Anda di halaman 1dari 35

TELINGA KIRI BUDI

SAKIT
Seminar II
Kelompok 9
Anggota Kelompok
• Putu Kharisma Sudina
• Rahim
• Raita Faza Amalia
• Rani Rahmani
• Redy Rohmansyah
• Reika Ravenski N.
• Renata Eka N.
• Richella Khansa L.
• Rikki Oktrian
• Rindah Nabila
• Riska Ruswanti
• Rizki Widya Kirana
• Rizki Syarif Lubis
Skenario
Kasus : Telinga Kiri Budi Sakit

Budi seorang pelajar sekolah dasar usia 9 tahun,


mengeluh sakit telinga kirinya (otalgia) sejak satu hari yang
lalu. Ia juga merasa seperti kemasukan air dan mengeluh
kurang dengar kalau diajak bicara. Menurut ibunya Budi
sangat senang berenang.
Terminologi
• Otalgia adalah nyeri pada telinga. Nyeri bisa berasal di
dalam telinga maupun di luar telinga.
• Gangguan pendengaran adalah ketidakmampuan secara
parsial atau total untuk mendengarkan suara pada salah
satu telinga ataupun keduanya.
Masalah
Suka berenang

Budi 9 thn

Sejak 1 Hari yg Lalu

Merasa seperti Kurang


Otalgia
kemasukan air Mendengar
Anatomi
Telinga

Auris
Auris Externa Auris Media
Interna
- Auricula - Cavum Tympani - Labirin Membranosa
- Meatus Acusticus - Tulang - Duktus
Externa pendengaran semisirkularis
- Membrana timpani (Maleus, Incus, - Utrikulus,
Stapes) Sakulus
- Duktus koklearis
- Labirin ossea
- Kanalis
semisirkularis
- Vestibulum
- Koklea
Histologi
• Daun telinga
• Kulit tipis
• Tulang rawan elastis
• Terdapat kelenjar sebasea dan keringat
• Meatus Akustikus Externus
• 2,5cm
• 1/3 luar terdiri dari tulang rawan elastis, 2/3 dalam terdiri dari tulang
• Terdapat kelenjar sebasea dan kelenjar serumina
• Membrana Timpani
• Bentuk oval, semi transparan
• Kavum Timpani
• Dilapisi oleh epitel selapis gepeng atau selapis kubis rendah
• Isi:
• osikula auditoris (malleus, incus, stapes)
• Tendo: m. tensor timpani dan m. stapedius
• N. korda timpani

• Tuba eustachii
• 1/3 bag. Tulang dan 2/3 bag. Tulang rawan elastis
• Panjang 3,5 cm, gepeng, sempit
• Epitel selapis torak--- ep. Bertingkat +silia +goblet
• Kanalis semisirkularis
• Lateralis, superior & posterior
• Vestibulum koklea
• Utrikulus & Sakulus
• Koklea
FISIOLOGI
Daun telinga
Energi bunyi Liang telinga Membran timfani
(dalam bentuk gelombang)

Membrana Reissner Perilimfa pd skala Telinga tengah (maleus


Tingkap lonjong
mendorong endolimfe vestibuli bergerak inkus stapes)

Gerak relatif antara Defleksi


membran basilaris & Rangsangan stereosilia sel2
membran tektoria mekanik rambut

Kanal ion terbuka & terjadi


Neurotransmitter Depolarisasi
pelepasan ion bermuatan
sel rambut
listrik dari badan sel

Sinaps Potensial Aksi Saraf Nucleus Korteks


auditorius auditorius pendengaran (area
39 – 40)
Patofisiologi
OMA
kuman berpindah
dari saluran napas
atas ke telinga Tekanan
tengah melalui Gangguan negatif telinga
ISPA tuba Eustachius fungsi tuba tengah

efusi
Berenang Keadaan liang telinga
lembab

Perubahan pH
Media
di liang telinga
Mengorek pertumbuhan
Telinga
telinga kuman
kemasukan air

