Anda di halaman 1dari 20

TUGAS MATAKULIAH DASAR TEKNIK TENAGA LISTRIK

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU)

OLEH : KELOMPOK 1 Anggota :

1. Fajri Iskandar (1004402001) 2. Nyoman Endy Triatmaja 3. Rudi(1004405003) (1004405004) (1004405002)

4. I Gusti Ngurah Dion Adi Putra

5. Vencysisca Jeane Risamena (1004405005)

TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA 2011

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada tim penulis sehingga dapat menyelesaikan paper ini yang berjudul Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) ini. Adapun dalam paper ini membahas mengenai pengertian PLTU secara garis besar maupun cara kerja dan komponen-komponen yang menyusun suatu PLTU hingga dapat menghasilkan energy Listrik. Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan paper ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan paper ini. Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan paper ini masih dari jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, penulis telah berupaya dengan segala kemampuan sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, tim penulis dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan,saran dan usul guna penyempurnaan paper ini. Akhirnya tim penulis berharap semoga paper ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.

Denpasar, 30 November 2011

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI .... ii Bab I Pendahuluan .. 1 1.1. Latar Belakang Masalah .. 1 1.2. Perumusan Masalah . 1 1.3. Tujuan... 2 1.4. Manfaat. 2 1.5.Batasan Masalah ... 2 Bab II Pembahasan 3 2.1. Pengertian Osiloskop 3 2.2. Tombol-tombol pada Osiloskop beserta fungsinya .... 5 2.3. Cara Kerja Osiloskop .. 7 2.4. Cara mengukur Menggunakan Osiloskop ... 9 2.5. Osiloskop Lisajjous 11 Bab III Penutup . 16 3.1. Kesimpulan .... 16 3.2. Saran .. 16 DAFTAR PUSTAKA 17

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

PLTU merupakan pembangkit listrik tenaga uap dimana uap yang digunakan berasal dari pembakaran bahan bakar batu bara. Dalam hal dari apa bahan bakar yang digunakan maka dibedakan atas dua macam yaitu bahan bakar berkualitas tinggi dan bahan bakar berkualitas rendah.perbedaannya adalah jika bahan bakar yang digunakan berkualitas tinggi maka hasil pembakaran yang keluar tidak membahayakan bagi lingkungan sekitar,akan tetapi jika bahan bakar yang digunakan berkulitas rendah maka zat yang diekskresikan juga akan berdampak buruk bagi lingkungan sekitar. Hal ini dikarenakan pembakaran yang tidak sempurna sehingga menimbulkan gas CO yang berbahaya.semakin banyak bahan bakar yang digunakan maka semakin besar pula tenaga yang dihasilkan serta pemakaian jumlah turbin yang akan digerakkan untuk memicu sumber tenaga listrik. PLTU adalah pembangkit tenaga cukup besar dan merupakan sumber utama listrik saat ini karena batu bara yang digunakan untuk bahan bakarnya yang berharga murah . Ada PLTU yang menggunakan bahan bakar batu bara dan ada pula yang menggunakan minyak bumi. Banyaknya pemakaian batu bara tentunya akan menentukan besarnya biaya pembangunan PLTU. Harga batu bara itu sendiri ditentukan oleh nilai panasnya (Kcal/Kg), artinya bila nilai panas tetap maka harga akan turun 1% pertahun. Sedang nilai panas ditentukan oleh kandungan zat SOx yaitu suatu zat yang beracun, jadi pada pembangkit harus dilengkapi alat penghisap SOx. Hal inilah yang menyebabkan biaya PLTU Batu bara lebih tinggi sampai 20% dari pada PLTU minyak bumi. Bila batu bara yang digunakan rendah kandungan SOx-nya maka pembangkit tidak perlu dilengkapi oleh alat penghisap SOx dengan demikian harga PLTU batu bara bisa lebih murah. Keunggulan pembankit ini adalah bahan bakarnya lebih murah harganya dari minyak dan cadangannya tersedia dalam jumlah besar serta tersebar di seluruh Indonesia.

1.2 Rumusan Masalah

Paper ini membahas mengenai permasalahan tentang Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang mencangkup : 1. Pengertian PLTU 2. Prinsip Kerja PLTU 3. Komponen-Komponen penyusun PLTU 4. 1.3 Tujuan Kekurangan dan Kelebihan PLTU

Tujuan dari penulisan paper ini adalah merupakan tugas, mata kuliah Dasar Teknik Tenaga Listrik (DTTL), dan untuk mengetahui PLTU secara garis besar baik dari pengertian, prinsip kerja,maupun komponen-komponenya sehingga pengetahuan kita semakin bertambah dan diharapkam mampu menerapkanya di dunia kerja nantinya.

