P. 1
Ketuban Pecah Dini

Ketuban Pecah Dini

|Views: 114|Likes:
Dipublikasikan oleh Vino G Albert

More info:

Published by: Vino G Albert on Mar 22, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/12/2015

pdf

text

original

KETUBAN PECAH DINI 2011

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas izinya penulis dapat menyelesaikan laporan kasus ini yang berjudul “Ketuban Pecah Dini” Laporan kasus ini dibuat untuk melengkapi persyaratan dalam mengikuti kegiatan Kepanitriaan Klinik Senior dibagian Ilmu Obstetri dan Ginekology yang dilaksanakan di RSU.DR.R.M.Djoelham Binjai. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada Dr.Marwan Indamirsyah, Sp.OG selaku pembimbng dan dokter-dokter di SMF obgyn 1.Dr.Arusta Tarigan.Sp.OG 2.Dr.Anwar Affandi.H.Sp.OG 3.Dr.Sugianto.Sp.OG 4.Dr.Herizal,Sp.OG Yang telah bersedia meluangkan waktu untuk memberikan pengarahan agar laporan kasus ini lebih akurat dan bermanfaat Tentunya penulis menyadari bahwa laporan kasus ini banyak kekurangan untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca agar kedepannya penulis dapat memperbaiki dan menyempurnakan kekurangan tersebut. Besar harapan penulis agar laporan kasus ini dapat bermanfaat bagi para pembaca serta dapat memberikan suatu pengetahuan baru bagi mahasiswa untuk meningkatkan keilmuannya Binjai, April 2011

Penulis

MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI

Page 1

KETUBAN PECAH DINI 2011
BAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………,1 DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………2 Pendahuluan……………………………………………………………………..…..3 Defenisi……………………………………………………………………………….4 Epidemiologi………………………………………………………………………....5 Ar ketuban……………………………………………………………………….......5 Klasifikasi……………………………………………………………………………8 Etiologi…………………………………………………………………………….…8 Patofisiologi…………………………………………………………………………10 Gambaran Klinis……………………………………………………………………10 Diagnosa…………………………………………………………………………….12 Penanganan…………………………………………………………………………14 Komlikasi……………………………………………………………………………18 Prognosis……………………………………………………………………………19 Kesimpulan…………………………………………………………………………20 DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………21 STATUS ORANG SAKIT…………………………………………………………………22

MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI

Page 2

KETUBAN PECAH DINI 2011
KETUBAN PECAH DINI
Pendahuluan
Pecah ketuban merupakan proses yang pasti akan dilalui setiap wanita yang melahirkan. Pecah ketuban merupakan hal yang umum terjadi sebelum proses melahirkan, namun ada juga kasus “Pecah ketuban dini” dan diikuti proses melahirkan.4 Persalinan merupakan suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup kedunia luar dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain.9 Ketuban pecah dini adalah pecahnya ketuban sebelum terdapat tanda-tanda persalinan dan ditunggu satu jam sebelum dimulainya tanda-tanda persalinan. Ketuban pecah dini merupakan masalah penting dalam bidang kesehatan yang berkaitan dengan penyulit kelahiran prematur dan terjadinya infeksi korioamnionitis sampai sepsis, serta menyebabkan infeksi pada ibu yang menyebabkan meningkatnya morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi . Ketuban pecah dini kemungkinan besar menimbulkan risiko tinggi infeksi dan bahaya kompresi tali pusat, maka dalam penatalaksanaan perawatannya dianjurkan untuk pemantauan ibu maupun janin dengan ketat.9 KPD sering kali menimbulkan konsekuensi yang dapat menimbulkan morbiditas dan mortalitas pada ibu maupun bayi terutama kematian perinatal yang cukup tinggi. Kematian perinatal yang cukup tinggi ini antara lain disebabkan karena kematian akibat kurang bulan, dan kejadian infeksi yang meningkat karena partus tak maju, partus lama, dan partus buatan yang sering dijumpai pada pengelolaan kasus KPD terutama pada pengelolaan konservatif . Dilema sering terjadi pada pengelolaan KPD dimana harus segera bersikap aktif terutama pada kehamilan yang cukup bulan, atau harus menunggu sampai terjadinya proses persalinan, sehingga masa tunggu akan memanjang berikutnya akan meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi. Sedangkan sikap konservatif ini sebaiknya dilakukan pada KPD kehamilan kurang bulan dengan harapan tercapainya pematangan paru dan berat badan janin yang cukup. 9

MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI

Page 3

KETUBAN PECAH DINI 2011
Defenisi
Kantung ketuban adalah sebuah kantung berdinding tipis yang berisi cairan dan janin selama masa kehamilan. Dinding kantung ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama disebut amnion, terdapat di sebelah dalam. Sedangkan, bagian kedua, yang terdapat di sebelah luar disebut chorion.5 Cairan ketuban adalah cairan yang ada di dalam kantung amnion. Cairan ini dihasilkan selaput ketuban dan diduga dibentuk oleh sel-sel amnion, ditambah air kencing janin, serta cairan otak pada anensefalus.5 Ketuban pecah dini adalah ketuban yang pecah sebelum ada tanda-tanda npartu yaitu pembukaan pada primi kurang dari 3 cm dan pada multi kurang dari 5 cm. Bila periode laten terlalu panjang dan ketuban sudah pecah, maka dapat terjadi infeksi yang dapat meningkatkan angka kematian ibu dan anak.9 Normalnya selaput ketuban pecah pada akhir kala I atau awal kala II persalinan. Bisa juga belum pecah sampai saat mengedan, sehingga kadang perlu dipecahkan (amniotomi).8 Prinsip – prinsip dasar ketuban pecah dini 9 :

 Ketuban dinyatakan pecah dini bila terjadi sebelum proses persalinan
berlangsung

 Ketuban pecah dini merupakan masalah penting dalam obstetric berkaitan
dengan penyulit kelahiran premature dan terjadinya infeksi khoriokarsinoma sampai sepsis, yang meningkatkaan morbiditas dan mortalitas perinatal dan menyebabkan infeksi ibu.

