Anda di halaman 1dari 7

KONSEP AKTIVA

1.1Karakteristik Aktiva
Karakteristik aktiva berkaitan dengan kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan
apakah transaksi tertentu diakui sebagai elemen aktiva dalam laporan keuangan.Karakteristik
tersebut berhubungan dengan definisi aktiva.Aktiva tersebut adalah:
1.Adanya karakteristik manfaat di masa mendatang (pemakaian dapat berbeda-beda
seperti potensi jasa dan sumber-sumber ekonomi)
2.Adanya pengrbanan ekonomi untuk memperoleh aktiva
3.Berkaitan dengan entitas tertentu
4.Menunjukkan proses akutansi
5.Berkaitan dengan dimensi waktu
6.Berkaitan dengan kerekteristik keterukuran
APB (1970) dalam statement no 4 mendefinisikan aktiva sebagai berikut:
sumber sumber ekonomi perusahaan yang diakui dan di ukur sesuai dengan prinsip
akuntansi berterima umum,termasuk beban tangguhan tertentu yang tidak berbentuk
sumber ekonomi.
Perubahan mendasar dibuat oleh FASB yang memandang aktiva dari sisi semantic
(interpretasi.FASB (1980) mendefinisikan aktiva sebagai berikut:
Aktiva adalah manfaat ekonomi yang mungkin terjadi dimasa mendatang yang
diperoleh atau dikendalikan oleh suatu entitas tertentu sebagai akibat transaksi atau
peristiwa masa lalu.
Dari definisi di atas dapat diketahui bahwa definisi aktiva memiliki tiga karakteristik
utama,yaitu:
1.Memiliki manfaat ekonomi di masa mendatang
2.Dikuasai oleh suatu unit usaha
3.Hasil dari transaksi masa lalu.
A.Memiliki Manfaat Ekonomi Di Masa Mendatang

Sesuatu dikatakan sebagai aktiva apabila memiliki manfaat/potensi jasa yang cukup pasti
di masa mendatang.Artimya,sesuatu tersebut memiliki kemampuan baik secara individu atau
bersama-sama dengan aktiva lain untuk menghasilkan aliran kas masuk di masa mendatang,baik
secara langsung maupun tidak langsung.
B.Diperoleh dan Dikuasai oleh Unit Usaha
Sesuatu dapat dikatakan sebagai aktiva bila unit usaha tertentu dapat menggunakan
manfaat aktiva tersebut dan menguasainya sehingga dapat mengendalikan akses pihak lain
terhadap aktiva tersebut.
C.Hasil Transaksi Masa Lalu
Suatu unit usaha dapat mengakui suatu aktiva apabila telah terjadi transaksi atau
peristiwa lain yang menyebabkan suatu entitas memiliki hak atau pengendalian terhadap manfaat
dari aktiva tersebut.

1.2Konsep Penilaian
A.Tujuan Penilaian
Kuantifikasi aktiva dalam bentuk unit moneter merupakan proses penilaian yang
merupakan proses penilaian yang merupakan bagian dari tujuan pelaporan keuangan.Adapun
tujuan pengukuran /penilaian aktiva adalah sebagai berikut:
a.Sebagai salah satu langkah dalam pengukuran laba
b.Sebagai salah satu langkah dalam proses penyajian posisi keuangan
c.Memenuhi kebutuhan informasi yang ingin dicapai dalam pelaporan keuangan
d.Memenuhi kebutuhan informasi khusus yang memerlukan penilaian untuk kepentingan
manajemen.
B.Dasar Penilaian
Penilaian aktiva berkaitan dengan penentuan nilai pertukaran dari aktiva
tersebut.Hendriksen (1982) menyebutkan bahwa ada dua jenis nilai pertukaran yang dapat
digunakan yaitu nilai keluaran (output values) dan nilai masukan (input values).Nilai keluatran
(output values) menunjukan aliran dana (kas) yang diperkirakan akan diterima perusahaan di
masa mendatang sesuai dengan harga pertukaran (/produk yang dihasilkan perusahaaan.Sedang
nilai masukan (input values) menunjukkan jumlah rupiah yang harus dikeluarkan perusahaan
untuk memperoleh aktiva (input) yang akan digunakan dalam kegiatan operasi perusahaan.

