Anda di halaman 1dari 12

Penelitian dan

Kebijakan
Atika Febria 1711212042
Indah Syavira 1711212043
Mestika Rezki 1711212026
Tiara Amanda 1711212031
Wellya Andriani 1711212030
Yonika Sari 1711213038
Outline

Peneliti
Pengertian Kebijakan dan
Penilitian Perumusan
Kebijakan Kebijakan

01 03

02 04
Penelitian Mengilmiahkan
Tradisional dan Kebijakan
Penelitian
Kebijakan
PENGERTIAN PENELITIAN DAN
KEBIJAKAN

Penelitian berkembang Perkembangan kehidupan modern


dengan mensyaratkan sumber (modern life order) memungkinkan
daya manusia, alat dan konsep penelitian dan kebijakan
itu berakomodasi dalam suasana
bahan, situasi dan proses
serasi. Kini, penelitian dan
kerjanya yang khas. kebijakan telah menjelma sebagai
field of study yang disebut
dengan ‘Penelitian Kebijakan’.
Menurut Ahli

Ann Majchrzak dalam


Danim (2005) Penelitian kebijakan sebagai
proses penyelenggaraan
penelitian untuk mendukung
kebijakan atau analisis
terhadap masalah sosial yang
bersifat fundamental secara
teratur untuk membantu
pengambil kebijakan memecahkan
masalah dengan jalan
menyediakan rekomendasi yang
berorientasi pada tindakan
atau tingkah laku pragmatik.
Istilah ‘penelitian tradisional’ merupakan
terjemahan dari traditional research dalam
bahasa Inggris, namun tidak dimaksudkan
Penelitian sebagai lawan penelitian modern. Istilah

Tradisional "penelitian tradisional" dipakai hanya untuk


membedakan dengan penelitian kebijakan

dan (policy research), tanpa adanya pretensi untuk


menyatakan bahwa policy research adalah
Penelitian modern research. Penelitian tradisional

Kebijakan (penelitian ilmiah pada umumnya) dibedakan


dengan penelitian kebijakan hanya karena
sifat khasnya.
Jenis Penelitian
Secara umum dibedakan menjadi dua jenis

Penelitian Murni Penelitian Terapan


Penelitian murni Penelitian terapan
adalah penelitian adalah penyelidikan
yang semata-mata yang hati-hati,
dimaksudkan untuk sistematis dan terus-
keperluan penelitian
menerus terhadap suatu
tanpa ada misi
praktis yang masalah dengan tujuan
diinginkan. Fokus untuk digunakan dengan
kajiannya adalah segera untuk keperluan
masalah kealaman dan tertentu. Penelitian
hukum-hukumnya. kebijakan termasuk pada
penelitian terapan.
Peneliti Kebijakan dan
Perumusan Kebijakan

Kebijakan (policy) dalam latar


penelitian kebijakan diartikan Secara lebih luas perumus
sebagai tindakan-tindakan yang kebijakan adalah pembuat
dimaksudkan untuk memecahkan kebijakan (administrator,
masalah publik. Pemecahan eksekutif, legislator dan
masalah publik oleh policymaker
sejenisnya), peserta non-
dilakukan atas dasar rekomendasi
yang dibuat oleh policy struktural, kelompok
researcher berdasarkan hasil peneliti dan kelompok lain
penelitiannya. yang berkepentingan, dan
pribadi perseorang-an.
Perumusan Kebijakan
Yang terlibat dalam penelitian dan perumusan kebijakan sebagai berikut:

1.Pembuat Kebijakan
Pembuat kebijakan, apakah dia disebut
administrator, eksekutif dan sejenisnya
adalah peserta utama perumusan kebijakan.
Mereka dusuk sebagai aktor kebijakan
karena status formalnya, dan sering
disebut pembuat keputusan formal.
Termasuk disini ketua lembaga,
administrator departemen, hakim, jaksa,
rektor perguruan tinggi, gubernur ,
bupati dan lain-lain serta pembuat
undang-undang seperti DPR.
Lanjutan…

2.Peneliti Kebijakan dan Peserta


Lain

Peneliti kebijakan adalah orang


yang memiliki pemikiran cemerlang
dan idealis. Lindblom (1980)
mengemukakan bahwa orang yang
memiliki pikiran cemerlang dan
mempunyai idealisme merupakan
kelompok yang paling besar
perannya dalam perumusan kebijakan
pemerintah.
Mengilmiahkan Kebijakan

Dunia kebijakan dalam terminologi politik adalah milik


birokrat, dan dunia ilmiah dalam terminologi penelitian
adalah ilmuwan. Pembuat kebijakan formal terutama
eksekutif pemerintahan adalah birokrat dan peneliti
yang bernaung dikelembagaan penelitian atau peneliti
independen adalah ilmuwan tulen. Keduanya tentu saja
tidak mungkin lagi bekerja sendiri-sendiri.
Penelitian kebijakan hadir untuk mengilmiahkan
kebijakan atau menghasil-kan kebijakan yang dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah, dalam batas-batas
yang tidak berbenturan keras dengan political will di
suatu negara.
Identifikasi dan formulasi masalah
1
Proses kebijakan

perumusan 2
Penentuan alternatif kebijakan untuk pemecahan
masalah.

kebijakan
Pengkajian atau analisis kelayakan masing-masing
berkaitan 3 alternatif kebijakan.

erat dengan Pelaksanaan kebijakan dan menentukan standar


4
proses kerja kinerja minimal.

ilmiah 5
Evaluasi keberhasilan, dengan ukuran-ukuran
kuantitatif seperti cost-benefit analysis, cost-
effectiveness analysis dan lain.

The Power of PowerPoint |


thepopp.com
11
TERIMA KASIH
ANY QUESTION?