Anda di halaman 1dari 17

Assalamualaikum Warahmatullahi

Wabarakatuh
Asbabun Nuzul
Kelompok 4 :
Achmad Syarifuddin
Muhammad Badrun Tamam
Meylinda Rosyidah
Pengertian Asbabun Nuzul

Asbabun nuzul menurut bahasa (etimologi),


yaitu turunnya ayat-ayat Al-Qur’an dari kata
“asbab” jama’ dari “sababun” yang berarti
sebab-sebab.
Nuzul artinya turun, yang dimaksud adalah ayat-
ayat Al-Quran.
Sedangkan Menurut Istilah (terminologi)
Asbabun nuzul adalah suatu peristiwa
yang menyebabkan turunnya ayat-ayat
Al-Quran Untuk menerangkan status
hukum, pada masa itu terjadi baik berupa
peristiwa atau pertanyaan.
MENURUT ULAMA

Menurut Syaikh Manna’ Al-Qaththan

ُ ‫آن ِبشَأ ْ ِن ِه َو ْقتَ ُوقُ ْو ِع ِه كَحا َ ِدث َ ٍة ا َ ْو‬


‫س َؤا ٍل‬ ٌ ‫ماَنُ ِز َل قُ ْر‬
“Asbabun Nuzul adalah peristiwa-peristiwa yang
menyebabkan turunya Al-Qur’an berkenaan dengannya
waktu peristiwa itu terjadi, baik berupa satu kejadian atau
berupa pertanyaan yang diajukan kepada Nabi”
Mayoritas Ulama’

Mayoritas ulama tidak memberikan


keistimewaan khusus kepada ayat-ayat yang
memiliki riwayat Asbabun Nuzul. Karena
yang terpenting bagi mereka adalah apa
yang tertera dalam redaksi ayat.
Minoritas Ulama’

Minoritas Ulama’ memandang penting


keberadaan riwayat-riwayat Asbabun Nuzul
didalam memahami ayat.
SHIGAT SHARIH (bentuk konkrit/jelas)

Redaksi sharih adalah riwayat yang sudah jelas menunjukkan asbab al-Nuzul
suatu ayat dan tidak mungkin menunjukkan sebab yang lain. Bentuk redaksi
ini bisa dikatakan sharih jika perawi misalnya menggunakan redaksi berikut
ini.

Sebab turunnya ayat ini adalah begini… ...‫سبب نزل هذه اآلية كذا‬

Telah terjadi peristiwa ini…, maka turunlah ayat…...‫الآلية‬ ‫فنزلت‬...‫حدث هذا‬

...
Rasulullah ditanya tentang ini… maka
turunlah ayat…
‫اآلية‬ ‫فنزلت‬...‫سئل رسول هللا عن كذا‬
SHIGAT MUHTAMILAH (bentuk abstrak/kemungkinan/asumsi)

Redaksi muhtamilah adalah riwayat yang belum jelas menunjukkan asbab al-Nuzul
suatu ayat dan ada kemungkinan menunjukkan sebab yang lain. Bentuk redaksi
bisa dikatakan muhtamilah, jika perawi misalnya menggunakan redaksi berikut ini.

Ayat ini turun dalam masalah ini… ...‫نزلت هذه اآلية في كذا‬
Aku menduga ayat ini turun dalam ...‫أحسب هذه اآلية نزلت في كذا‬
masalah ini…

Aku tidak menduga turunnya ayat ‫ماأحسب نزول هذه اآلية إال في‬
ini kecuali dalam masalah ini…
...‫كذا‬
SURAT AL-INSYIRAH

‫ٱلر ْح َٰم ِن ه‬
‫ٱلر ِح ِيم‬ ‫ِب ْس ِم ه‬
‫ٱَّللِ ه‬
‫ى أنقض‬ ‫ذ‬
ِ ‫ه‬
ٓ ‫﴾ ٱل‬٢﴿ ‫﴾ ووض ْعنا عنك ِو ْزرك‬۱﴿ ‫أل ْم ن ْشر ْح لك ص ْدرك‬
‫﴾ ِإ هن مع ْٱلعُ ْس ِر‬٥﴿‫﴾ فإِ هن مع ْٱلعُ ْس ِر يُ ْس ًرا‬٤﴿‫﴾ ورف ْعنا لك ِذ ْكرك‬٣﴿‫ظ ْهرك‬
﴾٨﴿‫ٱرغب‬ ْ ‫﴾ و ِإل َٰى ر ِبك ف‬٧﴿‫ب‬ ْ ‫﴾ فإِذا فر ْغت فٱنص‬٦﴿‫يُ ْس ًرا‬

Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?, dan Kami telah menghilangkan
daripadamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu
sebutan (nama)mu, Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai
(dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan
hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.
Asbabun Nuzul QS. Al-Insyirah: 1-8

Menurut as-suyuthi ‘ayat ini turun ketika kaum musyrikin


memperolok olokan kaum muslimin Karena kekafirannya’
Dari al hasan, berkata: ketika turun ayat 6 Rasulullah SAW
bersabda: bergembiralah kalian karena akan datang kemudaan
bagi kalian, kesusahan tidak akan mengalahkan 2
kemudahan”(HR.Ibnu Jarir)
Mampu mengetahui cara penetapan dan penerapan
hukum.

Mampu mengkhususkan hukum yang umum bagi orang


yang berpandangan bahwa pengambilan ibrah itu
berdasarkan sebab-sebab khusus.

Mampu mengetahui adanya hasr atau takhsis


(pembatasan/pengkhususan) pada teks ayat yang umum.