Anda di halaman 1dari 28

Nama Kelompok

1. WAHYU HIDAYAT (4062016057)


2. HARDIAN PRATAMA (4062016062)
3. DWI AMELIA (4062016065)
4. SITI HERDILIANA (4062016076)

UNDERPASS & RETAINING WALL


Dosen Pengampu : Agung Iswandi, S.T
UNDERPASS

1. Pengertian Underpass
Underpass merupakan jalur lalu lintas yang berbentuk
terowongan yang di bangun di bawah permukaan tanah
yang memiliki panjang kurang dari 0.1 mil atau 1.60934
km.
Underpass dibangun untuk mengurangi penumpukan
kendaraan dan kemacetan jalan. Biasanya digunakan untuk
lalu lintas kendaraan (umumnya mobil atau kereta api )
maupun para pejalan kaki atau pengendara sepeda.
CONTOH GAMBAR UNDERPASS
CONTOH GAMBAR UNDERPASS
CONTOH GAMBAR UNDERPASS
2. KOMPONEN UNDERPASS

Menurut Supriyadi (1997) bagian pokok underpass dapat dibagi dalam 2 bagian
utama :
1. Struktur Atas
Struktur atas jembatan dapat diasumsikan sebagai struktur atas underpass yang
dapat didefinisikan sebagai bagian dari struktur yang meneruskan beban lantai
underpass ke tumpuan.
Secara umum struktur atas underpass dapat dilihat seperti di bawah ini.
a. Gelagar induk atau gelagar utama
b. Plat lantai dan Plat Injak
c. Perletakan
2. Struktur Bawah
Struktur bawah suatu underpass adalah pengelompokan komponen jembatan yang
menahan jenis beban yang sama dan meneruskan ke tanah dasar.
Struktur bawah underpass antara lain :
a. Fondasi
b. Abutment
c. Pilar
Struktur Atas Underpass
3. Bangunan pelengkap underpass
Bangunan yang merupakan pelengkap underpass adalah
sebagai berikut:
a. Saluran drainase
b. Jalan pendekat atau oprit underpass
c. Talud
d. Lampu penerangan
4. Trotoar
Trotoar berfungsi sebagai tempat pejalan kaki yang dapat
memberi rasa aman baik bagi pejalan kaki maupun
pengguna jalan lain.
3.Konstruksi Underpass

Konstruksi yang akan dipakai harus mempertimbangkan faktor lokasi


bangunan, karena lokasi ini akan berpengaruh besar pada aspek kemudahan
pelaksanaan dan pengeluaran / biaya pembangunannya. Ada beberapa
macam konstruksi yang dipakai untuk perencanaan sebuah underpass yaitu:
a. Konstruksi Box Culvert
b. Konstruksi Abutment dan Gelagar
4.Pemeliharaan Underpass

Pemeliharaan underpass menurut PIARC Tehnichal


Committee (2012), adalah pemeliharaan yang dilakukan
untuk memastikan tidak adanya ganggunan lalu lintas bagi
pengguna selama melewati terowongan, serta memastikan
keamanan agar tidak terjadi bahaya bagi pengguna dan
lingkungan sekitar.
5.Tujuan Pemeliharaan

Menurut The Highways Agency, Scottish Executive


Developmen Department, Welsh Assembly Goverment Lilywordraeth
Cynulliad Cymru, The Department for Regional Development
Northern Ireland (2003), tujuan utama dari pemeliharaan underpass
adalah:
1. Untuk mempertahankan terowongan dalam kondisi aman dan
nyaman.
2. Untuk meningkatkan keselamatan bagi pengguna yang melintasi
terowongan.
3. Untuk mengurangi kemacetan lalu lintas dalam terowongan.
4. Meminimalkan dampak lingkungan yang merugikan
6.Kegiatan Pemeliharaan Underpass

Jenis dari pemeliharaan underpass menurut William


dan Steve (2015), dibagi menjadi:
1.Pemeliharaan rutin (preventive maintenance)
2.Pemeliharaan korektif (corrective maintenance)
3.Sistem rehabilitasi terowongan (tunnel system
rehabilitation)
Retaining Wall

1.Pengertian Retaining Wall


Retaining wall adalah suatu konstruksi yang
dibangun untuk menahan tanah yang mempunyai
kemiringan/lereng dimana kemantapan tanah tersebut
tidak dapat dijamin oleh tanah itu sendiri.
Secara singkat dinding penahan merupakan dinding
yang dibangun untuk menahan massa tanah di atas
struktur atau bangunan yang dibuat. Bangunan dinding
penahan umumnya terbuat dari bahan kayu, pasangan
batu, beton hingga baja.
CONTOH GAMBAR RETAINING WALL
2.Jenis – Jenis Dinding Penahan Tanah

Dinding penahan tanah dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa


cara. Berdasarkan cara pembuatannya dapat diklasifikasikan menjadi
2 kategori yaitu:
1. Dinding penahan tanah konvensional (Conventional Retaining
Walls) yaitu :
a. Dinding penahan gravitasi (Gravity Retaining Walls)
b. Dinding penahan semigravitasi (Semigravity Retaining Walls)
c. Dinding penahan kantilever (Cantilever Retaining Walls)
d. Dinding penahan counterfort (Counterfort Retaining Walls)
2. Dinding penahan tanah yang distabilisasi mekanis (Mechanically
Stabilized Earth Walls)
3. Tekanan Tanah Lateral

Tekanan tanah lateral adalah gaya yang


ditimbulkan oleh akibat dorongan tanah di
belakang struktur penahan tanah. Bagian
bangunan yang menahan tanah harus
direncanakan unatuk menahan tekanan tanah
sesuai dengan ketentuan yang ada.
4. Teori Tekanan Tanah

Untuk mendapatkan besarnya tekanan


tanah dapat dihitung dengan :
1. Teori Rankine
2. Teori Coulomb
5.Pekerjaan Retaining Wall

Pekerjaan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:


1. Penggalian kemiringan Retaining Wall
2. Pekerjaan Pemasangan Bekisting
3. Pekerjaan Pemasangan Tulangan Retaining Wall
4. Pemasangan Sub Drain Pada Retaining Wall
5. Pengecoran Retaining Wall
6. Pekerjaan Finishing/perapian Retaining Wall
Animasi Underpass Dewa Ruci Bali
Animasi Retaining Wall