Anda di halaman 1dari 11

Puisi Ibu

Oleh Chairil Anwar


Pernah aku ditegur Setiap kali aku dalam kesakitan
Katanya untuk kebaikan Dia ubati dengan penawar dan semangat
Pernah aku dimarah Dan Bila aku mencapai kejayaan
Katanya membaiki kelemahan Dia kata bersyukurlah pada Tuhan
Pernah aku diminta membantu
Katanya supaya aku pandai Namun…..
Tidak pernah aku lihat air mata dukamu
Ibu….. Mengalir di pipimu
Begitu kuatnya dirimu….
Pernah aku merajuk
Katanya aku manja Ibu….
Pernah aku melawan
Katanya aku degil Aku sayang padamu…..
Pernah aku menangis Tuhanku….
Katanya aku lemah Aku bermohon padaMu
Sejahterakanlah dia
Ibu….. Selamanya…..
Setiap kali aku tersilap
Dia hukum aku dengan nasihat
Setiap kali aku kecewa
Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat
Identifikasi Puisi Ibu
• Topik : Kasih Ibu
• Rincian dalam puisi Ibu :
o Cara ibu mendidik anaknya
o Pengorbanan ibu untuk anaknya
o Ketegaran seorang ibu
o Kasih sayang ibu untuk anaknya
• Perasaan terhadap objek
o Takjub kepada ketegaran ibu
o Sedih karena belum membahagiakan ibu
o Bangga memiliki ibu yang tegar
TEKS DESKRIPSI
Pengertian
Teks Deskripsi adalah teks yang
berisi hasil pengamatan atau
observasi pada suatu benda
atau objek yang dijabarkan
dengan jelas, sesuai dengan
data dan fakta yang ada pada
objek tersebut.
Ciri Isi

Penggambaran ciri-ciri fisik


Isi suatu objek

Penggambaran objek dijabarkan


secara jelas dan rinci

Penggambaran objek
melibatkan kesan indera.
Kaidah Kebahasaan
1. Menggunakan kata-kata khusus untuk mengkonkretkan ( warna dirinci merah,
kuning, hijau)
2. Menggunakan kalimat rincian untuk mengongkretkan (Ibuku orang yang sangat
baik. Dia berusaha menolong semua orang. Dia ramah dan tutur katanya lembut
kepada siapa saja.
3. Menggunakan kata sinonim dengan emosi kuat (indah diungkapkan dengan
sinonim yang lebih memiliki emosi kuat yaitu elok, permai, molek,
mengagumkan, memukau, menakjubkan)
4. Menggunakan majas untuk melukiskan secara konkret (pasir pantai lembut
seperti bedak bayi, hamparan laut biru toska seperti permadani indah yang
terbentang luas, angin pantai dengan lembut mengelus wajah kita)
5. Menggunakan kalimat rincian (Terumbu karang berwarna-warni. Ada terumbu
karang oranye, abu-abu, hijau muda)
6. Menggunakan bahasa sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, dan
merasakan apa yang dideskripsikan
7. Teks deskripsi yang memunculkan kata ganti orang (Kucingku, Ibuku, memasuki
wisata ini Anda akan disambut)
Apa yang harus kalian lakukan?
1. Bacalah teks deskripsi berjudul “Hiu Karang”!
2. Carilah topik dan rincian objek!
3. Sampaikanlah perasaan kalian terhadap
objek yang dideskripsikan!
Hiu Karang
Hiu karang atau Ikan hiu Sirip Putih (Triaenodon obesus) adalah salah satu jenis dari
Hiu. Hiu jenis ini berkembang biak dengan cara vivipar. Ini adalah hiu berukuran sedang
dengan panjang tubuh rata-rata sekitar 1,60 meter. Hiu karang Whitetip ditandai dengan
tubuh yang ramping dengan kepala yang luas, yang jelas dikembangkan dan juga kulit
flap karakteristik samping lubang hidung, mata oval besar dengan murid vertikal, dan
warna putih eponymous dari ujung sirip punggung dan sirip ekor . Ini adalah salah satu
hiu yang paling umum di terumbu karang di Indo-Pasifik , dengan area sirkulasi ke barat
Afrika dan timur ke pantai Amerika Tengah terakhir. Dia tinggal sebagian besar di air
jernih di dekat dasar laut di kedalaman air dari 8 sampai 40 meter.
Ikan yang menghabiskan waktunya di dasar perairan atau pada celah-celah terumbu
karang berair jernih. Ikan ini merupakan predator dan habitatnya berada pada
kedalaman antara 8 - 40 meter. Setiap jenis ikan hiu mempunyai laju renang membentuk
pola yang khas dengan laju tertentu. Dilihat pada aspek lateral, renang ikan hiu
dikategorikan amplitude horizontal wriggle. Kategori ini mempunyai pola renang hiu
meliuk ke kanan dan ke kiri yang dibangkitkan dari badan ikan Hiu secara horizontal.
Perubahan fase akustik dapat menentukan laju renang ikan Hiu Sirip Putih (Triaenodon
obesus). Sinyal yang dipantulkan oleh instrumen pembangkit fase dari gerakan morfologi
ekor diperoleh estimasi laju normal renang ikan Hiu secara digital. Hasilnya
teridentifikasi bahwa estimasi laju renang normal ikan hiu sirip putih adalah 3 m/det, di
mana untuk 1 (satu) gerakan dihasilkan 2 puncak sinyal akustik dari cuping bagian atas
(upper lobe) dan cuping bagian bawah (lower lober) dalam 1/10 detik. Dari analisis
spektrogram 3D terbagi atas tiga kelompok rentang frekuensi rata-rata yang
merepresentasikan gerakan bagian ekor. Tiga kelompok meliputi frekuensi tinggi pada
rentang 98 – 124 Hz, feekuensi sedang pada rentang 73,5 – 92,67 Hz dan frekuensi
rendah pada rentang 33 – 44.5 Hz.
IUCN telah menilai hiu karang sebagai ikan dengan kategori Hampir Terancam ,
mencatat bahwa jumlahnya yang semakin menipis karena peningkatan tingkat kegiatan
perikanan yang tidak diatur di seluruh jangkauan. Tingkat reproduksi yang lambat dan
preferensi habitat terbatas spesies ini membuat populasi yang rentan terhadap
eksploitasi berlebihan. (Wikipedia.com)