1.4 Manfaat Manfaat dari penulisan paper ini adalah untuk menambah pengetahuan kita mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) secara mendalam. Mungkin setelah membaca paper ini pembaca dapat mengaplikasikan materi ini dengan baik dan membagi pengetahuan ini dengan orang lain. 1.5 Batasan Masalah Dalam paper ini, batasan masalah hanya mencangkup mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) baik dari pengertian, prinsip kerja dan keuntungan maupun kerugian hingga paper ini dapat menambah wawasan kita PLTU secara garis besar.

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1

Gambaran Umum PLTU PLTU merupakan salah satu jenis pembangkit listrik tenaga termal yang banyak digunakan, karena efisiensinya baik dan bahan bakarnya mudah didapat, ada dua jenis bahan bakar yang digunakan pada PLTU yaitu batu bara dan air, sehingga dapat menghasilkan energi listrik yang ekonomis. PLTU merupakan mesin konversi energi yang merubah energi kimia dalam bahan bakar menjadi energi listrik. Proses konversi energi pada PLTU berlangsung melalui 3 tahapan, yaitu : 1. Energi kimia dalam bahan bakar diubah menjadi energi panas dalam bentuk uap bertekanan dan temperatur tinggi. 2. Kedua, energi panas (uap) diubah menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran. 3. Ketiga, energi mekanik diubah menjadi energi listrik.

Gambar 2.1 proses konversi energi pada PLTU

Pada PLTU, energi sebagai suatu arus panas dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil/konvensional. Energi berupa panas tersebut digunakan untuk memanaskan boiler dan menghasilkan uap yang bertekanan dan bertemperatur tinggi. Energi berupa panas dikonversikan menjadi energi mekanikal yang menggerakkan/memutar sebuah generator, perubahan energi panas menjadi mekanikal dan energi listrik ini melalui suatu siklus konversi energi yang sangat bergantung pada jumlah panas, pola suhu dan suhu

lingkungan atau suhu penerima panas yang tersedia (dalam hal ini boiler). Suatu siklus panas menerima sejumlah energi panas pada suatu suhu tertentu, dan merubah sebagian energi panas itu menjadi kerja, membuang atau meneruskan yang selebihnya kepada lingkungan atau penerima panas itu sebagai energi kerugian pada suhu yang lebih rendah (dalam hal ini dapat dilihat pada fungsi kondensor).

Proses terjadinya energi listrik melalui pembakaran batu bara ini akan menghasilkan uap dan gas buang yang panas. Gas buang itu berfungsi juga untuk memanaskan pipa boiler yang berada di atas lapisan mengambang. Gas buang selanjutnya dialiri ke pembersih yang di dalamnya terdapat alat pengendap abu setelah gas itu bersih lalu dibuang ke udara melalui cerobong. Sedangkan uap dialiri ke turbin yang akan menyebabkan turbin bergerak, tapi karena poros turbin digandeng/dikopel dengan poros generator akibatnya gerakan turbin itu akan menyebabkan pula gerakan generator sehingga dihasilkan energi listrik. Uap itu kemudian dialiri ke kondensor sehingga berubah menjadi air dan dengan bantuan pompa air itu dialiri ke boiler sebagai air pengisi. Generator biasanya berukuran besar dengan jumlah lebih dari satu unit dan dioperasikan secara berlainan. Sedangkan generator ukuran menengah didisain berdasarkan asumsi bahwa selama masa manfaatnya akan terjadi 10.000 kali star-stop. Berarti selama setahun dilakukan 250 x star-stop maka umur pembangkit bisa mencapai 40 tahun. Bila daya generator meningkat maka kecepatannya meningkat pula dan bila kecepatan kritikan dilalui maka perlu dilakukan pengendalian poros generator supaya tidak terjadi getaran. Untuk itu konstruksi rotor dan stator serta mutu instalasi perlu ditingkatkan. Boilernya menggunakan sirkulasi alam dan menghasilkan uap dengan tekanan 196,9 kg/cm2 dan suhu 554?C. PLTU ini dilengkapi dengan presipitator elektro static yaitu suatu alat untuk mengendalikan partikel yang akan keluar cerobong dan alat pengolahan abu batu bara. Sedang uap yang sudah dipakai kemudian didinginkan dalam kondensor sehingga dihasilkan air yang dialirkan ke dalam boiler. Pada waktu PLTU batubara beroperasi suhu pada kondensor naiknya begitu cepat, sehingga mengakibatkan kondensor menjadi panas. Sedang untuk mendinginkan kondensor bisa digunakan air, tapi harus dalam jumlah besar, hal inilah yang menyebabkan PLTU dibangun dekat dengan sumber air yang banyak seperti di tepi sungai atau tepi pantai.

