Anda di halaman 1dari 24

TANTANGAN FASKES

DALAM UPAYA BERSAMA MENUJU UHC

Bambang Wibowo
Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan

ICA MEDICA
Semarang, 13 Oktober 2018
ISSUE PELAYANAN KESEHATAN

UNIVERSAL AKSES MUTU DAN


HEALTH PELAYANAN KESELAMATAN
COVERAGE KESEHATAN PASIEN
Universal Health Coverage
Universal health coverage merupakan sistem kesehatan yang memastikan setiap warga
dalam populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif,
preventif, kuratif, dan rehabilitatif bermutu dengan biaya terjangkau. ( WHO)

3 Dimensi UHC:
1. Seberapa besar prosentase penduduk yang
dijamin
2. Seberapa lengkap pelayanan yang dijamin
3. Seberapa besar proporsi cost sharing oleh
penduduk
KOMPETENSI FASKES
UHC 2019

PELAYANAN KOMPETENSI AKSES DAN MUTU


KESEHATAN RUMAH SAKIT

Sarana Prasarana Alat Kesehatan Sistem Pelayanan Mutu melalui


Farmasi dan sistem akreditasi RS
rujukan

DISTRIBUSI Sumber Daya Kesehatan

KOMPETENSI KLINIS KOMPETENSI KOMPETENSI


MANAJERIAL INTERPROFESIONAL

KEPEMIMPINAN KEMAMPUAN
KLINIS TEKNIS MEDIS
SEBARAN RS PELAYANAN RADIOTERAPI

3
1
1
1
2
1
1
2
5
5
2
2
1 1
Jumlah 8 Jawa Timur 5
No Propinsi fasyankes
1 Sumatera Utara 3 9 DIY 1
2 Riau 1 10 Bali 1
3 Sumatera Barat 2 11 Kalimantan Selatan 1  Jumlah Alat Radioterapi 54 Unit
4 Sumatera selatan 1 12 Kalimantan Timur 1
13 Makassar 2
 38 Linac dan 16 Cobalt
5 Jakarta 9
6 Jawa Barat 2 14 Sulawesi Utara 1
(th 2016)
7 Jawa Tengah 5 Jumlah total 35 5
SEBARAN PELAYANAN JANTUNG

SEBARAN RS DENGAN PELAYANAN CATH LAB


5

1
1
3 4
5 3
2
3 1

1 3

3
5
3

6 1 200 Cath Lab


22 3 1 1
1 36 2
0
5
3 172 Rumah Sakit

RS VERTIKAL DENGAN PELAYANAN BEDAH JANTUNG


RSUP Adam Malik RSUP Dr. Hasan Sadikin
Medan Bandung
RSUP M. Djamil RSUP Sardjito Yogyakarta
Padang
RSUP Sanglah Denpasar
RSUP M. Hoesin
RSUP Wahidin S
Palembang
Makassar
RSUP Fatmawati
RSUP Persahabatan
RSUPN Cipto
MAngunkusumo
6
Mutu Pelayanan Kesehatan

• Berbagai pengukuran mutu telah dilakukan oleh berbagai


institusi,
• SPM-RS , Indikator Mutu RS (Kemenkes),
• Indeks Kepuasan Masyarakat di fasyankes (KeMen PAN),
• Indeks Kualitas Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan KBK (BPJS)
• IKI, IKT (Dirjen Yankes pada RS Vertikal)
• Akreditasi RS dengan indikator mutu area klinis, manajemen dan
keselamatan pasien (KARS),
• Indikator keselamatan pasien (KNKP RS), dll

Kurang atau tanpa koordinasi antar satu pengukuran


dengan pengukuran yang lain

DIPERLUKAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI MUTU NASIONAL


KEBIJAKAN & STRATEGI MUTU NASIONAL

• Prioritas kesehatan nasional,


• Definisi mutu pelayanan
kesehatan,
• Pemetaan dan Keterlibatan
Stakeholder,
• Regulasi mutu pelayanan
kesehatan,
• Tatakelola dan organisasi,
• Metode peningkatan dan
intervensi,
• Pengukuran dan indikator
mutu pelayanan kesehatan,
• Data dan sistem informasi,
STATUS AKREDITASI RUMAH SAKIT
BERDASARKAN KELAS

