Anda di halaman 1dari 2

Doa Mustajab Mengguncang Penghuni Langit Dalam Kitab Al-Mujabin dan Al-Dua', disebutkan sebuah riwayat dari Al-Hasan

sebagai berikut : Alkisah ada seorang sahabat Nabi Muhammad bernama Abu Muallaq, beliau adalah seorang pedagang yang jujur, ahli ibadah, dan sering mengunjungi daerah daerah untuk berdagang. Pada suatu hari beliau sedang dalam perjalanan menuju ke sebuah daerah, membawa banyak barang dagangan, tiba tiba di tengah perjalanan Abu Muallaq dihadang oleh seorang perampok yang bersenjata. Perampok itu berkata : serahkan semua barang daganganmu !! abu menjawab : baiklah jika itu maumu, silahkan ambil seluruh barang daganganku dan hartaku, tapi biarkan aku pergi Perampok itu menjawab : tidak bisa !! jika aku membiarkan kamu pergi, kamu bisa melapor kepada petugas keamanan dan mereka akan mengejarku. kamu akan kubunuh !!! bersiaplah menuju akhirat sekarang Abu menjawab : Baiklah jika itu yang engkau inginkan. Tapi sebelum mati, izinkan aku shalat 4 rakaat yang terakhir kalinya. Perampok itu tertawa dan berkata : Hahahaaa Silahkan jika itu permintaan terakhirmu. Shalatlah sekehendak hatimu. Aku tunggu Lalu Abu berwudhu dan melakukan shalat hajat 4 rakaat, lalu dalam doanya di akhir sujud, dia berdoa : Yaa waduudu yaa waduud, Yaa dzal-arsyil-majiid, yaa faaalallimaa yuriid. As-aluka biizzikalladzii laa yuroomu, wa bimulkikalladzii laa yudhoomu, wa binuurikalladzi mala-a arkaana arsyika, antakfiyanii syarro haadzallishshi, yaa mughiits aghitsnii, yaa mughiits aghitsnii, yaa mughiits aghitsnii. Artinya : Wahai Yang Maha Menyayangi, Wahai yang Maha Menyayangi, Wahai Tuhan yang memiliki ARSY yang mulia, Wahai Tuhan yang mengerjakan atas apa yang dikehendaki. Aku memohon kepada-Mu dengan kehebatan-Mu yang tidak dapat ditembus, dengan kekuasaan-Mu yang tidak dapat diambil dengan cahaya-Mu yang memenuhi sudut sudut ARSY-mu, agar Engkau pelihara aku dari kejahatan perampok ini, wahai Yang Maha Menolong, tolonglah aku wahai Yang Maha Menolong, tolonglah aku wahai Yang Maha Menolong, tolonglah aku Tiba tiba, tanpa diketahui Abu yang sedang bersujud, seorang penunggang kuda tiba tiba muncul menghunus tombak dari kedua sisi kudanya, lalu membunuh perampok yang sedang lengah. Ketika Abu selesai shalat, kagetlah Abu karena telah melihat perampok tersebut bersimbah darah dan meninggal. Si penunggang kuda bertanya : Wahai Hamba Allah, siapakah kamu sebenarnya?

Sungguh ALLAH SWT telah mengutus aku. Aku adalah MALAIKAT LANGIT KE EMPAT. Sungguh, karena doamu yang pertama, telah membuat PINTU PINTU LANGIT BERGUNCANG, karena doamu yang kedua, telah membuat PENGHUNI LANGIT GADUH, doamu yang ketiga DISAMPAIKAN KEPADAKU bahwa ada hamba ALLAH yang shaleh yang sedang dalam kesulitan. Lalu aku memohon kepada ALLAH SWT untuk membantumu. Dan karena doamu yang ke empat, aku hadir membunuh perampok ini. Abu lalu bersujud syukur kepada ALLAH SWT karena sudah ditolong dan jiwanya terselamatkan. Lebih lanjut dalam kita tersebut dijelaskan : Al-Hasan menjelaskan bahwa BARANGSIAPA BERWUDHU DAN MENDIRIKAN SHALAT HAJAT 4 RAKAAT, lalu berdoa dengan doa ini (apapun permintaannya), niscaya dikabulkan, baik dia sedang berada dalam kesulitan maupun tidak. Untuk hajat lain, maka kalimat antakfiyanii syaroo haadzallishsho (agar Engkau pelihara aku dari kejahatan perampok ini) diganti dengan kalimat : antaq-dhiya haajati fii kadzaa wa kadzaa (agar Engkau mengabulkan apa yang menjadi hajatku, yaitu ) SEBUTKAN HAJAT ANDA.