Anda di halaman 1dari 3

Patofisiologi Nyeri Definisi nyeri berdasarkan International Association for the Study of Pain adalah pengalaman sensori dan

emosi yang tidak menyenangkan dimana berhubungan dengan kerusakan jaringan atau potensial terjadi kerusakan jaringan Sensasi nyeri mungkin dapat ditimbulkan dengan merangsang nociceptor atau adanya iritasi di sepanjang saraf tepi. Rangsangan yang dapat membangkitkan rasa nyeri dapat berupa rangsangan listrik, kimia, dan mekanik. Ketiga rangsangan ini mampu menyebabkan terlepasnya bahan kimia yang merangsang nosiseptor. Nociceptor terdapat di periosteum, dinding arteri, tentorium cerebri, dan pada permukaan sendi. Impuls nyeri disalurkan ke saraf pusat melalui serabut saraf aferen. Serabut saraf aferen memiliki tipe: a. Tipe A atau disebut A delta Fiber atau fast pain pathways yang menghantarkan rasa nyeri yang berasal dari rangsangan mekanik dan suhu. b. Tibe B atau C fiber atau slow pain pathways yang menghantar rasa nyeri dari polimodal nociceptor Impuls nyeri bersinaps di transmissiom neuron cell. Dari sini, sebagian impuls diteruskan ke otak melalui ascending pain path ways dan sebagian lagi menuju ke kornu anterior dan sinap di alfa motor neuron dan selanjutnya menimbulkan refleks kontraksi otot untuk menghindar dari rangsang nyeri.Impuls asending diteruskan ke talamus dan retikular activating system dan kemudian ke korteks diteruskan ke area somatosensoris. Sumber:MasUd, Ibnu. 1993. Fisiologi Nyeri dan Pengaruh penggunaan analgesik spesifik. Kedokteran Universitas Brawijaya. Vol. IX.No 2 Agustus, 1993 Nyeri kronis adalah nyeri yang menetap selama 6 bulan. Nyeri kronik dapat berlangsung terus menerus akibat kausa keganasan dan non keganasan. Karakteristik Nyeri Awitan dan durasi Nyeri Kronik Awitan bertahap, menetap, lebih lama dari 6 bulan Intensitas Sedang sampai parah Kausa Kausa mungkin jelas, mungkin tidak Respon fisiologis Hiperaktivitas autonom: Aktivitas autonom normal meningkatnya tekanan darah, nadi, napas, kepucatan, mual, muntah, dilatasi pupil Respon emosi atau Cemas, tidak mampu Depresi dan kelelahan, inmobilitas perilaku berkonsetrasi, gelisah dan inaktivitas fisik, menarik diri dari lingkungan sosial Respon terhadap Meredakan nyeri secara efektif Sering kurang dapat merasakan analgesik nyeri Sumber: Prive Wilson Patofisiologi Nyeri Akut Awitan mendadak, durasi singkat, kurang dari 6 bulan Sedang sampai parah Spesifik

Osteoartritis Definisi: Osteoartritis merupakan penyakit sendi degeneratif yang berkaitan dengan kerusakan kartilago sendi. Terutama sendi vertebra, panggul, lutut dan pergelangan kaki. Etiologi: A. Primer Aoteoartritis primer atau Osteoartritis idiopatik yaitu OA yang kausanya tidak diketahui dan tidak ada hubungannya dengan penyakit sistemik maupun proses perubahan lokal pada sendi B. Sekunder OA sekunder didasari adanya kelainan endokrin, inflamasi, metabolik, pertumbuhan, herediter, jejas mikro dan makro, serta immobilisasi terlalu lama. Sumber: Sudoyo Aru B, dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid 2. Edisi 4. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. 2006

Rematoid Artritis Artritis Reumatoid (AR) merupakan suatu penyakit autoimun yang ditandai dengan terdapatnya sinovitis erosif simetrik yang walaupun terutama mengenai jaringan persendian, seringkali juga melibatkan organ tubuh lainnya Diagnosis reumatoid artritis Seseorang dikatakan menderita AR jika memenuhi sekurang-kurangnya kriteria 1-4 yang diderita sekurang-kurangnya 6 minggu.

Kriteria American Rheumatism Assosaciation untuk arthritis reumatoid. Kriteria Definisi 1 Kekakuan pada pagi hari Kekakuan pada pagi hari pada persendian dan sekitarnya, sekurangnya selama 1 jam sebelum perbaikan maksimal Artritis pada 3 daerah Pembengkakan jaringan lunak atau persendian atau lebih 2 persendian atau lebih efusi (bukan pertumbuhan tulang) pada sekurang-kurangnya 3 sendi secara bersamaan yang diobservasi oleh seorang dokter Artritis pada persendian Sekurang-kurangnya terjadi pembengkakan satu persendiaan 3 tangan tangan seperti yang tertera di atas 4 Artritis simetris Keterlibatan sendi yang sama kedua belah sisi yang sama (keterlibatan PIP, MCP, MTP bilateral bilateral walaupun tidak mutlak bersifat simetris) 5 Nodul reumatoid Nodul subkutan pada penonjolan tulang atau permukaan ekstensor atau daerah jukstaartikuler yang diobservasi oleh seorang dokter Terdapatnya titer abnormal faktor rematoid serum yang 6 Faktor reumatoid serum diperiksa dengan cara yang memberikan hasil postif kurang dari 5 % kelompok control yang diperiksa. Perubahan gambaran Perubahan gambaran radiologis yang radiologis khas bagi 7 radiologis artritis rheumatoid pada pemeriksaan sinar-x tangan posterior atau pergelangan tangan yang harus menunjukkan adanya erosi atau dekalsifikasi tulang yang berlokasi pada sendi atau daerah yang berdekatan dengan sendi (perubahan akibat osteoarthritis tidak memenuhi persyaratan

Sumber: Sumber: Sudoyo Aru B, dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid 2. Edisi 4. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. 2006