Anda di halaman 1dari 19

ASUHAN KEPERAWATAN

ANAK DENGAN MALARIA


KELOMPOK 6
Anita Kisda Sapitri ( PO.71.20.1.17.007)
Audya Pansela (PO.71.20.1.1.17.008)
Fahri Tri Cahyo (PO.71.20.1.17.020)
Heppy Anggraini (PO.71.20.1.17.025)
Intan Hamytre (PO.71.20.1.17.028)
Laura Yolanda Aribie (PO.71.20.1.1.17.033)
PENGERTIAN/DEFINISI MALARIA
• Malaria adalah suatu penyakit infeksi yang
menginvasi sistem hematologi melalui
vektor nyamuk yang terinfeksi protozoa
plasmodium.(Arif Muttaqin, dkk, 2011)
• Malaria adalah penyakit yang bersifat akut
maupun kronik yang disebabkan oleh
protozoa genus plasmodium yang ditandai
dengan demam, anemia dan splenomegali
(Mansjoer, 2001, hal 406).
ETOLOGI & JENIS MALARIA
Malaria paling sering di sebabkan oleh gigitan nyamuk
spesiesAnopheles betina yang terinfeksi dengan spesies
dari protozoa genus plasmodium. Terdapat lima spesies
paling umum yang memberikan pengaruh cedera
terhadap manusia (fernandez, 2009). Sesuai dengan
penyebab malaria di bedakan berdasarkan jenis
plasmodiumnya. (Arif Muttaqin, dkk, 2011), yaitu sebagai
berikut :
a. Malaria Tropika (Plasmodium Falcifarum)
b. Malaria Tersiana (Plasmodium Vivax)
c. Malaria Ovale (Plasmodium Ovale)
d. Malaria Kwartana (Plasmodium Malariae)
KARAKTERISTIK NYAMUK
Karakteristik nyamuk Anopeles adalah sebagai berikut :
a. Hidup di daerah tropic dan sub tropic, ditemukan hidup
di dataran rendah
b. Menggigit antara waktu senja (malam hari) dan subuh
hari
c. Biasanya tinggal di dalam rumah, di luar rumah, dan
senang mengigit manusia (menghisap darah)
d. Jarak terbangnya tidak lebih dari 2-3 km
e. Pada saat menggigit bagian belakangnya mengarah
ke atas dengan sudut 48 derajat
f. Daur hidupnya memerlukan waktu ± 1 minggu .
g. Lebih senang hidup di daerah rawa
FAKTOR HOST YANG MEMPENGARUHI
TERJADINYA PENYAKIT MALARIA
a. Umur
b. Jenis kelamin
c. Riwayat malaria sebelumnya
d. Ras
e. Kebiasaan
f. Status gizi
g. Sosial ekonomi
h. Immunitas
PATOFISIOLOGI
Pasien malaria biasanya memperoleh infeksi di daerah
endemik melalui gigitan nyamuk. Vektor, spesies
nyamuk Anopheles, melewati plasmodia, yang
terkandung dalam air liur masuk ke dalam tubuh manusia
saat nyamuk tersebut menghisap darah
Hasil infeksi tergantung pada imunitas host. Individu
dengan kekebalan dapat secara spontan menghapus
parasit. Pada mereka yang tidak memiliki kekebalan,
parasit, memperluas infeksi.
Kondisi masuknya sporozit ke dalam tubuh manusia,
maka akan terjadi siklus malaria yang terdiri atas siklus
eksoeritrosit, siklus eritrosit, dan siklus sporogonik (CDC,
2009).
KOMPLIKASI
a. Koma (malaria serebral).
b. Kejang (sekunder baik untuk hipoglikemia
atau serebral malaria).
c. Gagal ginjal akut.
d. Hipoglikemia.
e. Hemoglobinuria (blackwater fever).
f. ARDS, edema paru nonkardiogenik.
g. Anemia.
h. Pendarahan (koagulopati).
MAFESTASI KLINIK
Secara umum manifestasi klinis malaria terdiri dari:
a. Gejala awal meliputi demam, menggigil, muntah, hipotensi ortostatik,
abnormalitaselektrolit.
b. Fase Eritrositis
1) Prodrome: sakit kepala, anoreksia, malaise, mual, lelah
2)Gejala nonspesifik: nyeri abdominal, diare, nyeri dada
3) Paroxysm (serangan tiba-tiba): demam tinggi, menggigil
4) Fase dingin berlangsung dari 30 menit sampai satu jam karena timbulnya
penyempitan pembuluh (vasokonstriksi). Penderita mengigil karena merasa
sangat dingin dan suhu badan meningkat dengan cepat mencapai 41°C.