2.2

Komponen-komponen Penyusun PLTU PLTU adalah mesin pembangkit yang terdiri dari komponen utama dan instalasi peralatan penunjang. Berikut Komponen penyusun PLTU : FUEL Bahan bakar yang digunakan untuk memanaskan boiler meliputi batu bara,minyak bumi,dll. bahan bakar yang diutamakan adalah bahan bakar yang berkualitas tinggi agar zat yang dieksresikan tidak berbahaya terhadap lingkungan sekitar. STEAM BOILER Boiler atau wadah yang digunakan untuk menampung air dimana pada tempat ini akan terjadi penguapan yang seterusnya akan dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin.

Gambar 2.2 Steam Boiler

STEAM TURBIN Turbin uap berfungsi untuk merubah energi panas yang terkandung dalam uap menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran. Uap dengan tekanan dan temperatur tinggi mengalir melalui nosel sehingga kecepatannya naik dan mengarah dengan tepat untuk mendorong sudu-sudu turbin yang dipasang pada poros. Akibatnya poros turbin bergerak menghasilkan putaran (energi mekanik). Uap yang telah melakukan kerja di turbin tekanan dan temperatur turun hingga kondisinya menjadi uap basah. Uap keluar turbin ini kemudian dialirkan kedalam kondensor untuk didinginkan agar menjadi air kondensat, sedangkan tenaga putar yang dihasilkan digunakan untuk memutar generator.

Gambar 5.4 prinsip kerja turbin uap

WATER TREATMENT Water treatment berfungsi untuk menambah jumlah air kedalam steam boiler agar air yang ada di dalam boiler tetap terjaga ( exist )

FEED PUMP BOILER Feed pump boiler berfungsi memompa air hasil dari uap yang didinginkan dari kondensor

ROTOR Rotor adalah bagian yang berutar terdiri dari poros dan sudu-sudu gerak yang terpasang mengelilingi rotor. Jumlah baris sudu gerak pada rotor sama dengan jumlah baris sudu diam pada casing. Pasangan antara sudu diam dan sudu gerak disebut tingkat (stage). Sudu gerak berfungsi untuk merubah energi kinetik uap menjadi energi mekanik.

Gambar 5.8 Rotor turbin uap

SYSTEM COOLING Pada Sebuah unit pembangkit thermal, system pendingin adalah system yang sangat diperlukan karena system ini yang mengatur perpindahan panas dan menjaga kestabilan suhu dan tekanan unit.Sistem pendingin terdiri dari 4 alat utama: 1. CWP atau Circulate Water Pump 2. Kondensor. 3. Heat Exchanger 4. Auxiliary Cooling Water (ACW) Pump Detail tentang masing-masing alat-alat dan fungsinya akan dibahas dibawah ini.

a. CWP (Circulate Water Pump) CWP adalah bagian pertama dari system pendingin. Pompa ini yang bertugas untuk mengambil air pendingin dari laut. Pompa ini biasanya terletak pada areal Water Intake. Pada PLTU Muara Karang terdapat 9 buah pompa CWP. Pompa ini bentuknya vertical dengan suctionnya berada pada kedalaman laut yang agak dalam, sehingga bisa dihasilkan air pendingin yang maksimal. Dari CWP, air dipompakan menuju dua alat pendingin lainnya yakni kondensor dan Heat Exchanger. b. Kondensor Kondensor adalah alat yang berfungsi untuk mengembunkan uap yang telah memutar turbin untuk dijadikan air yang akan digunakan untuk siklus selanjutnya. Kondensor terdiri dua bagian. Ada yang menyebut sisi A, sisi B, sisi Barat, sisi Timur, maupun sisi utara, selatan. Kondensor terdiri dari tube-tube kecil yang melintang. Pada tube-tube inilah air pendingin dari laut dialirkan. Sedangkan uap mengalir dari atas menuju ke bawah agar mengalami kondensasi atau pengembunan. Sampai di bawah, air akan ditampung pada bak bernama hotwell. Sebelum masuk kedalam kondensor, air laut biasanya melewati debris filter yang berfungsi untuk menyaring kotoran-kotoran ataupun Lumpur yang terbawa air laut. Agar uap dapat bergerak turun dengan lancar dari sudu terakhir LP Turbin, maka Vakum kondensor harus dijaga .

