Anda di halaman 1dari 27

FARMAKOTERAPI"

GASTROINTESTINAL
Disusun Oleh :
- Nadia Pebriyani (21344081)
- Rara Rista Putri (21344082)
- Lina Agustina (21344083)
- Siti Hapsah (21344084)
- Utary Puspita sari (21344085)
- Nadya Rizki Putri Intan (21344086)
- Dina Limbong Tandidatu (21344087)
- Sofi Aini Rahmi (21344088)
Gastrointestinal Saluran Pencernaan

n gejala dari kelebihan asam lambung, diare,


an mual muntah
Peradangan dinding lambung k
Gastritis elebihan Asam Lambung

(Tukak Lambung)

Gejala : nyeri epigastric, m


ual, kembung dan begah.

Diagnosis : gejala 
pemeriksaan : tes
lab, gastrokopi . Menetralkan pH lambung atau mengurangi sekresi asam
lambung

4
Penyakit krooni terjadi saat asam
lambung / empedu mengiritasi la
GERD pisan dalam saluran makanan
(Gastroesophageal
Reflux Disease)

Asam lambung naik (Reflux) ke eso


phagus akibat tekanan gas yg tinggi
di lambung sehingga spichter pylor Gejala: rasa terbakar di daerah dada
us tidak mampu menahan loncatan (heart burn).
gas lambung tsb

Prinsip : menetralkan asam lambung shngga tidak mengerosi


esophagus.

5
Prinsip : menetralkan asam lambung shngga tidak mengerosi esophagus

6
Luka (ulcer) pada mukosa, kebanyakan kasus tukak peptic terjadi
akibat terjadinya asam lambung, pepsin dan infeksi Helicobacter.
Tukak Peptik Pylori , penggunaan obat OAINS, konsumsi kopi, teh, soda, susu.

Terapi Utama : PPI dan Agen


Mukoprotektif seperti Sucralfate
(mempercepat penyembuhan
luka)

Tukak  H. Pylori
1. Amoxicilin + Claritromycin +
Pantoprazole
2. Pantoprazole + Bismuth + Metronidazol
4x1 + Tetrasiklin

Kambuh : Pantoprazole + Amoxicillin 1g +


Levofloxacin 250mg

7
Konstipasi (sembelit) adalah
keadaan/ kondisi seseorang
kesulitan untuk buang air besar
dikarenakan terjadi pengerasan
pada feses.
KONSTIPASI
PATOFISIOLOGI

Konstipasi dapat timbul dari adany Pengisian rectum yang tidak sempurna terjadi bila p
a efek pengisian maupun pengoso eristaltic kolon tidak efektif. Statis tinja di kolon men
ngan rectum. yebabkan proses pengeringan tinja yang berlebihan
dan kegagalan untuk memulai reflek dari rectum ya
ng normalnya akan memicu evakuasi. Pengosongan
rectum melalui evakuasi spontan tergantung pada r
eflek defekasi yang dicetuskan oleh reseptor tekana
n pada otot-otot rectum, serabut-serabut aferen da
n aferen dari tulang belakang bagian sacrum atau ot
ot-otot perut dan dasar panggul.

10
Tanda dan Gejala

1 2 3 4
Tidak nyaman p
BAB kurang dari
Tinja terlihat ker d perut seperti k
3 kali dalam sem Sulit utk BAB / Defe
ing, keras atau embung / meras
inggu kasi (mengedan)
menggumpal a tidak tuntas set
elah buang air be
sar

11
DIAGNOSIS

Subjektif  tanda & gejala


Objektif 
• adanya abnormalitas yg terdapat pd anatomi rektal seperti fistula, fissurs, hemoroi
d, prolapse rektal / pada peranial bag bawah
• Uji digital pd rectum utk mengecek ada yg mempengaruhi feses, penyempita dubur
/ masa rektal
• Uji Lab + Uji Diagnostik (protoskopi, sigmoidoskopi, kolonoskopi, enema barium)

12
1 2 3 4

The Power of PowerPoint | thepopp.com 13


Terapi Farmakologi

01 02 03 04
5-HTRAs
Bulking agent : Iritan&Stimulan: Bahan osmotik:
serat. Menahan air di u Bisacodil, Senna, Mg Gliserin, Sorbitol, laktulo Pulcalopride. Mengagoni
mengiritasi otot polos usus, se sa, PEG. Bahan osmotik men s reseptor 5-HT4 (Enteroki
sus, mempertahankan pe
hingga meningkatkan kontrak dorong air ke usus, sehingga f netik) utk meningkatkan p
ristaltic usus
si & peristaltic. eses menjadi lunak dan muda
eristaltik
h dieksresikan.

