Anda di halaman 1dari 5

KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis aturkan Kepada Tuhan Yang Maha Esa , karena atas berkat

dan rahmatnya, tugas makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Tugas makalah ini merupakan perwujudan usaha saya untuk senantiasa menambah wawasan. Dalam pelaksaan ini penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak yang tidak mungkin disebut satu persatu. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan penulisan ini. Penulis menyadari bahwa tugas makalah ini masih jauh dari kata sempurna sehingga penulis tidak menutup diri untuk menerima kritik dan saran dari pembaca, pada akhir kata, besar harapan penulisan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Denpasar, 5 April 2011 Penulis

DAFTAR ISI JUDUL......................................................................................................... i KATA PENGANTAR .................................................................................. ii DAFTAR ISI ................................................................................................ iii DAFTAR GAMBAR.................................................................................... v DAFTAR TABEL ........................................................................................ vi RINGKASAN............................................................................................... vii BAB I PENDAHULUAN............................................................................. 1 1.1 Latar Belakang ...................................................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah .................................................................................. 1 1.3 Tujuan.................................................................................................... 1 1.4 Manfaat.................................................................................................. 2 1.5 Batasan Masalah..................................................................................... 2 1.6 Sistematika Pembahasan......................................................................... 2 BAB II PEMBAHASAN .............................................................................. 3 2.1 Megger.................................................................................................. 3 2.1.1 Apa itu Megger ................................................................................. 3 2.1.2 Megger Test (Test Insulasi / Insulation Test) ..................................... 4 BAB III PENUTUP ...................................................................................... 25 3.1 Simpulan................................................................................................ 25 3.2 Saran ..................................................................................................... 25 DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 26

RINGKASAN Megger dipergunakan untuk mengukur tahanan isolasi dari alat-alat listrik maupun instalasi-instalasi, output dari alat ukur ini umumnya adalah tegangan tinggi arus searah, yang diputar oleh tangan. Megger ini banyak digunakan petugas dalam mengukur tahanan isolasi antara lain untuk: 1. Kabel instalasi pada rumah-rumah/bangunan 2. Kabel tegangan rendah 3. Kabel tegangan tinggi 4. Transformator, OCB dan peralatan listrik lainnya Pentanahan (grounding) adalah merupakan suatu mekanisme dimana daya listrik dihubungkan langsung dengan tanah (bumi). Tujuan utama dari adanya pentanahan adalah menciptakan jalur yang low-impedance (tahanan rendah) terhadap permukaan bumi untuk gelombang listrik dan transient voltage. Untuk memperoleh nilai tahanan jenis tanah yang akurat diperlukan pengukuran secara langsung pada lokasi. Jika diperlukan di lapangan harus disiapkan hubungan atau koneksi yang mudah dilepas untuk dapat diadakan pengukuran pada tiap-tiap elektrode.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam makalah ini, saya membahas tentang suatu alat ukur yaitu megger, alat meger ini sekarang sudah banyak di pakai pada kelistrikan, terutama mengukur tanahan isolasi. 1.2 Rumusan Masalah Dalam makalah ini akan membahas permasalahan tentang : 1. Suatu alat ukur yang bernama megger 1.3 Tujuan Adapun tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut : 2. Mengetahui apa itu megger. 1.4 Manfaat Manfaat dari tugas makalah yang saya buat adalah untuk memberi pengetahuan kepada para pembaca agar mengetahui dan memahami megger

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Megger 2.1.1 Apa itu Megger Megger dipergunakan untuk mengukur tahanan isolasi dari alat-alat listrik maupun instalasi-instalasi, output dari alat ukur ini umumnya adalah tegangan tinggi arus searah, yang diputar oleh tangan. Besar tegangan tersebut pada umumnya adalah: 500, 1.000, 2.000 atau 5.000 volt dan batas pengukuran dapat bervariasi antara 0,02 sampai 20 meter ohm dan 5 sampai 5.000 meter ohm dan lain-lain sesuai dengan sumber tegangan dari megger tersebut. Dengan demikian, maka sumber tegangan megger yang dipilih tidak hanya tergantung dari batas pengukur, akan tetapi juga terhadap tegangan kerja (sistem tegangan) dari peralatan ataupun instansi yang akan diuji isolasinya. Dewasa ini telah banyak pula megger yang mengeluarkan tegangan tinggi, yang didapatkannya dari baterai sebesar 8 12 volt (megger dengan sistem elektronis). Megger dengan bateri umumnya membangkitkan tegangan tinggi yang jauh lebih stabil dibanding megger dengan generator yang diputar dengan tangan. Gambar rangkaian dasar megger adalah seperti gambar 2.1. Megger ini banyak digunakan petugas dalam mengukur tahanan isolasi antara lain untuk: 1. Kabel instalasi pada rumah-rumah/bangunan 2. Kabel tegangan rendah 3. Kabel tegangan tinggi 4. Transformator, OCB dan peralatan listrik lainnya.