Gambar 2.2 Kondensor

Pada intinya Vakum adalah tekanan negative. Sebagai gambarannya, tekanan pada permukaan bumi tepat diatas permukaan laut adalah 1 atm yang berarti setara dengan 0 gauge. Nah dibawah tekanan 1 atm ada tekanan yang disebut 0 atm atau 0 absolut. Jika kita menyebut vakum 700 mmHg misalnya, maka kita menghitung secara negative 700 mmHg dari tekanan 1 atm. Vakum 760 mmHg sama dengan tekanan 0 absolut. Semakin besar Vakum, maka tekanan udara menjadi semakin rendah.

HEAT EXCHANGER Peralatan pada system pendingin selanjutnya adalah Heat Exchanger. HE adalah pendingin air tawar. Sama seperti kondensor, alat pendingin HE menggunakan air laut. Air tawar yang didinginkan di HE adalah air tawar yang juga berfungsi sebagai air pendingin. Air tawar ini berfungsi untuk mendinginkan:

1. Gas H2 pendingin generator 2. Minyak pelumas turbin 3. Minyak pelumas peralatan-peralatan unit lainnya seperti Pompa, FD Fan dll. Pada gambar dibawah ini bisa dilihat cara kerja HE. Air laut mengalir melalui tube tube HE,sedangkan air tawar yang didinginkan berputar mengelilingi tube-tubenya.

Gambar 2.3 Heat Exchanger

ACW (Auxiliary Cooling Water) Pump Alat terakhir pada system pendingin adalah ACW Pump (Auxiliary Cooling Water Pump) yang berfungsi untuk mendistribusikan air tawar yang sudah didinginkan oleh HE ke seluruh peralatan di unit

EXHAUST GAS POLUTION CONTROL Exhaust gas pollution control adalah alat untuk mengontrol gas buang dari steam boiler agar lingkungan tidak terkena polusi udara

STACK Stack merupakan cerobong yang berfungsi untuk mengekskresikan gas dari exhaust gas pollution control ke udara bebas .

Gambar 2.4 stack PLTU

WATER Air yang akan digunakan sebagai uap untuk menggerakkan turbin.

2.3

Prinsip Kerja PLTU

2.2.1 Prinsip kerja PLTU dengan Batu bara

Gambar 2.2 Komponen-komponen PLTU

Keterangan gambar : 1. Cooling tower 2. Cooling water pump 3. Transimission line 3 phase 10. Steam governor valve 11. High pressure turbine 12. Deaerator 13. Feed heater 14. Conveyor batubara 15. Penampung batubara 16. Pemecah batubara 17. Tabung Boiler 18. Penampung abu batubara

4. Transformer 3-phase 5. Generator Listrik 3-phase 6. Low pressure turbine 7. Boiler feed pump 8. Condenser 9. Intermediate pressure turbine

