Anda di halaman 1dari 23

HIV AIDS

di TEMPAT KERJA
HIV & AIDS IBARATNYA SEPERTI GUNUNG ES

KASUS HIV & AIDS


YANG TERLIHAT

KASUS HIV & AIDS


YANG TIDAK
TERLIHAT
DATA KOMPOSISI
PENDUDUK INDONESIA

(BPS, Pebruari 2012)


ANGKATAN KERJA: 120,4 jt
PENDUDUK
INDONESIA
238,22 JUTA

BEKERJA  112,8 jt (93%)


• Menengah/Besar  42,1 jt (37%) PENGANGGURAN 7,7 jt
• Micro/Kecil  70,7(63%)

• Laki-laki  64.539.117 (62%)


• Perempuan  39.946.327 ± 25 JT USIA
(38%) REPRODUKSI
3
3
KONDISI KESEHATAN KERJA
Tahun 2013
DATA DI 26 PROVINSI
 92 ribu lebih kasus PAK
 410 ribu kasus diduga PAK
 33 ribu Kecelakaan Kerja
 2,8 juta kasus Penyakit NON PAK,
PADA USIA KERJA;
HIV 92,3%; AIDS 74,2 % PD USIA 20-49 TH
Tb (2012) 97,14% PADA USIA 15-65TH
Anemi (2011) pekerja perempuan perusahaan skala
menengah/besar 40% anemi
4
Fakta menunjukkan.......
• Perusahaan kehilangan 3 % tenaga kerja karena AIDS
setiap tahunnya
• Orang dewasa muda yang aktif secara ekonomi memiliki
tingkat infeksi tertinggi HIV
• AIDS menurunkan angka harapan hidup yang berkisar
antara 20 sampai 40 tahun pada tahun 2008
• HIV AIDS meningkatkan beban dibidang kesehatan
• Kematian pada kelompok usia 50 tahunan 2-3 kali lipat
• Kehilangan produktifitas kerja 15 tahun per karyawan
karena AIDS (ILO, 2008)
Dampak AIDS di Tempat Kerja
Akibat.........
• AIDS menyebabkan gangguan fisik, kecacatan dan
kematian bagi pekerja
• Perubahan ekonomi dan emosional yang berat
untuk keluarga
• Meningkatkan beban biaya bagi tempat kerja.
Bandingkan HIV dengan…….
• Hepatitis B

• Influenza

• Cholera

• Diabetes mellitus

• Hypertension
Perkembangan HIV
• Pada orang dewasa: diperlukan waktu hingga 10
tahun, yang kemudian berkembang menjadi
AIDS dalam waktu 2 sampai 3 tahun dan mati.
• Pada Anak: lebih cepat karena adnaya infeksi
oportunistik seperti malaria, diare atau infeksi
saluran pernapasan akut yang dapat
menyebabkan kematian.
Gaya hidup yang terkait dengan pencegahan
HIV/AIDS

• Menghindari seks bebas


• Penggunaan peralatan (gunting, pisau cukur dst)
secara personal
• Penggunaan jarum suntik , pisau & benda tajam
lainnya harus steril
• Menghindari transfusi darah yang tidak diskrining
• Penggunaan kondom dengan benar secara konsisten
PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN
HIV/AIDS DI TEMPAT KERJA
LANDASAN HUKUM

UU 36 Tahun 2009/Kesehatan Pasal 164 :

1) Upaya kesehatan kerja ditujukan untuk melindungi pekerja agar hidup


sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang
diakibatkan oleh pekerjaan
2) Upaya kesehatan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi
pekerja disektor formal dan informal
3) Upaya kesehatan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku bagi
setiap orang selain pekerja yang berada di lingkungan tempat kerja
4) Upaya kesehatan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2)
berlaku juga bagi kesehatan pada lingkungan tentara nasional Indonesia
baik darat, laut, maupun udara serta kepolisian Republik Indonesia
5) Pemerintah menetapkan standar kesehatan kerja sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dan ayat (2)
KEPMENNAKERTRANS NO. KEP. 68/MEN/IV/2004

Pasal 2
(1) Pengusaha wajib melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan
HIV/AIDS di tempat kerja
(2) Untuk melaksanakan upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS
di tempat kerja sebagaimana dimaksud ayat (1), pengusaha wajib :
a. Mengembangkan kebijakan tentang upaya pencegahan dan
penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja, yang dapat dituangkan
dalam Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama.
b. Mengkomunikasikan kebijakan dengan Komunikasi, Informasi dan
Edukasi melalui program pendidikan yang berkesinambungan
c. Memberikan perlindungan dari tindak dan perlakuan diskriminatif.
d. Menerapkan prosedur K3 khusus untuk pencegahan dan
penanggulangan HIV/AIDS sesuai dengan peraturan Per-UU dan
standar yang berlaku
KEPMENNAKERTRANS NO. KEP. 68/MEN/IV/2004