Gambar 2.1 Rangkaian dasar megger

2.1.2 Megger Test (Test Insulasi / Insulation Test) Mengapa kita melakukan pengetesan insulation / megger test ?? Test insulasi dipergunakan untuk mengetahui kondisi konduktor di jaringan. Insulasi yang memadai diperlukan untuk menghindari terjadinya direct contact seperti short circuit atau ground fault. Buruknya insulasi jaringan bisa mengakibatkan terjadinya arus bocor dan bisa membahayakan nyawa seseorang. Dimungkinkan juga akan menimbulkan percikan api yang bisa mengakibatkan kebakaran. Pengetesan dilakukan dengan pengukuran tingkat kebocoran jaringan line/ phase dengan netral dan line dengan ground. Sebelum melakukan pengetesan terlebih dahulu dilakukan pemutusan hubungan komponen elektronik dan pilot lamp dengan jaringan. Metode pengetesan bisa dilakukan dengan tegangan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan. Batas minimum insulasi yang bisa ditolerir untuk pengetesan dengan tegangan 500 VDC adalah 0,5 Meg Ohm sedangkan dengan tegangan 1000 VDC adalah 1 Meg Ohm. Insulasi menjadi salah satu penyebab utama terbakarnya sebuah motor selain masalah elektrik dan mekanik. Sebuah motor akan mengalami penurunan tingkat insulasi karena usia pakai. Jika insulasi motor telah mencapai antara 10 ~ 1 Meg Ohm maka perlu dilakukan preventive maintenance. Jika insulasi dibawah 1 Meg Ohm berarti motor dalam kondisi kritis. Rumus Perhitungan Pengukuran Insulation Test 1. Pengukuran tegangan Rendah: Rumus 1000. E (minimal) Contoh : E =380 V R isolasi = 1000 . 380 = 380.000 = 0.38 M Bila hasil pengukuran lebih dari 0.38 maka alat tersebut masih bisa dikatakan baik. 2. Pengukuran Tegangan Menengah dan Tinggi :

Mengunakan DC Test Rumus R isolator Arus bocor Max = A BAB III PENUTUP 2.1 Simpulan Megger dipergunakan untuk mengukur tahanan isolasi dari alat-alat listrik maupun instalasi-instalasi, output dari alat ukur ini umumnya adalah tegangan tinggi arus searah, yang diputar oleh tangan. Megger ini banyak digunakan petugas dalam mengukur tahanan isolasi antara lain untuk: kabel instalasi pada rumah-rumah/bangunan, kabel tegangan rendah, kabel tegangan tinggi, transformator, OCB dan peralatan listrik lainnya. 2.2 Saran Bila hendak melakukan pengukuran apapun haruslah melakukannya dengan prosedur yang benar dan selalu mengutamakan faktor keselamatan. Gunakan alat dengan benar dan sesuai dengan fungsinya. DAFTAR PUSTAKA Elektro Indonesia. 2009. Peraturan Umum untuk Elektrode Bumi dan Penghantar Bumi , (online), (http://www.elektroindonesia.com/ elektro/ener24b.html , diakses 20 Maret 2009). Aslimeri, dkk. 2008. TEKNIK TRANSMISI TENAGA LISTRIK (Jilid 1), Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Darmanto, Mustafa. 2009. Pengukuran Pengetanahan, (online), (http://technoku.blogspot.com/2009/01/pengukuran-pengetanahan.html, diakses 20 Maret 2009). Darmanto, Mustafa. 2009. Megger Test, (online), (http://technoku.blogspot.com/2008/11/megger-test.html, diakses 20 Maret 2009). Salmon, Melky. 2009. Pentanahan (grounding), (online), (http://melkyaiboy.com/2008/08/31/pentanahan-grounding/, diakses 20 Maret 2009).