5) Fase panas segera menyusul fase dingin pada saat tubuh terasa sangat panas
kira-kira 2-6 jam. Pada fase ini penderita kadang-kadang mengigau (delirium)
yang kemudian disusul dengan fase berkeringat.
6)Fase berkeringat ditandai dengan demam hilang,mual, kulit kering, takikardi,
batuk, sakitkepala yang berat, muntah, lelah, nyeri abdominal, diare, mengigau.
7)Anemia dan splenomegaly (pembesaran limpa)
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
a. Pemeriksaan mikroskopis malaria
b. QBC (Semi Quantitative Buffy Coat)
c. Pemeriksaan imunoserologis
d. Pemeriksan Biomolekuler
PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan khusus pada kasus- kasus
malaria dapat diberikan tergantung dari jenis
plasmodium, menurut Tjay & Rahardja (2002)
antara lain sebagai berikut :
Malaria Falcifarum, Kombinasi sulfadoksin
1000 mg dan pirimetamin 25 mg per tablet
dalam dosis tunggal sebanyak 2-3 tablet.
Kina 3 x 650 mg selama 7 hari. Antibiotik
seperti tetrasiklin 4 x 250 mg/ hari selama 7-
10 hari dan aminosiklin 2 x 100 mg/ hari
selama 7 hari.
Konsep Dasar Asuhan Keperawatan
Pengkajian
a. Identitas pasien
Nama, umur, jenis kelamin, alamat, pendidikan, nama orang tua,
pendidikan orang tua, dan pekerjaan orang tua.
b. Keluhan utama
pada pasien malaria bervariasi sesuai dengan siklus yang terjadi di dalam
tubuh pasien. Pada pengkajian, perawat mungkin mendapatkan keluhan
utama demam. Serangan klasik demam tiba-tiba dimulai dengan periode
menggigil yang berlangsung selama sekitar 1-2 jam dan diikuti dengan
demam tinggi.
c. Keluhan klinis sistemik
secara umum yang mengikuti, meliputi batuk, cepat letih, malaise, nyeri
otot (mialgia), nyeri sendi (artralgia), dan peningkatan produksi keringat
(setiap 48 atau 72 jam, tergantung pada spesies).
d. Pada riwayat kesehatan
pengkajian awal yang penting bagi perawat untuk ditanyakan adalah
apakah pasien pernah pergi atau diam di tempat endemik malaria
e. Pemeriksaan Fisik
• B1 : Fungsi pernapasan biasanya tidak ada masalah, tetapi pada malaria
falcifarum dengan komplikasi akan didapatkan adanya perubahan takipnu
dengan penurunan kedalaman pernapasan, serta napas pendek pada
istirahat dan aktivitas.
• B2 : Pada fase demam akan didapatkan takikardia, tekanan darah
menurun, kulit hangat, dan diuresis (diaforesis) karena vasodilatasi. Pucat
dan lembap berhubungan dengan adanya anemia, hipovolemia, dan
penurunan aliran darah.
• B3 : Sistem neuromotorik biasanya tidak ada masalah. Pada beberapa
kasus pasien terkihat gelisah dan ketakutan.
• B4 : Sistem perkemihan biasanya tidak masalah, tetapi pada saat fase
demam didapatkan adanya penurunan produksi urine, sedangkan pada
fase lanjut didapatka adanya poliuri sekunder dari perubahan glukosa
darah.
• B5 : Pada inspeksi didapatkan gangguan pencernaan, seperti mual dan
muntah, diare atau konstipasi. Pada auskultasi didapatkan penurunan
bising usus. Pada perkusi didapatkan adanya timfani abdomen. Pada
palpasi abdomen sangat sering didapatkan acaura splenomegali.
• B6 : Pada pengkajian integumen didapatkan adanya tanda-tanda anemia
dan ikterus. Pada pemeriksaan muskuloskeletal didapatkan adanya
keletihan dan kelemahan fisik umum, malaise, dan penurunan kekuatan
otot.