Pasal 5 :
(1) Pengusaha atau pengurus dilarang melakukan tes HIV
untuk digunakan sebagai prasarat suatu proses rekrutment
atau kelanjutan status pekerja/buruh atau kewajiban
pemeriksaan kesehatan rutin.
(2) Tes HIV hanya dapat dilakukan atas dasar sukarela
dengan persetujuan tertulis dari pekerja/buruh
(3) Apabila tes HIV dilakukan, pengusaha atau pengurus wajib
menyediakan konseling
KEWAJIBAN PEMERINTAH
• Melakukan pembinaan thd program pencegahan dan
penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja
• Bersama-sama dengan Pengusaha dan SP/SB atau
sendiri2 melaksanakan upaya pencegahan dan
penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja
• Dapat dilakukan dengan melibatkan fihak ketiga dan atau
ahli dibidang HIV/AIDS.
PERMENKES NO. 21 TAHUN 2013
Tanggung Jawab Pemerintah

PUSAT PROVINSI KABUPATEN/KOTA


membuat kebijakan ●
melakukan
dan pedoman

melakukan koordinasi; penyelenggaraaan berbagai

menetapkan situasi upaya pengendalian dan

kerjasama dalam penanggulangan HIV dan
epidemik HIV tingkat
mengimplementasikan AIDS;
provinsi; menyelenggarakan
dan monev; ●


menyelenggarakan penetapan situasi epidemik

menjamin
sistem pencatatan, HIV tingkat kabupaten/kota;
ketersediaan obat dan menjamin ketersediaan
pelaporan dan evaluasi;

alat kesehatan fasyankes primer dan



menjamin ketersediaan rujukan sesuai dengan

mengembangkan fasyankes primer dan kemampuan;
sistem informasi; dan rujukan sesuai dengan ●
menyelenggarakan sistem

melakukan kerjasama kemampuan. pencatatan, pelaporan dan
regional dan global. evaluasi.
KEWAJIBAN PENGUSAHA
• Menetapkan kebijakan PENCEGAHAN DAN
PENANGGULANGAN HIV/AIDS di tempat kerja (dpt
dituangkan dalam PP atau PKB)
• Mengkomunikasikan kebijakan mell :
– Penyebarluasan informasi
– Penyelenggaraan pendidikan dan latihan
• Memberikan perlindungan kpd pekerja/buruh dari tindakan
dan perlakuan diskriminatif.
• Menerapan prosedur K3 khusus.
KEWAJIBAN SERIKAT PEKERJA/SERIKAT
BURUH

• Bersama-sama Pemerintah dan Pengusaha atau


sendiri-sendiri melaksanakan upaya pencegahan
dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja;
Permasalahan :
• Belum semua tempat kerja melaksanakan
peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah
• Program Pencegahan dan penanggulangan HIV dan
AIDS di tempat kerja belum optimal dilaksanakan
• Masih banyak perusahaan yang belum memiliki
komitmen dan kebijakan dalam upaya pencegahan
dan penanggulangan HIV dan AIDS di tempat kerja;
• Masih terdapat beberapa kasus sikap dan tindakan
diskriminatif terhadap tenaga kerja terkait HIV dan
AIDS.
Tempat Kerja perlu melakukan.....
• Penyediaan tempat kerja kondusif untuk
pendidikan dan promosi kesehatan dalam upaya
pencegahan HIV / AIDS kepada semua pekerja
• Kampanye VCT luas
• Adanya fasilitas perawatan dan pengobatan
• Menghilangkan stigma dan diskriminasi
• Kolaborasi dengan pemerintah, LSM, dan
pemangku kepentingan lainnya
PERLINDUNGAN DARI STIGMA, DISKRIMINASI &
PENGECUALIAN

• Tidak ada kewajiban bagi karyawan untuk


mengungkapkan status
• Tidak ada stigmatisasi atau diskriminasi bagi
pekerja
• Adanya kesamaan kesejahteraan bagi pekerja
yang terkena dampak
• Tidak ada pengecualian dari asuransi kesehatan
• Tidak ada PHK pekerjaan atas dasar status
Kesuksesan Program dan kebijakan HIV AIDS di
tempat kerja diperlukan kerjasama antara serikat
pekerja/buruh, pengusaha dan pemerintah secara
bersama.
KEPMENNAKERTRANS NO. KEP. 68/ MEN/IV/2004
TRIMAKASIH