Anda di halaman 1dari 28

Diabetes Melitus

Definisi
 Diabetes melitus  suatu kelompok penyakit
metabolik dengan karakteristik hiperglikemia
yang terjadi karena kelainan sekresi insulin,
kerja insulin, atau kedua-duanya.
DM TIPE 1 Defisiensi insulin absolut akibat destuksi sel beta, karena:
• autoimun
• idiopatik

DM TIPE 2 Defisiensi insulin relatif :


•defek sekresi insulin lebih dominan daripada resistensi insulin.
•resistensi insulin lebih dominan daripada defek sekresi insulin.

DM TIPE LAIN •Defek genetik fungsi sel beta


•Penyakit eksokrin pankreas :Pankreatitis
•Pankreatektomy
•Endokrinopati : akromegali, cushing, hipertiroidisme
•Akibat obat : glukokortikoid, hipertiroidisme
•Akibat virus: CMV, Rubella
•Imunologi: antibodi anti insulin
•Sindrom genetik lain: sdr. Down, Klinefelter

DM GESTASIONAL Diabetes mellitus yang muncul pada masa kehamilan, umumnya bersifat
sementara
PRA-DIABETES •IFG (Impaired Fasting Glucose) = GPT (Glukosa Puasa Terganggu)
•IGT (Impaired Glucose Tolerance) = TGT (Toleransi Glukosa
Terganggu)
Prevalensi DM di Beberapa Negara Tahun 2000 dan 2030
Menurut WHO
No Rangking Negara Orang dengan DM Ranking Negara Tahun Orang dengan DM
Tahun 2010 (juta) 2030 (juta)

1 India 31,7 India 79,4

2 Cina 20,8 Cina 42,3

3 Amerika Serikat 17,7 Amerika Serikat 30,3

4 Indonesia 8,4 Indonesia 21,3

5 Jepang 6,8 Pakistan 13,9

6 Pakistan 5,2 Brazil 11,3

7 Federasi Rusia 4,6 Banglades 11,1

8 Brazil 4,6 Jepang 8,9

9 Italia 4,3 Filipina 7,8

10 Bangladesh 3,2 Mesir 6,7


5

Diabetes merupakan isu kesehatan dunia

415 juta 642 juta


akan hidup dengan diabetes di tahun
orang dewasa hidup 20401

dengan diabetes di tahun


20151
1 dari 2 Setiap 6 detik
Orang dewasa dengan 1 orang meninggal karena diabetes1
diabetes tidak terdiagnosa1

1. International Diabetes Federation. IDF Diabetes Atlas, seventh edition, 2015


6

Beban diabetes di dunia

Pengeluaran kesehatan dunia untuk 3/4 penderita diabetes tinggal di negara


mengobati diabetes dan mengelola berpenghasilan rendah dan menengah2
komplikasi1

USD Negara

2040 802 berpenghasilan


tinggi
milyar

Negara
USD berpenghasilan

673
rendah - menengah
2015 milyar

1. International Diabetes Federation. IDF Diabetes Atlas, seventh edition, 2015.


2. IDF Diabetes Atlas, seventh edition, 2015. Retrieved from: http://www.diabetesatlas.org/key-messages.html
7

Diabetes adalah isu penting di Indonesia

10 juta 16,2 juta


orang dewasa hidup dengan orang dewasa akan hidup dengan diabetes
diabetes di tahun 20151 di tahun 20401

68% pasien diabetes yang menerima pengobatan tidak mencapai


target HbA1c2*.

Kontrol glikemik yang buruk, dapat menyebabkan komplikasi yang


mengancam jiwa dan menghabiskan banyak biaya1:

PENYAKIT GAGAL
AMPUTASI KEBUTAAN
JANTUNG GINJAL

1. International Diabetes Federation. IDF Diabetes Atlas, seventh edition, 2015.


2. Soewondo et al. The DiabCare Asia 2008 study – Outcomes on control and complications of type 2 diabetic patients in Indonesia. The DiabCare Asia
2008 study. 2010. 19(4);235-244
* Berdasarkan Diabcare 2008. Studi non-intervensi, potong lintang, merekrut 1832 pasien dari pusat kesehatan sekunder dan tersier di Indonesia.
Faktor Resiko
Faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan
Riwayat diabetes dalam keluarga
Umur
Jenis kelamin

Faktor risiko yang dapat dikendalikan


Kegemukan
Tekanan darah tinggi
Kadar kolesterol
Kurang olahraga/gerak
DIAGNOSIS

GEJALA KLASIK GEJALA TIDAK KHAS


 Poliuria  Lemas
 Polidipsia  Kesemutan pada tangan
 Polifagia atau kaki
 Berat badan menurun tanpa  Penglihatan kabur
sebab yang jelas  Disfungsi ereksi
 Pruritus vulva
 Luka lambat sembuh
 Pemeriksaan Penyaring dilakukan kepada mereka
dengan IMT >25 kg/m2 dengan faktor resiko;
 Aktivitasfisik kurang
 Riwayat DM
 Wanita dengan riwayat melahirkan bayi >4000gram
atau gestational DM
 Hipertensi >140/90 mmHg
 Kolesterol HDL <35 mg/dL, dan atau TG > 250mg/dL
 Riwayat TGT
 Riwayat penyakit kardiovaskular
PEMERIKSAAN GLUKOSA
PEMERIKSAAN LAIN
HbA1C
 Memperkirakan risiko komplikasi diabetes & kadar
glukosa darah rata-rata dalam jangka panjang
(2-3 bulan)
 Jadwal pemeriksaan  setiap 3 bulan

