Anda di halaman 1dari 29

OLEH

KELOMPOK 1
 Pedikulosis yaitu infeksi yang terjadi
pada kulit manusia baik itu kulit badan,
kulit kepala dan kepala serta pada
daerah pubis yang disebabkan oleh
parasit obligat pediculus humanis artinya
harus menghisap darah manusia untuk
dapat mempertahankan hidup.
 Penyakit pedikulosis disebabkan oleh
parasit Pediculus yang biasa kita kenal
dengan kutu.
 Ada beberapa kutu yang menyebabkan
pedikulosis, seperti kutu kepala juga kutu
badan.
 Kutu kepala sangat mirip dengan kutu
badan, meskipun sebenarnya merupakan
spesies yang berlainan. Kutu kemaluan
memiliki badan yang lebih lebar dan lebih
pendek dibandingkan kutu kepala dan kutu
badan.
 Siklushidupnya melalui stadium telur,
larva, nimfa, dan dewasa. Telur (nits)
diletakkan di sepanjang rambut dan
mengikuti tumbuhnya rambut (makin ke
ujung terdapat telur yang lebih panjang).
Pedikulosis
Kapitis

Pedikulosis
Korporis

Pedikulosis
Pubis
 Pedikulosis Kapitis
 Pedikulosis Korporis
 Pedikulosis Pubis
 P. Humarus var. capitis dan p. Humarus
var.carporis adalah penyebab dari Infeksi
kulit parasitik pedikulosis. P. Humarus
var.capitis dan P. Humarus var.carporis
berkembang biak sesuai dengan siklus
hidup tuma yaitu telur, larva, nimpa dan
akhirnya tumbuh dewasa. Pada saat bertelur
(nits) mereka akan berada disepanjang
rambut dan mengikuti tumbuhnya rambut
manusia dan cara penularan mereka adalah
melalui kontak langsung dan tidak langsung
 Pada masa siklus nimpa, mereka akan
turun ke dasar rambut kemudian
berkembang biak menjadi dewasa dan
mengeluarkan sekret yang dimasukkan
ke dalam kulit sewaktu menghisap darah,
mengakibatkan timbulnya rasa gatal
yang hebat dan adanya rasa panas dikulit
kepala. Akibat garukan tersebut maka
akan timbul kelainan kulit lainnya seperti
erosi, ekskotiasi dan infeksi sekunder
 Haltersebut dapat menyebabkan
berbagai komplikasi diantaranya
Pioderma ( infeksi kulit yang terbebtuk
pus ) dan terdapat pembesaran kelenjar
getah bening.
 Skabiesadalah penyakit kulit yang
disebabkan oleh tungau Sarcoptes
scabiei yang mudah menular dari
manusia ke masnusia, hewan ke manusia
atau sebaliknya.
 Scabiesdisebabkan oleh kutu atau
kuman sarcoptes scabei. Secara
morfologik sarcoptes scabei merupakan
tungau kecil berbentuk oval
punggungnya cembung dan bagian
perutnya rata berwarna putih kotor dan
tidak memiliki mata. Sarcoptes betina
yang berada di lapisan kulit stratum
corneum dan lucidum membuat
terowongan ke dalam lapisan kulit
 Didalam terowongan inilah Sarcoptes
betina bertelur dan dalam waktu singkat
telur tersebut menetas menjadi hypopi
yakni sarcoptes muda. Akibat
terowongan yang digali Sarcoptes betina
dan hypopi yang memakan sel-sel di
lapisan kulit itu, penderita mengalami
rasa gatal
Scabies pada Scabies
orang bersih nodular

Scabies yang
Scabies pada
ditularkan
bayi dan anak
melalui hewan

Scabies
terbaring Scabies
ditempat tidur Norwegia
 Kontak langsung ( kontak kulit dengan
kulit ), misalnya berjabat tangan, tidur
bersama dan berhubungan seksual.
 Kontak tak langsung ( melalui benda )
misalnya pakaian, handuk, seprai bantal
dan lain-lain.
 Kelainankulit dapat disebabkan tidak hanya
dari tungau scabies, akan tetapi juga oleh
penderita sendiri akibat garukan. Dan
karena bersalaman atau bergandengan
sehingga terjadi kontak kulit yang
kuat,menyebabkan lesi timbul pada
pergelangan tangan. Gatal yang terjadi
disebabkan oleh sensitisasi terhadap secret
dan ekskret tungau yang memerlukan
waktu kira-kira sebulan setelah infestasi
 Padasaat itu kelainan kulit menyerupai
dermatitis dengan ditemuannya papul,
vesikel, dan urtika. Dengan garukan
dapat timbul erosi, ekskoriasi, krusta, dan
infeksi sekunder. Kelainan kulit dan gatal
yang terjadi dapat lebih luas dari lokasi
tungau.
 Pruritus noktuma (gatal pada malam
hari) karena aktivitas tungau lebih tinggi
pada suhu yang lembab dan panas.
 Umumnya ditemukan pada sekelompok
manusia,misalnya mengenai seluruh
anggota keluarga.
 Adanya terowongan (kunikulus) pada
tempat-tempat predileksi yang berwarna
putih atau keabu-abuan, berbentuk garis
lurus atau berkelok, rata-rata panjang
1cm, pada ujung menjadi pimorfi (pustu,
ekskoriosi).
 Menemukan tungau merupakan hal yang
paling diagnostk. Dapat ditemikan satu
atau lebih stadium hidup tungau ini.
 Syarat
obat yang ideal adalah efektif
terhadap semua stadium tungau, tidak
menimbulkan iritasi dan toksik, tidak
berbau atau kotor, tidak merusak atau
mewarnai pakaian, mudah diperoleh dan
harganya murah.
 Pengkajian
 Identitas
 Riwayat kesehatan dahulu dan sekarang
berserta riwayat kesehatan keluarga
 Pemeriksaan Fisik
 Pemeriksaan penunjang
 Gangguan rasa nyaman & nyeri : gatal
b.d adanya gigitan kutu disertai
pengeluaran lendir.
 Kerusakan integritas kulit b.d adanya lesi
akibat garukan.
 Gangguan konsep diri : HDR
b.d perubahan gambaran diri.