Anda di halaman 1dari 2

Visi dan misi unit beteleme kebun unit beteleme poso, sulawesi tengah di bangun dengan visi dan

misi sebagai berikut : 1. visi menjadikan suatu kawasan agribisnis yang semula merupakan wilayah terisolasi melalui pembangunan perkebunan dengan pola PIRBUN, sehingga dapat meratakan pembangunan, membuka wilayah terisolir, meratakan dan meningkatkan pembangunan dalam segi ekonomis, kultural dan pertahanan keamanan. Menjadikan komodisi karet sebagai salah satu komoditas unggulan di sulawesi tengah yang mampu bersaing dalam ekonomi terbuka dan selanjutnya diharapkan akan meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan petani plasma khususnya dan masyarakat sekitar pada umumnya melalui pola kemitraan antara kebun inti dan kebun plasma 2. misi meningkatkan dan mempercepat program kependudukan melalui transmigrasi PIRBUN membuka khussunya dalam bidang perkebunan dengan memenfaakan sumber daya alam sekaligus menjaga kelestariannya. Alih teknologi, manajemen dan agronomoi dari perkebunan besar kepada perkebunan rakyat. Letak geografis dan iklim lokasi unit kebun beteleme terlatak di desa beteleme, kecamatan lembo, kabupaten poso sulawesi tengah. Jarak lokasi ke kecamatan 7,5 km ke kota poso 208 km dan ke kota palu kurang lebih 400 km dan ke pelabuhan kolonodale 41 km. Keadaan topografi dari datar sampai bergelombang dengan kemiringan 0-50%. tinggi tempat dari permukaan laut 50-450 m. jenis tanah pada umumnya PODSOLIK MERAH KUNING dengan derajat keasaman 4.8 6.0 curah hujan rata-rata 2000-3000 mm/tahun. Perkembangan pembukaan lahan dilaksanakan sejak tahun 1982 /1983 sampai dengan tahun 1989/1990 di rencanakan untuk pembangunan perkebunan karet, pemukiman dan sarana lainnya. Adapun realisasi pembangunan, meliputi beberapa bidang sebagai berikut: perkebunan karet semula direncanakan meliputi : -kebun inti : 2000 Ha. -kebun plasma : 6000 Ha. ( untuk 3000 kk) namun dalam perkembangannya, karena situasi dan keadaan mengalami perubahan dan di tetapkan menjadi : -kebun inti : 2000 Ha. -kebun plasma : 3000 Ha. ( untuk 1500 kk) perkembangan berikutnya karena masalah dana dan pembebasan lahan, maka kebun plasma seluas 422 Ha dibiayai dana P2WK dan 22 Ha dipusokan. Akhirnya areal tanaman pokok karet yang ditangani oleh Pirsus II poso seluas 2.556 Ha untuk 1.287 kk dari areal plasma tersebut yang produktif dan sudah konversi seluas 2.060 Hauntuk 1.030 KK, hal ini karena terjadi adanya kebakaran pada tahun 1991, 1992 seluas 184 Ha yang akhirnya areal tersebut di pusokan dan areal non kelas 312 Ha.

Penutup Kebun unit beteleme poso sulawesi tengah merupakan salah satu kebun dari PT. Perkebunan nusantara XIV ( persero ) dengan komoditi karet untuk di jangkau saat ini kebun-kebun plasma sedikit mengalami hambatan disebabkan karena kondisi infrastruktur yang perlu mendapat penanganan khusus demi lancarnya angkutan produksi dari kebun ke pabrik. Saat ini melalui dana SRP3 terdapat peningkatan jalan produksi 20 km, jalan koleksi 8 km dan 9 unit jembatan. Dalam akivitas kegiatan khusunya yang menyangkut masalah keuangan dan koordinasi dengan instansi-instansi terkait guna kelancaran kegiatan lebih banyak di urus di ibu kota kabupaten yang jaraknya kurang lebih 208 km, namun kami menyadari pentingnya peran agen deveopment, bagi pembangunan disektor perkebunan Dengan tekad PT. Perkebunan nusantara XIV ( persero ) untuk membangun kawasan timur indonesia demi untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan petani dan memperluas lapangan kerja serta membuka keterisolasian dari suatu wilayah dengan wilayah lain