 Ketuban pecah dini disebabkan oleh karena berkurangnya kekuatan membrane
atau meningkatnya tekanan intrauterine atau oleh kedua faktjor tersebut. Berkurangnya kekuatan membrane disebabkan oleh adanya infeksi yang dapat berasal dari vagina dan serviks.

 Penanganan ketuban pecah dini memerlukan pertimbangan usia gestasi,
adanya infeksi pada komplikasi ibu dan janin dan adanya tanda-tanda persalinan.

MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI

Page 4

KETUBAN PECAH DINI 2011
Epidemiologi
Kejadian KPD berkisar 5-10% dari semua kelahiran, dan KPD preterm terjadi 1% dari semua kehamilan. 70% kasus KPD terjadi pada kehamilan cukup bulan. KPD merupakan penyebab kelahiran prematur sebanyak 30%. 7

Air Ketuban
Anatomi dan struktur Membran Fetal Amnion manusia terdiri dari lima lapisan yang berbeda. Lapisan ini tidak mengandung pembuluh darah maupun saraf, sehingga nutrisi disuplai melalui cairan amnion. Lapisan paling dalam dan terdekat pada fetus ialah epithelium amniotik. Epitel amniotik ini mensekresikan kolagen tipe III dan IV dan glikoprotein non kolagen ( laminin , nidogen dan fibronectin ) dari membrane basalis, lapisan amnion disebelahnya. Lapisan kompakta jaringan konektif yang melekat pada membrane basalis ini membentuk skeleton fibrosa dari amnion. Kolagen dari lapisan kompakta disekresikan oleh sel mesenkim dari lapisan fibroblast. Kolagen interstitial ( tipe I dan III ) mendominasi dan membentuk parallel bundles yang mempertahankan integritas mekanikan amnion. Kolagen tipe V dan VI membentuk koneksi filamentosa antara kolagen interstitial dan membrane basalis epithelial. Tidak ada interposisi dari materi yang menyusun fibril kolagen pada jaringan konektif amniotic sehingga amnion dapat mempertahankan tensile strength selama stadium akhir kehamilan normal.Lapisan fibroblast merupakan lapisan amniotic yang paling tebal terdiri dari sel mesenkimal dan makrofag diantara matriks seluler. Kolagen pada lapisan ini membentuk jaringan longgar dari glikoprotein non kolagenosa.Lapisan intermediate ( spongy layer atau zona spongiosa ) terletak diantara amnion dan korion. Lapisan ini banyak mengandung hydrated proteoglycan dan glikoprotein yang memberikan sifat “spongy” pada gambaran histology. Lapisan ini juga mengandung nonfibrillar meshwork yang terdiri sebagian besar dari kolagen tipe III. Lapisan intermediate ini mengabsorbsi stress fisik yang terjadi. Walaupun korion lebih tebal dari amnion, amnion memiliki tensile strength yang lebih besar. Korion terdiri dari membrane epithelial tipikal dengan polaritas langsung menunggu desidua maternal. Pada proses kehamilan, vili trofoblastik diantara lapisan korionik dari membrane fetal ( bebas
MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI Page 5

KETUBAN PECAH DINI 2011
plasenta ) mengalami regresi. Dibawah lapisan sitotrofoblas ( dekat janin ) merupakan membrane basalis dan jaringan knektif korionik yang kaya akan serat kolagen. Membran fetal memperlihatkan variasi regional. Walaupun tidak ada bukti yang menunjukan adanya titik lemah dimana membrane akan pecah, observasi harus dilakukan untuk menghindari terjadinya perubahan struktur dan komposisi membrane yang memicu terjadinya ketuban pecah dini.8 Ciri-ciri kimiawi 2       Volume air ketuban pada kehamilan cukup bulan kira-kira1000-1500 cc Air ketuan berwara putih keruh Berbau amis Berasa manis Reaksi agak alkalis atau netral Berat jenis 1,008

Komposisi air ketuban 2           98 % terdiri dari air Protein 2,6% g/l (albumin) Urea Asam uric Kreatinin Sel-sel epitel Rambut lanugo Vernik kaseosa Garam anorganic Lesitin dan sfingomielin

Fungsi air ketuban 2     Untuk proteksi janin Mencegah pelekan janin dengan amnion Agar janin dapat bergerak dengan bebas Regulasi terhadap panas dan perubaha suhu
Page 6

MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI

KETUBAN PECAH DINI 2011
 Untuk menambah suplai cairan janin dengan cara ditelan atau diminum yang kemudian dikeluarkan melalui kencing janin, Diperkirakan janin menelan lebih kurang 8-10 cc air ketuban atau 1 persen dari seluruh volume dalam tiap jam   Meratakan tekanan intra uterin dan membersihkan jalan lahir bila ketuban pecah Untuk diagnosis, seperti o Jenis kelamin bayi o Golongan darah ABO o Rhesus iso-imunisasi o Maturitas janin o Pemeriksaan tentang penyakit-penyakit Asal air ketuban 2     Kencing janin Transudasi dari darah ibu Sekresi dari epitel amnion Asal campuran

Cara membedakan air ketuban dengan air seni 4 1. Warna Air ketuban umumnya tidak berwarna/transparan, bila bercampur dengan lendir akan menjadi pink tipis. Air seni umumnya berwarna agak kekuningan. 2. Bau Air seni berbau amoniak, tapi air ketuban berbau seperti cairan sperma. 3. Bisa tidaknya dihentikan. Bila anda menahan daerah sekitar anus dan berhenti, maka itu adalah air seni. Bila tidak berhenti maka merupakan air ketuban. Bila keluar saat anda bergerak itu pun adalah air ketuban.

MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI

Page 7

KETUBAN PECAH DINI 2011
Klasifikasi
Ada 2 macam pecah ketuban
1.

Pecah ketuban posisi atas Selaput yang robek adalah yang jauh dari mulut rahim, dan hanya menyebabkan basahnya celana dalam, dan sulit membedakan apakah ini air seni yang bocor atau air ketuban.

2.

Pecah ketuban total Pecah ketuban total”, selaput yang robek adalah yang berada dekat mulut rahim, dan air ketuban yang keluar banyak 4

Etiologi
Penyebab KPD masih belum diketahui dan tidak dapat ditentukan secara pasti.

Beberapa laporan menyebutkan faktor-faktor yang berhubungan erat dengan KPD, namun faktor-faktor mana yang lebih berperan sulit diketahui. Kemungkinan yang menjadi faktor penyebabnya adalah 9:

MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI

Page 8

KETUBAN PECAH DINI 2011
1. Infeksi Infeksi yang terjadi secara langsung pada selaput ketuban maupun asenderen dari vagina atau infeksi pada cairan ketuban bisa menyebabkan terjadinya KPD. 2. Servik yang inkompetensia, kanalis sevikalis yang selalu terbuka oleh karena kelainan pada servik uteri (akibat persalinan, curetage). 3. Tekanan intra uterin yang meninggi atau meningkat secara berlebihan (overdistensi uterus) Misalnya trauma, hidramnion, gemelli. Trauma oleh beberapa ahli disepakati sebagai faktor predisisi atau penyebab terjadinya KPD. Trauma yang didapat misalnya hubungan seksual, pemeriksaan dalam, maupun amnosintesis menyebabakan terjadinya KPD karena biasanya disertai infeksi. 4. Kelainan letak Misalnya sungsang, sehingga tidak ada bagian terendah yang menutupi pintu atas panggul (PAP) yang dapat menghalangi tekanan terhadap membran bagian bawah. Beberapa faktor risiko yang memicu terjadinya ketuban pecah dini ialah 8:           Kehamilan multiple : kembar dua ( 50%) , kembar tiga ( 90 %). Riwayat persalinan preterm sebelumnya : risiko 2-4x Tindakan coitus : tidak berpengaruh kepada risiko, kecuali jika hygiene buruk , predisposisi terhadap infeksi. perdarahan pervaginam : trimester pertama ( risiko 2x ) , trimester kedua/ketiga ( 20x ) Bakteriuria : risiko 2x ( prevalensi 7 % ) PH vagina di atas 4,5 : risiko 32% ( vs. 16%) Servix tipis / kurang dari 39 mm : risiko 25% ( vs 7%) Flora vagina abnormal : risiko 2-3x Fibronectin > 50 mg/ml : risiko 83% ( vs 19% ) Kadar CRH ( corticotropoin releasing hormone ) maternal tinggi misalnya pada stress psikologis , dsb. Dapat menjadi stimulasi persalinanpreterm.

MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI

Page 9

KETUBAN PECAH DINI 2011
Patofisiologi
Mekanisme terjadinya ketuban pecah adalah selaput ketuban berfungsi untuk menahan air ketuban keluar dari kantongnya,ini semua dipengaruhi oleh infeksi, tekanan intra uteri,cervik yang inkompiten, apa bila factor –faktor diatas ada kelainan umpanya tekanan intra uteri meningkat maka uterus menegang sehingga selaput ketuban makin tipis dan lemah tidak sanggup menahan dorongan dari dalam sehingga pecah dan keluarlah air ketuban.

Gambaran Klinis
Tanda yang terjadi adalah 3,7     Keluarnya cairan ketuban merembes melalui vagina. Warnanya putih agak keruh Aroma air ketuban berbau amis dan tidak seperti bau amoniak Cairan ini tidak akan berhenti atau kering karena terus diproduksi sampai kelahiran. Tetapi bila Anda duduk atau berdiri, kepala janin yang sudah terletak di bawah biasanya "mengganjal" atau "menyumbat" kebocoran untuk sementara.   Uterus lunak Kalau ada gejala seperti ini: demam, bercak vagina yang banyak, nyeri perut, denyut jantung janin bertambah cepat menunjukkan kalau infeksi sudh terjadi.

MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI

Page 10

KETUBAN PECAH DINI 2011

Hal-hal yang harus diperhatikan jika mengalami KPD 4,5 Hindari Infeksi Usahakan daerah vagina selalu bersih untuk menghindari infeksi. Bersihkan selalu daerah ini dari arah depan ke belakang. Jangan sekali-kali melakukan dengan gerakan sebaliknya. Puasa Untuk sementara waktu, hindari melakukan hubungan seksual bila ada indikasi yang menyebabkan ketuban pecah dini, seperti mulut rahim yang lemah. Istirahat Istirahatlah sesuai anjuran dokter. Jangan merasa diri wanita super dengan melakukan semua kegiatan. Ingatlah, setiap kehamilan selalu berbeda. Menjaga Kebersihan Bila cairan ketuban merembes, gunakanlah pembalut yang dapat menyerap air ketuban. Pada minggu-minggu terakhir kehamilan sebaiknya gunakan
MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI Page 11

KETUBAN PECAH DINI 2011
pembalut tipis pada celana dalam agar terasa segar dan nyaman. Sebab, pada umumnya pengeluaran cairan dari vagina akan lebih banyak. Penggunaan pembalut ini pun berguna untuk memudahkan untuk membedakan cairan ketubaan dengan urin. Yang harus segera dilakukan:
 

Pakai pembalut atau handuk yang bersih. Tenangkan diri sambil bersiap mau kerumah sakit . Jangan bergerak terlalu banyak pada saat ini. Ambil nafas dan tenangkan diri Yang tidak boleh dilakukan:

Tidak boleh berendam dalam bath tub, karena bayi ada resiko terinfeksi kuman.