19. Pemanas 20. Forced draught fan 21. Preheater 22. combustion air intake 23. Economizer

24. Air preheater 25. Precipitator 26. Induced air fan 27. CerobonG

Prinsip kerja PLTU batubara secara singkat adalah sebagai berikut, dengan acuan gambar 2.2 diatas : 1. Batubara dari luar dialirkan ke penampung batubara dengan conveyor (14) kemudian dihancurkan dengan the pulverized fuel mill (16) sehingga menjadi tepung batubara. 2. Kemudian batubara halus tersebut dicampur dengan udara panas (24) oleh forced draught fan (20) sehingga menjadi campuran udara panas dan bahan bakar (batu bara). 3. Dengan tekanan yang tinggi, campuran udara panas dan batu bara disemprotkan kedalam Boiler sehingga akan terbakar dengan cepat seperti semburan api. 4. Kemudian air dialirkan keatas melalui pipa yang ada dinding Boiler, air tersebut akan dimasak dan menjadi uap, dan uap tersebut dialirkan ke tabung boiler (17) untuk memisahkan uap dari air yang terbawa. 5. Selanjutnya uap dialirkan ke superheater(19) untuk melipatgandakan suhu dan tekanan uap hingga mencapai suhu 570C dan tekanan sekitar 200 bar yang meyebabkan pipa ikut berpijar merah. 6. Uap dengan tekanan dan suhu yang tinggi inilah yang menjadi sumber tenaga turbin tekanan tinggi (11) yang merupakan turbin tingkat pertama dari 3 tingkatan. 7. Untuk mengatur turbin agar mencapai set point, kita dapat menyeting steam governor valve (10) secara manual maupun otomatis. 8. Suhu dan tekanan uap yang keluar dari Turbin tekanan tinggi (11) akan sangat berkurang drastis, untuk itu uap ini dialirkan kembali ke boiler re-heater (21) untuk meningkatkan suhu dan tekanannya kembali. 9. Uap yang sudah dipanaskan kembali tersebut digunakan sebagai penggerak turbin tingkat kedua atau disebut turbin tekanan sedang (9), dan keluarannya langsung digunakan untuk menggerakkan turbin tingkat 3 atau turbin tekanan rendah (6).

10. Uap keluaran dari turbin tingkat 3 mempunyai suhu sedikit diatas titik didih, sehingga perlu di alirkan ke condensor (8) agar menjadi air untuk dimasak ulang. 11. Air tersebut kemudian dialirkan melalui deaerator (12) oleh feed pump (7) untuk dimasak ulang. awalnya dipanaskan di feed heater (13) yang panasnya bersumber dari high pressure set, kemudian ke economiser (23) sebelum di kembalikan ke tabung boiler(17). 12. Sedangkan Air pendingin dari condensor akan di semprotkan kedalam cooling tower (1) , dan inilah yang meyebabkan timbulnya asap air pada cooling tower. kemudian air yang sudah agak dingin dipompa balik ke condensor sebagai air pendingin ulang. 13. Ketiga turbin di gabung dengan shaft yang sama dengan generator 3 phase (5), Generator ini kemudian membangkitkan listrik tegangan menengah ( 20-25 kV). 14. Dengan menggunakan transformer 3 phase (4) , tegangan dinaikkan menjadi tegangan tinggi berkisar 250-500 kV yang kemudian dialirkan ke sistem transmisi 3 phase. 15. Sedangkan gas buang dari boiler di isap oleh kipas pengisap(26) agar melewati electrostatic precipitator (25) untuk mengurangi polusi dan kemudian gas yg sudah disaring akan dibuang melalui cerobong (27)

Gambar 2.3 Proses Konversi Energi

2.2.2 Prinsip Kerja PLTU dengan Air

PLTU menggunakan fluida kerja air uap yang bersirkulasi secara tertutup. Siklus tertutup artinya menggunakan fluida yang sama secara berulang-ulang. Urutan sirkulasinya secara singkat adalah sebagai berikut : 1. Air diisikan ke boiler hingga mengisi penuh seluruh luas permukaan pemindah panas. Didalam boiler air ini dipanaskan dengan gas panas hasil pembakaran bahan bakar dengan udara sehingga berubah menjadi uap. 2. uap hasil produksi boiler dengan tekanan dan temperatur tertentu diarahkan untuk memutar turbin sehingga menghasilkan daya mekanik berupa putaran. 3. Generator yang dikopel langsung dengan turbin berputar menghasilkan energi listrik sebagai hasil dari perputaran medan magnet dalam kumparan. Uap bekas keluar turbin masuk ke kondensor untuk didinginkan dengan air pendingin agar berubah kembali menjadi air. Air kondensat hasil kondensasi uap kemudian digunakan lagi sebagai air pengisi boiler. Demikian siklus ini berlangsung terus menerus dan berulang-ulang. Gambar 2.4 menunjukkan diagram air dan uap pada PLTU dengan komponen utama dan siklus kerja sistem-sistemnya. Putaran turbin digunakan untuk memutar generator yang dikopel langsung dengan turbin sehingga ketika turbin berputar dihasilkan energi listrik dari terminal output generator.