Trauma ringan
Mudah terjadi
infeksi

Kotoran telinga
terdorong OE
kebelakang
HIPOTESIS
OTITIS EKSTERNA
Otitis Eksterna
Sirkumskripta Difus
Etiologi Staphylococcus aureus Pseudomonas
Staphylococcus albus E. Coli
Stapphylococcus albus
Gejala -Nyeri hebat -Nyeri tekan tragus
-Gangguan -Liang telinga sangat
Pendengaran sempit karena edema
-Bisul besar sumbat -Kadang KGB regional
telinga membesar & nyeri tekan
-Sekret yg berbau
Pemeriksaan Fisik
Otitis Eksterna ringan Kulit liang telinga hiperemis dan
eksudat, liang telinga menyempit

Otitis Eksterna sedang Liang telinga sempit, bengkak, kulit


hiperemis dan eksudat positif
Otitis Eksterna Komplikasi Pina/periauriculer eritema dan
bengak

Otitis Eksterna Kronis Kulit liang telinga menebal, keriput,


eritema positif
Pemeriksaan Penunjang
• Otoscope : untuk melakukan auskultasi pada telinga
bagian luar
• Timpanogram : untuk mengukur kesesuaian dan
kekakuan membran timpani
• Otoskopi Pneumatik : untuk menilai respon gendang
telinga terhadap perubahan tekanan udara
OTITIS MEDIA AKUT
Otitis Media Akut
• Otitis media ialah peradangan sebagian atau seluruh
mukosa telinga tengah, tuba Eustachius, antrum mastoid
dan sel-sel mastoid.

• Otitis media akut (OMA) terjadi karena faktor pertahanan


tubuh terganggu. Sumbatan tuba Eustachius merupakan
faktor penyebab utama dari otitis media. Karena fungsi
tuba Eustachius terganggu, pencegahan invasi kuman ke
dalam telinga tengah juga terganggu sehingga kuman
masuk ke dalam telinga tengah dan terjadi peradangan.
Etiologi
• Streptokokus hemolitikus
• Stafilokokus aureus
• Pneumokokus
• Haemofilus influenza (sering pada anak berumur 5 tahun)
• Escherichia colli
• Streptokokus anhemolitikus
• Proteus vulgaris
• Pseudomonas aurugenosa
Gejala Klinis
STADIUM OKLUSI TUBA EUSTACHIUS
¤ gambaran retraksi membran timpani
¤ kadang-kadang membran timpani tampak normal (tidak
ada kelainan) atau berwarna keruh pucat

STADIUM HIPEREMIS (STADIUM PRE-SUPURASI)


¤ tampak pembuluh darah yang melebar di membran
timpani tampak hiperemis serta oedema
STADIUM SUPURASI
¤ edema yang hebat pada mukosa telinga tengah dan
hancurnya sel epitel superfisial
¤terbentuknya eksudat yang purulent di kavum timpani
menyebabkan membran timpani menonjol ke arah liang
telinga luar
¤ pasien merasa sangat sakit, nadi dan suhu meningkat
serta rasa nyeri di telinga bertambah hebat
STADIUM PERFORASI
¤ruptur membran timpani, nanah keluar mengalir dari
telinga tengah ke liang telinga luar
¤ pada anak yang tadinya gelisah menjadi tenang, suhu
badan turun, tidur nyenyak

STADIUM RESOLUSI
¤Bila membran timpani tetap utuh maka keadaan membran
timpani perlahan-lahan akan normal kembali
¤bila terjadi perforasi, sekret akan berkurang dan akhirnya
kering
Pemeriksaan
Otitis Media AKut
• Pemeriksaan Penunjang