Jangan bergerak mondar-mandir atau berlari ke sana kemari, karena air ketuban akan terus keluar. Berbaringlah dengan pinggang diganjal supaya lebih tinggi.

Diagnosa
Menegakkan diagnosa KPD secara tepat sangat penting. Karena diagnosa yang positif palsu berarti melakukan intervensi seperti melahirkakn bayi terlalu awal atau melakukan
MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI Page 12

KETUBAN PECAH DINI 2011
seksio yang sebetulnya tidak ada indikasinya. Sebaliknya diagnosa yang negatif palsu berarti akan membiarkan ibu dan janin mempunyai resiko infeksi yang akan mengancam kehidupan janin, ibu atau keduanya. Oleh karena itu diperlukan diagnosa yang cepat dan tepat. Diagnosa KPD ditegakkan dengan cara : 1. Anamnesa

 Penderita merasa basah pada vagina  Mengeluarkan cairan yang banyak secara tiba-tiba dari jalan lahir  Cairan berbau khas  His belum teratur atau belum ada, dan belum ada pengeluaran lendir darah 2. Pemeriksaan fisik
Inspeksi Pengamatan dengan mata biasa akan tampak keluarnya cairan dari vagina, bila ketuban baru pecah dan jumlah air ketuban masih banyak, pemeriksaan ini akan lebih jelas. Auskultasi Denyut jantung janin cepat (fetal distress) Inspekulum. Pemeriksaan dengan spekulum pada KPD akan tampak keluar cairan dari orifisium uteri eksternum (OUE), kalau belum juga tampak keluar, fundus uteri ditekan, penderita diminta batuk, megejan atau megadakan manuvover valsava, atau bagian terendah digoyangkan, akan tampak keluar cairan dari ostium uteri dan terkumpul pada fornik anterior. Pemeriksaan dalam (VT) Didapat cairan di dalam vagina dan selaput ketuban sudah tidak ada lagi. Mengenai pemeriksaan dalam vagina dengan vagina tocher perlu

dipertimbangkan, pada kehamilan yang kurang bulan yang belum dalam persalinan tidak perlu diadakan pemeriksaan dalam. Karena pada waktu pemeriksaan dalam, jari pemeriksa akan mengakumulasi segmen bawah rahim
MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI Page 13

KETUBAN PECAH DINI 2011
dengan flora vagina yang normal. Mikroorganisme tersebut bisa dengan cepat menjadi patogen. Pemeriksaan dalam vagina hanya diulakaukan kalau KPD yang sudah dalam persalinan atau yang dilakukan induksi persalinan dan dibatasi sedikit mungkin. 3. Pemeriksaan Penunjang

1.Pemeriksaan laboraturium

Cairan yang keluar dari vagina perlu diperiksa : warna, konsentrasi, bau dan pH nya. Cairan yang keluar dari vagina ini kecuali air ketuban mungkin juga urine atau sekret vagina. Sekret vagina ibu hamil pH : 4-5, dengan kertas nitrazin tidak berubah warna, tetap kuning. a.Tes Lakmus (tes Nitrazin) Jika kertas lakmus merah berubah menjadi biru menunjukkan adanya air ketuban (alkalis). pH air ketuban 7 – 7,5, darah dan infeksi vgina dapat mengahsilakan tes yang positif palsu. b.Mikroskopik (tes pakis) Dengan meneteskan air ketuban pada gelas objek dan dibiarkan kering. Pemeriksaan mikroskopik menunjukkan gambaran daun pakis. 2.Pemeriksaan ultrasonografi (USG) Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk melihat jumlah cairan ketuban dalam kavum uteri. Pada kasus KPD terlihat jumlah cairan ketuban yang sedikit. Walaupun pendekatan diagnosis KPD cukup banyak macam dan caranya, namun pada umumnya KPD sudah bisa terdiagnosis dengan anamnesa dan pemeriksaan sederhana.9

Penanganan
Penatalaksanaan KPD tergantung pada umur kehamilan. Kalau umur kehamilan tidak diketahui secara pasti segera dilakukan pemeriksaann ultrasonografi (USG) untuk mengetahui umur kehamilan dan letak janin. Resiko yang lebih sering pada KPD dengan janin kurang bulan adalah RDS dibandingkan dengan sepsis. Oleh karena itu pada kehamilan
MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI Page 14

KETUBAN PECAH DINI 2011
kurang bulan perlu evaluasi hati-hati untuk menentukan waktu yang optimal untuk persalinan. Pada umur kehamilan 34 minggu atau lebih biasanya paru- paru sudah matang, chorioamnionitis yang diikuti dengan sepsi pada janin merupakan sebab utama meningginya morbiditas dan mortalitas janin. Pada kehamilan cukup bulan, infeksi janin langsung berhubungan dengan lama pecahnya selaput ketuban atau lamanya perode laten. 9 1. Penatalaksanaan KPD pada kehamilan aterm (> 37 Minggu) Beberpa penelitian menyebutkan lama periode laten dan durasi KPD keduanya mempunyai hubungan yang bermakna dengan peningkatan kejadian infeksi dan komplikasi lain dari KPD. Jarak antara pecahnya ketuban dan permulaan dari persalinan disebut periode latent = L.P = “lag” period. Makin muda umur kehamilan makin memanjang L.P-nya. Pada hakekatnya kulit ketuban yang pecah akan menginduksi persalinan dengan sendirinya. Sekitar 70-80 % kehamilan genap bulan akan melahirkan dalam waktu 24 jam setelah kulit ketuban pecah.Bila dalam 24 jam setelah kulit ketuban pecah belum ada tanda-tanda persalinan maka dilakukan induksi persalinan,dan bila gagal maka dilakukan bedah caesar. Pemberian antibiotik profilaksis dapat menurunkan infeksi pada ibu. Walaupun antibiotik tidak berfaeadah terhadap janin dalam uterus namun pencegahan terhadap chorioamninitis lebih penting dari pada pengobatanya sehingga pemberian antibiotik profilaksis perlu dilakukan. Waktu pemberian antibiotik hendaknya diberikan segera setelah diagnosis KPD ditegakan dengan pertimbangan : tujuan profilaksis, lebih dari 6 jam kemungkinan infeksi telah terjadi, proses persalinan umumnya berlangsung lebih dari 6 jam. Beberapa penulis meyarankan bersikap aktif (induksi persalinan) segera diberikan atau ditunggu sampai 6-8 jam dengan alasan penderita akan menjadi inpartu dengan sendirinya. Dengan mempersingkat periode laten durasi KPD dapat diperpendek sehingga resiko infeksi dan trauma obstetrik karena partus tindakan dapat dikurangi. Pelaksanaan induksi persalinan perlu pengawasan yang sangat ketat terhadap keadaan janin, ibu dan jalannya proses persalinan berhubungan dengan

