Anda di halaman 1dari 24

Desinfektansia merupakan zat-zat kimiawi yang

digunakan untuk mengurangi jumlah mikroorganisme di


berbagai macam permukaan jaringan hidup atau benda mati
dengan jalan mematikan atau menghentikan pertumbuhan
hama pathogen yang terdapat padanya.
Efektivitas disinfektan dipengaruhi oleh beberapa faktor,
diantaranya :
 Konsentrasi aman, efisien dan Efektif.
 Waktu kontak : 20 – 30 menit
 Tanggal kadaluwarsa
 Karakteristik m.o memiliki kapsula, spora. Kapsula
Mycobacterium tuberculosis, virus influenza, herpes virus
mengandung lemak
konsentrasi tinggi tahan terhadap desinfektan yg larut air.
 Ph. Desinfektan menjadi sangat aktif pada pH asam sampai
netral.
 Penggunaan Desinfektansia
 Pada jaringan hidup
Untuk membasmi resident flora, yakni jasad jasad renik yang
merupakan penghuni alamiah di kulit dan terutama terdiri dari
mikrokok pathogen
 Pada jaringan mati
Untuk mencucihamakan alat-alat medis yang tidak tahan suhu
tinggi dari sterilisasi, begitu pula untuk desinfeksi lantai dan air
minum atau kolam renang, juga untuk desinfeksi wadah penampung
urin, ludah dan tinja, atau permukaan yang yang berinfeksi dengan
darah atau ludah penderita, mis ludah pasien tbc. Untuk desinfeksi
material yang tercemar darah pasien HIV atau hepatitis B digunakan
klor (1000 ppm), glutarol dan alcohol 70%. Lantai terinfeksi
sebaiknya didesinfeksi dengan larutan klor atau natriumhidroksida.
1. Denaturasi protein mikroorganisme, yakni perubahan strukturnya
hingga sift-sifat khasnya hilang
2. Pengendapan protein dalam protoplasma (zat-zat halogen, fenol,
alcohol, dan garam logam)
3. Oksidasi protein (oksidansia)
4. Mengganggu system dan proses enzim (zat-zat halogen, alcohol, dan
garam-garam logam)
5. Modifikasi dinding sel dan atau membrane sitoplasma (desinfektansia
dengan aktivitas permukaan).
Klorin Iodin Alkohol

Ammonium Kalium
Formaldehid
Kuartener Permanganat

Fenol
KLORIN
 Senyawa klorin yang paling aktif adalah asam hipoklorit
 Mekanisme kerjanya adalah menghambat oksidasi glukosa dalam sel
mikroorganisme dengan cara menghambat enzim-enzim yang terlibat
dalam metabolism karbohidrat
IODIN
 Iodin merupakan disinfektan yang efektif untuk proses desinfeksi air
dalam skala kecil
 Salah satu senyawa iodine yang sering digunakan sebagai disinfektan
adalah iodofor
ALKOHOL
 Alkohol disinfektan yang banyak dipakai untuk peralatan medis,
contohnya termometer oral
 Umumnya digunakan etil alkohol dan isopropil alcohol dengan
konsentrasi 60-90%, tidak bersifat korosif terhadap logam, cepat
menguap, dan dapat merusak bahan yang terbuat dari karet atau
plastik.
AMMONIUM KUARTENER
 Amonium kuartener dapat digunakan untuk mematikan bakteri gram positif,
namun kurang efektif terhadap bakteri gram negatif, kecuali bila
ditambahkan dengan sekuenstran (pengikat ion logam).
 Senyawa ini mudah berpenetrasi, sehingga cocok diaplikasikan pada
permukaan berpori, sifatnya stabil, tidak korosif, memiliki umur simpan
panjang, mudah terdispersi, dan menghilangkan bau tidak sedap.
 Kelemahan dari senyawa ini adalah aktivitas disinfeksi lambat, mahal, dan
menghasilkan residu.
FORMALDEHID
 Formaldehida atau dikenal juga sebagai formalin, dengan konsentasi
efektif sekitar 8%.
 Formaldehida merupakan disinfektan yang bersifat karsinogenik pada
konsentrasi tinggi namun tidak korosif terhadap metal, dapat
menyebabkan iritasi pada mata, kulit, dan pernapasan.
 Senyawa ini memiliki daya inaktivasi mikroba dengan spektrum luas.
 Formaldehida juga dapat terinaktivasi oleh senyawa organik.
KALIUM PERMANGANAT
 Kalium permanganat merupakan zat oksidan kuat namun tidak tepat
untuk disinfeksi air.
 Penggunaan senyawa ini dapat menimbulkan perubahan rasa, warna,
dan bau pada air. Meskipun begitu, senyawa ini cukup efektif terhadap
bakteri Vibrio cholerae
FENOL
 Fenol merupakan bahan antibakteri yang cukup kuat dalam
konsentrasi 1-2% dalam air, umumnya dikenal dengan lisol dan kreolin.
 Fenol dapat diperoleh melalui distilasi produk minyak bumi tertentu.
 Fenol bersifat toksik, stabil, tahan lama, berbau tidak sedap, dan
dapat menyebabkan iritasi, Mekanisme kerja senyawa ini adalah
dengan penghancuran dinding sel dan presipitasi (pengendapan)
protein sel dari mikroorganisme sehingga terjadi koagulasi dan
kegagalan fungsi pada mikroorganisme tersebut.
 Saluran kemih merupakan alur kolektif organ pembentuk, pengumpul,dan
pengosongan urin, yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra.
 Eksresi air yang dikeluarkan dalam bentuk urine, apabila berlebih.
Diteruskan dengan ureter yang menyalurkan urine ke kandung kemih.
Sejauh ini diketahui bahwa saluran kemih atau urine bebas dari
mikroorganisme atau steril.
 Masuknya mikroorganisme kedalam saluran kemih dapat melalui :
 Penyebaran endogen yaitu kontak langsung dari tempat infeksi
terdekat (ascending)
 Hematogen
 Limfogen
 Eksogen sebagai akibat pemakaian berupa kateter.(1)
Dua jalur utama terjadinya
ISK adalah hematogen
dan ascending, tetapi dari kedua
cara ini ascendinglah yang paling
sering terjadi.
Kuman penyebab ISK pada
umumnya adalah kuman yang
berasal dari flora normal usus dan
hidup secara komensal di dalam
introitus vagina, prepusium penis,
kulit perineum, dan di sekitar anus.
Mikroorganisme memasuki saluran
kemih melalui uretra – prostate –
vas deferens – testis (pada pria)
buli-buli – ureter, dan sampai ke
ginjal
 Bermacam-macam mikroorganisme dapat menyebabkan ISK.
 Penyebab terbanyak adalah Gram-negatif termasuk bakteri yang
biasanya menghuni usus yang kemudian naik ke sistem saluran kemih.
 Dari gram-negatif Escherichia coli menduduki tempat teratas.
 Sedangkan jenis gram-positif lebih jarang sebagai penyebab ISK
sedangkan enterococcus dan staphylococcus aureus sering ditemukan
pada pasien dengan batu saluran kemih.
Beberapa jenis mikroorganisme penyebab ISK
 Pada ISK yang tidak memberikan gejala klinis tidak perlu pemberian
terapi, namun bila sudah terjadi keluhan harus segera dapat diberikan
antibiotika.