DIAGNOSA DAN INTERVENSI
1. Hipertermia b/d peningkatan metabolisme, dehidrasi, efek langsung sirkulasi
kuman pada hipotalamus
DS : Klien biasanya mengeluh DO :Keadan umum : lemah
badannya panas Wajah pasien
Orangtua Klien biasanya biasanya kemerahandan suhu
mengatakan panasnya kurang lebih tubuhnya 39,50C
2-4 hari dirumah Nadi : 98 x / menit
Klien biasanya susah tidur Pernapasan : 28 X /menit

INTERVENSI :
• Evaluasi TTV pada setiap pergantian sif atau setiap ada keluhan dari klien
• Kaji pengetahuan klien dan keluarga tentang cara menurunkan suhu tubuh
• Lakuakan tirah bafring total
• Beri kompres dengan hangat pada daerah aksila, lipat paha dan temporal bila
terjadi panas
• Anjurkan klien untuk memakai pakaian yang menyerap keringat seperti katun
• Anjurkan keluarga untuk melakukan masase pada ekstermitas.
• Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat antipiretik.
2. Perubahan perfusi jaringan b/d anemia, penurunan komponen
seluler yang diperlukan untuk pengiriman oksigen dan nutrien dalam
tubuh.
DS : Klien biasanyamengeluh pusing.
Do :Klien akan terlihat sesak dan pucat
• Suhu 39,5-400C
INTERVENSI :
• Kaji status mental klien secara teratur.
• Pertahankan tirah baring bantu dengan aktivitas perawatan.
• Panatau terhadap kecendrungan tekanan darah, mencatat
perkembangan hipotensi, dan perubahan pada tekanan nadi.
• Perhatikan kualitas dan kekuatan dari denyut perifer.
• Observasi perubahan sensori dan tingkat kesadran pasien yang
menunjukkan penurunan perfusi otak (gelisah, Confuse/bingung,
apatis, samnolen).
• Kurangi aktivitas yang merangsang timbulnya respons valsava /
aktivitas.
• Catat adanya keluhan pusing
• Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain dalam pemberian
transfusi darah PRC (packed red cells).
3. Aktual/resiko tinggi gangguan elektrolit (hiponatremi, hipokalemi) b/d diuresis
osmotik, diaforesis
DS : Klien biasanya mengeluh nyeri kepala dan mual.
Do : Klien akan terlihat gelisah
• Suhu 39,5-400C
• Klien biasanya terlihat lemas dan keringat dingin
INTERVENSI :
• Kaji faktor penyebab dari situasi atau keadaan individu dan faktor-faktor
yang dapat menurunkan osmolalitas serum.
• Monitor temperatur dan pengaturan suhu lingkungan.
• Bantu pasien untuk membatasi muntah dan batuk.
• Bantu pasien jika batuk atau muntah.
• Observasi tingkat kesadaran dengan GCS.
• Kolaborasi :
• Pemberian oksigen sesuai indikasi
• Berikan cairan intrvena jenis NaCL
• Berikan obat deuretik osmotic contohnya : mannitol, furoscide
• Memonitor tanda-tanda vital tiap 4 jam.
• Berikan diet sumber kalium
4. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d intake makanan
yang tidak adekuat, anoreksia, mual/muntah.
DS : Klien biasanya mengatakan tidak ada nafsu buat makan
DO :Klien akan terlihat kurus dan lemas.
• Porsi makanan yang disediakan, biasanya hanya ¼ porsi yang
dihabiskan
• Berat badan pasien biasanya menurun dari sebelumnya.
INTERVENSI :
• Kaji pengetahuan klien tentang intake nutrisi
• Kaji riwayat nutrisi termasuk makanan yang disukai. Observasi dan
catat masukan makanan pasien.
• Diskusikan yang disukai klien dan masukan dalam diet murni.
• Observasi dan catat kejadian mual atau muntah dan gejala lain
yang berhubungan.
• Monitor perkembangan berat badan.
5. Resiko tinggi infeksi b/d INTERVENSI :
penurunan sistem • Pantau terhadap
kekebalan tubuh kecendrungan
DS : Klien biasanya peningkatan suhu tubuh.
mengeluh badannya • Amati adanya menggigil
panas dan diaforesis
DO :Biasanya leukosit • Observasi tanda-tanda
dalam batas tidak normal penyimpangan
• Suhu badan : 39,50C kondisi/kegagalan untuk
• Nadi : 98 x/menit memperbaiki selama
• Pernapasan : 28 X/menit masa terapi.
• Kulit biasanya tanpak • Berikan obat anti malaria
kotor sesuai petunjuk.
• Pantau pemeriksaan
laboratoris.
IMPLEMENTASI
Sesuai dengan intervensi
EVALUASI
Hasil yang di harapkan pada asuhan
keperawatan pada anak dengan malaria
meliputi :
a) Penurunan suhu tubuh
b) Terpenuhinya perfusi jaringan
c) Tidak terjadi gangguan elektrolit
d) Terpenuhinya kebutuhan nutrisi
e) Tidak terjadi infeksi