RS KELAS A 3% RS KELAS B
PERDANA 3% 2% 4% 0%
6%
692, 43% 676, 42%
DASAR Paripurna Paripurna
Utama Utama
1611 MADYA
Madya Madya
Dasar Dasar
UTAMA
95% Perdana 87% Perdana
123, 8% 38, 2% PARIPURNA

82, 5%

RS KELAS C RS KELAS D
10%
5%
Paripurna Paripurna
7%
37% Utama Utama
46% 2%
Madya Madya
Dasar Dasar
76%
9% Perdana Perdana

3% 5%
Sumber: kars 10 Oktober 2018
REGULASI AKREDITASI
PENDAHULUAN RUMAH SAKIT

• UU No. 44/2009 (pasal 40) : Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan RS wajib
terakreditasi secara berkala 3 tahun sekali
• Permenkes 34 tahun 2017 tentang akreditasi rumah sakit

Permenkes No. 99/2015: Revisi Permenkes 71/2013:


Pelayanan Kesehatan Pada JKN,
masa transisi persyaratan Akreditasi : 5 Tahun

28 November 2013 Faskes yang bekerja sama


dengan BPJS Kesehatan
28 November 2018 Harus Terakreditasi
RUMAH SAKIT

Arah perubahan
UU no 44 /2009 tentang RS
• Pelayanan berjenjang  fungsi rujukan • Perijinan rumahsakit
• Kelas RS
• Jenis dan jumlah SDM
Kelas Rumah Sakit • Kewenangan SDM
Penetapan • Sarana, Prasarana dan Alat kesehatan
kelas RS
mengacu • Proporsi tempat tidur
Rumah Sakit Umum
(Kelas A,B,C dan D)
pada standar • Ijin khusus penyelenggaraan
dan kriteria
sesuai • Kewenangan Faskes
Rumah Sakit Khusus Permenkes
No 56 Tahun • Reviuw kelas rumahsakit
(Kelas A,B,C)
2014 • Pendelegasian

Penetapan Klasifikasi berdasarkan Pelayanan, SDM, Peralatan, Bangunan dan Prasarana


SISTEM RUJUKAN PELAYANAN KESEHATAN PERORANGAN
(Permenkes 001 Tahun 2012)

Pelayanan
Efektifitas Fasilitas Pelayanan
kesehatan Aksesbilitas Pelayanan Kebutuhan Medis Kesehatan Terdekat
dilaksanakan secara
berjenjang
Kesehatan

Rujukan harus Rujukan Vertikal Penerima Rujukan


mendapat dan bertanggung Informasi dan
Keselamatan persetujuan dari
pasien Rujukan jawab sejak Komunikasi
pasien
dan/kelaurganya Horizontal menerima rujukan

Monitoring dan
Evaluasi : Tindakan Administrasi : Pengecualian pada keadaan gawat darurat, bencana,
Pembinaan dan kekhususan permasalahan kesehatan dan
teguran, pencabutan ijin
Kemenkes, Dinkes Pengawasan pertimbangan geografis
(praktek/operasional)
Prov/Kab/Kota, OP

Arah perubahan  berbasis kompetensi faskes


Formula Tarif DRG (INA-CBG)

TARIF = Hospital Base rate x Cost Weight x aF

Average cost for specific CBG

Aggregate average cost

aF: adjustment Factor


ROADMAP PENGEMBANGAN INA-CBG 2015-2019

Penyusunan Pengembangan
Piloting &
monitoring system, Indonesian Finalisasi
Implementasi
Updating tariff & Pengembangan Grouper Indonesian
Indonesian
Penyesuaian Indonesian (Reklasifikasi Grouper,
Grouper,
Algoritma Grouper INACBG) lanjutan, Penyusunan
Penyesuaian
(Reklasifikasi Pengumpulan Data Manual Grouper
Regulasi
INACBG) Costing & COding

