala kekurangan sulfur ditandai dengan warna daun muda memudar (klorosis), berubah
menjadi hijau muda, kadang-kadang tampak tidak merata, menguning atau keputih-
putihan. Pertumbuhan tanaman terhambat, kerdil, berbatang pendek, dan kurus.Cara
penanganan kekurangan unsur sulfur adalah dengan menambahkan pupuk kimia ZA
(S=20%), Phonska (S=10%), serta pupuk daun yang mengandung unsur S.
HARA MIKRO
FeRUM

Peran
Berperan pada proses-proses fisiologis tanaman seperti proses pernapasan dan
pementukan klorofil.

Gejala kekurangan besi ditandai dengan warna kuning pada daun-daun muda, pertumbuhan
tanaman terhambat, daun berguguran dan mati pucuk, tulang daun yang berwarna hijau
berubah kekuningan kemudian memutih, pertumbuhan tanaman seolah terhenti.
MAnGAN

Peran
Berperan dalam proses asimilasi dan sebagai komponen utama dalam pembentukan
enzim-enzim pada tanaman.

Gejala kekurangan mangan ditandai dengan pertumbuhan tanaman kerdil, daun berwarna
kekuningan atau kemerahan, jaringan daun di beberapa tempat mati, serta biji yang
terbentuk tidak sempurna.
BORON

Peran
Membawa karbohidrat ke seluruh jaringan tanaman, mempercepat penyerapan unsur
kalium, berperan pada pertumbuhan tanaman, khususnya di bagian yang masih aktif,
meningkatkan kualitas produksi.

Gejala kekurangan boron ditandai dengan tepi daun mengalami klorosis mulai dari bawah
daun kemudian mengering dan akhirnya mati. Pada tanaman bercabang, ruas tanaman
memendek, batang keropos, pembentukan cabang tumbuh sejajar berdampingan.
CuOPPER

Peran
Pendorong poses pembentukan klorofil dan sebagai komponen dalam pementukan enzim
tanaman.

Gejala kekurangan tembaga ditandai dengan daun berwarna hijau kebiru-biruan, ujung
daun secara tidak merata ditemukan layu, terkadang terjadi klorosis meski jaringannya
tidak mati, pertumbuhan tanaman kerdil dan gagal membentuk bunga.
ZInK

Peran
Pembentukan hormon pada tanaman.

Gejala kekurangan seng ditandai dengan daun tua berwarna kekuningan atau kemerahan,
daun berlubang, mengering dan akhirnya mati.
MoLYBDENUM

Peran
Fungi sama seperti Cu, pengikat nitrogen bebas di udara dan menjadi komponen
pembentuk enzim pada bakteri bintil akar tanaman leguminosae.

Gejala kekurangan molibdenum ditandai dengan warna daun memudar, keriput dan
mengering, pertumbuhan tanaman seolah terhenti dan akhirnya mati.
Kekurangan Unsur Si, Cl Dan Na

Unsur Si atau Silisium hanya diperlukan oleh tanaman Serelia misalnya padi-padian, akan
tetapi kekurangan unsur ini belum diketahui dengan jelas akibatnya bagi tanaman.
Defisiensi unsur Cl atau Klorida dapat menimbulkan gejala pertumbuhan daun yang
kurang abnormal ( terutama pada tanaman sayur-sayuran), daun tampak kurang sehat
dan berwarna tembaga. Kadang-kadang pertumbuhan tanaman tomat, gandum dan kapas
menunjukkan gejala seperti itu.
Defisiensi unsur Na atau Natrium bagi pertumbuhan tanaman yang baru diketahui
pengaruhnya yaitu meng-akibatkan resistensi tanaman akan merosot terutama pada
musim kering. Tanpa Na tanaman dalam pertumbuhan-nya tidak dapat meningkatkan
kandungan air ( banyak air yang dapat dipegang per unit berat kering ) pada jaringan
daun. Gejala-gejal lainnya belum diketahui secara jelas.