Nilai Normal 3,5-5,5


Kontrol glukosa baik 3,6-6,0
Kontrol glukosa sedang 7,0-8,0
Kontrol glukosa buruk >8,0
PRINSIP PENGOBATAN DM
1. Edukasi
2. Diet
3. Exercise (latihan fisik/olah raga)
4. Obat: Oral hipoglikemik, insulin
TERAPI NON MEDIKAMENTOSA
1. Edukasi
Meningkatkan pengetahuan tentang penyakit
dan pengelolaannya dengan tujuan dapat
merawat sendiri sehingga mampu
mempertahankan hidup dan mencegah
komplikasi lebih lanjut.
TERAPI NON MEDIKAMENTOSA
2. Diet
 Mempertahankan atau mencapai berat badan ideal
 Mempertahankan kadar glukosa darah mendekati
normal, mencegah komplikasi akut dan kronik serta
meningkatkan kualitas hidup
 3 J : jumlah kalori yang dibutuhkan, jadwal makan
yang harus diikuti & jenis makanan
 Karbohidrat : 45-60% Protein : 10-15%
 Lemak : 20-25% Serat (± 25 g/hr)
 Garam (≤ 3000 mg atau 6-7 gr/hari)
TERAPI NON MEDIKAMENTOSA
Kebutuhan Kalori
Perhitungan berat badan ideal (BBI) dengan
rumus Brocca :
Berat badan ideal = (TB – 100) – 10%

 Pria TB < 160 cm dan wanita TB < 150 cm


rumus dimodifikasi;
Berat badan ideal = (TB – 100)
TERAPI NON MEDIKAMENTOSA
Penentuan status gizi
(BB aktual : BB idaman) x 100%
• BB kurang BB <90% BBI
• BB normal BB 90- 110% BBI
• BB lebih BB 110 – 120% BBI
• Gemuk BB >120% BBI
Penentuan Kalori
Kebutuhan Basal
Laki – laki : BB idaman (kg) x 30 kalori
Wanita : BB idaman (kg) x 25 kalori
TERAPI NON MEDIKAMENTOSA
3. Olahraga
 Menurunkan dan menjaga kadar gula darah tetap

normal.
 Memperbanyak jumlah, meningkatkan aktivitas

reseptor insulin dalam tubuh & meningkatkan


penggunaan glukosa.
 Prinsipnya : tidak perlu olah raga berat, olah raga
ringan, dilakukan secara teratur.
TERAPI NON MEDIKAMENTOSA
 3-4 kali seminggu, minimal selama 30 menit.
 Sasaran  75-85% denyut nadi maksimal (220-
umur)
TERAPI MEDIKAMENTOSA
GOLONGAN CONTOH SENYAWA MEKANISME KERJA

Sulfonilurea Gliburide/Glibenklamide Merangsang sekresi insulin di


Glipizide kelenjar pankreas, sehingga
Glikazide hanya
Glimepiride efektif pada penderita
Glikuidon diabetes yang
sel-sel β pankreasnya masih
berfungsi dengan baik

Glinid Repaglinide Merangsang sekresi insulin di


kelenjar pankreas

Nateglinide Meningkatkan kecepatan


sintesis insulin oleh pankreas
GOLONGAN CONTOH SENYAWA MEKANISME KERJA
Biguanida Metformin Bekerja langsung pada hati
(hepar), menurunkan produksi
glukosa hati.
Tidak merangsang sekresi
insulin oleh kelenjar pankreas.

Tiazolidindion Rosiglitazone Meningkatkan kepekaan tubuh


Troglitazone terhadap insulin. Berikatan
Pioglitazone dengan peroxisome
proliferator activated
receptor-gamma di otot,
jaringan lemak, dan hati untuk
menurunkan resistensi insulin

Inhibitor α- Acarbose Menghambat kerja enzim-


glukosidase Miglitol enzim pencenaan yang
mencerna karbohidrat,
sehingga memperlambat
absorpsi glukosa ke
dalam darah
TERAPI MEDIKAMENTOSA
2. INSULIN
Indikasi pemberian insulin :
 Semua penderita DM Tipe 1 memerlukan insulin
eksogen
 Penderita DM Tipe 2 tertentu apabila terapi lain yang
diberikan tidak dapat mengendalikan kadar glukosa
darah
 Keadaan stres berat, seperti pada infeksi berat,
tindakan pembedahan, infark miokard akut atau stroke
 DM Gestasional dan penderita DM yang hamil
 Ketoasidosis diabetik
TERAPI MEDIKAMENTOSA

 Penderita DM yang mendapat nutrisi parenteral atau


yang memerlukan suplemen tinggi kalori untuk
memenuhi kebutuhan energi yang meningkat,secara
bertahap memerlukan insulin eksogen untuk
mempertahankan kadar glukosa darah mendekati
normal selama periode resistensi insulin
 Gangguan fungsi ginjal atau hati yang berat
 Kontra indikasi atau alergi terhadap OHO
TERAPI MEDIKAMENTOSA
3. Terapi Kombinasi
 Terapi dengan OHO kombinasi harus dipilih
dua macam obat dari kelompok dengan cara
kerja yang berbeda
 Masih belum tercapai, kombinasi 3 obat atau

kombinasi OHO dengan insulin


ALUR PENGOBATAN DM TIPE 2
Intervensi diet + latihan fisik OHO tunggal
Kombinasi OHO (2 tipe dengan mekanisme kerja
yang berbeda) OHO + insulin (basal) atau 3
kombinasi OHO Insulin (kombinasi: basal +
prandial / campuran)
TERIMA
KASIH