Anda di halaman 1dari 11

BELA NEGARA

DISUSUN OLEH
NARULITA LESTARI FEBYANTI
INTAN KHARISMA PUTRI
JIHAN FITRYANA
BARI BAHTIAR
PENGERTIAN BELA NEGARA

Bela Negara adalah sebuah konsep yang disusun oleh perangkat


perundangan dan petinggi suatu negara tentang patriotisme seseorang,
suatu kelompok atau seluruh komponen dari suatu negara dalam
kepentingan mempertahankan eksistensi negara tersebut.
Pengertian Bela Negara ( UU No 3 tahun
2002 Pasal 9 ayat 1 )

Sikap dan prilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada
Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD
1945 dalam menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.
Landasan konsep Bela Negara

Landasan konsep bela negara adalah adanya wajib militer. Subyek dari
konsep ini adalah tentara atau perangkat pertahanan negara lainnya, baik
sebagai pekerjaan yang dipilih atau sebagai akibat dari rancangan tanpa
sadar (wajib militer).
Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara dan
Syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan undang-undang. Kesadaran bela negara
itu hakikatnya kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan berkorban membela
negara. Spektrum bela negara itu sangat luas, dari yang paling halus, hingga yang paling
keras. Mulai dari hubungan baik sesama warga negara sampai bersama-sama menangkal
ancaman nyata musuh bersenjata.Unsur Dasar Bela Negara
1. Cinta Tanah Air
2. Kesadaran Berbangsa & bernegara
3. Yakin akan pancasila sebagai ideologi negara
4. Rela berkorban untuk bangsa & negara
5. Memiliki kemampuan awal bela negara
Berdasarkan UUD 1945 pada pasal 30 tertulis bahwa “Tiap-tiap warga negara
berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara.” Dan “syarat-
syarat tentang pembelaan diatur oleh UU.” Jadi sudah jelas, mau tidak mau
kita wajib ikut serta dalam membela negara dari segala macam ancaman,
gangguan, dan hambatan baik yang datang dari dalam maupun dari luar.
Dasar hukum dan peraturan tentang wajib
bela negara

 Tap MPR No.VI Tahun 1973 tentang konsep wawasan nusantara dan
keamanan Nasional.
 Undang-Undang No.29 tahun 1954 tentang Pokok-Pokok Perlawanan
Rakyat.
 Undang-Undang No.20 tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Hankam
Negara RI. Diubah oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1988.
 Tap MPR No.VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dengan POLRI
 Tap MPR No.VII Tahun 2000 tentang Peranan TNI danPOLRI.
 Amandemen UUD ’45 Pasal 30 ayat 1-5 dan pasal 27 ayat 3.
 Undang-Undang No.3 tahun 2002 tentang pertahanan negara
CONTOH – CONTOH BELA NEGARA

1. Belajar dengan rajin


2. Taat pada hukum dan aturan – aturan negara
3. Melaksanakan ketertiban negara
4. Memakai produk Indonesia
5. Menjaga nama baik Bangsa dan Negara
6. Gotong royong
7. Aktif dalam kegiatan yang positif
8. Dan masih banyak lagi
Contoh hak dan kewajiban bela
negara

 Membela negara tidak harus dalam wujud


perang tetapi bisa diwujudkan dengan
cara lain yaitu :
 Ikut serta dalam mengamankan lingkungan
sekitar
 ikut serta membantu korban bencana dalam
negri
 Belajar dengan tekun
Komponen rakyat terdiri atas

 Kelaskaran, dan bagi yang memenuhi syarat diterima menjadi TNI


maupun barisan cadangan
 Pasukan gerilya desa (Pager desa) termasuk mobilasi pelajar sebagai
bentuk perlambang barisan cadangan
 Organisasi keamanan desa (OKD) dan organisasi perlawanan rakyat
(OPR) sebagai bentuk kelanjutan dari Pager desa
Komponen Angkatan Bersenjata

 TNI sebagai hasil pengembangan dan penyempurnaan secara berangkai


dan berturut-turut sejak dari Badan Keamanan rakyat (BKR) pada Agustus
1945, Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945 selanjutnya
diubah menjadi Tentara Keselamatan Rakyat (TKR), Tentara Republik
Indonesia (TRI) pada Januari 1946 dan akhirnya pada Juli 1947 menjadi
Tentara Nasional Indonesia (TNI).
 Kepolisian Republik Indonesia