komplikasinya. Pengawasan yang kurang baik dapat menimbulkan komplikasi yang fatal bagi bayi dan ibunya (his terlalu kuat) atau proses persalinan menjadi semakin
MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI Page 15

KETUBAN PECAH DINI 2011
kepanjangan (his kurang kuat). Induksi dilakukan dengan mempehatikan pelvis score jika > 5 induksi dapat dilakukan, sebaliknya < 5, dilakukan pematangan servik, jika tidak berhasil akhiri persalinan dengan seksio sesaria. 9 2. penatalaksanaan KPD pada kehamilan preterm (< 37 minggu) Pada kasus-kasus KPD dengan umur kehamilan yang kurang bulan tidak dijumpai tanda-tanda infeksi pengelolaanya bersifat koservatif disertai pemberian antibiotik yang adekuat sebagai profilaksis Penderita perlu dirawat di rumah sakit,ditidurkan dalam posisi trendelenberg, tidak perlu dilakukan pemeriksaan dalam untuk mencegah terjadinya infeksi dan kehamilan diusahakan bisa mencapai 37 minggu, obat-obatan uteronelaksen atau tocolitic agent diberikan juga tujuan menunda proses persalinan. Tujuan dari pengelolaan konservatif dengan pemberian kortikosteroid pada penderita KPD kehamilan kurang bulan adalah agar tercapainya pematangan paru, jika selama menunggu atau melakukan pengelolaan konservatif tersebut muncul tanda-tanda infeksi, maka segera dilakukan induksi persalinan tanpa memandang umur kehamilan Induksi persalinan sebagai usaha agar persalinan mulai berlangsung dengan jalan merangsang timbulnya his ternyata dapat menimbulkan komplikasi-komplikasi yang kadang-kadang tidak ringan. Komplikasi-komplikasi yang dapat terjadi gawat janin sampai mati, tetani uteri, ruptura uteri, emboli air ketuban, dan juga mungkin terjadi intoksikasi. Kegagalan dari induksi persalinan biasanya diselesaikan dengan tindakan bedan sesar. Seperti halnya pada pengelolaan KPD yang cukup bulan, tidakan bedah sesar hendaknya dikerjakan bukan semata-mata karena infeksi intrauterin tetapi seyogyanya ada indikasi obstetrik yang lain, misalnya kelainan letak, gawat janin, partus tak maju, dll. Selain komplikasi-kompilkasi yang dapat terjadi akibat tindakan aktif. Ternyata pengelolaan konservatif juga dapat menyebabakan komplikasi yang berbahaya, maka perlu dilakukan pengawasan yang ketat. Sehingga dikatan pengolahan konservatif adalah menunggu dengan penuh kewaspadaan terhadap kemungkinan infeksi intrauterin.
MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI Page 16

KETUBAN PECAH DINI 2011
Sikap konservatif meliputi pemeriksaan leokosit darah tepi setiap hari, pem,eriksaan tanda-tanda vital terutama temperatur setiap 4 jam, pengawasan denyut jamtung janin, pemberian antibiotik mulai saat diagnosis ditegakkan dan selanjutnya stiap 6 jam. Pemberian kortikosteroid antenatal pada preterm KPD telah dilaporkan secara pasti dapat menurunkan kejadian RDS. The National Institutes of Health (NIH) telah merekomendasikan penggunaan kortikosteroid pada preterm KPD pada kehamilan 3032 minggu yang tidak ada infeksi intramanion. Sedian terdiri atas betametason 2 dosis masing-masing 12 mg i.m tiap 24 jam atau dexametason 4 dosis masing-masing 6 mg tiap 12 jam.9 Kesimpulan penanganan KPD 8,9 1. Kehamilan > 37 minggu  Setelah ketuban pecah tunggu samapai 8 jam,selama menunggu diberikan medikamentosa seperti antibiotik dan kortikosteroid o Jika selama 8 jam ada tanda –tanda inpartu maka lahir spontan o Jika tidak ada tanda-tanda inpartu maka lakuan induksi persalinan o Jika induksi persalanan gagal maka lakukan sesar caesarea 2. Kehamilan < 37 minggu  Kehamilan dipertahankan dengan melakukan tindakan

konserfatif seperti o Anti biotic untuk mencegah infeksi Pemberian antibiotic pada pasien ketuban pecah dini dapat menekan infeksi neonatal dan memperpanjang periode latensi. Sejumlah antibiotik yang digunakan meliputi ampisilin 2 gram dengan kombinasi eritromisin 250 mg setiap 6 jam selama 48 jam, diikuti pemberian amoksisilin 250 mg dan eritromisin 333 mg setiap 8 jam untuk lima hari. Pasien yang mendapat kombinasi ini dimungkinkan
MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI

dapat

mempertahankna

kandungan
Page 17

KETUBAN PECAH DINI 2011
selama 3 minggu setelah penghentian pemberian antibiotik setelah 7 hari. o Kortikosteroid untuk pematangan paru janin bila kehamilan tidak bisa dopertahankan Pemberian kortikosteroid dapat menekan morbiditas dan mortalitas perinatal pasca ketuban pecah dini preterm. Kortikosteroid juga menekan risiko terjadinya sindrom distress pernafasan ( 20 – 35,4% ), hemoragi intraventrikular ( 7,5 – 15,9% ), enterokolitis nekrotikans ( 0,8 – 4,6% ).National Institute of Health merekomendasikan pemberian kortikosteroid sebelum masa gestasi 30 – 23 minggu, dengan asumsi viabilitas fetus dan tidak ada infeksi intra amniotik. o Agent tokolitik Pemberian agent tokolitik diharapkan namun dapat tidak

memperpanjang

periode

latensi

memperbaiki luaran neonatal. Tidak banyak data yang tersedia mengenai pemakaian agen tokolitik untuk ketuban pecah dini. Pemberian agen tokolitik jangka panjang tidak diperkenankan dan hingga kini masih menunggu hasil penelitian lebih jauh o Posisi tredelenburg  Kehamilan diterminasi bila ada tanda-tanda infeksi dengan cara o Induksi persalinan,jika gagal maka lakukan sesar caesarea

Komplikasi 1. Tali pusat menumbung 2. Prematuritas, persalinan preterm, jika terjadi pada usia kehamilan preterm.
MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI Page 18

KETUBAN PECAH DINI 2011
3. Oligohidramnion, bahkan sering partus kering (dry labor) karena air ketuban
habis.

4. infeksi 5. komplikasi ibu : endometritis, penurunan aktifitas miometrium (distonia, atonia),
sepsis CEPAT (karena daerah uterus dan intramnion memiliki vaskularisasi sangat banyak), dapat terjadi syok septik sampai kematian ibu.

6. komplikasi janin : asfiksia janin, sepsis perinatal sampai kematian janin. 7

Prognosis
Morbiditas ketuban pecah dini menjadi kurang serius bila terjadi pada kehamilan yang mendekati term dibandingkan kehamilan yang lebih awal. Pada kasus ketuban pecah dini biasanya 80-90% akan mengalami partus dalam kurun waktu 24 jam. Ada beberapa hal perlu dipertimbangkan pada ketuban pecah dini :

 Ketuban pecah dini merupakan penyebab pentingnya persalinan premature dan
prematuritas janin.

 Resiko terjadinya ascending infection akan lebih tinggi jika persalinan
dilakukan setelah 24 jam onset

 Insiden prolaps tali pusat ( cord prolapse ) akan meningkat bila dijumpai
adanya malpresentasi

MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI

Page 19

KETUBAN PECAH DINI 2011
 Pengeluaran cairan ketuban untuk waktu yang akan lama akan menyebabkan
dry labour atau persalinan kering

 Hipoplasia pulmonal janin sangat mengancam janin, khususnya pada kasus
oligohidramnion.8

Kesimpulan
 Ketuban pecah dini adalah ketuban yang pecah sebelum ada tanda-tanda inpartu  Penanganan KPD terganung pada usia kehamian  Prognosisnya semakain jelek apa bila KPD teradi sebelum usia kehamia 37 mingu  Medikamentosa seperti antibiotic,kortikosteroid dan anti tokolitik perlu diberikan pada kasus KPD terutama pada usia kehamilan <37 minggu

MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI

Page 20

KETUBAN PECAH DINI 2011
DAFTAR PUSTAKA

1. Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas kedokteran Universitas Padjajaran Bandung Obstetri Fisiologi, Elstar offset,Bandung,1981 2. Moctar,rustam.Sinopsis Obstetri,EGC,Jakarta,1998 3. Taber Ben-Zion,Kedaruratan Obstetric dan Ginekologi,EGC,Jakarta,1994 4. http://ibudanbayi.grc.jp/ 5. http://istikuma.wordpress.com/2008/03/17/yang-terjadi-ketika-ketuban-pecah-dini/ 6. http://www.ayahbunda.co.id/artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/ketuban.pecah.d ini/001/001/1790/2 7. http://www.klikdokter.com/medisaz/read/2011/04/04/249/ketuban-pecah-dini 8. http://www.indogamers.com/showthread.php?t=12429&page=1 9. http://www.scribd.com/doc/23903855/Asuhan-Keperawatan-Ibu-Hamil-DenganMasalah-Ketuban-Pecah-Dini

MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI

Page 21

KETUBAN PECAH DINI 2011
STATUS PASIEN
ANAMNESA PRIBADI
Nama Umur Pekerjaan Agama : Ny. Risa Maylin : 28 Tahun : PNS : Islam

Suku/bangsa : Jawa/Indonesia Pendidikan Alamat : DII : Kel.Bela Rakyat Kuala

Nama Suami : Suka Wahyudi Tgl. Masuk No RM :16 April 2011 pukul 12:00 Wib :038688

ANAMNESA PENYAKIT
KU Telaah : Keluar Cairan dari vagina : Os datang ke RSUD.DR.R.M.DJOELHAM dengan keluhan keluar cairan dari alat kelamin berwarna putih agak kekeruhan,tapi tanda-tanda inpartu tidak ada hal ini dialami os hari ini pukul 07:00 wib 4 jam sebelum kerumah sakit,os juga mengeluh cairan terus terusan keluar,tidak bisa ditahan dan jumlahnya cukup bayak,riwayat terjatuh disangkal tapi os mengaku tadi malam melakukan hubungan intim dengan suami setelah bangun ,paginya langsung keluar cairan dari alat kelamin, badan os agak demam. Riwayat mentruasi sebelumnya: Menarche Siklus : 14 Tahun : 28 hari
Page 22

MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI

KETUBAN PECAH DINI 2011
Banyak Lamanya HPHT TTP : 2 kali ganti duk : 7 hari : 12 – 07- 2010 : 19 – 04 – 2011

Riwayat persalinan: Hamil ini RPT RPO : (-) : (-)