2015 2016 2017 2018 2019


PENGEMBANGAN DAN PERBAIKAN TARIF INA CBG  PELUANG SDM

Tim tarif
• Tarif
• Grouper

• Faskes • Kementerian/Lembaga
• Organisasi Profesi • Kemenkes
• Asosiasi RS • Kemenkeu
• Kemenristekdikti
• K/L lain
• BPJS Kesehatan
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

Kendali Biaya & kualitas Yankes


BPJS Kesehatan Pemerintah
Regulasi Sistem Pelayanan
Kesehatan (rujukan, dll)
Regulasi (standarisasi) Kualitas
Yankes, Obat, Alkes
Regulator Regulasi Tarif Pelayanan
Kesehatan
Memberi Pelayanan
Peserta Fasilitas
Jaminan Kes Mencari Pelayanan Kesehatan
Sistem Rujukan
PERINTAH
Menjamin
1. Pasal 13 ayat (2), Pasal 21 ayat
(4), Pasal 22 ayat (3), Pasal 23 kesinambungan
ayat (5), Pasal 26, Pasal 27 ayat program Jaminan
(5), dan Pasal 28 ayat (2) Kesehatan Nasional
Undang-Undang No 40 Tahun
2004 tentang Sistem Jaminan secara maksimal
Sosial Nasional, khususnya untuk
2. Pasal 15 ayat (3) dan Pasal 19 mendukung upaya
ayat (5) huruf a Undang-Undang
No 24 Tahun 2011 tentang pengendalian defisit
Badan Penyelenggara Jaminan dana jaminan sosial
Sosial; kesehatan;

DICABUT

Perpres No 12 Perpres No 111 Perpres No 19 Perpres 28


Tahun 2013 Tahun 2013 Tahun 2016 Tahun 2016
PASAL 24 UU 40/2004 BPJS KESEHATAN

Mengembangkan Sistem
Pelayanan Kesehatan

Mengembangkan Sistem
Kendali Mutu Pelayanan

Mengembangkan Sistem
Pembayaran Pelayanan
Kesehatan
SISTEM PELAYANAN PERPRES 82/2018 PENGEMBANGAN SISTEM
PELAYANAN KESEHATAN

Diusulkan BPJS

Dikaji Kemenkes

Ditetapkan Menteri
Kesehatan 19
PENGEMBANGAN SISTEM PEMBAYARAN
PERPRES 82/2018
DIUSULKAN BPJS

MENTERI KESEHATAN

1. Menyetujui Seluruhnya
2. Menyetuji Sebagian
3. Tidak disetujui

Ditetapkan BPJS
20
BPJS KESEHATAN KENDALI MUTU DAN BIAYA

a. Kredensial Fasilitas Kesehatan


b.Survei Kepuasan Peserta
c. Pemantauan dan Pengawasan
Pemanfaatan

Berkoordinasi dengan
Kementerian/Lembaga
Terkait 21
PERATURAN PELAKSANAAN PERPRES 82 TAHUN 2018

14 (empat belas) Peraturan/Keputusan


Menteri Kesehatan

11 (sebelas) Peraturan BPJS


Harmonis dan
2 (dua) Peraturan Menteri Dalam
Negeri
Saling
Mendukung
3 (tiga) Peraturan Menteri Keuangan

1 (satu) Peraturan Kepala BKKBN


22
MEMBANGUN STANDAR PELAYANAN

MEMBANGUN STANDAR PELAYANAN PADA TIAP LEVEL FASKES


 PRIMER, SEKUNDER DAN TERSIER

Input Proses Output

• Standar fasilitas medik • PNPK • Angka pasien jatuh


• Respon time pelayanan
• PPK
• Standar fas non medik
• CP
HTA • Kecepatan mengatasi
• Standar SDM komplain, dll
• HTA
• Tarif
• MUTU (Akreditasi)

EFISIENSI COST EFFECTIVENESS INDIKATOR MUTU PELAYANAN


TERIMAKASIH