Anda di halaman 1dari 8

OLEH: AYU MULIA

 Kit adalah suatu bentuk sediaan yang


mengandung senyawa dan pereaksi
dalam jumlah yang terukur dengan pelarut
(kit basah) atau tanpa pelarut (kit kering) yang
diformulasi sedemikian rupa dan apabila
diperlukan sudah siap pakai untuk sediaan
radiofarmasi tinggal menambahkan larutan
radioisotop.
 Kit kering
1. dietilen triamin penta acetic acid (DTPA)
untuk penyidik ginjal.
2. Metoksi isobutil isonitril (MIBI) untuk
penyidik jantung
3. Etilen disistein (EC) untuk fungsi ginjal
4. Dietil asetanilida iminodiasetat (HIDA) untuk
sidik sistem hepatobiliar
 Kit Basah

1. Sulfostan (Sulfur Koloid) untuk sidik sistem


limfotik
2. Pyrostan (pirosfat) untuk pembuluh darah
3. Mavrostan (MAA) untuk perfusi paru
LIGAND + REDUKTOR + ANTI OKSIDAN + STABILIZAER

KIT RADIOFARMAKA
Digunakan untuk menyiapkan radiofarmaka 99mTC atau 188Re yang
masing-masing diperoleh dari hasl elusi generator 99Mo/ 99mTc atau generator
188W/188Re

Senyawa kimia utama yang terkandung di dalam kit adalah:


1. Senyawa pengompleks (complexing agent) atau ligand
2. Pereduksi (reduktor), misal stannous klorida, flourida, dan tartrat

Senyawa kimia lain adalah stabilizer, dispensing agent, transfer ligand, dan buffer
 Larutan formulasi di dispensing ke dalam vial
serum yang sudah disterilisasikan
 Larutan dibekukan dan di lyophilized di
bawah kondisi vakum untuk mengeluarkan
semua air yang ada
 Vial kemudian diisi dengan gas nitrogen atau
argon sebelum ditutup
 Abdul jalil Amri Arma. (2004). Zat radio Aktif
Dan penggunaan Radio Isotop Bagi Kesehatan.
Jakarta; Gramedia