Anda di halaman 1dari 13

Kelompok 1

1. Salsabila S. (P1337433217002)
2. Alfi Trian N. (P1337433217003)
3. Riadaniati (P1337433217004)
4. Imrohatun (P1337433217006)
5. Nelisha Kiranasanti (P1337433217007)
6. Raudhotul Jannah (P1337433217008)
7. Afif Sapriliani (P1337433217009)
8. Adnindya Krisma H. (P1337433217010)
LANDFILL
Program Studi Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Metode Landfill
sistem pengelolaan (pemusnahan) sampah dengan
cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung,
memadatkannya , dan kemudian menimbunnya dengan
tanah.
Metoda Penimbunan Landfill
Sampah ditimbun tanah, lapis demi lapis 3 metoda :
1. Trench method. (parit)
Tanah digali dengan bentuk parit, diisi sampah, ditimbun tanah
galian.
2. Area method.
Sampah dibuang pada tempat rendah, ditimbun tanah dari
tempat lain.
3. Ramp (depression) method. Gabungan 1 & 2.
1. Methode trench (galian) :
Sampah ditimbun pada lubang galian :
sesuai untuk lahan dengan lapangan tanah yang dalam, dengan
muka air tanah yang dalam pula.

Sampah ditimbun pada lubang :


tanah yang dipakai dijadikan lapangan tanah penutup dasar dan
dinding lubang galian dilapisi liner ukuran galian :
P = 60-300 m
Dalam = 0.9-3m
L = 4.5-15 m
2. Methode Area : sampah ditimbun pada
permukaan tanah
• Digunakan bila methode galian tidak mungkin
diterapkan (antara lain karena muka air tanah
tinggi)
• Tanah penutup berasal dan diangkut dari lokasi
lain
• Sebagai pengganti tanah penutup seringkali di
gunakan kompos.
3. Methode Depression (cekungan) : sampah ditimbun
pada ujung lubang bekas pertambangan
• Terdiri dari beberapa jurang lift
• Sampah ditimbun pada jurang
• Tanah penutup berasal dari potongan dinding saat
dilakukan instalasi liner dan tanah lokasi
PENUTUPAN SAMPAH DENGAN HDPE
sel cover with HDPE

PEMKOT BEKASI 8
Ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi untuk menentukan lokasi
TPA ialah sebagai berikut (SNI nomor 03-3241-1994 ) :
Ketentuan Umum
1. TPA sampah tidak boleh berlokasi di danau, sungai, dan laut.
2. Penentuan lokasi TPA disusun berdasarkan 3 tahapan yaitu :
Tahap regional
tahapan untuk menghasilkan peta yang berisi daerah atau
tempat dalam wilayah tersebut yang terbagi menjadi
beberapa zona kelayakan.
Tahap penyisih
tahapan untuk menghasilkan satu atau dua lokasi terbaik
diantara beberapa lokasi yang dipilih dari zona-zona
kelayakan pada tahap regional.
Tahap penetapan
tahap penentuan lokasi terpilih oleh instansi yang
berwenang.

Aerobik + produk CO2  Anaerobik + Produk CO2 + CH4 +
NH3 + H2S


Bahan organik + H2O  Sanitary organik + CH4 + CO2 + gas
sederhana


{CH2O} ( biomass ) + O2  CO2 + H2O
 Masuknya air ( infiltrasi ) pada landfill akan menyebabkan
pelindian ( leachate )

 Degadrasi anaerobik  menghasilkan asam  memperbesar


pelindian logam – logam berat

 Lindi  dapat masuk ke air tanah

 Clay  dapat menjadi lapisan kedap karena kuatnya


menahan air (jenuh) dan kemampuan menyerap kation-kation
sehingga lindi yang telah melewati clay konsentrasi kation
(termasuk logam berat) menjadi kecil.