PEMERIKSAAN FISIK Status Present
1. Keadaan Umum Sensorium Tekanan darah Respirasi Rate Heart Rate Suhu 2. Keadaan Penyakit Anemia Sianosis Dyspnoe Ikterus Edema : (-) : (-) : (-) : (-) : (-) : Compos Mentis : 120/80mmHg : 24x/menit : 100x/menit : 37,7 0 C

Status Lokalisata

MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI

Page 23

KETUBAN PECAH DINI 2011
1. Kepala Mata Telinga Hidung Leher 2. Thorax Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi 3. Abdomen Inspeksi bekas operasi (-), Palpasi Perkusi Auskultasi 4. Ektremitas Superior Inferior : dbn : dbn : Hati tidak teraba, Lien tidak teraba, nyeri tekan abdomen (+) : Timpani : Peristaltic usus normal : Abdomen sudah tampak membesar,striae gravidarum (+), : simetris : Sterm fremitus kanan dan kiri sama : Sonor (+/+) : Vesikuler (+/+),suara tambahan (-/-) : conjungtiva palpebra superior pucat (-/-) : dbn : dbn : pembesaran kelenjar getah brning (-/-)

Status Obstetri dan Ginekologi
1. Abdomen

MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI

Page 24

KETUBAN PECAH DINI 2011
Inspeksi : Abdomen sudah tampak membesar, striae gravidarum (+), bekas operasi (-), Palpasi : Leopold I Leopold II :3 jari dibawah proc.xipoideus :Punggung kiri (puki)

Leopold III :Letak kepala (LK) Leopold :Belum masuk (U)

Nyeri tekan abdomen (+) Gerakan janin (+) HIS (-) Perkusi Auskultasi 2. Genetalia Ekterna Inspeksi 3. Genetalia Interna Vaginal Thoucer :Ada pembukaan 1 cm :Tampak cairan keluar dari vagina dan cairan itu bukan air seni : Tidak dilakukan pemeriksaan : Terdengar denyut jantung janin : 156x/i

PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. USG Dilakukan pada tanggal 16 April 2011 hasilnya adalah :       Janin tunggal Air ketuban sedikit Plasenta di fundus DJJ (+): 156x/i Gerak (+) Usia kehamilan 38-40 minggu

2. Laboratorium Dilakukan pada tanggal 16 April 2011
MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI Page 25

KETUBAN PECAH DINI 2011
Darah rutin : Hb Leukosit Hematokrit Trombosit Golongan Darah Urin rutin : “O” : Negatif : 11,4 gr/dl : 15.000 mm3 : 37,4% : 213.000 mm3

MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI

Page 26

KETUBAN PECAH DINI 2011
RESUME
ANEMNESA
KU Telaah : Keluar cairan dari alat kelamin : Os datang ke RSUD.DR.R.M.DJOELHAM dengan keluhan keluar cairan dari alat kelamin berwarna putih agak kekeruhan,tapi tanda-tanda inpartu tidak ada hal ini dialami os hari ini pukul 07:00 wib 4 jam sebelum kerumah sakit,os juga mengeluh cairan terus terusan keluar,tidak bisa ditahan dan jumlahnya cukup bayak,riwayat terjatuh disangkal tapi os mengaku tadi malam melakukan hubungan intim dengan suami setelah bangun ,paginya langsung keluar cairan dari alat kelamin, badan os agak demam.

PEMERIKSAAN FISKIK Status Present
1. Keadaan Umum Heart Rate Suhu : 100x/menit : 37,7 0 C

Status Obstetri dan Ginekologi
1. Abdomen Inspeksi : Abdomen sudah tampak membesar, striae gravidarum (+), bekas operasi (-), Palpasi : Leopold I Leopold II :3 jari dibawah proc.xipoideus :Punggung kiri (puki)

Leopold III :Letak kepala (LK)

MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI

Page 27

KETUBAN PECAH DINI 2011
Leopold :Belum masuk (U) Nyeri tekan abdomen (+) Gerakan janin (+) HIS (-) Perkusi Auskultasi 2. Genetalia Ekterna Inspeksi 3. Genetalia Interna Vaginal Thoucer :Ada pembukaan 1 cm :Tampak cairan keluar dari vagina dan cairan itu bukan air seni : Tidak dilakukan pemeriksaan : Terdengar denyut jantung janin : 156x/i

PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. USG Dilakukan pada tanggal 16 April 2011 hasilnya adalah :       Janin tunggal Air ketuban sedikit Plasenta di fundus DJJ (+): 156x/i Gerak (+) Usia kehamilan 38-40 minggu

2. Laboratorium Dilakukan pada tanggal 16 April 2011 Darah rutin Hb Leukosit Hematokrit Trombosit Golongan Darah : : 11,4 gr/dl : 15.000 mm3 : 37,4% : 213.000 mm3 : “O”
Page 28

MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI

KETUBAN PECAH DINI 2011
Urin rutin : Negatif

DIAGNOSA KERJA
 PG + KDR (38-40 minggu) + LK + AH + JT + KPD

PENATALAKSANAAN
IVFD RL 20 gtt/ menit Inj.Cefotaxim 1gr/12 Jam Diet MB Awasi kemajuan persalinan dan DJJ

LAPORAN PENGAWASAN DJJ
Pukul 13:00 Pukul 17:00 Pukul 21:00 Pukul 01:00 Pukul 05:00 :155x/i :155x/i :157x/i :160x/i :162x/i

RENCANA
Induksi persalinan,jika gagal maka dilakukan SC

USULAN
Cek ulang darah rutin

LAPORAN INDUKSI PERSALINAN
Dilakukan pada tanggal 17 April 2011 pukul 01:15 wib Drip syntosinon 5 UI (1/2 ampul) dalam RL 500 cc (prosedur biasa) 01:15 wib 02:10 wib 02:25 wib 02:40 wib : 4 gtt (HIS tidak ada) : 8 gtt (HIS tidak ada) : 12 gtt(HIS tidak ada) : 16 gtt (HIS tidak ada)
Page 29

MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI

KETUBAN PECAH DINI 2011
02:55 wib 03:10 wib 03:25 wib 03:40 wib 03:55 wib 04:10 wib : 20 gtt (HIS tidak ada) : 24 gtt (HIS tidak ada) : 28 gtt (HIS tidak ada) : 32 gtt (HIS tidak ada) : 36 gtt (HIS tidak ada) : 40 gtt (HIS 1x dalam 10 menit selama 15 detik

LAPORAN SESAR CAESAREA
Dilakukan pada tanggal 17 April 2011 pukul 08:00 wib Operator Dokter anestesi Penata anestesi :Dr.Herizal,Sp.OG :Dr.Roni.D,Sp.An :Berti dan Idrus

Ibu dalam posisi litotomi Sebelumnya kateter dan infuse terpasamg dengan baik Dilakukan anestesi lumbal Dilakukan inssi pada abdomen Diakukan insisi pada SBR Lahir bayi dengan melahirkan kepala jenis kelamin perempuan dengan berat 2800 gr scor apgar 7/8

-

Plasenta lahir lengkap Dilakukan penjahitan pada uterus Evaluasa perdarahan uterus Dinding perut dijahit lapis demi lapis

TERAPI POST SC
IVFD RL 30 gtt /i Inj.Sefotaksim 1 gr/12 Jam Inj.Gentamisin 80 gr / 8 Jam Inj.Kalnex /8 Jam Kaltropen Supp / 8 Jam
Page 30

MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI

KETUBAN PECAH DINI 2011
LAPORAN CEK ULANG DARAH RUTIN
Dilakukan pada tanggal 17 April 2011 pukul 22:09 wib Leukosit Hb Hematokrit Trombosit :17000 mm3 :11,4 gr/dl :30,9 % :181000 mm3

MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI

Page 31

KETUBAN PECAH DINI 2011
FOLLOW UP
FOLLOW UP Tgl 17April 2011 pukul 14:00 Wib Tgl 18April 2011 pukul 18 :00 Wib KU Baik, kontraksi Baik,kontraksi Baik,kontraksi uterus baik, TFU 3 jari dibawah pusat CM -Nyeri bekas operasi,pat disuruh belajar duduk -Perdarahan pervagina (+) 5 cc - Peristaltik usus(+) CM - Nyeri bekas operasi,pat disuruh belajar berjalan -Perdarahan pervagina (+) 5cc Baik, kontraksi uterus baik, TFU 3 jari dibawah pusat Baik,kontraksi uterus baik TFU 3 jari dibawah pusat, CM - Nyeri bekas operasi,pat disuruh belajar berjalan -Perdarahan Tgl 19April 2011 pukul 06:00 Wib Tgl 20April 2011 pukul 14:00 Wib Tgl 21April 2011 pukul 14:00 Wib

uterus baik,TFU 3 uterus baik, jari dibawah pusat TFU 3 jari dibawah pusat Kesadaran Keluhan CM - Nyeri bekas operasi -Perdarahan pervagina (+) 20 cc -Flatus (-) CM -Nyeri bekas operasi,pat disuruh mika/miki -Perdarahan pervagina (+) 5 cc -Flatus (+) Peristaltik usus(+)

- Peristaltik usus(+) pervagina (+) 5cc - Peristaltik usus(+)

Vital Sign

TD :120/70 mmhg RR :24x/i HR :112x/i T :37,9 0 C

TD :120/70 mmHg RR :24x/i HR :100x/i T : 37,7 0 C

TD :120/80 mmHg RR :20x/i HR :88x/i T : 36,8 0 C

TD :120/70 mmhg RR :20x/i HR :80x/i T :36,5 0 C

TD :120/70 mmHg RR :20x/i HR :84x/i T : 36,5 0 C

Terapi

-IVFD RL 30 gtt -IVFD RL 30 gtt -Infus diaff /i /i -Ciprofloksasin 500 mg 3x1 -Asam

-Ciprofloksasin 500 mg 3x1 -Asam Mefenamat 500 mg 3x1

-Ciprofloksasin 500 mg 3x1 -Asam Mefenamat 500

-Inj.Sefotaksim 1 -Inj.Sefotaksim gr/12 Jam 1 gr/12 Jam

MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI

Page 32

KETUBAN PECAH DINI 2011
-Inj.Gentamisin 80 gr / 8 Jam -Inj.Kalnex Jam -Inj.Gentamisin 80 gr / 8 Jam /8 -Inj.Kalnex Jam Mefenamat 500 mg 3x1 /8 -Metronidazol 500 mg 3x1 -Metronidazol 500 mg 3x1 -Viferron 1x1 -Diet MB mg 3x1 -Metronidazol 500 mg 3x1 -Viferron 1x1 -Diet MB

-Kaltropen Supp / -Kaltropen Supp -Viferron 1x1 8 Jam -Diet M I / 8 Jam -Diet M II -Diet MB

MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI

Page 33

KETUBAN PECAH DINI 2011
KESIMPULAN
    Bayi lahir SC pada pukul 08:15 wib,BB 2800 gr,PB 40 cm, JK perempuan,scor apgar 7/8 Kurretage dilakukan setelah bayi lahir tepatnya pada pukul 22:45wib Pada tanggal 21 April 2011 pukul 11:30 wib Pasien PBJ Terapi PBJ adalah Ciprofloksasin 500 mg 3x1 Asam Mefenamat 500 mg 3x1 Metronidazol 500 mg 3x1 Viferron 1x1  Pasien pulang dalam kondisi sehat

MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI

Page 34

KETUBAN PECAH DINI 2011

MEINAR FITRI (05171058) KKS ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD.DR.R.M.DJOELHAM BINJAI

Page 35

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->