- Otoskopi, merupakan pemeriksaan untuk


melihat membran timpani. Pada OMA didapatkan
adanya penonjolan membran timpani dan
berwarna merah.
- Timpanogram, merupakan pemeriksaan untuk
mengevaluasi mobilitas membran timpani. Pada
OMA didapatkan mobilitas nya berkurang
- Audiometri, dilakukan untuk mengetahui ada
atau tidaknya defisit pendengaran, yang
merupakan indikasi adanya penimbunan cairan.
KOMPLIKASI
Komplikasi OMA
• Sebelum ada antibiotik, OMA dapat menimbulkan
komplikasi, yaitu abses suberiosteal sampai komplikasi
yang berat seperti meningitis dan abses otak. Namun
sekarang setelah ada antibiotik, semua jenis komplikasi
itu biasanya di dapatkan sebagai komplikasi dari OMSK.
Komplikasi OE
• Otitis eksterna biasanya tidak memiliki komplikasi jangka
panjang atau serius dan biasanya jarang. Namun,
komplikasi berikut kadang-kadang dapat terjadi seperti
abses, stenosis saluran telinga, peradangan atau
berlubangnya gendang telinga dan otitis eksterna maligna
(jarang).
Tatalaksana
• OTITIS MEDIA AKUT (OMA)
• Pada stadium oklusi, pengobatan terutama bertujuan untuk
membuka kembali tuba eustachius, sehingga tekanan negatif pada
telinga tengah hilang, sehingga diberikan obat tetes hidung HCl
efedrin 0,5 % dalam larutan fisiologik untuk anak <12 tahun, atau
HCl efedrin 1 % dalam larutan fisiologik untuk anak > 12 tahun dan
pada orang dewasa.
• Sumber infeksi harus diobati
• Antibiotik diberikan jika penyebabnya kuman, bukan oleh virus atau
alergi
• Stadium Hiperemis adalah antibiotika, obat tetes hidung dan
analgetika. Bila membran timpani sudah terlihat hiperemis difus,
sebaiknya dilakukan miringotomi.
• Antibiotik yang dianjurkan ialah golongan penisilin (ampicillin)
• Pada anak, ampisilin diberikan dengan dosis 50 – 100 mg/kgBB
per hari dibagi dalam 4 dosis, atau amoksisilin 40 mg/kgBB dibagi
dalam 3 dosis, atau eritromisin 40 mg/kgBB/hari
• Stadium Supurasi disamping diberikan antibiotik, idealnya harus
disertai dengan miringotomi, bila membran timpani masih utuh.
• Stadium Perforasi sering terlihat sekret banyak keluar dan kadang
terlihat keluarnya sekret secara berdenyut (pulsasi). Pengobatan
yang diberikan adalah obat cuci telinga H2O2 3% selama 3 – 5
bhari serta antibiotik yang adekuat. Biasanya sekret akan hilang
dan perforasi dapat menutup kembali dalam waktu 7 – 10 hari
• Stadium Resolusi, maka membran timpani berangsur normal
kembali, sekret tidak ada lagi dan perforasi membran timpani
menutup.
• Bila tidak terjadi resolusi, antibiotika dapat dilajutkan sampai 3
minggu. Bila 3 minggu setelah pengobatan sekret masih tetap
banyak, kemungkinan telah terjadi mastoiditis
• OTITIS EKSTERNA
• Terapi utama dari otitis eksterna melibatkan manajemen rasa sakit
• pembuangan debris dari kanalis auditorius eksternal
• penggunaan obat topikal untuk mengontrol edema dan infeksi
• menghindari faktor pencetus.
Pencegahan dan Edukasi
• Jangan mengorek2 telinga karna dapat menyebabkan
trauma
• Jaga telinga tetap kering
• Gunakan topi mandi ketat untuk melindungi telinga dari
air
Prognosis
• OTITIS EKSTERNA
• Umumnya otitis eksterna dapat sembuh jika segera diobati dan
faktor pencetusnya dapat dihindari.
• Akan tetapi, otitis eksterna sering kambuh jika kebersihan telinga
tidak tejaga
• adanya riwayat penyakit tertentu seperti diabetes yang menyulitkan
penyembuhan otitis sendiri, dan tidak menghindari faktor pencetus
dengan baik.
• OTITIS MEDIA AKUT (OMA)
• Prognosis pada Otitis Media Akut baik apabila diberikan terapi
yang adekuat
Daftar Pustaka
1. Corwin JE. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta:
EGC;2008. p . 385.
2. Soepardi Efiaty Arayad, Iskandar Nurbaiti, Bashiruddin
Jenny, Restuti Ratna Dwi. Buku Ajar Ilmu Penyakit THT.
Jakarta : Penerbit FK UI. 2012. P – 14.
3. Betz C.L, Sowden L.A. Keperawatan Pediatri. Jakarta :
EGC; 2009
4. Schwartz M.W. Pediatri. Jakarta : EGC ; 2005
5. Meadow R., Newel S. Pediatrika. Jakarta : EMS ;2005