Anda di halaman 1dari 3

Bentuk persamaan laju jika diselesaikan secara matematis x, y dan z adalah orde terhadap masing-masing pereaksi dan jumlah

(x+y+z) hdala orde reaksi, sedangkan k = konstanta laju

Laju dan orde reaksi


1. Orde 1 (satu); satu reaktan Reaksi : A produk

laju = v =
Ringkasan orde dan laju

d [ A] = k[ A] dt

1) Orde 2

Orde 0
Hukum Laju
Integrasi

Orde 1

Satuan k

Kurva linier Waktu paro

[A] vs. t

ln([A]) vs. t

1/[A] vs. t

Cara Penentuan Orde reaksi


Perbandingan laju awal (contoh 1) Integrasi hukum laju (contoh 2)

Soal 1: reaksi gas CO dengan Cl2

Percobaan 1 2

[CO]o 0,12 0,24

[Cl2]o 0,20 0,20

Laju awal 0,121 0,241

0,24

0,40

0,682

Tentukan persamaan laju ! Contoh: 2. reaksi butil klorida dengan air:

C4H9Cl + H2O C4H9OH + HCl


Data Waktu (detik, s) 0 50 100 150 200 300 400 500 800 Tentukan persamaan laju Faktor berpengaruh terhadap laju 1. Konsentrasi (bergantung orde reaksi) 2. Temperatur berbanding lurus, tak mempengaruhi persamaan laju/orde tercermin pada nilai k, konstanta laju sebagai persamaan Arrhenius [C4H9Cl], M 0,1000 0,0905 0,0820 0,0741 0,0671 0,0549 0,0448 0,0368 0,0200 Laju rerata (M/s) 1,9 x 10 -4 1,7x 10 -4 1,6 x 10 -4 1,4 x 10 -4 1,22 x 10 -4 1,01 x 10 -4 0,80 x 10 -4 0,56 x 10 -4

k =A e
dalam bentuk logaritma :

Ea / RT

ln k = ln A Ea/RT A = faktor frekuensi Ea = energi aktivasi Hubungan antara ln k dengan 1/T garis linier; kemiringan garis Ea dan intersep A Contoh soal 3: Reaksi ; H2(g) + I2(g) 2 HI (g) T1 = 575oC k1 = 2,45 x 10-4 L/Mol detik o T2 = 781 C k2 = 9,50 x 10-1 L/Mol detik Hitung energi aktivasi dan nilai A Pengembangan adalah persamaan Clausius-Clapeyron

E 1 ln k 2 1 = a ln k1 R T2 T1

Contoh soal 4: Diberikan data berikut T (K) k(L mol-1 det -1) 195 230 260 298 1,08 x 109 2,95 x 109 5,42 x 109 12,0 x 109

369 35,5 x109 Hitung energi aktivasi dan tentukan laju pada 150oC ! 3. Katalis - Berpengaruh terhadap energi aktivasi - Merubah sifat kompleks teraktivasi - Mempengaruhi strurtur elektronik reaktan dan menurunkan energi disosiasi