1.Nilai Keluaran
Nilai keluaran didasarkan pada jumlah kas atau penghargaan lain (non kas) yang diterima
suatu unit usaha bila suatu aktiva/potensi jasa akhirnya keluar dari unit usaha tersebut karena
suatu pertukaran.
a.Discounted Future Cash Receipts or Service Potential
Discounted future cash receipts adalah nilai sekarang kas masa mendatang yabng akan
diterima perusahaan seandainya aktiva dijual.Dasar ini dapat digunakan apabila harapan
penerimaan kas/setaranya dapat ditaksir cukup pasti dan jangka waktu penerimaan cukup
panjang tetapi saat/tanggal penerimaanya pasti.
Konsep penilaian tersebut memerlukan adanya taksiran terhadap jumlah yangakan
diterima.Faktor diskonto,dan periode waktu penerimaan.Hubungan ketiga hal tersebut dapat
dirumuskan sebagai berikut:

i
1+

P=
u

P =Nilai sekarang (present value) dari aktiva


u =kas/setaranya yang akan diterima
i =faktor diskonto
n =periode penerimaan kas
Misalnya kas sebesar Rp.2.000 akan diterima pada akhir tahun ketiga.Besarnya bunga
(faktor diskonto) adalah 10%.Nilai sekarang dari aktiva dapat dihitung sebagai berikut:

P=

0,10
1+

2000

= 502,31

Apabila kas/setaranya yang diterima pada setiap periode waktu jumlahnya berbeda,maka
jumlah tersebut harus didiskonto sesuai dengan masing-masing periode waktu.
Misalnya,jumlah kas yang diterima pada akhir tahun 1,2,dan 3 masing-masing adalah
Rp.1.000,Rp.800 dan Rp.600 dengan tingkat diskonto 10%,maka nilai sekarang dari
aktiva adalah Rp.2,021,04.

NILAI
SEKARANG
909,89
661,16
450,79
2.021,04

Tahun dan
1
1000

Jumlah Kas
2

Yang Diterima
3

800
600

1000

800

600

b.Harga Keluaran Sekarang (Current Output price)


Apabila produk perusahaan umumnya di jual di pasar yang terorganisir,harga pasar
sekarang merupakan dasar yng rasional untuk menilai besarnya harga jual di masa
mendatang.Dasar penilaian ini dapat digunakan untuk menilai surat berharga,dan bebrapa jenis
persediaan.
cNilai Setara Kas Sekarang (Current Cash Equivalent)
Nilai setara kas sekarang menunjukkan jumlah kas atau daya beli umum yang dapat
diperoleh dengan menjual setiap aktiva berdasarkan keadaan perusahaan normal.
d.Nilai Likuidasi (Liquidation value)
Nilai likuidasi sama dengan harga jual sekarang/nilai setara kas sekarang,dengan
perbedaan bahwa nilai keluarannya diperoleh dari kondisi pasar yang berbeda.Nilai setara kas
sekarang menggunakan kegiatan dengan anggapan likuidasi dilakukan secara teratur .Sedang
nilai likuidasi didasarkan pada anggapanpenjualan dilakukan secara terpaksa.
2.Nilai Masukan

Dalam menilai aktiva,masukan sering dianggap lebih tepat dibandingkan nilai keluaran
karena nilai tersebut lebih dapat di uji kebenaranya atau nilai tersebut tidak memungkinkan
dilakukannnya pelaporan pendapatan sebelum pendapatan benar-benar terealisir.Dasar penilaian
yang dapat digunakan untuk nilai masukan adalah :
a.Cost Historis
Kebaikan utama konsep ini adalah bahwa cost dapat diuji kebenarannya karena
merupakan harga kesepakatan antara pembeli dan penjual dalam kondisi yang
bebas.Sementara,kelemahan dasar pada penilaian ini adalah bahwa nilai aktiva akan berubah
sepanjang waktu sehingga cost tersebut tidak dapat menunjukkan nilai yang sebenarnya.
b.Cost Masukan Terkini (Current Input Cost)
Cost masukan terkini menunjukkan harga pertukaran yang harus dikorbankan pada saat
sekarang untuk memperoleh aktiva sejenis dalam kondisi yang sama.
c.Discounted Future Cost
Dasar penilaian ini menunjukkan nilai sekarang pengorbanan ekonomi di masa depan
seandainya potensi jasa tertentu diperoleh sekaligus pada saat sekrang.
d.Standart Cost
Cost standar menunjukkan cost sekarang dalam kondisi perusahaan beroperasi pada
tingkat efisiensi dan kapasitas produksi normal.
1.3Pengakuan Aktiva
Penentuan definisi aktiva merupakan langkah pertama dalam proses indentifikasi suatu
aktiva.Sementara pengakuan merupakan pencatatn suatu jumlah rupiah ke dalam struktur
akuntansi (sistem pembukuan ) sehingga jumlah tersebut pada akhirnya akan mempengaruhi
posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan
FASB (1984) dalamSTATEMENT OF FINANCIAL ACCOUNTING CONCEPT No.5
menyatakan pengakuan suatu pos didasarkan pada empat kriteria,yaitu:
1.Definisi
2.Keterukuran
3.Relevasi
4.Reliabilitas