Trimethoprim +
Sulfonamide Trimethoprim Sulfamethoxazole
(TMP-SMX)

Fluoroquinolones Nitrofurantoin
SULFONAMIDE
 Sulfonamide dapat menghambat baik bakteri gram positif dan gram
negatif.
 Sulfonamide digunakan untuk pengobatan infeksi saluran kemih dan bisa
terjadi resisten karena hasil mutasi yang menyebabkan produksi PABA
berlebihan.
 Sulfonamida adalah sebuah agen kemoterapi. Antimikroba ini kebanyakan
merupakan turunan sulfanilamida (p – aminobenzenasulfonamida :
NH2.C6H4.SO2.NH2.
 Sulfonamida bersifat mikrobiostatik untuk sejumlah besar bakteri gram
positif dan gram negatif, dan berbagai protozoa (seperti
coccidia, Plasmodium spp).Sulfonamida digunakan biasanya dengan
kombinasi agen kemoterapi lainnya untuk merawat infeksi saluran
kencing, malaria, coccidiosis dll.
Analisis Sulfonamida
 Metode Titrasi
Metode titrasi bebas air digunakan pada sulfadiazin
berdasarkan pada sifat asam dari gugus - SO2 - NH - sehingga
dapat dititrasi sebagai basa. Pelarut yang dapat digunakan
adalah alcohol, aseton, dimetil formamida dan butyl amin
sedangkan sebagai titran digunakan larutan basa dalam air
atau larutan Na metoksida. Prosedur kerja lebih kurang 250
mg contoh sulfadiazin yang ditimbang seksama dilarutkan
dalam aseton netral, tambahkan 10 tetes campuran (0,025
bagian biru timol dan 0,075) bagian merah fenol yang
dilarutkan dalam 50 bagian alkohol dan 50 bagian air).
Titrasi dengan NaOH 0,1 N sampai terjadi perubahan warna
menjadi biru.
TRIMETHOPRIM
 Mencegah sintesis THFA, dan pada tahap selanjutnya dengan
menghambat enzimdihydrofolate reductase yang mencegah
pembentukan tetrahydro dalam bentuk aktif dari folic acid.
TRIMETHOPRIM + SULFAMETHOXAZOLE
(TMP-SMX)
 Jika kedua obat ini dikombinasikan, maka akan menghambat sintesis
folat, mencegah resistensi, dan bekerja secara sinergis.
 Sangat bagus untuk mengobati infeksi pada saluran kemih,
pernafasan, telinga dan infeksi sinus yang disebabkan
oleh Haemophilus influenza dan Moraxella catarrhalis.
FLUOROQUINOLONES
 Mekanisme kerjanya adalah memblok sintesis DNA bakteri dengan
menghambat topoisomerase II (DNA gyrase) topoisomerase IV.
 Penghambatan DNA gyrase mencegah relaksasi supercoiled DNA yang
diperlukan dalam transkripsi dan replikasi normal.
 Fluoroquinolon menghambat bakteri batang gram negatif
termasuk enterobacteriaceae, Pseudomonas, Neisseria.
NITROFURANTOIN
 Bersifat bakteriostatik dan bakterisid untuk banyak bakteri gram
positif dan gram negatif.
 Nitrofurantoin diabsorpsi dengan baik setelah ditelan tetapi dengan
cepat di metabolisasi dan diekskresikan dengan cepat sehingga tidak
memungkinkan kerja antibakteri sistemik.Obat ini diekskresikan di
dalam ginjal.