Anda di halaman 1dari 15

HEPATITIS B KELOMPOK 1

AFRIYANI FITRI 1902001


AGNES TRIYANTI 1902003
ARFADILLA NOVAZITA 1902006
AZORA MARTHA YELEOVA 1902008
DELVI RAHMAYANI 1902009
ELSI ISNEINI R 1902011
FENI FAJRI 1902014
FIKRI MAULA IKHSAN 1902015
NURUL HAFIZAH 1902028
RAHMAT TAUFIK 1902030
TOTO CHADIJAH 1902036
UMRA AINI 1902039
YUNI LISDA PUTRI 1902040

Dosen :
Hepatitis B
Penyakit infeksi akut yang menyebabkan peradangan hati yang
disebabkan oleh Virus Hepatitis B.

Infeksi HBV mempunyai 2 fase akut dan kronis:


1. Akut: infeksi muncul segera setelah terpapar virus.
2. Kronik: bila infeksi menjadi lebih lama dari 6 bulan
• Di area dengan prevalensi tinggi seperti Asia Tenggara, Cina, dan Afrika,
lebih dari setengah populasi pernah terinfeksi oleh virus hepatitis B.

Epidemiologi
• Menurut WHO, Indonesia tergolong dalam Negara dengan prevalens
infeksi VHB sedang sampai tinggi.
• Kelompok virus DNA dan tergolong dalam family Hepadnaviridae.
• Partikel dua lapis berukuran 42 nm yang disebut "Partikel Dane".
• Lapisan luar terdiri atas antigen HBsAg yang membungkus partikel
inti (core).
• Pada inti terdapat DNA VHB Polimerase. Pada partikel inti terdapat
Hepatitis B core antigen (HBcAg) dan Hepatitis B e antigen (HBeAg).
• Antigen permukaan (HBsAg) terdiri atas lipo protein.
• Virus hepatitis B mempunyai masa inkubasi 45-80 hari, rata-rata 80-
90 hari.
Etiologi
Faktor Predisposisi

Faktor host Faktor


Faktor agent
(penjamu) lingkungan

-Lingkungan dgn
-Umur sanitasi jelek
-Jenis kelamin -Daerah dengan
-Sistem imun HBV angka prevalasi
-Kebiasan tinggi
-pekerjaan
Cara penularan infeksi virus hepatitis B
Darah
parenteral Saliva
Kontak dengan mukosa

alat makan
Non alat kedokteran yang
parenteral terkontaminasi virus hepatitis B.
Berdasarkan gejala klinis dan petunjuk serologis,
manifestasi klinis hepatitis B dibagi 2 yaitu :
1. Hepatitis B akut
Gejala klinis terdiri atas 3 fase yaitu:
1. Fase Praikterik (prodromal)
2. Fase ikterik
3. Fase penyembuhan
2. Hepatitis B kronik
Manifestasi infeksi virus hepatitis B terhadap individu
dengan sistem imunologi kurang sempurna sehingga
mekanisme untuk menghilangkan VHB tidak efektif.
Tes untuk menegakkan diagnosis
1. Tes antigen-antibodi virus Hepatitis B
2. Viral load HBV-DNA.
3. Faal hati.
• Terapi suportif.
• beristirahat cukup.
• Lamivudin 100 mg/hari dilaporkan dapat digunakan
pada hepatitis fulminan akibat eksaserbasi akut
HVB.
 Rekomendasi APASL (Asia Pacific Association for Study of the
Liver), anak dengan HBV dipertimbangkan untuk mendapat terapi
antiviral bila nilai ALT lebih dari 2 kali batas atas normal selama lebih
dari 6 bulan, terdapat replikasi aktif (HBeAg dan/atau HBV DNA
positif).

 Interferon dan lamivudin telah disetujui untuk digunakan pada terapi


hepatitis B kronis. Bila hanya memakai interferon (dosis 5-10
MU/m2, subkutan 3x/minggu) dianjurkan diberikan selama 4-6
bulan, sedangkan bila hanya digunakan lamivudin tersendiri
diberikan paling sedikit selama 1 tahun atau paling sedikit 6 bulan
bila telah terjadi konversi HBeAg menjadi anti HBe.
Dasar utama imunoprofilaksis adalah pemberian
vaksin hepatitis B sebelum paparan.

 Imunisasi universal untuk bayi baru lahir


 Vaksinasi catch up untuk anak sampai umur 19 tahun, bila
belum divaksinasi
TERIMA KASIH 