Anda di halaman 1dari 14

SUSPENSI

 Menrut FI edisi III , Suspensi adalah sediaan yang


mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan
Definisi Suspensi
tidak larut, terdispersi dalam cairan pembawa.
 Suspensi oral adalah sediaan cair yang mengandung
partikel padat dalam bentuk halus yang terdispersi dalam
fase cair dengan bahan pangaroma yang sesuai yang
ditunjukkan untuk penggunaan oral.
 Suspensi topical adalah sediaan cair yang mengandung
partikel padat dalam bentuk halus yang terdispersi dalam
pembawa cair yang ditunjukkan untuk penggunaan pada
kulit.
 Suspensi tetes telinga adalah sediaan cair mengandung
partikel-partikel halus yang ditunjukkan untuk diteteskan
pada telinga bagian luar.
 Suspensi oftalmik adalah sediaan cair steril yang
mengandung partikel-partikel sangat halus yang
terdispersi Adalam cairan pembawa untuk pemakaian
pada mata.
 Suspensi untuk injeksi adalah sediaan cair steril berupa
suspensi serbuk dalam medium cair yang sesuai dan tidak
boleh menyumbat jarum suntiknya serta tidak d suntikkan
secara intravena atau ke dalam larutan spinal.
 Suspensi untuk injeksi terkonstitusi adalah sediaan padat
kering dengan bahan pengawet yang sesuai untuk
membentuk larutan yang memenuhi semua persyaratan
untuk suspensi steril setelapenambahan bahan pembawa
yang sesuai
Komponen Elixir
1. Pemanis (sweetener agent)
Sirup simleks (10-20 %)
Saccharin Na (0,1 %)

2. Pengawet (preservatives)
Nipagin (0,18%)
Nipasol (0,02%)
Na benzoat (0,1%)
3. Pewarna (coloring agent)
 Tartrazin (0,01%)
 Oleum citri (0,05%)
4. Pemberi rasa (flavouring agent)
 Oleum rosae
 Oleum mentha piperate
5. Bahan pensuspensi (Suspending agent)
a) Bahan pensuspensi alam (Golongan GOM)
meliputi:
 Acasia
bahan ini diperoleh dari eksudat tanaman acasio sp
 Chondrus

diperoleh dari tanaman chodrus cripus atau gigartina mamilosa


 Tragakan

Merupakan eksudat dari tanaman astragalus gummifera.


 Algin

Algin merupakan senyawa organik yang mudah mengalami


fermentasi bakteri sehingga suspensi dengan algin memerlukan
bahan pengawet.
b) Bahan Pensuspensi Sintesis
Derivat selulosa

Termasuk golongan ini adalah metil


selulosa, karboksimetilselulosa,
hidroksimetil selulosa.
Golongan organik polimer

Yang paling terkenal dalam kelompok


ini adalah carbophol 934.
Cara Mengerjakan Obat Dalam Suspensi
1. Metode Dispersi
Metode ini dilakukan dengan cara menambahkan serbuk bahan
obat ke dalam musilago yang telah terbentuk, kemudian baru
diencerkan. Mudah dan sukarnya serbuk di basahi tergantung pada
besarnya sudut kontak antara zat terdispersi dengan medium.
Serbuk yang demikian disebut memiliki sifat hidrofob.

2. Metode Presipitasi
Zat yang hendak didispersikan dilarutkan dahulu ke dalam pelarut
organik yang hendak dicampur dengan air. Setelah larut dalam
pelarut organic, larutan zat ini kemudian diencerkan dengan
larutan pensuspensi dalam air sehingga akan terjadi endapan halus
tersuspensi dengan bahan pensuspensi. Cairan organik tersebut
adalah etanol, propilen glikol, dan polietilen glikol.
Flokulasi
Sistem
Pembentukan
Suspensi
Deflokulasi
• partikel Suspensi dalam keadaan terpisah satu dengan
yang lainnya.
• Sedimentasi yang terjadi lambat, masing-masing partikel
mengendap terpisah dan partikel berada dalam ukuran

Deflokulasi paling kecil.


• Sediment terbentuk lambat.
• Akhirnya sediment akan membentuk cake yang keras dan
sukar terdispersi kembali.
• Wujud suspensi bagus karena zat tersuspensi dalam
waktu relative lama.

• artikel merupakan agregat yang bebas


• sedimentasi terjadi cepat
• sediman terbentuk cepat

Flokulasi • sedimen tidak membentuk cake yang keras dan padat dan
mudah terdispersi kembali seperti semula.
• wujud suspensi kurang bagus sebab sedimentasi terjadi
dengan cepat dan diatasnya terjadi daerah cairan yang
jernih dan nyata
Penilaian Stabilitas
 Volume sedimetasi

Volume sedimentasi akhir : Volume sedimentasi awal


 Derajat flokulasi

Volume sedimentasi akhi dari suspensi flokulasi :


Volume sedimentasi akhir dari suspensi deflokulasi
 Metode reologi

faktor sedimentasi, redispersibilitas, menentukan


prilaku pengendapam, mengatur pembawa, dan
susunan partikel
 Perubahan ukuran partikel

Digunakan cara freeze thaw cycling yaitu suhu diturun


naikan sampai titik beku lalu dinaikan hingga mencair
Faktor yang mempengaruhi Stabilitas
Suspensi
 Ukuran Partikel

Hubungan antara partikel ukuran partikel merupakan


perbandingan terbalik dengan luas penampangnya.
Sedangkan antara luas penampang dengan daya tekan
ke atas terhadap hubungan linier. Artinya semakin kecil
ukuran partikel semakin besar luas penampangnya.
Sedangkan semakin besar luas penampang partikel,
daya tekan ke atas cairan akan semakin besar, akibatnya
memperlambat gerakkan partikel untuk mengendap
sehungga untuk memperlambat gerakkan tersebut
dapat dilakukan dengan memperkecil ukuran partikel.
 Kekentalan (Viskositas)
Kekentalan suatu cairan mempengaruhi pula kecepatan
aliran cairan tersebut, semakin kental suatu
cairan,kecepatan alirannya semakin turun atau semakin
kecil. Dengan demikian, dengan menambah kekentalan
cairan,gerak turun partikel yang kandungannya akan
diperlambat. Perlu diingat bahwa kekentalan suspensi
tidak boleh terlalu tinggi agar sediaan mudah dikocok dan
dituang.
 Jumlah partikel (konsetrasi)

Jika di dalam suatu ruangan terdapat partikel dalam


jumlah besar, maka partikel akan sulit melakukan
gerakkan bebas karena sering terjadi benturan antara
partikel tersebut.
 
 Sifat atau muatan partikel
Suatu suspensi kemungkinan besar terdiri atas beberapa
macam campuran bahan yang sifatnya tidak selalu sama.
Partikel yang mengendap ada kemungkinan dapat saling
melekat oleh suatu kekuatan untuk membentuk agregasi dan
selanjutnya membentuk compacted cake, peristiwa itu
disebut”caking”.
Ukuran partikel dapat diperkecil dengan menggunakan mixer,
homogenizer,colloid mill, dan mortir. Sedangkan viskositas fase
eksternal dapat dinaikkan dengan menambah zat pengental
yang dapat larut kedalam cairan tersebut. Bahan-bahan
pengental ini sering disebut suspending agent (bahan
pensuspensi), yang umumnya bersifat mudah mengembang
dalam air.
Bahan pensuspensi dapat dikelompokkan sebagai bahan
pensuspensi dari alam dari bahan pensuspensi sintetis.