Praktik menunjukkan bahwa banyak aturan yang digunakan untuk mengidentfikasi aktiva
tertentu yang dapat diuraikan menjadi beberapa kriteria,yaitu:
a.Didasarkan Pada Hukum
Pengakuan terhadap aktiva tergantung pada konsep legal dari aktiva yang
bersangkutan.Pencatatan terhadap piutang dagang pada saat penjualan dan pembelian aktiva
menunjukkan hak legal untuk menggunakan manfaat yang ada pada aktiva.
b.Pemakaian Prinsip Konservatif
Prinsip konservatif mensyaratkat perlunya mengantisipasi kerugian daripada
keuantungan.Dengan demikian,biaya rugi atau hutang dapat diakui/dicatat lebih awal meskipun
masih dalam tahap kemungkinan akan terjadi.
c.Makna /Substansi Ekonomi Suatu Transaksi
Apabila suatu transaksi ditinjau dari makna ekonominya telah terjadi,maka suatu pos
akan segera dicatat dan dilaporkan dalam laporan keuangan.
d.Kemampuan Mengukur Nilai Aktiva
Jika akuntan tidak dapat mengukur nilai aktiva,baik dengan cara arbitrer maupun cara
lain maka aktiva tersebut tidak boleh dicatat.Kondisi ini merupakan alas an utama mengapa
sumber daya manusia tidak boleh dicatat.
1.4Masalah-Masalah Khusus
A.Beban Tangguhan
Beban tangguhann bukan merupakan aktiva dalam arti umum.Akan tetapi jika beban
tersebut dimaksudkan untuk ditandingkan dengan pendapatan masa mendatang,maka dalam
strktur akuntansi,beban tersebut dapat diklasifikasikan sebagai aktiva dalam neraca.
Beban tangguhan tidak hanya menyangkut cost dalam bentuk fisik,tetapi termasuk juga
cost jasa dalam bentuk lain selama memenuhi kriteria tangguhan.
B.Kapitalisasi Bunga
Kapitalisas bunga sering menjadi masalah dalam struktur akuntansi.Masalah ini muncul
terutama bila perusahaan sedang membangun fasilitas fisik yang dibiayai dengan dana pinjaman
dan jangka waktunya cukup lama.Masalahnya adalah apakah bunga untuk pinjaman tersebut
dapat dikapitalisasi dan masuk elemen cost fasilitas fisik tersebut .
Ada beberapa perlakuan akuntansi terhadap bunga,yaitu :

1.Bunga tidak dikapitalisasi


2.Bunga dikapitalisasi dan dimasukkan sebagai elemen cost fasilitas fisik yang dibangun
sendiri.
3.Bunga dikapitalisasi tetapi tidak dimasukkan sebagai elemen cost fasilitas fisik yang
dibangun.
C,Pengeluaran Kapital/Untuk Aktiva (Capital Expenditure)
Captal Expenditure adalah pengorbanan sumber ekonomik yang berkaitan dengan obyek
jasa (fasilitas fisik) baik saat diperoleh maupun saat digunakan dalam operasi.Obyek jasa
tersebut biasanya memiliki umur ekonomi yang panjang sehingga pengeluaran tersebut tidak
layak kalau langsung dibebankan sebagai pengurang pendapatan tahun berjalan.
D,Aktiva Donasi/Sumbangan
Masalah khusus laimmya yang sering timbul adalah apabila perusahaan memperoleh
suatu aktiva tanpa harus mengeluarkan /mengorbankan sumber ekonomi,misalnya aktiva yang
berasal dari sumbangan (donasi).Meskipun aktiva sumbangan diperoleh tanpa pengorbanan
ekonomi,aktiva tersebut harus tetap dicatat sesuai dengan nilai wajarnya atau nilai tunai
implisitnya.Hal ini disebabkan pengakuan terhadap suatu aktiva tidak didasarkan pada
asal/sumber diperolehny suatu aktiva,tetapi didasarkan pada manfaat yang melekat pada aktiva
tersebut.
E.Transaksi Aktiva Non Moneter
Masalah ini timbul apabila pengorbanan ekonomi untuk memperoleh suatu aktiva bukan
berupa kas tetapi berbentukaktiva non moneter.Pada kasus demikian,pengukuran yang umum
digunakan untuk menentukan aktiva non moneter tersebut adalah jumlah rupiah uang tunai yang
akan diperoleh seandaimya aktiva non moneter tersebut dijual lebih dahulu di pasar umum.