Gambar 2.4 Skema cara kerja PLTU dengan Air Uap

2.7

Keuntungan dan Kerugian PLTU

Pada setiap pembangkit listrik pastilah ada keuntungan keuntungan yang diperoleh dari proses kerjanya, begitu juga dengan Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) ini,adapun keuntungannya adalah : 1. Dapat dioprasikan dengan menggunakan berbagai jenis bahan bakar (padat, cair, gas) 2. Dapat dibangun dengan kapasitas yang bervariasi 3. Dapat dioprasikan dengan berbagai mode pembebanan 4. kontinyuitas operasinya tinggi 5. usia pakai ( lif time) relative lama Namun dibalik keunggulan- keunggulan yang terdapat seperti diatas PLTU juga mempunyai beberapa kelemahan yang harus dipertimbangkan dalam memilih jenis pembangkit termal.kelemahan itu adalah : 1. sangatlah tergantung pada tersedianya pasokan bahan bakar 2. tidak dapat dioprasikan ( start) tanpa pasokan listrik dari luar 3. memerlukan tersedianya air pendingin yang sangat banyak dan kontinyu 4. investasi awalnya relative mahal.

BAB 3

PENUTUP

3.1 SIMPULAN Berdasarkan pembahasan diatas, dapat kami simpulkan : 1. PLTU merupakan pembangkit listrik tenaga uap dimana uap yang digunakan berasal dari pembakaran bahan bakar batu bara ataupun air. PLTU merupakan mesin konversi energi yang merubah energi kimia dalam bahan bakar menjadi energi listrik. 2. Prinsip kerja PLTU dengan bahan bakar batubara yaitu batubara dibakar di boiler menghasilkan panas yang digunakan untuk mengubah air dalam pipa yang dilewatkan di boiler tersebut menjadi uap, yang selanjutnya digunakan untuk menggerakkan turbin dan memutar generator. Kinerja pembangkitan listrik pada PLTU sangat ditentukan oleh efisiensi panas pada proses pembakaran batubara tersebut. 3. Prinsip Kerja PLTU dengan bahan bakar air adalah menggunakan fluida kerja air uap yang bersirkulasi secara tertutup. Air ditampung pada boiler hingga penuh kemudian dipanaskan. Akibat pemanasan menimbulkan air terus mengalami kenaikan suhu sampai pada batas titik didihnya. Karena pemanasan terus berlanjut maka air yang dimasak melampaui titik didihnya sampai timbul uap panas. Uap ini lah yang digunakan untuk memutar turbin dan generator. 4. PLTU terdiri dari komponen utama dan instalasi peralatan penunjang yaitu fuel, steam boiler, sistem turbin, water treatment, feed pump boiler, rotor,system cooling, heat exchanger, auxiliary cooling water pump, exhaust gas polution control, stack , water. 5. Kelebihan penggunaan PLTU adalah dapat dioprasikan dengan menggunakan berbagai jenis bahan bakar (padat, cair, gas), dapat dibangun dengan kapasitas yang bervariasi, dapat dioprasikan dengan berbagai mode pembebanan, kontinyuitas operasinya tinggi, usia pakai ( lif time) relative lama. 6. Kelemahan penggunaan PLTU adalah sangat tergantung pada tersedianya pasokan bahan bakar, tidak dapat dioprasikan ( start) tanpa pasokan listrik dari luar, memerlukan tersedianya air pendingin yang sangat banyak dan kontinyu, investasi awalnya relative mahal.

3.2 SARAN

1. Pada proses pembakaran batubara, PLTU diharapkan dapat meminimalisir dampak pembakaran gas batubara sendiri terkait dengan eksistensi lingkungan disekitarnya. 2. Agar PLTU dapat berjalan lebih baik, hendaknya dilakukan perawatan pada masingmasing komponen secara berkala.

DAFTAR PUSTAKA

. Supriyadi. 2009, Cara Kerja PLTU batubara,(http://cuksupriyadi.blogspot.com/2009 /01/pltu-batubara.html, diakses tanggal 1 Desember 2011) ..________.2009, PLTU, (http://www.scribd.com/doc/55994105/PLTU , diakses tanggal 1 Desember 2011) ..............________.2008, Pembangkit Energi Elektrik ,(http://kuliahelektro.blogspot.com/2008/03/pembangkit-energi-elektrik.html, diakses tanggal 1 Desember 2011) .............________.2011, Perkembangan PLTU, http://perkembanganpltu.blogspot.com/2011/03/perkembangan-pltu.html, diakses tanggal 1 Desember 2011)