14
Terapi Farmakologi

01 02 03 04
Feses Softener (E
5-HTRAs
Lubiprostone: molien): Bahan osmotik:
Lubiprostone Docusate Gliserin, Sorbitol, laktulo Pulcalopride. Mengagoni
sa, PEG. Bahan osmotik men s reseptor 5-HT4 (Enteroki
Meningkatkan sekresi kl Menambah air dan lemak ke
dorong air ke usus, sehingga f netik) utk meningkatkan p
dalam feses
orida ke saluran cerna eses menjadi lunak dan muda
eristaltik
h dieksresikan.

15
Meminum minuman prebiotik dan
Mengatur pola makan
probiotik

Berolahraga Terapi tertawa

Membiasakan diri untuk buang air


Perbanyak air putih besar setiap hari dengan membua
t jadwal buang air besar

Terapi non Farmakologi


DIARE Penyebab
Infeksi virus, bakteri atau protozoa
Definisi (E.Colli, Salmonella, Shigella, Vibrio ch
Peningkatan frekuensi dan penurunan k olera, dll)
onsistensi tinja dibandingkan dengan k
ondisi normal (hambatan absorpsi Cl be
rkurang, sekresi Cl berlebih)

17
PATOFISIOLOGI
Perubahan transport ion aktif melalui penurunan absorpsi sodium atau peningkatan sekresi klorid
a, perubahan motilitas intestinal, meningkatnya osmolaritas pada luminal dan meningkatnya teka
nan hirostatik pada jaringan

Icon Icon Icon Icon

Diare akibat gangguan motilitas


Diare Osmotik Diare Sekretotik Diare Eksudatif

Bila ada bahan yang tida Bila terjadi gangguan transpo Inflamasi dan eksudasi Disebabkan waktu transi
rt elektrolit, absorpsi yang ber
k dapat diserap, mening mengakibatkan kerusaka t usus menjadi lebih cep
kurang ataupun sekresi yang
katkan osmolaritas di lu n mukosa usus halus ma at atau justru terjadi stas
meningkat, misal akibat toksi
men, menarik air dari pl n kolera, garam empedu, as.le upun usus besar, karena is menimbulkan bacteria
asma, misalnya malabso mak rantai pendek, laksatif n infeksi bakteri atau noni l overgrowth, misal pad
rpsi karbohidrat. onosmotik, hormon intestinal nfeksi misal IBD atau ra a IBS, DM.
seperti gastrin.
diasi.
18
Tanda & Gejala
Mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, d
emam, keringat dingin, tidak enak badan
ICON

ICON

GEJALA
ICON

Lemas, karena kekurang ICON

an cairan
Nyeri pd abdomen
ICON

. ICON

Terjadi pegerakan isi perut


TANDA
19
DIAGNOSIS

Subjektif  tanda & gejala


Objektif 
• pemeriksaan tinja / feses termasuk mikroorganime, darah, mucus, lemak dan kult
ur bakteri.
• Pemeriksaan feses ( stool test ) utk mendeteksi adanya virus
• Evaluasi terjadinya osmolaritas usus, Ph, kadar elektrolit dan mineral
• Feses / tinja cair / lembek
• Uji endoskopi / biopsi

20
TERAPI FARMAKOLOGI

Bismuth sub Salisila


Antimotilitas: Adsorben t:
LOPERAMID : Memperlambat mo Bekerja non spesifik (menyerap Antisekretori, antiinflamasi, dan an
tilitas intestinal, menghambat perist nutrisi, toksin, dll) tibakteri.
altic usus, meningkatkan konsistens KAOLIN PEKTIN, ATTALPU
i tinja. GI

Prebiotik: Antikolinergik: Balita (WHO)


Lactobacillus mengembalikan / OCTROTIDE memblok tonus v Rehidrasi Oral
memperbaiki fungsi intestinal dan agal dan memperpanjang waktu Zink
menekan pertumbuhan patogen transit
Prebiotik

21
The Power of PowerPoint | thepopp.com 22
TERAPI NON FARMAKOLOGI

Pemberian larutan oralit (Larutan ini sering disebut rehidrasi oral. Larutan ini mempun
yai komposisi campuran Natrium klorida, kalium klorida, glukosa anhidrat dan natri
um bikarbonat)
Tujuan dari pemberian oralit pada penderita diare untuk mencegah terjadi dehidrasi k
arena larutan oralit dapat mengganti cairan tubuh yang hilang oleh diare.

23
DIARE Penyebab
Infeksi virus, bakteri atau protozoa
Definisi (E.Colli, Salmonella, Shigella, Vibrio ch
Peningkatan frekuensi dan penurunan k olera, dll)
onsistensi tinja dibandingkan dengan k
ondisi normal (hambatan absorpsi Cl be
rkurang, sekresi Cl berlebih)

24
Mual & Muntah Mual : kecenderungan utk memuntahkan / perasaan di teng
gorokan / daerah epigastrik yg memperingatkan bahwa mun
tah sudah dekat.
Muntah : ejekasi / pengusiran

The Power of PowerPoint | thepopp.com 25


The Power of PowerPoint | thepopp.com 26

Anda mungkin juga menyukai